Artikel ini merupakan Pemenang Kompetisi Menulis Artikel Web Informatika UII 2020 - Periode 4

Akhir-akhir ini salah satu game online, Among Us, sedang ramai dibicarakan warganet. Permainan yang masuk di kategori “bluffing game” ini berhasil diminati oleh banyak orang, dari anak-anak hingga dewasa. Meskipun game jenis ini sebenarnya sudah ada sejak lama (Werewolf, Saboteur, dll.), Among Us berhasil dikemas dengan baik sehingga mendapatkan popularitas yang tinggi. Bumbu “online game” dan desain antarmuka yang unik dan menarik menjadi satu dari sekian banyak nilai plus keseruan game ini.

Nah, sebagai penggiat IT yang suka main game, kita seharusnya mendorong diri kita untuk lebih dari sekadar pemain game. Karena sebenarnya ada banyak elemen menarik pada game yang bisa menjadi bahan diskusi atau bahkan sampai skripsi: Read more

Artikel ini merupakan Pemenang Kompetisi Menulis Artikel Web Informatika UII 2020 - Periode 3

Informasi biasanya hanya terkesan sebagai kumpulan huruf dan angka (sangat membosankan). Bayangkan jika informasi itu berubah menjadi sebuah suara dengan perpaduan warna dan gerakan. Akankah hal tersebut menjadi lebih menarik untuk diamati? Apalagi ditambah dengan kemampuan user interface semacam AI sederhana. “Halo selamat pagi sayang :3” Jadi tambah semangat menjalani pagi.

Tentu saja sejak perkembangan era 4.0 ini, fleksibilitas dan kemudahan lebih diutamakan, bahkan untuk sekadar membaca. Maka dari itu, bagaimana cara mengubah data atau informasi menjadi lebih menarik untuk dilihat tanpa menghilangkan muatan informasi di dalamnya dan tentu saja efisien? Pernahkan kamu merangkum daftar keuangan kuartal pertama, kedua, ketiga, keempat.. Tidak paham?

Saya berikan contoh bagi orang awam, manakah yang lebih kamu sukai: membaca daftar keuangan per bulan saat tengah malam atau mendengarkannya selagi menikmati senja dengan secangkir kopi T*rabik*. Baik, tadi itu bercanda. Namun kau paham pointnya, kan? Saya jelaskan menurut keuntungannya saja. Beragam hal positif bisa kita dapatkan hanya dengan mengubah bentuk informasi. 

Keuntungan dari pengaplikasian informasi berbasis gambar animasi:

  1. Lebih menarik perhatian
    Dengan penggunaan animasi, kita dapat menarik minat dari kalangan milenial. Kamu tahu iklan po*ari sw*et yang terbaru? Ya semacam itulah.
  2. Dapat meningkatkan profit
    Lanjut dari poin pertama, dengan banyaknya perhatian yang kita dapat, berkemungkinan mendatangkan profit yang meningkat pula.
  3. Kreativitas tanpa batas
    Perubahan ini akan menjadi media bagi para penggerak ekonomi di bidang kreativitas untuk mengenalkan talentanya.
  4. Dapat menciptakan penghubung antara ahli informatika dengan animator/ ilustrator
    Kerja sama saling menguntungkan pihak satu sama lain dengan berupaya menambah networking yang luas ke perantara selanjutnya.

Namun, bak air bersih, pasti ada saja pengotornya… Pemikiran seperti mahal lah, ribet lah, dll. pasti akan ada. Hal tersebut tidak akan berubah sebelum kita sendiri yang mengubahnya. Jadi, mengapa tidak berjalan sendiri dengan keyakinan di mana tapak ku tapak mu juga.


Penulis: Kesatria Koecheng. September 2020.

Artikel ini merupakan Pemenang Kompetisi Menulis Artikel Web Informatika UII 2020 - Periode 2

Halo Sobat Informatika, kali ini saya ingin berbagi cerita tentang keamanan data.
Menurut kalian, penting tidak mengamankan data pribadi kita di dunia maya?

Kalau bagi saya, privasi adalah segalanya. Ini penting banget, karena data kita adalah sebuah privasi yang harus kita jaga, termasuk menjaga data pribadi dari pacar kita. Mungkin Sobat informatika yang sedang memiliki pasangan saling bertukar password akun media sosial pasangannya. Wah itu bahaya loh sobat! Tahu tidak kenapa bahaya buat sobat? Kalau menurut saya, misal kita sudah tidak bersamanya, bisa saja akun kita disalahgunakan untuk hal yang tidak baik. Atau bisa saja handphone pasangan kita dipinjam temannya dan temannya iseng dengan akun kita tersebut. Sangat merugikan kita banget, kan, Sobat?

