Istilah Two-Factor Authentication (2FA) makin banyak terdengar akhir-akhir ini, terutama semenjak maraknya terjadi pembajakan akun media sosial dan pesan instan seperti WhatsApp. Kali ini, kita akan membahas lebih dalam mengenai apa itu 2FA, bagaimana 2FA dapat meningkatkan keamanan akun-akun digital kita, tingkat adopsi 2FA di kalangan pengguna internet di Indonesia, hingga pola adopsi 2FA jika ditinjau dari teori loss aversion. 

Read more

 

Siapa yang tidak kenal dengan Pak Dadang Subur, yang secara mengejutkan mengalahkan Levy Rozman dalam permainan catur online melalui Chess.com awal Maret lalu. Beritanya ramai diperbincangkan mengingat Levy memiliki gelar International Master sedangkan Pak Dadang bahkan tidak begitu aktif dalam percaturan Indonesia. Levy dan pihak Chess.com curiga Pak Dadang bermain curang semisal menggunakan chess bot (bot catur) dalam permainannya sehingga bisa mengalahkan Levy saat itu. Pak Dadang pun mengelak tuduhan tersebut. Kita tidak akan membahas siapa yang benar dan siapa yang salah, di artikel ini saya hanya akan sharing singkat tentang apa itu chess bot yang disebut-sebut Levy dan bagaimana sih cara kerjanya.

Kita mulai dengan istilah State

Sebuah state menyimpan informasi apa yang terjadi pada suatu permainan dalam satu waktu. Dalam permainan catur, sebuah state bisa berupa posisi bidak-bidak pada papan pada suatu waktu. Bayangkan ada orang bermain catur, lalu kita foto papan catur setiap pemain menggerakan bidaknya, maka foto-foto itu disebut dengan state

3 state terakhir sebelum akhirnya Pak Dadang (hitam) menyerah pada pertandingan pertama melawan Irene Sukandar (putih)

Dari foto-foto itu kita tahu bahwa state ada beragam. Setiap perubahan di papan merupakan state yang berbeda. Dalam permainan catur, ada banyak sekali state yang bisa dihasilkan. Di beberapa sumber, banyak kemungkinan state dalam catur tertulis hingga 1046 state. Selain itu, kita juga bisa perhatikan bahwa ketika pemain melakukan suatu aksi, misalnya menggerakkan bentengnya, maka terjadi perpindahan dari satu state ke state yang lain. Contohnya pada ilustrasi di atas. Dengan memahami apa itu state, permainan catur kini bisa dilihat sebagai perpindahan-perpindahan state dari initial state (posisi awal) dan berakhir pada final state, ketika salah seorang pemain kalah. 

Bagaimana bot dalam game seperti catur bekerja?

Pada 1997, tim IBM membuat bot catur, Deep Blue, yang berhasil mengalahkan Grand Master (Juara Dunia) Gary Kasparov. Prinsip kerjanya hampir sama dengan bot saat ini.

Secara ringkas, yang dilakukan bot-bot pada setiap gilirannya:

  1. Bot akan mencari kemungkinan-kemungkinan state yang akan terjadi
  2. Menilai setiap state mana yang paling baik
  3. memilih aksi yang membawanya ke state terbaik tersebut.

Menilai apakah sebuah state itu baik adalah suatu tantangan. Pemain catur saja bisa memiliki cara yang berbeda untuk melihat apakah suatu kondisi papan menguntungkan atau tidak. Seseorang pemula mungkin hanya melihat kondisi papan saat ini, menghitung jumlah pion yang telah dia makan. Namun, seorang profesional dapat melihat jauh ke depan. Bisa jadi terlihat kalah saat ini tapi sebenarnya dia bersiap menuju state yang jauh lebih baik. Bot biasanya menilai baik buruknya suatu state berdasarkan teori catur yang didesain oleh pembuatnya, atau bisa juga mengestimasi menggunakan machine learning.

