ANALISIS KESIAPAN PENGGUNAAN BIG DATA DALAM MEWUJUDKAN KONSEP “SMART PROVINCE” DI PEMERINTAHAN

Narasumber:
• Dhomas Hatta Fudholi, S.T., M.Eng., Ph.D – Dosen Program Studi Teknik Informatika,
Program Magister FTI UII
• Sri Khaerawati Nur – Mahasiswa Program Studi Teknik Informatika, Program Magister
FTI UII

 

Saat ini, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi salah satu provinsi di Indonesia yang tengah mengadopsi konsep smart province, yang dikenal dengan Jogja Smart Province (JSP), sebagai solusi dan jawaban untuk meningkatkan pelayanan untuk masyarakat sekaligus menyelesaikan berbagai masalah yang terjadi di DIY. 

Pemanfaatan big data dan peningkatan kapasitas teknologi merupakan hal yang penting untuk menerapkan konsep Smart Province. Pemerintah dengan manajemen dan dukungan pengelolaan yang baik akan dapat mencapai tujuan peningkatan layanan yang diharapkan. Namun, tantangan muncul seiring dengan bertambahnya jumlah data, aliran data dan konektivitas yang semakin cepat, sebaran dan bentuk informasi  yang beragam, dan keabsahan informasi yang beredar. Untuk itu, dibutuhkan evaluasi secara bertahap untuk mengetahui sejauh mana kondisi masyarakat dukungan dan langkah ataupun program pemerintahan dalam mengadopsi konsep Smart Province.

Pengukuran layaknya sebuah provinsi menerapkan Smart Province dilakukan dari dua sisi yang nantinya akan digabung, yaitu: (1) sisi kesiapan penggunaan big data dengan menggunakan The Data Warehousing Institute (TDWI) Big Data Maturity Model Guide dan (2) sisi kesiapan pemerintah dalam mengadopsi konsep JSP dengan menggunakan Smart City Readiness Framework. Hasilnya, pengukuran JSP menggunakan Smart City Readiness Framework menunjukkan bahwa pemerintah telah melakukan proses implementasi dukungan teknologi dengan 63% target implementasi masuk ke dalam kategori Partial (sebagian), 6% implementasi masuk kategori Over 50%, 3% implementasi masuk ke kategori Complete, dan sisanya 28% masuk ke kategori None (tidak ada). Target implementasi tersebut lebih banyak dilakukan pada dimensi Smart Governance dimana bahwa dimensi tersebut menjadi fokus utama pemerintah DIY dalam melakukan pengembangan dan perbaikan tata kelola dari sisi teknologi. Pengukuran kesiapan penggunaan big data menggunakan TDWI Big Data Maturity Model menghasilkan nilai yang berada pada level 1 atau Nascent. Dari lima dimensi yang diukur, ditemukan tiga dimensi yang memiliki nilai pengukuran terendah, yaitu dimensi Infrastruktur (Infrastructure), Analitik (Analytics), dan Tata Kelola (Governance). Hal ini membuktikan bahwa pemanfaatan big data di internal pemerintah khususnya di lokasi penelitian masih sangat rendah, terutama di sisi infrastruktur dan data yang menjadi faktor utama dalam mengadopsi teknologi big data. 

Merujuk pada roadmap Smart Province yang telah disusun oleh pemerintah DIY, didapatkan beberapa program ataupun pengembangan produk dan jasa yang akan menggunakan teknologi big data untuk melakukan analitik dan prediksi. Kelima dimensi pada JSP (smart society, smart living, smart culture, smart environment, dan smart governance) mempunyai program pengembangan tingkat layanan antar pemerintah dan ke masyarakat dengan memanfaatkan big data. Dengan melihat hasil pengukuran yang telah dilakukan dari sisi pemanfaatan teknologi dan langkah pengadopsian big data, masih dibutuhkan perhatian lebih untuk menuju visi misi yang diinginkan. 

