Terjebak di Tutorial Hell? Yuk Cari Tahu Jalan Keluarnya!

informatika wajib coding - freepik

Sudah pernah merasa menonton programming tutorial berjam-jam, tapi saat praktik malah bingung dan tidak tahu harus mulai dari mana? Terus merasa tidak ada perkembangan walau sudah belajar lama? Kondisi ini biasanya dikenal sebagai istilah tutorial hell.

Jadi, tutorial hell adalah kondisi ketika seseorang terus-menerus mengikuti tutorial tanpa benar-benar memahami cara membangun sesuatu secara mandiri. Keadaan ini seperti siklus yang tidak berujung; jika tidak segera diputus, akan semakin terjebak.

Penyebab terjebak di tutorial hell

Salah satu penyebab umum mengapa seseorang enggan memulai proyek sendiri adalah adanya rasa takut gagal. Orang tersebut mungkin merasa belum cukup mahir sehingga terus mencari dan mengikuti tutorial dengan harapan akan muncul rasa “siap” suatu saat nanti. Sayangnya, rasa “siap” itu tidak akan pernah datang jika tidak pernah mencoba.

Penyebab lainnya adalah kenyamanan berlebihan dalam mengikuti tutorial. Saat belajar melalui tutorial, seseorang tidak perlu berpikir terlalu dalam, tidak perlu melakukan debugging karena semua sudah disiapkan oleh instruktur. Terlebih lagi, akses terhadap tutorial kini sangat mudah, mulai dari YouTube, blog, kursus gratis, hingga bootcamp daring.

Akibatnya, seseorang bisa terus belajar tanpa henti, tetapi tetap belum mampu menulis kode secara mandiri. Selain itu, seseorang juga bisa terjebak karena memiliki ekspektasi yang keliru tentang proses belajar pemrograman. Banyak yang mengira bahwa dengan menonton lima hingga sepuluh video tutorial, seseorang akan langsung memahami seluruh konsep dan siap bekerja. Padahal, belajar pemrograman memerlukan waktu, latihan, dan proses mencoba yang tidak sedikit.

Satu hal penting lainnya: banyak orang belajar tanpa tujuan yang jelas, sekadar ikut-ikutan tren atau karena teman lainnya juga belajar tanpa tahu apa yang sebenarnya ingin dicapai. Hal ini menyebabkan proses belajar menjadi tidak fokus dan mudah terjebak dalam tutorial hell.

Ciri-ciri terjebak dalam tutorial hell

Seseorang yang terjebak dalam tutorial hell cukup mudah dikenali. Biasanya, dia lebih sering menonton tutorial berjam-jam daripada mencoba untuk mengoding sendiri. Setiap belajar selalu bergantung pada langkah-langkah dari video. Maka, ketika konteksnya berubah sedikit, dia bisa merasa kebingungan. Ketika diminta membuat proyek secara mandiri tanpa adanya panduan, dia biasanya langsung mengalami rasa takut, bingung, dan nge-blank.

Seiring berjalannya waktu, kondisi ini juga membuat seseorang merasa frustrasi karena tidak ada perkembangan dalam kemampuan yang dimiliki. Selain itu, kurangnya rasa percaya diri menjadi masalah besar karena seseorang tidak mampu menyelesaikan tugas tanpa tutorial, walaupun sudah mengikuti banyak materi. Perasaan stagnan membuat motivasi belajar menurun dan mulai hilang. Pada akhirnya, munculah kebiasan mencari tutorial baru secara terus-menerus di mana seseorang berharap akan menemukan satu panduan yang “sempurna”. Intinya, kita tidak pernah benar-benar menerapkan apa yang telah dipelajari dalam dunia nyata.

Bagaimana keluar dari tutorial hell?

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam cara belajar seseorang dalam pemrograman. Ketika mengikuti sebuah tutorial, usahakan tidak hanya mengikuti langkah-langkahnya saja, tetapi juga memahami cara langkah tersebut dilakukan. Cara untuk memahaminya bisa dengan menjeda tontonan tutorial secara berkala, lalu mencerna informasi yang didapat dan menanyakan hal-hal yang belum dipahami kepada ahlinya.

Sekiranya merasa penasaran dengan sebuah kode atau ingin mencoba menulis kode lain, jangan takut salah, meskipun nantinya akan menemukan sebuah error message. Berasal dari sebuah error message, tadi akan muncul rasa ingin mencoba lagi dan lagi. Hal tersebut dapat membantu seseorang menjadi terbiasa dalam mencari solusi sendiri.

Langkah nyata yang bisa dilakukan adalah mencoba membangun proyek secara mandiri. Misalnya, ketika belajar tutorial cara membuat aplikasi to-do list, buatlah aplikasi to-do list lain yang berbeda. Sembari membangun aplikasi, tentunya perlu melihat dan membaca dokumentasi dari bahasa pemrograman yang digunakan. Tujuan dari membaca dokumentasi adalah agar bisa memahami cara kerja fitur dengan baik dan melatih kemampuan membaca dokumen teknis.

Ketika sudah melalui langkah-langkah sebelumnya, kita bisa mencoba berkontribusi pada proyek nyata seperti proyek open source. Hal ini bisa menjadi cara yang bagus untuk belajar sekaligus bisa mendapatkan feedback dari orang lain (Salman, 2023).

Kesimpulan

Tutorial memang sangat bermanfaat, apalagi untuk belajar pemrograman. Namun, jangan jadikan tutorial sebagai satu-satunya pedoman dalam belajar. Belajar coding membutuhkan keberanian untuk terus melangkah dan terus mencoba walaupun gagal. Maka dari itu, kegagalan adalah kesempatan bagi seseorang untuk belajar dari kesalahan. Jadi, mulai sekarang, yuk keluar dari tutorial hell dengan mengubah cara belajar menjadi lebih baik. Berhenti menjadi seorang penonton dan mulailah menjadi seorang pelaku.

Keluar dari tutorial hell bukan hal yang instan, tapi sangat mungkin dilakukan. Ketika sudah berhasil, percayalah, hal itu akan menjadi momen yang paling memuaskan dalam proses belajar pemrograman.

Referensi

Penulis (Mahasiswa S-1 Informatika UII):

  • Siti Khotijah
  • Balqis Desvinta
  • Kharista Dwi Khomariyah