Proses mencari semua kemungkinan sekaligus menilai state yang dapat terjadi dalam 1 langkah ke depan

Melihat kemungkinan state yang akan terjadi di masa depan juga bukan hal mudah. Setiap aksi bot dan aksi lawan, mempengaruhi apa yang terjadi nantinya. Ada banyak kemungkinan yang bisa muncul membuat proses pengecekan state akan memakan waktu komputasi yang sangat lama tergantung seberapa jauh dia ingin melihat (melihat berapa langkah ke depan). Sampai saat ini tidak mungkin suatu bot dengan kecanggihan komputasinya dapat melihat semua state yang dapat terjadi, dari state pertama hingga final state. Karenanya, bot akan membatasi seberapa jauh mengecek kemungkinan state. Semakin jauh bot mampu melihat kemungkinan state yang muncul di depan, bot akan semakin kuat.

Perbedaan yang mencolok antara algoritme-algoritme yang ada saat ini kebanyakan pada 2 hal tersebut:

  • bagaimana cara mereka menilai suatu state, dan
  • bagaimana mereka melakukan proses pencarian state yang akan terjadi setelahnya.

Kita ambil contoh algoritme chess bot Giraffe yang diusulkan tahun 2015. Giraffe menggunakan deep learning untuk mengestimasi suatu state bagus atau tidak, lalu mengombinasikannya dengan algoritme reinforcement learning, TD-Leaf, untuk menentukan aksi selanjutnya. Giraffe menggunakan TD-Leaf dengan pencarian state hingga 12 langkah ke depan.

Bot pada permainan lain

Keunggulan bot melawan manusia dalam game tidak hanya terjadi pada catur. Di tahun 2016, AlphaGo mengalahkan Lee Sedol dalam permainan go yang dianggap jauh lebih kompleks dibanding catur. Pada permainan poker, DeepStack secara fenomenal juga telah berhasil mengalahkan 11 pemain professional di tahun yang sama. Poker memiliki sifat yang berbeda dengan catur dan go, yakni hidden information. Bot tidak tahu kartu apa yang akan keluar dan tidak tahu kartu apa yang dimiliki lawannya. 

Riset kecerdasan buatan (AI) bot pada game berkembang sangat pesat. Bukan karena keseruan game-nya, tapi kemampuan AI untuk berinteraksi dan beradaptasi menghadapi lingkungannya merupakan hal yang sangat penting. Kemampuan tersebut merupakan salah satu kunci untuk lahirnya AGI yang dicita-citakan banyak researcher AI. Apa itu AGI? Artificial General Intelligence, sebuah AI dengan kecerdasan super, yah seperti yang diimajinasikan di film-film. Semoga bermanfaat!

 

Referensi:

Penulis: Rian Adam Rajagede

Di dalam dunia sains data, terkadang kita merasa sedikit kerepotan ketika harus membangun aplikasi web dari model machine learning kita. Perlu upaya yang ekstra untuk mengimplementasikan aplikasi berbasis web jika kita menggunakan framework seperti Flask, Django, atau yang sejenisnya. Untungnya, saat ini telah ada sebuah framework berbasis web yang disebut dengan Streamlit.

Streamlit adalah sebuah framework berbasis Python dan bersifat open-source yang dibuat untuk memudahkan dalam membangun apikasi web di bidang sains data dan machine learning yang interaktif . Salah satu hal menarik dari framework ini adalah kita tidak perlu mengetahui banyak hal tentang teknologi web development. Kita tidak perlu dipusingkan tentang bagaiamana mengatur tampilan website dengan CSS, HTML, atau Javascript. Untuk menggunakan Streamlit, kita cukup memiliki modal dasar mengetahui bahasa Python saja.

Setelah ini, akan dijelaskan mengenai langkah-langkah instalasi dan fitur apa saja yang ada di dalam Streamlit.