ROADSHOW MAGISTER INFORMATIKA KE MAKASSAR

Program Studi Teknik Informatika – Program Magister FTI UII telah melaksanakan Roadshow ke Universitas Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan, pada Rabu 4 September 2019 lalu. Kegiatan ini dilakukan oleh Kaprodi, Manajer Bidang Keilmuan, serta Staf Humas dan Kerjasama. Kegiatan ini juga didukung oleh alumni Teknik Informatika UII, Mas Noor Fuad yang sekarang menjadi Manager IT GO-JEK di wilayah Indonesia Bagian Timur.

Tujuan diadakannya Roadshow ini adalah untuk memperkenalkan Prodi Teknik Informatika – Program Magister kepada calon mahasiswa dari seluruh penjuru nusantara serta memberi wawasan kepada mahasiswa tingkat akhir tentang ruang lingkup, prospek karir, dan topik-topik penelitian dalam konsentrasi Sistem Informasi Enterprise, Informatika Medis, Forensika Digital, maupun Sains Data.

Kegiatan Roadshow ini sekaligus diadakannya diskusi bersama pimpinan Prodi Teknik Informatika UNHAS dan presentasi Keprodian Magister Teknik Informatika kepada para mahasiswa Teknik Informatika tingkat akhir Prodi S1 Teknik Informatika UNHAS.

, ,

PENGUMUMAN FINAL MAGISTER INFORMATIKA UII BUSINESS PLAN COMPETITION 2019

Setelah perjalanan panjang, akhirnya final Kompetisi Business Plan yang diselenggarakan oleh Magister Teknik Informatika UII dilaksanakan dan telah ditemukan sang juaranya. Presentasi final yang dilakukan oleh finalis dilaksanakan pada tanggal 24 Juli 2019 di Bookstore UII. Final kompetisi yang diikuti oleh mahasiswa UII ini diumumkan di acara SNATi di Hotel Harper Yogyakarta pada tanggal 3 Agustus 2019 lalu. 

Juara ketiga diraih oleh Tim Automatika yang terdiri dari Novrizal Fattah Fahmitra, Lailiyatus Sa’adah, Sarah Ayu Safitri Ekamas, Rafi Hidayat Tarmizi, Mochamad Rezky Satyatama dengan judul bisnis “Sibling: Sharing Bareng Informatics Engineering”. “Sibling” adalah sebuah aplikasi yang menjembatani antara mahasiswa bimbingan dengan tentor, yang bertujuan untuk meningkatkan nilai mahasiswa dan juga kualitas softskill.

Juara kedua diraih oleh Tim AND Team yang terdiri dari Jehan Afwazi Ahmad, Muhammad Muflikh Kholidin, Niky Ayu Lestari, Nadia Latifa, Astri Winati dengan judul bisnis “Kerjain.com”. Bisnis ini bertujuan untuk memberikan lapangan pekerjaan dan tenaga kerja bagi penduduk Indonesia yang membutuhkan, tanpa terikat dalam suatu instansi tertentu, dilakukan dimana saja, kapan saja, dan oleh siapa saja.

Juara pertama diraih oleh Tim Usy-BOX yang terdiri dari Khairul Hafidh, Agus Darmawan, Nu’man, Nadya Satya Handayani, July Arifianto dengan judul bisnis yang sama. Usy-BOX ini merupakan alat dipstik reader untuk pemeriksaan urine. Alat ini dapat menerjemahkan hasil pemeriksaan dipstik urine sehingga dapat meminimalisasikan kesalahan pengukuran akibat kesalahan analitik.

,

ALUMNI MAGISTER MENJUARAI KOMPETISI HACKATHON BPJS 2019

Berita membanggakan datang dari alumni angkatan 2014 Magister Teknik Informatika, yaitu Cahyo Dwi Raharjo yang berhasil meraih juara ketiga di Kompetisi Hackathon BPJS 2019.

Kompetisi yang dimulai sejak Juli lalu disaring menuju final hanya 10 kontestan, baik individual maupun tim. Final dilaksanakan di Pusdiklat BPJS di Cisarua, Bogor dari tanggal 20 hingga 23 Agustus 2019 meliputi coding session dari tanggal 21-22 Agustus 2019. Penjurian melalui presentasi antar finalis serta pengumuman pemenang dilakukan pada tanggal 23 Agustus 2019.

