Aplikasi mobile kini menjadi bagian penting dalam kehidupan dan mendukung berbagai aktivitas kita, seperti berbelanja, berkomunikasi, hingga saat kita membutuhkan hiburan. Menurut laporan Datareportal (2024), lebih dari 5,5 miliar orang di dunia menggunakan ponsel, yang sebagian besar waktunya dihabiskan dalam aplikasi. Dalam pembuatan aplikasi mobile, terdapat dua pendekatan utama, yaitu native (satu platform) dan cross-platform (banyak platform). Native biasanya menggunakan bahasa Java atau Kotlin untuk Android, sedangkan untuk iOS digunakan Swift. Sementara itu, cross-platform menggunakan framework React Native dengan bahasa JavaScript dan Flutter dengan bahasa Dart.
Salah satu framework cross-platform yang menjadi perhatian besar adalah Flutter. Diperkenalkan oleh Google pada tahun 2017, Flutter menawarkan keunggulan berupa pengembangan interface yang cepat dan performa yang bisa dibilang hampir setara dengan aplikasi native. Seperti yang dibilang oleh Tim Sneath, Product Manager Flutter di Google,
“Flutter allows developers to build beautiful, natively compiled applications for mobile, web, and desktop from a single codebase.”
Karena hal itu, Flutter kini menjadi pilihan populer bagi banyak developer dalam membuat aplikasi mobile.