Langkah Instalasi

  1. Pastikan bahwa anda sudah meng-install Python 3.6 atau versi yang setelahnya di komputer anda.
  1. Buka terminal dan install Streamlit menggunakan Pip.
    pip install streamlit 
  2. Coba cek hasil instalasi anda menjalankan ‘hello world’ app.
    streamlit hello 

    Setelah itu, anda akan melihat hasilnya pada tab baru di browser seperti terlihat pada gambar:

    Melalui halaman di atas, kita dapat melihat beberapa contoh demo dari aplikasi Streamlit. Untuk melihat demo, kita cukup memilih salah satu demo aplikasi dari fitur di bagian kiri “Choose a demo”. Di sana, ada beberapa contoh demo beserta source code yang disediakan seperti animasi, plotting, mapping, dan dataframe. Berikut adalah contoh demo untuk melakukan plotting data.

Secara umum, Streamlit memiliki beberapa fitur yang cukup lengkap. Fitur-fitur tersebut dapat digunakan untuk melakukan kontrol terhadap aplikasi web kita seperti slider, text input, checkbox, selectbox, dan sebagainya. Fitur-fitur tersebut dibuat dalam bentuk “API Reference” yang dapat diakses di sini.

Membuat Aplikasi Web Sederhana dengan Streamlit

  1. Buat sebuah file baru dengan nama my_streamlit.py.
  1. Pertama-tama kita akan meng-import beberapa library yang akan digunakan.
    import streamlit as st
    import pandas as pd
    import numpy as np
  1. Pada langkah ini, kita akan menambahkan selectbox widget pada bagian sidebar. Kita akan membuat tiga pilihan pada sidebar, ‘home’,’dataframe’, dan ‘chart’.
    option = st.sidebar.selectbox(
        'Silakan pilih:',
        ('Home','Dataframe','Chart')
    )
  1. Langkah berikutnya kita akan menampilkan halaman berdasarkan pilihan tersebut. Ketikkan perintah berikut ini:
    if option == 'Home' or option == '':
        st.write("""# Halaman Utama""") #menampilkan halaman utama
    elif option == 'Dataframe':
        st.write("""## Dataframe""") #menampilkan judul halaman dataframe
    
        #membuat dataframe dengan pandas yang terdiri dari 2 kolom dan 4 baris data
        df = pd.DataFrame({
            'Column 1':[1,2,3,4],
            'Column 2':[10,12,14,16]
        })
        df #menampilkan dataframe
    elif option == 'Chart':
        st.write("""## Draw Charts""") #menampilkan judul halaman 
    
        #membuat variabel chart data yang berisi data dari dataframe
        #data berupa angka acak yang di-generate menggunakan numpy
        #data terdiri dari 2 kolom dan 20 baris
        chart_data = pd.DataFrame(
            np.random.randn(20,2), 
            columns=['a','b']
        )
        #menampilkan data dalam bentuk chart
        st.line_chart(chart_data)
        #data dalam bentuk tabel
        chart_data

    Source code di atas menjelaskan tentang apa yang akan ditampilkan di halaman web untuk setiap pilihan pada selectbox.

  2. Jalankan file anda dengan menuliskan perintah berikut pada terminal:

streamlit run my_streamlit.py

Hasilnya dapat langsung dilihat pada tab baru browser anda.

  • Halaman Utama
    Halaman Judul
  • Halaman Dataframe
  • Halaman Chart
    Halaman Chart

    Sekian tutorial ini dibuat, anda dapat mengunduh source code dari tutorial ini melalui tautan berikut https://github.com/fathanick/simple-streamlit.git.

    Terima kasih!

    Referensi

    Penulis: AHMAD FATHAN HIDAYATULLAH, S.T., M.CS.

    Rudi Muslim

    Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Rudi Muslim, salah satu mahasiswa Program Studi Informatika Program Magister, terdapat lima faktor penting yang memengaruhi keberhasilan UKM di Kabupaten Sleman. Di antaranya, yaitu pelanggan, produk, sumber daya manusia, jaringan, dan pengaruh eksternal.