Kompetisi yang baru pertama kali diadakan ini bertemakan “Meningkatkan Pengendalian Biaya Pelayanan dan Sustainabilitas Finansial melalui Teknologi Informasi dalam Pengelolaan Sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)”. Jadi, inti dari kompetisi yang diadakan oleh BPJS ini menantang masyarakat untuk memberikan ide terbaiknya untuk menyelesaikan masalah di BPJS dengan menyesuaikan tema yang dicanangkan.

RAMAH TAMAH WISUDA MAGISTER TEKNIK INFORMATIKA

Wisuda Periode V Tahun Ajaran 2018/2019 telah berlangsung pada hari Sabtu, 29 Juni 2019. Program Studi (Prodi) Magister Teknik Informatika UII telah berhasil meluluskan 18 mahasiswanya pada periode ini. Hal ini merupakan salah satu pencapaian terbesar Prodi Magister karena telah meluluskan mahasiswa lebih banyak daripada periode sebelum-sebelumya.

Ramah Tamah Wisuda Magister yang dilaksanakan pada hari yang sama pada pukul 13.00 WIB ini berlangsung akrab dan lancar. Acara dibuka dengan sambutan oleh Ibu Izzati Muhimmah selaku Kaprodi Magister Teknik Informatika UII dan Prof. Hari selaku Dekan FTI UII. Para wisudawan/i menerima cenderamata sebagai kenang-kenangan dan foto bersama di hall FTI UII.

Acara ini dilaksanakan dalam rangka syukuran sekaligus mempererat silaturahim antar sesama wisudawan/i dengan Prodi Magister Teknik Informatika. Selain para wisudawan/i, perwakilan keluarga juga hadir memeriahkan acara Ramah Tamah ini.

Semoga Prodi Magister Teknik Informatika UII semakin meraih prestasi dan para wisudawan/i dapat mengamalkan ilmunya bagi kepentingan umat. Aamiin.

Business Plan Competition 2019

 

KETENTUAN LOMBA

BABAK PENYISIHAN

– Deadline: 12 Juli 2019
– Peserta menyerahkan dokumen business plan (maksimal 15 halaman) dan video presentasi/elevator pitch yang diunggah ke Youtube  (maksimal 5 menit)
– Ide bisnis wajib berbasis IT

BABAK FINAL

– Waktu: 20 Juli 2019
– Tempat: Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia
– Peserta mempresentasikan ide bisnisnya dan dinilai langsung oleh juri

KETENTUAN PESERTA

1. Peserta adalah mahasiswa aktif UII dengan ketua tim adalah mahasiswa Magister Informatika UII
2. Satu tim beranggotakan 3-5 orang
3. Biaya pendaftaran gratis

 

Pendaftaran : s.id/inovasibisnis

Contact Person: 08112576304 (Dhatik Safitri)
Penyelenggara: Program Studi Teknik Informatika Program Magister Universitas Islam Indonesia

Pengelola Magister Teknik Informatika Mengisi Workshop di Politeknik Indonusa Surakarta

Pengabdian Magister Teknik Informatika UII di Politeknik Indonusa Surakarta dilaksanakan pada hari Rabu, 21 Februari 2019, oleh dua perwakilan dari Magister Teknik Informatika UII, yaitu Ibu Izzati Muhimmah, S.T., M.Sc., Ph.D. selaku Ketua Program Studi Program Magister Teknik Informatika dan Bapak Rahadian Kurniawan, S.Kom., M.Kom. selaku Manajer Akademik dan Keilmuan untuk memenuhi undangan sebagai pembicara Workshop “Implementasi Pembelajaran dan Publikasi Jurnal Internasional di Era Revolusi Industri 4.0”. Secara garis besar, keduanya diminta untuk menjelaskan bagaimana mempersiapkan model pembelajaran dan publikasi di era industri 4.0.

