Informasi pada link berikut:
Reguler: SE Dosen Pembimbing Skripsi TA Genap 2025-2026 Tahap 1
IP: SE Dospem pembimbing skripsi – IP TA Genap 2025 2026 Tahap 1
Informasi pada link berikut:
Reguler: SE Dosen Pembimbing Skripsi TA Genap 2025-2026 Tahap 1
IP: SE Dospem pembimbing skripsi – IP TA Genap 2025 2026 Tahap 1
Wakil Dekan Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Islam Indonesia (UII), Dr. Agus Mansyur, melakukan kunjungan ke Taiwan dan menjalin kerja sama dengan Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Taiwan untuk menyelenggarakan sebuah acara pada Sabtu, 17 Mei 2026, di kantor PCINU Taiwan. Dalam rangkaian acara tersebut, salah satu agenda yang dihadirkan adalah pengenalan Program S1 Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) Informatika UII kepada komunitas pekerja migran Indonesia di Taiwan. Presentasi disampaikan oleh Fietyata Yudha, Ph.D, dosen PJJ Informatika UII, yang memaparkan secara lengkap keunggulan dan mekanisme program ini.
Menjawab Tantangan Pekerja Migran Indonesia di Taiwan
Banyak pekerja migran Indonesia di Taiwan yang memiliki keinginan kuat untuk meningkatkan keahlian dan meraih gelar sarjana, namun terkendala oleh jadwal kerja shift yang padat serta lokasi yang jauh dari kampus konvensional. Di sisi lain, peluang di sektor ekonomi digital terus berkembang pesat — kebutuhan talenta IT seperti programmer, data scientist, dan system analyst melonjak tajam, dengan banyak posisi yang menawarkan skema remote working dan gaji kompetitif.
Program S1 PJJ Informatika UII hadir sebagai solusi agar pekerja migran tidak perlu memilih antara bekerja atau kuliah. Seluruh proses belajar mengajar dilaksanakan 100% secara online, sehingga mahasiswa dapat mengikuti perkuliahan dari mana saja tanpa perlu pulang ke Indonesia hingga saat wisuda. Tersedia pula opsi waktu fleksibel, baik penuh waktu (lulus 4 tahun) maupun paruh waktu (lulus 5 tahun), yang dapat disesuaikan dengan beban kerja masing-masing.
Kualitas Terjamin dengan Biaya Terjangkau
UII merupakan universitas Islam tertua di Indonesia yang berdiri sejak 1945, dengan akreditasi institusi “Unggul” dari BAN-PT dan peringkat 501–520 kampus terbaik Asia versi QS Asia University Rankings 2025. Program PJJ Informatika sendiri telah resmi meraih akreditasi “Baik” dari LAM-Infokom. Kurikulum yang diterapkan setara dengan program reguler, mencakup 144 SKS dengan gelar Sarjana Komputer (S.Kom) yang identik. Mahasiswa dibimbing oleh 44 dosen berkualifikasi S2 dan S3 lulusan universitas terkemuka dari berbagai negara, serta didampingi minimal dua tutor di setiap kelas online.
Dari sisi biaya, program ini sangat terjangkau bagi pekerja migran. Uang Kuliah Semester (UKS) hanya Rp 4.000.000 per semester (sekitar 8.000 NTD), dengan opsi cicilan dua kali pembayaran. Uang Kuliah Awal (UKA) sebesar Rp 1.000.000 juga dapat dicicil hingga delapan kali selama dua tahun. Mahasiswa juga mendapat akses penuh ke ekosistem TI premium UII, termasuk Zoom Premium, Google Education Suite, lisensi Microsoft 365, serta perpustakaan digital global berisi ribuan jurnal internasional.
Langkah Pendaftaran dan Informasi Lebih Lanjut
Pendaftaran dapat dilakukan secara online melalui situs admisi.uii.ac.id dengan tiga langkah sederhana: membuat Nomor Induk Utama (NIU), memilih jalur masuk PJJ Informatika, lalu menyelesaikan registrasi. Tersedia jalur pendaftaran khusus bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) dengan persyaratan berupa nilai rapor dua semester terakhir.
Bagi yang ingin berkonsultasi lebih lanjut, silakan menghubungi tim PJJ UII melalui WhatsApp di 0815 1121 0101 (Admin PJJ) atau 0811 260 8844 (Chat Resmi PMB UII), maupun melalui email di [email protected]. Informasi terkini juga dapat dipantau melalui akun Instagram @pjj.informatics.uii atau situs informatics.uii.ac.id/pjj.
