Satu Pola Perancangan Sistem Informasi untuk para UMKM: Riset Mahasiswa S-1 Informatika UII Dipresentasikan di ICOLISAT 2026
Tiga mahasiswa Program Studi Sarjana Informatika Universitas Islam Indonesia, yaitu Raden Riki Hilviastari Saputra, Bevy Alyzatun Nisa dan Selenia Klarissa, bersama dosen pembimbing Dr. Nur Wijayaning Rahayu tampil dalam sesi presentasi di International Conference on Life Science and Advanced Technology (ICOLISAT) 2026, Kamis (3/9), di Kampus Terpadu UII. Konferensi yang diselenggarakan Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM) UII menjadi ajang mereka memaparkan makalah berjudul Design Patterns from Three Goods-Based SME Information Systems: A Design Science Approach.
Penelitian ini berangkat dari persoalan yang lazim ditemui dalam digitalisasi usaha kecil dan menengah (UKM) berbasis barang. Sistem informasi berbasis web memang terbukti mampu menggantikan pencatatan manual yang rawan galat, tetapi sistem semacam itu umumnya dibangun sebagai solusi tunggal untuk satu usaha, sehingga pengetahuan desainnya jarang disarikan menjadi panduan yang dapat dipakai ulang. Dengan pendekatan design science research, tim melakukan analisis lintas kasus terhadap tiga rancangan sistem: UKM-A berupa jaringan usaha fotokopi dengan satu gudang dan memiliki lima cabang, UKM-B berupa peternakan ayam petelur dengan satu pengelola, serta UKM-C berupa layanan jasa titip (jastip) yang juga dikelola satu orang. Kebutuhan digali lewat observasi dan wawancara dengan pemilik dan karyawan, dilengkapi survei terhadap 25 pengguna layanan jastip. Kebutuhan fungsional, model proses, dan rancangan basis data dari ketiga kasus kemudian dibandingkan untuk memisahkan unsur yang berulang dari unsur yang bergantung konteks.
Dari perbandingan itu, tim merumuskan enam pola desain lintas kasus, yakni arsitektur web terpusat dengan basis data tunggal; modul inti yang selalu berulang berupa autentikasi, data induk, transaksi atau pemesanan, riwayat, laporan, dan dasbor; penggunaan snapshot data transaksi agar riwayat tetap akurat; kontrol akses berbasis peran untuk sistem dengan banyak aktor; penggalian kebutuhan partisipatif yang ringan dengan instrumen yang disesuaikan kapasitas responden; serta rencana evaluasi berlapis yang mencakup black-box testing, user acceptance testing, dan System Usability Scale. Sebaliknya, unsur seperti notifikasi, aksesibilitas pengguna, dan pilihan teknologi terbukti bergantung pada konteks masing-masing usaha. Ketiga kasus masih berada pada tahap perancangan, sementara implementasi dan pengujian direncanakan sebagai kelanjutan riset.
Dr. Nur Wijayaning Rahayu menyampaikan rasa bahagainya atas keikutsertaan para mahasiswa yang berani membagikan hasil penelitian mereka di forum-forum internasional seperti ICOLISAT. Kesempatan itu tidak hanya datang bagi satu tim. Dalam konferensi yang sama, Program Studi S-1 Informatika UII juga diwakili Dhani Fatih Ilyasa dari International Program serta tim dari Prodi Informatika PJJ yang diwakili oleh Bekti Dwi Kurniadi, sehingga dua prodi ini sekaligus tampil di depan forum yang menghadirkan pembicara kunci dari Jepang, Taiwan, dan Malaysia.