 

Ibu Izzati menjelaskan bahwa Politeknik Indonusa memiliki keunikan, yaitu kekhususan di D4 Rekam Medis. Ini adalah peluang kemitraan yang strategis karena Magister Teknik Informatika memiliki Pusat Studi yang khas, yaitu di bidang Informatika Medis. Ibu Izzati dan Bapak Rahadian berbagi mengenai proses pembelajaran di UII. Terdapat diskusi tentang cara membuat proses pembelajaran menjadi lebih menarik, yaitu dengan model gamifikasi. Diskusi juga membahas contoh dan best practice bagaimana kita berusaha lewat publikasi agar terbaca dalam publikasi internasional. Beliau juga menceritakan infrastruktur yg dipersiapkan UII seperti ScienceDirect dan sebagainya untuk membekali dosen-dosen dalam berkarya, dukungan adanya klaster riset, rancangan induk penelitian di DPPM UII, hingga bagaimana dokumen arah penelitian itu dibentuk dan menjadi alat saat mengajukan pendanaan eksternal. Selain itu, UII juga akan memberikan apresiasi jika civitas akademika sudah mencapai perolehan publikasi internasional. Yang Bu Izzati dan Pak Rahadian sampaikan di forum workshop tersebut memantik diskusi di Politeknik Indonusa agar saling bekerja sama untuk mewujudkan hal-hal yang diharapkan.

 

Antusiasme peserta dari Politeknik Indonusa cukup besar ditandai dengan beragamnya peserta workshop; tidak hanya dari Program Studi Rekam Medis, tetapi juga dari berbagai program studi. Momen ini juga dimanfaatkan untuk kembali menjalin silaturahim dengan ikatan alumni Magister Teknik Informatika UII di Surakarta mengingat cukup banyak alumni yang menjadi dosen dan pejabat struktural di sana. Kondisi seperti ini juga akan memudahkan Magister Teknik Informatika UII untuk bekerja sama dengan Politeknik Indonusa.

Program Magister Teknik Informatika UII sedang membuka pendaftaran periode tiga untuk Semester Ganjil Tahun Akademik 2018/2019 hingga tanggal 9 Maret 2019 mendatang. Info selengkapnya dapat dicek di master-fit.uii.ac.id.

,

Sharing Session: Doctoral Education System in The Netherlands

Sharing session yang telah dilakukan pada Kamis 7 Februari 2019 lalu di Ruang Audiovisual 1.10 Gedung K.H. Mas Mansyur FTI UII mengangkat judul “Doctoral Education System in The Netherlands”. Seperti judulnya, acara ini banyak membicarakan hal-hal mengenai pendidikan S3. Mulai dari yang secara umum mengenai studi S3, secara khusus S3 di Belanda, hingga secara khususnya lagi S3 di Universitas pembicara, Delft University of Technology.

Prof. Dr. Ir. Marijn Janssen, Full-time Professor in “ICT and Governance”, and Chair of the Information & Communication Technology Research Group of the Technology, Policy and Management Faculty of Delft University of Technology

Prof. Dr. Ir. Marijn Janssen, yang merupakan profesor pada bidang “ICT and Governance”, banyak membicarakan mengenai prosedur untuk berkuliah di sana, mulai dari bagaimana mengontak dosen pembimbing di sana, prosedurnya, apa saja yang harus dilakukan, bagaimana cara membuat proposal, dan lain-lain. Atau bisa dibilang, proses dari awal hingga menjadi mahasiswa di Delft University of Technology.

Pada acara ini juga diceritakan bagaimana bagusnya sistem pendidikan di Belanda dibandingkan dengan yang lain, hingga bagaimana manajemen universitas di sana. Kelas yang akan diambil merupakan kelas internasional atau dengan kata lain bahasa pengantarnya merupakan bahasa inggris. Mengenai biaya, pendidikan di sana termasuk mahal sehingga beliau sangat menyarankan untuk mengincar beasiswa-beasiswa, yang mana juga dalam sesi tersebut dijelaskan juga mengenai bagaimana mendapatkan beasiswa.

Bapak Teduh selaku perwakilan pengelola Jurusan Informatika UII menyerahkan kenang-kenangan kepada Prof. Marijn.

Acara berlangsung selama satu jam. Prof. Dr. Ir. Marijn Janssen memberikan saran kepada yang ingin melanjutkan S3 di universitas sana, yang paling pertama dan harus ditekankan adalah membuat proposal sebaik-baiknya, sebab hal tersebutlah yang menjadi iklan untuk mencari dosen pembimbing dan juga beasiswa untuk pendidikan di sana.

