Jurusan Informatika - Fakultas Teknologi Industri - Universitas Islam Indonesia
  • PROFIL
    • Visi dan Misi
    • Sambutan Ketua Jurusan
    • Struktur Organisasi
    • Dosen
    • Staf
    • Kontak
  • PROGRAM STUDI
    • Program Sarjana
      • Sambutan Kaprodi S1
      • Profil Lulusan
      • Kurikulum 2020
      • Capstone
      • Jalur Tahun Keempat
      • Informatics Expo
      • Informasi & Layanan
      • Prospektus S1
      • Mahasiswa
        • Informasi Akademik
        • Mahasiswa Baru S1 – 2022
        • New IP Students – 2022
        • S1 2021 – Reguler
        • S1 – 2021 – International Program
        • S1 – 2020
    • Program Magister
    • Program Doktor
    • International Program
    • Informatika PJJ
  • UNIT PENDUKUNG
    • Laboratorium
    • Pusat Studi
      • Pusat Studi Forensika Digital
      • Pusat Studi Informatika Medis
        • Visi-Misi
        • Struktur Organisasi
        • Mitra Kerjasama
        • Kegiatan
      • Pusat Studi Sistem Informasi Enterprise
      • Pusat Studi Sains Data
    • ITCentrum
    • Student Staff
    • Komunitas Mahasiswa
    • Lembaga Mahasiswa
  • KEMITRAAN
  • ARTIKEL
    • Pojok Dakwah
    • Pojok Informatika
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
  • Link to Instagram
  • Link to Facebook
  • Link to Youtube
Pojok Informatika

Mengapa Kita Tidak Perlu Mengucapkan “Terima Kasih” dan “Tolong” kepada AI?

mahasiswa pakai chatgpt - by DALL-EDALL-E

Manusia memiliki kebiasaan bersikap sopan kepada sesama. Tak heran jika hal ini juga diterapkan saat mereka berinteraksi dengan teknologi seperti AI. Banyak pengguna menggunakan ungkapan seperti “tolong” dan “terima kasih” untuk menunjukkan kesopanan. Namun, ternyata kebiasaan sederhana ini dapat menghabiskan biaya operasional hingga jutaan dolar.

Hal ini diungkapkan oleh CEO OpenAI, Sam Altman, pada media sosial X miliknya. Ia menyampaikan bahwa ungkapan kesopanan yang diketikkan oleh user OpenAI menghabiskan puluhan juta dolar untuk biaya listrik perusahaan. Hal ini membuktikan, meskipun terlihat sepele, setiap kata yang dimasukkan oleh pengguna memiliki dampak nyata terhadap sumber daya komputasi yang digunakan AI.

Menariknya, meskipun kata “terima kasih” dan “tolong” merupakan bentuk kesopanan, AI akan tetap memprosesnya sebagai bagian dari teks. Setiap kata dalam teks yang dimasukkan oleh pengguna akan diubah oleh sistem menjadi sebuah token atau satuan kata atau karakter yang akan dibaca dan dianalisis dengan AI. Pada ChatGPT-3.5, biayanya sekitar 0,002 dolar per 1000 token. Sementara itu, pada ChatGPT-4, biayanya sekitar 0,012 dolar per 1000 token prompt dan 0,024 dolar per 1000 token penyelesaian. Pemrosesan setiap token memerlukan daya komputasi dan listrik, yang jika dikalikan dengan jutaan prompt atau permintaan setiap hari, dapat menghasilkan biaya operasional yang sangat besar. 

Sebagai contoh, masukan sederhana seperti, “Tolong berikan saya ide pembahasan untuk sebuah artikel bertema teknologi. Terima kasih” bisa menghasilkan sekitar 12-15 token. Token-token yang diterima akan diproses oleh sistem yang memerlukan biaya untuk setiap langkah pemrosesannya. Apabila jutaan pengguna memakai pola kalimat yang sama dalam setiap permintaannya, jumlah token yang harus diproses akan meningkat dan secara garis lurus akan berdampak pada konsumsi energi dan biaya yang sangat tinggi.

Berbeda dengan komunikasi antarmanusia yang memerlukan sopan santun guna membangun hubungan sosial dan rasa saling menghargai, komunikasi dengan AI sekadar bertujuan memberikan instruksi untuk mencapai hasil tertentu. Karena AI tidak memiliki kesadaran dan emosi, penggunaan bahasa sopan tidak memengaruhi kinerja maupun respon yang dihasilkan. Oleh karena itu, agar komunikasi dengan AI menjadi lebih efektif, cukup gunakan perintah yang jelas, singkat, dan langsung. Dengan begitu, proses kerja menjadi lebih efisien dan hemat sumber daya.

Sikap sopan saat berkomunikasi dengan AI sesungguhnya muncul karena kebiasaan manusia dalam berkomunikasi. Namun, karena AI tidak memiliki kesadaran atau emosi, bentuk kesopanan yang digunakan pengguna tidak berpengaruh pada respon yang dihasilkan. Sebaliknya, setiap kata tambahan seperti “tolong” dan “terima kasih” justru menambah beban komputasi dan biaya operasional yang besar karena AI memproses setiap masukan sebagai token. Penggunaan bahasa yang ringkas dan tepat membantu perusahaan teknologi untuk menghemat energi, mengurangi biaya, dan mengoptimalkan kinerja sistem. Selain itu, kita juga dapat berkontribusi pada pengurangan konsumsi energi global.