    Seperti yang kita tahu, bisnis UKM merupakan salah satu bisnis yang banyak peminatnya, termasuk mahasiswa. Alasannya sebenarnya cukup mudah ditebak, karena modal yang diperlukan untuk UKM tidak terlalu banyak sekaligus risiko kerugian yang juga tidak terlalu tinggi.

    Mahasiswa yang mengambil Konsentrasi Sistem Informasi Enterprise (SIE) ini melakukan penelitian dengan judul “Analisis Pola Faktor-Faktor yang Memengaruhi Keberhasilan UKM di Kabupaten Sleman Menggunakan Formal Concept Analysis”. Penelitian ini dilakukan terhadap 14 UKM sebagai responden di Kabupaten Sleman, pada Januari-April 2020, di bawah bimbingan Bapak Ahmad Raf’ie Pratama.

    Terus, apa, sih, tujuan dari penelitian Rudi Muslim ini? 

    Nah, dengan penelitian Rudi Muslim ini, kita bisa mengetahui pola dan faktor-faktor yang memiliki pengaruh lebih penting dan tidak begitu penting terhadap keberhasilan UKM di Kabupaten Sleman. Penelitian ini menggunakan menggunakan metode Formal Concept Analysis (FCA)  dan iceberg concept lattices sebagai filter hasil concept lattices.

    Berdasarkan hasil analisis data UKM menggunakan kedua metode tersebut, ditemukan ada lima faktor yang lebih penting dalam memengaruhi keberhasilan UKM di Kabupaten Sleman, yaitu pelanggan, produk, sumber daya manusia, jaringan, dan pengaruh eksternal. Sedangkan enam faktor lainnya yang dinilai tidak begitu penting dalam memengaruhi keberhasilan UKM di Kabupaten Sleman, yaitu karakteristik UKM, keuangan, pasar, pesaing, teknologi, dan kebijakan pemerintah.

    Nah, dicatat, ya, buat kalian para pelaku UKM di Kabupaten Sleman. Melalui penelitian ini, kalian bisa mempertahankan keberhasilan bisnis dan meningkatkan daya saing usaha kalian dengan memerhatikan faktor-faktor tersebut. 

    Intinya, sih, ke-11 faktor ini telah terbukti memiliki peran penting dalam keberhasilan UKM berdasarkan hasil studi literatur yang dilakukan Mas Rudi. Yang penting, kita harus pintar-pintar menentukan prioritas. Faktor yang lebih penting harus didahulukan sebelum memperhatikan faktor-faktor lain yang tidak begitu penting, ya. Semangat!

    Yusuf AsyhariYusuf Asyhari, salah satu mahasiswa Konsentrasi Informatika Medis Program Studi Informatika Program Magister, berhasil menemukan “Alat Pengukur Kecemasan di Ketinggian”. Alat ini merupakan perpaduan Virtual Reality (VR) dan Electroencephalography (EEG) berbasis Brain Computer Interface (BCI).

    Kecemasan terhadap ketinggian memang bukan masalah yang akan berdampak langsung, namun harus tetap diperhatikan. Sebab, bila terus-terusan diabaikan, penderita bisa saja mengalami gejala yang serius, misalnya serangan panik, hingga pingsan.

    Selama ini, memang diketahui bahwa para penderita ketakutan pada ketinggian mengalami kecemasan. Hal ini berdasarkan pengukuran menggunakan Visual Height Intolerance Severity Scale (VHISS).

    Namun, menurut Mas Yusuf sendiri, metode VHISS ini kurang dapat dibuktikan sehingga menjadikan pengukuran tersebut menjadi lemah dan kurang bermakna.

    Untuk mengatasi kekurangan metode VHISS tersebut, ditemukanlah Alat Pengukur Kecemasan di Ketinggian ini. Alat telah diuji ke 107 partisipan yang berusia 16-17 tahun. Pengujian dilakukan dengan melakukan pembacaan aktivitas listrik pada otak manusia menggunakan EEG berbasis BCI ketika partisipan diberikan VR yang disediakan.