Program Doktor Informatika resmi menyambut mahasiswa baru angkatan tahun akademik 2025/2026 semester Genap melalui kegiatan orientasi akademik yang diselenggarakan pada Jumat, 24 April 2026. Acara ini berlangsung di lingkungan kampus dan dihadiri oleh seluruh mahasiswa doktoral yang baru diterima, jajaran pimpinan jurusan dan studi, serta para dosen pengampu.
Kegiatan penyambutan ini dirancang sebagai jembatan awal antara mahasiswa baru dengan ekosistem akademik Program Doktor Informatika. Tiga agenda utama tersaji secara berurutan: pengenalan dosen, pembekalan akademik, dan kuliah umum, yang keseluruhannya bertujuan mempersiapkan mahasiswa untuk menempuh studi doktoral dengan landasan yang kokoh.
Sesi pembuka diisi dengan sambutan dari Ketua Jurusan, Ir. Raden Teduh Dirgahayu, S.T., M.Sc., Ph.D., lalu dilanjutkan perkenalan resmi seluruh dosen Program Doktor Informatika oleh Kaprodi, Dr. Novi Setiani. Para mahasiswa baru mendapat kesempatan untuk mengenal secara langsung profil akademik, bidang keahlian, serta topik riset yang menjadi fokus masing-masing dosen. Momen ini menjadi sangat strategis, mengingat kesesuaian antara minat riset mahasiswa dengan kompetensi promotor merupakan salah satu kunci keberhasilan studi doktoral.
Sesi kedua difokuskan pada pembekalan komprehensif mengenai sistem dan tata kelola akademik program doktor. Pengelola program studi memaparkan berbagai hal esensial yang wajib dipahami mahasiswa, mulai dari struktur kurikulum dan luaran publikasi yang diharapkan, prosedur pemilihan topik penelitian dan pembimbing, hingga tahapan besar yang harus dilalui: ujian kualifikasi proposal, seminar hasil, dan sidang disertasi. Sesi ini diakhiri dengan tanya jawab yang cukup antusias, mencerminkan tingginya semangat dan rasa ingin tahu para peserta dalam memahami perjalanan studi yang akan mereka tempuh.
Puncak kegiatan hari itu adalah kuliah umum yang menghadirkan narasumber Prof. Sri Kusumadewi, S.Si., M.T. yang membawakan tajuk “Bahagia Menjadi Mahasiswa Doktoral”. Materi ini disampaikan sebagai bekal psikologis dan motivasional bagi para mahasiswa baru, sebuah perspektif yang kerap luput dari pembekalan akademik konvensional namun sangat krusial dalam menentukan keberhasilan studi doktoral. Narasumber mengawali pemaparan dengan mengajak mahasiswa untuk meluruskan persepsi tentang studi doktoral: bahwa perjalanan riset bukan semata-mata tentang mengejar gelar, melainkan tentang menemukan kebermaknaan dalam proses berpikir, bertanya, dan berkontribusi. Beberapa kunci kebahagiaan dalam studi doktoral pun diulas secara gamblang: memilih topik riset yang benar-benar diminati, membangun komunikasi yang sehat dengan promotor, memiliki lingkaran dukungan sosial yang kuat, serta menjaga keseimbangan antara kehidupan akademik dan personal. Narasumber juga menekankan pentingnya mengelola ekspektasi, merayakan capaian-capaian kecil, dan tidak membandingkan laju kemajuan diri dengan rekan sejawat.
Kuliah umum ini disambut dengan antusias oleh para peserta. Sesi tanya jawab yang menyertainya berlangsung hangat dan reflektif, dengan mahasiswa berbagi kekhawatiran serta harapan mereka. Suasana yang tercipta bukan sekadar ceramah akademik, melainkan sebuah dialog jujur tentang suka duka menjadi peneliti yang menempuh jalur doktoral.
Rangkaian kegiatan hari itu ditutup dengan kunjungan langsung ke fasilitas laboratorium yang dimiliki Program Doktor Informatika. Para mahasiswa baru diajak berkeliling untuk mengenal secara dekat ruang riset yang akan menjadi tempat mereka berkarya selama masa studi. Kunjungan ini dipandu oleh dosen dan tenaga laboran yang menjelaskan fungsi serta kapabilitas masing-masing laboratorium.