Ada banyak hal yang bisa mengakibatkan data kita bocor di dunia maya, Sobat. Contoh lainnya bisa terjadi karena kita mengakses sebuah website dan kita mengklik dengan sembarangan. Maka, bisa saja peretas (hacker) diam-diam memasang virus trojan yang bisa mengambil data penting kita tanpa sepengetahuan kita. Wah, saya sih tidak ingin itu terjadi pada saya dan kalian. Maka dari itu, sangat penting bagi kita paham dan peduli dengan keamanan data yang kita miliki. Yuk Sobat Informatika tercinta, simak tips-tips menjaga keamanan data pribadi dari kejahatan dunia maya. Read more

Artikel ini merupakan Pemenang Kompetisi Menulis Artikel Web Informatika UII 2020 - Periode 1

Mbuh Pie Carane” adalah kiasan singkat dari beberapa orang sebagai pengembang aplikasi, sekalipun ada tolak ukur yang harus dilihat (waktu, biaya, dan jumlah SDM). Pengembang aplikasipun tidak dilahirkan dengan pemahaman “jika mau punya anak 9 dalam 9 bulan maka nikahlah dengan 9 wanita” (semoga kalian paham dengan dunia pengembangan aplikasi pada konteks pemahaman seperti ini).

Jadi bagaimana kalau kiasan bertemu dengan pemahaman yang barusan kita bahas?

Solusinya adalah paralelkan pengembangan aplikasi yang akan dilakukan.

Contoh sederhananya, si klien minta dibuatkan aplikasi dengan waktu singkat dan spesifikasi hasil
sebagai berikut:

  • Mobile Apps (Android dan iOS)
  • Front End (Halaman yang dikunjungi oleh pengguna)
  • Back End (Halaman admin dan API)

Maka, sebagai developer, yang dapat dilakukan si Project Manager adalah memparalelkan tugas tim,
singkatnya sebagai berikut:

  1. Project Manager men-deliver kebutuhan klien kepada System Analyst.
  2. System Analyst mendesain flow, desain user experience dan kebutuhan lainnya, selanjutnya
    mengirim ke klien atas persetujuan Project Manager.
  3. Sesi paralel 1:
    1. Selagi menunggu hasil review dari klien, System Analyst dapat membuat Mockup API.
    2. Desainer user interface dapat memulai desain menggunakan user experience yang telah
      dibuat.
  4. Jika klien tidak setuju atau ada revisi, kembali ke poin 2. Jika setuju, lanjut poin 5.
  5. Sesi paralel 2:
    1. Mockup API diserahkan ke Mobile Apps, Front End sebagai standar end point, request dan response API (hanya membuat Engine cara mengonsumsi API dan membuat interface dengan standar desain berdasarkan user experience). Khusus Backend membuat API dan halaman admin menggunakan standar Mockup API.
    2. Desain user interface diserahkan ke klien atas persetujuan Project Manager. Ini pasti memakan waktu. Selagi menunggu, poin 5.1 dapat diselesaikan.
  6. Sesi parelel 3:
    1. Proses review ke klien telah selesai. Selanjutnya, Mobile Apps, Front End, dan Back End mengikuti perubahan desain user interface dengan asset yang telah dibuat oleh user interface.
    2. Tester menguji setiap end point API yang telah dibuat oleh Back End. Jika ada kesalahan, diperbaiki di tahap ini segera sebagai prioritas tinggi.
    3. Back end membuat halaman admin.
  7. Mobile Apps, Front End mengonsumsi API dari Backend.
  8. Tester menguji semua aplikasi.
  9. Poin selanjutnya adalah revisi, user accepted test dan sampai pengembangan aplikasi selesai.

Banyak hal yang dapat dilakukan untuk memparalelkan pengembangan aplikasi, yang terpenting peran aktif seluruh anggota tim, dan cara leader memaksimalkan tim tanpa harus membuat tim menjadi terasa sangat berat dan terasa kaku.

Penulis: Cahyo DR (Alumni Magister Informatika UII)
Agustus, 2020