    Nah, pembacaan biometrik berupa gelombang per waktu dan magnitudo ini ternyta memiliki hubungan dengan VHISS. Hasilnya, semakin tinggi jumlah gelombang per waktu, semakin tinggi magnitudo, maka semakin tinggi skala VHISS. 

    Penelitian Mas Yusuf ini dilakukan di SMA Negeri 1 Karangjati, Ngawi selama 6 bulan. Para siswa yang bersekolah di sekolah itu menjadi responden dari penelitian ini. Sekolah ini dipilih karena terletak cukup jauh dari pegunungan atau lingkungan yang cukup tinggi. Mayoritas siswa tumbuh dan berkembang di dataran rendah sehingga responden memiliki tingkat kecemasan terhadap ketinggian yang lebih besar.

    Studi ini dapat memberikan alternatif pengukuran tingkat kecemasan terhadap ketinggian secara visual. Dengan deteksi dini, penderita kecemasan terhadap ketinggian bisa ditangani lebih cepat. Selain itu, temuan ini juga dapat digunakan untuk rehabilitasi akibat dari stroke, stabilitas tubuh tidak seimbang, kemungkinan shock dan stress, gangguan mental, gangguan fisik, hingga kualitas hidup dapat ditangani lebih cepat dan tepat. 

    Alhamdulillah, selamat Mas Yusuf Asyhari! Semoga penelitian ini dapat terus bermanfaat, ya!

     

    Semula dikhawatirkan terkena Drop Out (DO), tapi alhamdulillah mahasiswa ini akhirnya lulus dengan IPK 3,00

    Performa kuliah masa lalu bisa menjadi bahan prediksi kelulusan, tetapi terkadang hasil akhirnya pun masih misteri.

    Sebagai seorang dosen wali (atau dosen PA/Pembimbing Akademik), banyak suka duka yang pernah saya alami. Di suatu masa, saya pernah mendapat amanah sebagai dosen wali. Ada seorang anak wali (sebut saja Alif) yang punya Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) cukup, tetapi sayang, performanya menurun di tahun ke-3, bahkan Indeks Prestasi Semester (IPS) nya berkali-kali menembus nasakom (nasib satu koma).

    Karena IPK makin jeblok, pemantauan rutin pun berubah menjadi monitoring khusus. Saya panggil Alif secara khusus untuk membicarakan kesulitannya, saya bantu buatkan rencana pengambilan matakuliah dan target-targetnya agar tidak terkena Drop Out (DO), bahkan saya sering cek kehadirannya di sistem presensi mata kuliah. Saya juga aktif memantau kemajuan kuliah si Alif ini kepada dua teman sekosnya yang juga merupakan mahasiswa bimbingan Tugas Akhir saya.

    Ikhtiar-ikhtiar ini terus berlangsung selama beberapa purnama, bahkan hingga beberapa semester. Hingga pada suatu titik, saya pun merasa putus asa dan lelah, karena IP 0 (nol) bulat pun pernah diperoleh Alif. Akhirnya, saya pun menelpon keluarganya untuk “mengembalikan” amanah mengurus Alif ini kepada keluarganya. Saya juga sampaikan maaf bahwa saya sudah tidak mampu mengurus Alif lagi di kampus. Saya hanya bisa mendoakan Alif lulus, meski di atas kertas, hal itu sungguh sulit karena banyaknya matakuliah yang harus diulang, terbatasnya jatah jumlah matakuliah yang bisa diulang per semester, dan syarat-syarat lainnya. Read more

     

    Awal 2020 lalu, kita dikejutkan dengan berita kebocoran data 91 juta pengguna Tokopedia. Informasi yang bocor bervariasi, mulai dari nama hingga kata sandi si pengguna. Data yang bocor ini kemudian dijual di forum-forum peretas. Ngeri, ya?

    Kali ini, kita kembali dikejutkan dengan dugaan penjualan data pengguna aplikasi Muslim Pro ke pihak militer Amerika Serikat. Kabar ini dikonfirmasi oleh pihak militer Amerika Serikat namun dibantah oleh Muslim Pro. Lalu, apa pengaruh bocornya data-data ini ke kita, si pengguna aplikasi?