Kegiatan orientasi akademik ini menjadi penanda dimulainya babak baru dalam perjalanan ilmiah para mahasiswa doktoral. Program Doktor Informatika berkomitmen untuk terus menyediakan lingkungan akademik yang kondusif, suportif, dan berorientasi pada riset berkualitas tinggi, demi melahirkan lulusan doktor yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga mampu berkontribusi secara signifikan bagi perkembangan ilmu dan teknologi, khususnya di bidang informatika.
Program Studi Informatika Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) Universitas Islam Indonesia (UII) kembali menggelar webinar seri ke-7 pada Sabtu, 9 Mei 2026, pukul 19.30 WIB melalui Zoom Meeting. Webinar kali ini mengangkat tema “Personal Branding untuk Mahasiswa Digital: Manifestasi Insan Ulil Albab” dengan menghadirkan Dr. Ahmad Lutfi, S.Kom., M.Kom., dosen Jurusan Informatika Fakultas Teknologi Industri UII sekaligus Asesor LAM Infokom, sebagai narasumber. Acara ini terbuka untuk umum dan dapat diikuti secara gratis.
Mengapa Personal Branding Penting bagi Mahasiswa di Era Digital?
Webinar ini berangkat dari kenyataan bahwa setiap unggahan, komentar, dan profil di media sosial meninggalkan jejak digital yang membentuk citra diri seseorang. Jejak tersebut tidak hanya terekam saat itu saja, tetapi bisa menjadi artifak di masa depan. Narasumber mengajak mahasiswa dan peserta umum untuk membangun identitas digital yang tidak sekadar pencitraan semu, melainkan berlandaskan nilai, ilmu, dan kebermanfaatan.
Namun demikian, personal branding selama ini cenderung dipahami sebagai cara mempercantik citra di ruang publik, di mana jumlah likes, views, dan followers menjadi tolok ukur keberhasilan. Kondisi ini justru memunculkan tiga masalah, yaitu pencitraan tanpa isi, ketergantungan pada validasi angka, serta kesenjangan antara pribadi versi online dan karakter aslinya. Akibatnya, tidak jarang generasi muda termasuk mahasiswa mengalami kelelahan identitas.
Konsep Ulil Albab dan Prinsip Personal Branding Islami
Sebagai penyeimbang, narasumber menawarkan kerangka berpikir berbasis konsep ulil albab sebagaimana tertulis dalam Al-Qur’an Surat Ali Imran ayat 190–191. Mahasiswa diajak menyatukan tiga gerakan dinamis: zikir (mengingat Allah dan menjaga niat), fikir (berpikir kritis dan belajar sepanjang waktu), serta amal (mewujudkan ilmu menjadi karya nyata). Ketiga gerakan ini menjadi pilar utama dalam membangun identitas digital yang autentik dan bermakna.
Selain itu, dikenalkan pula empat prinsip utama dalam membangun personal branding, yakni ikhlas (memurnikan niat), sidiq (kejujuran dan keselarasan ucapan dengan tindakan), amanah (integritas dalam segala situasi), dan tawadhu (rendah hati tanpa merendahkan orang lain). Pesan utama bagi mahasiswa adalah membangun identitas digital yang dapat dipercaya, fokus pada manfaat bagi orang banyak, dan menjadikan platform digital sebagai kendaraan ibadah.
Ikuti Webinar PJJ Informatika UII Berikutnya
Webinar PJJ Informatika UII digelar secara rutin setiap bulan dan telah memasuki seri ke-7. Setiap edisi menghadirkan narasumber kompeten dengan topik yang relevan bagi mahasiswa, khususnya di bidang teknologi informasi dan pengembangan diri.
Untuk informasi mengenai webinar berikutnya, silakan pantau akun Instagram @pjj.informatics.uii atau kunjungi situs informatics.uii.ac.id/pjj.
Sleman, Yogyakarta – Program Studi Magister Informatika, Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII), secara resmi menggelar Konferensi Pers pada Selasa (28/4/2026) untuk memperkenalkan terobosan terbaru di bidang keamanan siber, yaitu metode investigasi forensik real-time untuk menangani serangan Distributed Denial of Service (DDoS) pada jaringan IPv6.
Konferensi pers ini menyoroti urgensi meningkatnya ancaman siber seiring dengan transisi global dari IPv4 ke IPv6. Dalam paparannya, tim akademik menjelaskan bahwa serangan DDoS pada jaringan IPv6 memiliki karakteristik yang lebih kompleks dan sulit dideteksi, bahkan berpotensi menyebabkan gangguan serius hingga melumpuhkan layanan jaringan secara keseluruhan.