References

  • Astrid, P. (2023, Juni 30). Artificial Intelligence (AI): Mengungkap Fakta di Balik AI dan Strategi Menghadapinya. REFO. Diakses pada 4 Mei 2025, dari https://www.refoindonesia.com/en/artificial-intelligence-ai-mengungkap-fakta-di-balik-ai-dan-strategi-menghadapinya-2/ 
  • Dewi, I. R. (2025, April 25). Jangan Bilang ‘Tolong’ dan ‘Terima Kasih’ ke ChatGPT, Ini Alasannya. CNBC Indonesia. Diakses pada 1 Mei 2025, dari https://www.cnbcindonesia.com/tech/20250425070049-37-628605/jangan-bilang-tolong-dan-terima-kasih-ke-chatgpt-ini-alasannya 
  • Gubanova, O. (2025, April 1). How Much Does ChatGPT Interation Cost and Pay Off. Ptolemay. Diakses pada 1 Mei 2025, dari https://www.ptolemay.com/post/how-much-does-chatgpt-integration-cost-and-pay-off#how-much-does-it-cost-to-integrate-chatgpt-in-an-app- 
  • Ini Alasan Kata Tolong dan Terimakasih Bisa Bikin OpenAI ‘Tekor’ – Teknologi. (2025, April 28). Bloomberg Technoz. Diakses pada 1 Mei 2025, dari https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/69608/ini-alasan-kata-tolong-dan-terimakasih-bisa-bikin-openai-tekor# 
  • Maulida, L. (2025, April 22). Jangan Bilang “Tolong” dan “Terima Kasih” ke ChatGPT Halaman all – Kompas.com. Tekno Kompas. Diakses pada 1 Mei 2025, dari https://tekno.kompas.com/read/2025/04/22/07020087/jangan-bilang-tolong-dan-terima-kasih-ke-chatgpt?page=all 

Penulis (Mahasiswa S-1 Informatika UII):

  1. Anindya Putri Aisyah
  2. Andini Putri Ramadhani
  3. M Bima Ramadhan

Related posts:

Parallel Development for a Short Time from Technical Aspect

Reinforcement Learning dan AI dalam Pembuatan Game

Aspek Kognitif dalam Desain User Experience (UX)

Mengungkap Pola Mobilitas Manusia Selama Pandemi COVID-19

Hal-hal Yang Perlu Diperhatikan dalam Membangun Startup

June 5, 2025/by informatika
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://informatics.uii.ac.id/wp-content/uploads/2024/06/Screenshot-2024-06-20-152409.png 747 752 informatika https://informatics.uii.ac.id/wp-content/uploads/2020/03/Logo-webTF-UII-1030x420.png informatika2025-06-05 08:47:022026-04-11 11:16:28Mengapa Kita Tidak Perlu Mengucapkan “Terima Kasih” dan “Tolong” kepada AI?
  • Sibuk Kuliah Bukan Alasan Jauh dari Agama, Mahasiswa Diajak Menjadikan Ilmu sebagai Jalan Mendekat kepada AllahAugust 5, 2026 - 10:00
  • Gathering Mahasiswa PJJ Informatika UII: Perkuat Motivasi Akademik Jelang UASAugust 5, 2026 - 09:50
  • Kuliah Umum Pengembangan Aplikasi Informatika Medis
    Sibuk Kuliah Bukan Alasan Jauh dari AgamaJuly 27, 2026 - 13:56
  • “Hands On Bareng Kating”: Mahasiswa Informatika UII Belajar Odoo ERP Langsung dari Kakak TingkatJuly 27, 2026 - 09:32
  • PJJ Challenge Chapter II 2026 Resmi Umumkan PemenangJuly 27, 2026 - 08:55
  • Mahasiswa Magister Informatika UII Berhasil Kembangkan Metode Forensik Digital pada Smartwatch Berbasis Android Wear OSJuly 19, 2026 - 21:44
  • Selamat! Prof. Sri Kusumadewi Dilantik sebagai Dekan FTI UII Periode 2026–2030July 1, 2026 - 21:09
  • menunggu berbuka puasa di masjid
    Menjemput Keberkahan di Tanah Suci: Hakikat dan Manfaat Ibadah UmrahJuly 1, 2026 - 16:15
  • AI Mengubah Pekerjaan, Bukan Menghapusnya: Pesan Prof. Fathul Wahid bagi Mahasiswa InformatikaJuly 1, 2026 - 12:03
  • Belajar Sistem Enterprise dari Zulhia Septiandini, Alumni Informatika UII yang Berkarier 18 Tahun di Bidang SAPJuly 1, 2026 - 10:40

Categories

JURUSAN INFORMATIKA

Gedung KH. Mas Mansyur  Lantai 2
Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang KM. 14,5 Sleman Yogyakarta 55584

Telepon: +62 274 895287 ext. 122
Faks: +62 274 895007
Email:
Jurusan: [email protected]
Prodi Informatika Program Sarjana: [email protected]
Prodi Informatika Program Magister : [email protected]
Prodi Informatika PJJ : [email protected]
Instagram: @informatics.uii

TAUTAN CEPAT

Universitas

Fakultas

UII Gateway

Admisi

© Hak Cipta 2022 - Jurusan Informatika UII - Yogyakarta
  • Link to Instagram
  • Link to Facebook
  • Link to Youtube
Link to: Integrasi Edge Computing dan Teknologi Blockchain dalam Sistem Pertanian Cerdas Link to: Integrasi Edge Computing dan Teknologi Blockchain dalam Sistem Pertanian Cerdas Integrasi Edge Computing dan Teknologi Blockchain dalam Sistem Pertanian C...Mengenali NFT Bagaimana Cara Kerjanya Link to: Memperkuat Keimanan Melalui Dzikir di Tengah Kesibukan Mahasiswa Link to: Memperkuat Keimanan Melalui Dzikir di Tengah Kesibukan Mahasiswa Memperkuat Keimanan Melalui Dzikir di Tengah Kesibukan Mahasiswa
Scroll to top Scroll to top Scroll to top