    Kalau kamu sudah membayangkan rekeningmu akan dibobol dan jatuh miskin secara tiba-tiba, kamu sedikit lebay. Efeknya mungkin tak akan seburuk itu, tergantung data apa saja yang bocor. Dalam kasus ini, data yang diduga dijual pihak Muslim Pro adalah lokasi dan kebiasaan pengguna saat menggunakan aplikasi.

    Data Is The New Oil

    Kamu pasti pernah mendengar ungkapan “Data is the new oil”, bukan? Ungkapan ini sedikit mengada-ada, namun semakin terbukti kebenarannya. Di era ekonomi digital, data bisa disebut sebagai tulang punggung kelancaran sebuah bisnis. Semakin jeli kamu membaca dan menggunakan data, akan semakin baik pula bisnis yang kamu jalankan. Oleh karenanya, pengelolaan data sangat diutamakan oleh perusahaan-perusahaan masa kini.

    Mari kita perjelas. Pernahkah kamu membicarakan sesuatu yang kamu inginkan, atau barang yang ingin kamu beli, dan tiba-tiba kamu menemukan iklan barang itu di media sosial kamu? Ini disebut dengan personalized ads, di mana iklan-iklan yang ditampilkan akan disesuaikan dengan perilaku kamu dalam menggunakan gawai dan aplikasi-aplikasinya.

    Kalau masih bingung, coba tanya Google atau Facebook, deh! Merekalah pengguna strategi iklan ini. Lalu, apa hubungannya dengan penjualan data oleh Muslim Pro? Setidaknya, ini membuktikan bahwa data, dalam bentuk apa pun, sangatlah penting. Militer AS mengatakan data yang mereka beli digunakan untuk operasi militer di luar negeri. Kabar ini bisa benar bisa juga salah. Namun tetaplah berhati-hati dalam menggunakan gawai.

    Berikut beberapa tips yang bisa kamu coba agar privasimu selama menggunakan gawai tetap terjaga dan terhindar dari kebocoran data:
    1. Perhatikan izin aplikasi yang kamu unduh. Misalnya, tak logis jika aplikasi
    pencatat keuangan untuk meminta izin akses lokasimu.
    2. Hanya gunakan aplikasi yang terdaftar di Play Store atau App Store.
    3. Hanya menggunakan aplikasi dari pengembang terpercaya.
    4. Selalu mengganti kata sandi akun.
    5. Selalu gunakan versi terbaru aplikasi

    Artikel ini merupakan Pemenang Kompetisi Menulis Artikel Web Informatika UII 2020 - Periode 4

    Akhir-akhir ini salah satu game online, Among Us, sedang ramai dibicarakan warganet. Permainan yang masuk di kategori “bluffing game” ini berhasil diminati oleh banyak orang, dari anak-anak hingga dewasa. Meskipun game jenis ini sebenarnya sudah ada sejak lama (Werewolf, Saboteur, dll.), Among Us berhasil dikemas dengan baik sehingga mendapatkan popularitas yang tinggi. Bumbu “online game” dan desain antarmuka yang unik dan menarik menjadi satu dari sekian banyak nilai plus keseruan game ini.

    Nah, sebagai penggiat IT yang suka main game, kita seharusnya mendorong diri kita untuk lebih dari sekadar pemain game. Karena sebenarnya ada banyak elemen menarik pada game yang bisa menjadi bahan diskusi atau bahkan sampai skripsi: Read more

    Artikel ini merupakan Pemenang Kompetisi Menulis Artikel Web Informatika UII 2020 - Periode 3

    Informasi biasanya hanya terkesan sebagai kumpulan huruf dan angka (sangat membosankan). Bayangkan jika informasi itu berubah menjadi sebuah suara dengan perpaduan warna dan gerakan. Akankah hal tersebut menjadi lebih menarik untuk diamati? Apalagi ditambah dengan kemampuan user interface semacam AI sederhana. “Halo selamat pagi sayang :3” Jadi tambah semangat menjalani pagi.

