FTI Expo 2026: Magister Informatika UII Tegaskan Komitmen Riset dan Fleksibilitas Studi untuk Profesional
Yogyakarta — Sesi pemaparan Program Magister Informatika Universitas Islam Indonesia (UII) pada hari kedua FTI Expo 2026, Kamis 9 April 2026, berlangsung bukan sekadar sebagai sesi informasi — melainkan sebuah percakapan intelektual yang mendalam. Dr. Ahmad Luthfi, S.Kom., M.Kom., dosen Program Magister Informatika UII yang tampil sebagai narasumber utama, berhasil membawa para pengunjung melihat pendidikan S2 dari perspektif yang jauh lebih luas dari sekadar kelanjutan studi.
Dengan latar belakang riset yang kuat dan keberhasilan meraih pendanaan riset nasional dari BIMA untuk tahun 2026, Pak Luthfi, demikian beliau disapa — menyampaikan pesan yang mengena: pendidikan magister bukan sekadar menambah gelar, melainkan tentang membangun kemampuan berpikir sistemik di tengah kompleksitas dunia digital.
“Di era ketika data menjadi bahasa baru dunia, kita tidak bisa hanya menjadi pengguna teknologi. Kita harus menjadi arsitek solusinya. Itulah yang kami latih di Magister Informatika UII.”
Pak Luthfi memaparkan bahwa Program Magister Informatika UII menawarkan empat spesialisasi unggulan — Enterprise Information Systems, Medical Informatics, Digital Forensics, dan Data Science — yang dirancang bukan hanya untuk menjawab kebutuhan industri saat ini, tetapi juga untuk mengantisipasi kebutuhan masa depan.
Salah satu insight terpenting yang beliau bagikan adalah tentang pergeseran paradigma dalam dunia kerja:
“Dulu, perusahaan mencari orang yang bisa mengoperasikan sistem. Sekarang, mereka mencari orang yang bisa merancang, mengevaluasi, dan memperbaiki sistem itu sendiri. Lulusan S2 kami dipersiapkan untuk peran-peran strategis itu.”
Beliau juga berbicara tentang pentingnya riset dalam ekosistem program magister. Para dosen di Magister Informatika UII bukan hanya pengajar — mereka adalah peneliti aktif yang secara konsisten mempublikasikan karya di jurnal dan konferensi internasional bereputasi. Mahasiswa diajak masuk langsung ke dalam proyek riset tersebut, bukan sekadar menjadi pengamat.
“Riset bukan hanya tentang menghasilkan jurnal. Riset adalah tentang mempertajam cara kita memandang masalah dan menemukan solusi yang belum pernah ada sebelumnya. Di sinilah nilai sejati S2 itu berada.”
Pak Luthfi juga menyentuh aspek yang sering menjadi kekhawatiran para profesional yang ingin melanjutkan studi: keseimbangan antara kuliah dan pekerjaan. Program Magister Informatika UII menawarkan fleksibilitas jadwal yang memungkinkan mahasiswa tetap aktif berkarier tanpa harus meninggalkan pekerjaan mereka.
Lebih jauh, beliau menekankan bagaimana nilai-nilai Islam yang tertanam dalam budaya akademik UII turut membentuk pendekatan etis dalam penerapan teknologi — sebuah perspektif yang semakin relevan di era AI dan big data yang penuh tantangan moral.
Sesi yang berlangsung dalam suasana hangat dan interaktif itu ditutup dengan antusiasme tinggi dari para peserta — mulai dari fresh graduate yang mempertimbangkan studi lanjut, hingga profesional senior yang ingin memperbarui kompetensinya.
Informasi pendaftaran Program Magister Informatika UII dapat diakses melalui informatics.uii.ac.id/magister atau Instagram @magistertf.uii.
Daftar sekarang melalui pmb.uii.ac.id!!