[Yudha/Dhis]

,

SNIMed 2018: Seminar Nasional Kolaborasi dengan Universitas Alma Ata

Indonesia masuk dalam lima besar dunia sebagai negara penyandang gizi buruk dan stunting terbanyak. Bahkan stunting pada balita sudah melebihi batas toleransi WHO. Sinergitas multistakeholder menjadi perlu dan tak terpisahkan manakala pelayanan perawatan kesehatan menggunakan aplikasi berbantu Teknologi Informasi.

Karenanya, Pusat Studi Informatika Medis, Program Studi Teknik Informatika Program Magister FTI UII bekerja sama dengan Fakultas Ilmu Komputer Universitas Alma Ata Jogjakarta dan RSU Islam Harapan Anda Tegal memandang perlu dan berinisiatif melaksanakan SNIMed (Seminar Nasional Informatika Medis) 2018.

“Mengambil tema Dukungan Teknologi Informasi Untuk Pemecahan Masalah Di Bidang Kesehatan dan Gizi, seminar antara lain dimaksudkan sebagai upaya pengembangan keilmuan yang melibatkan bidang Kedokteran, Farmasi dan Teknologi Informasi,” tutur Ketua Prodi Teknik Informatika Program Magister FTI UII, Ibu Izzati Muhimmah, S.T., M.Sc., Ph.D.

Selain mengundang beberapa narasumber dari Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kementrian Kesehatan dan Solusi247, seminar di kampus FTI UII Sabtu 3 November 2018 itu juga menjaring gagasan solusi IT untuk pemecahan masalah kesehatan dan gizi yang dipresentasikan oleh peserta seminar dari berbagai institusi. Para pemakalah itu telah lolos tahap review oleh pakar di bidang informatika medis.

Sesi Presentasi SNIMed 2018

Solusi yang ditawarkan sangat beragam. “Di antaranya, sistem informasi dan sistem cerdas untuk pendukung diagnosis, penentuan menu pasien, dosis obat, hingga pemantauan infeksi di RS. Beberapa karya ilmiah juga menawarkan bahasan sains data untuk pengelompokan kualitas layanan kesehatan. Bahkan, ada pula beberapa usulan aplikasi game untuk promosi kesehatan,” papar Bu Izzati lebih jauh.

EC-Council Gandeng UII, Cetak Profesional Bersertifikat

“Mahasiswa Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (PPs FTI UII) diwajibkan untuk mengambil sejumlah Sertifikat Internasional, karena dengan hal tersebut akan membuktikan mempunyai kompetensi di bidangnya, termasuk konsentrasi Forensika Digital Magister Teknik Informatika Program Pascasarjana PPs FTI UII”

Dr. R. Teduh Dirgahayu, Ketua Program Pascasarjana FTI UII, ungkapkan hal tersebut seusai menerima Tim EC-Council di ruang PPs 1 Gedung KH Mas Mansur, Kampus Terpadu UII, Yogyakarta (04 Juli 2018)

Demikian pula industri training dan sertifikasi keamanan siber. Sertifikasi merupakan bagian penting bagi pengembangan kompetensi keamanan siber yang beraneka spesialisasinya.

Tim EC-Council pada kunjungan silaturahmi tersebut, selain menawarkan salah satu program terbaru yaitu CEH new to version 10 juga mendiskusikan beberapa rencana kerjasama

EC-Council bermarkas di Albuquerque, New Mexico sebagai salah satu penyedia sertifikasi keamanan siber membagi model sertifikasinya menjadi beberapa tingkatan dan bagian berdasarkan kerangka NICE (National Initiative CyberSecurity Education – US) dari NIST (National Institute of Standards and Technology – US) yang melakukan pemetaan berdasarkan peran kerja: asesmen dan audit melalui pentest, forensik siber, keamanan jaringan dan infrastruktur, keamanan software, dan tata kelola.

Hadir di kegiatan silaturahmi tersebut dari Tim EC-Council, Tintin Hadijanto dan Maria Prihartanti sedangkan dari Pusat Forensika Digital (Pusfid) Yudi Prayudi, S.Kom., M.Kom dan Fietyata Yudha, S.Kom., M.Kom

Jerri Irgo