    Tentu saja sejak perkembangan era 4.0 ini, fleksibilitas dan kemudahan lebih diutamakan, bahkan untuk sekadar membaca. Maka dari itu, bagaimana cara mengubah data atau informasi menjadi lebih menarik untuk dilihat tanpa menghilangkan muatan informasi di dalamnya dan tentu saja efisien? Pernahkan kamu merangkum daftar keuangan kuartal pertama, kedua, ketiga, keempat.. Tidak paham?

    Saya berikan contoh bagi orang awam, manakah yang lebih kamu sukai: membaca daftar keuangan per bulan saat tengah malam atau mendengarkannya selagi menikmati senja dengan secangkir kopi T*rabik*. Baik, tadi itu bercanda. Namun kau paham pointnya, kan? Saya jelaskan menurut keuntungannya saja. Beragam hal positif bisa kita dapatkan hanya dengan mengubah bentuk informasi. 

    Keuntungan dari pengaplikasian informasi berbasis gambar animasi:

    1. Lebih menarik perhatian
      Dengan penggunaan animasi, kita dapat menarik minat dari kalangan milenial. Kamu tahu iklan po*ari sw*et yang terbaru? Ya semacam itulah.
    2. Dapat meningkatkan profit
      Lanjut dari poin pertama, dengan banyaknya perhatian yang kita dapat, berkemungkinan mendatangkan profit yang meningkat pula.
    3. Kreativitas tanpa batas
      Perubahan ini akan menjadi media bagi para penggerak ekonomi di bidang kreativitas untuk mengenalkan talentanya.
    4. Dapat menciptakan penghubung antara ahli informatika dengan animator/ ilustrator
      Kerja sama saling menguntungkan pihak satu sama lain dengan berupaya menambah networking yang luas ke perantara selanjutnya.

    Namun, bak air bersih, pasti ada saja pengotornya… Pemikiran seperti mahal lah, ribet lah, dll. pasti akan ada. Hal tersebut tidak akan berubah sebelum kita sendiri yang mengubahnya. Jadi, mengapa tidak berjalan sendiri dengan keyakinan di mana tapak ku tapak mu juga.


    Penulis: Kesatria Koecheng. September 2020.

    Artikel ini merupakan Pemenang Kompetisi Menulis Artikel Web Informatika UII 2020 - Periode 2

    Halo Sobat Informatika, kali ini saya ingin berbagi cerita tentang keamanan data.
    Menurut kalian, penting tidak mengamankan data pribadi kita di dunia maya?

    Kalau bagi saya, privasi adalah segalanya. Ini penting banget, karena data kita adalah sebuah privasi yang harus kita jaga, termasuk menjaga data pribadi dari pacar kita. Mungkin Sobat informatika yang sedang memiliki pasangan saling bertukar password akun media sosial pasangannya. Wah itu bahaya loh sobat! Tahu tidak kenapa bahaya buat sobat? Kalau menurut saya, misal kita sudah tidak bersamanya, bisa saja akun kita disalahgunakan untuk hal yang tidak baik. Atau bisa saja handphone pasangan kita dipinjam temannya dan temannya iseng dengan akun kita tersebut. Sangat merugikan kita banget, kan, Sobat?

    Ada banyak hal yang bisa mengakibatkan data kita bocor di dunia maya, Sobat. Contoh lainnya bisa terjadi karena kita mengakses sebuah website dan kita mengklik dengan sembarangan. Maka, bisa saja peretas (hacker) diam-diam memasang virus trojan yang bisa mengambil data penting kita tanpa sepengetahuan kita. Wah, saya sih tidak ingin itu terjadi pada saya dan kalian. Maka dari itu, sangat penting bagi kita paham dan peduli dengan keamanan data yang kita miliki. Yuk Sobat Informatika tercinta, simak tips-tips menjaga keamanan data pribadi dari kejahatan dunia maya. Read more