Penelitian yang menjadi sorotan dalam konferensi ini dikembangkan oleh Frendi Yusroni, alumni Magister Informatika UII, di bawah bimbingan Dr. Ahmad Luthfi. Penelitian tersebut menghadirkan pendekatan inovatif melalui integrasi metode Live Forensics dengan framework Digital Forensic Framework for Reviewing and Investigating Cyber Attack (D4I). Menurut Dr. Ahmad Luthfi, pendekatan ini menjadi terobosan penting dalam dunia forensik digital karena mampu melakukan proses investigasi tanpa mengganggu operasional sistem. “Integrasi ini memungkinkan investigasi dilakukan secara real-time tanpa mematikan perangkat, sehingga kontinuitas layanan jaringan tetap terjaga,” jelasnya dalam konferensi tersebut.
Dalam implementasinya, metode ini mampu mengakuisisi data volatil seperti log memori, CPU, dan trafik jaringan secara langsung saat serangan berlangsung. Selanjutnya, data tersebut dianalisis menggunakan pendekatan Cyber Kill Chain dan Chain of Artifacts untuk merekonstruksi pola serangan secara sistematis. Frendi Yusroni menjelaskan bahwa penelitian ini telah diuji melalui berbagai skenario serangan DDoS pada lingkungan terkendali. Hasilnya menunjukkan bahwa metode yang dikembangkan tidak hanya mampu mendeteksi serangan secara lebih akurat, tetapi juga membedakan karakteristik serangan yang menargetkan infrastruktur jaringan maupun sumber daya server secara spesifik.
Lebih lanjut, penelitian ini berhasil menghasilkan rekonstruksi kronologi serangan yang lengkap berbasis pendekatan 5W1H (What, Who, Where, When, Why, How), sehingga dapat memberikan bukti digital yang kuat dan valid untuk kebutuhan investigasi maupun penegakan hukum. Rilis penelitian ini turut mendapat perhatian luas dari berbagai media nasional dan regional, yang menyoroti kontribusinya dalam menjawab tantangan keamanan siber modern, khususnya pada ekosistem jaringan IPv6 yang semakin kompleks.
Keberhasilan penelitian ini menjadi bukti nyata bahwa proses pembelajaran di Magister Informatika UII tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga menghasilkan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat dan dunia industri. Melalui riset yang dikembangkan oleh Frendi Yusroni bersama dosen pembimbing Dr. Ahmad Luthfi, Magister Informatika UII menunjukkan komitmennya dalam mencetak talenta digital yang mampu menghadirkan solusi nyata terhadap permasalahan global di bidang teknologi informasi.
Ingin menjadi bagian dari inovasi teknologi yang berdampak nyata?
Magister Informatika UII membuka kesempatan bagi Anda untuk berkembang, meneliti, dan berkontribusi dalam menyelesaikan tantangan dunia digital masa depan.
Bergabung bersama kami sekarang juga! Dapatkan kesempatan bebas biaya pendaftaran (gratis) di periode pertama pendaftaran pmb.uii.ac.id.
Bersama Magister Informatika UII, belajar tidak hanya untuk memahami, tetapi untuk menciptakan perubahan.
Yogyakarta — Ada yang istimewa dari kehadiran Program Doktor Informatika Universitas Islam Indonesia (UII) di FTI Expo 2026. Berbeda dari program lain yang telah hadir berulang kali dalam pameran tahunan Fakultas Teknologi Industri ini, Program Doktor Informatika UII tampil untuk pertama kalinya — sebuah debut yang sekaligus menandai babak baru dalam ekosistem akademik Informatika UII.
Program Doktor Informatika UII resmi beroperasi pada semester ini, menjadikan FTI Expo 2026 yang berlangsung 8–12 April 2026 di Pakuwon Mall sebagai panggung perdana bagi program jenjang S3 ini untuk memperkenalkan dirinya kepada publik. Dan bersama debut tersebut, hadir kabar yang dinantikan: pendaftaran mahasiswa baru Program Doktor Informatika UII kini resmi dibuka.
Sesi pemaparan berlangsung pada hari pertama Expo, Rabu 8 April 2026, pukul 16.00–17.00 WIB, dipandu langsung oleh Dr. Ir. Raden Teduh Dirgahayu, S.T., M.Sc., Ketua Jurusan Informatika UII. Dengan tenang namun penuh wibawa, beliau membuka pemaparan dengan menegaskan bahwa program ini bukan sekadar perpanjangan dari jenjang magister — melainkan sebuah lompatan menuju frontier ilmu pengetahuan itu sendiri.
Program Doktor Informatika UII dirancang untuk mencetak peneliti dan pemikir yang mampu memberikan kontribusi orisinal bagi perkembangan ilmu teknologi informasi. Fokus riset yang dikembangkan mencakup dua bidang prioritas, yaitu:
Dr. Teduh menegaskan bahwa Program Doktor Informatika UII terbuka bagi kandidat dari latar belakang akademisi maupun profesional industri yang memiliki rekam jejak riset yang kuat. Mahasiswa doktoral akan mendapat bimbingan intensif dari promotor dan ko-promotor yang merupakan akademisi aktif di penelitian dan publikasi internasional.
Fasilitas pendukung pun tidak kalah mumpuni. Mahasiswa doktoral mendapatkan akses ke perpustakaan digital, basis data jurnal internasional, serta fasilitas komputasi berperforma tinggi. Lingkungan akademik UII yang kondusif mendorong kolaborasi lintas disiplin yang memperkaya kualitas disertasi.
Kehadiran perdana Program Doktor Informatika di FTI Expo 2026 adalah sinyal yang jelas: UII serius membangun ekosistem riset yang utuh — dari sarjana hingga doktoral — dan berkomitmen menghasilkan kontributor nyata bagi ilmu pengetahuan dan pembangunan bangsa.
Bagi para akademisi, peneliti, dan profesional yang selama ini bermimpi untuk mendorong batas-batas ilmu informatika, Program Doktor Informatika UII kini hadir sebagai jawaban.
Informasi lebih lanjut dan pendaftaran dapat diakses melalui informatics.uii.ac.id/doktor-informatika.
Daftar sekarang melalui pmb.uii.ac.id!!
Yogyakarta — Sesi pemaparan Program Magister Informatika Universitas Islam Indonesia (UII) pada hari kedua FTI Expo 2026, Kamis 9 April 2026, berlangsung bukan sekadar sebagai sesi informasi — melainkan sebuah percakapan intelektual yang mendalam. Dr. Ahmad Luthfi, S.Kom., M.Kom., dosen Program Magister Informatika UII yang tampil sebagai narasumber utama, berhasil membawa para pengunjung melihat pendidikan S2 dari perspektif yang jauh lebih luas dari sekadar kelanjutan studi.
Dengan latar belakang riset yang kuat dan keberhasilan meraih pendanaan riset nasional dari BIMA untuk tahun 2026, Pak Luthfi, demikian beliau disapa — menyampaikan pesan yang mengena: pendidikan magister bukan sekadar menambah gelar, melainkan tentang membangun kemampuan berpikir sistemik di tengah kompleksitas dunia digital.
“Di era ketika data menjadi bahasa baru dunia, kita tidak bisa hanya menjadi pengguna teknologi. Kita harus menjadi arsitek solusinya. Itulah yang kami latih di Magister Informatika UII.”
Pak Luthfi memaparkan bahwa Program Magister Informatika UII menawarkan empat spesialisasi unggulan — Enterprise Information Systems, Medical Informatics, Digital Forensics, dan Data Science — yang dirancang bukan hanya untuk menjawab kebutuhan industri saat ini, tetapi juga untuk mengantisipasi kebutuhan masa depan.
Salah satu insight terpenting yang beliau bagikan adalah tentang pergeseran paradigma dalam dunia kerja:
“Dulu, perusahaan mencari orang yang bisa mengoperasikan sistem. Sekarang, mereka mencari orang yang bisa merancang, mengevaluasi, dan memperbaiki sistem itu sendiri. Lulusan S2 kami dipersiapkan untuk peran-peran strategis itu.”
Beliau juga berbicara tentang pentingnya riset dalam ekosistem program magister. Para dosen di Magister Informatika UII bukan hanya pengajar — mereka adalah peneliti aktif yang secara konsisten mempublikasikan karya di jurnal dan konferensi internasional bereputasi. Mahasiswa diajak masuk langsung ke dalam proyek riset tersebut, bukan sekadar menjadi pengamat.
“Riset bukan hanya tentang menghasilkan jurnal. Riset adalah tentang mempertajam cara kita memandang masalah dan menemukan solusi yang belum pernah ada sebelumnya. Di sinilah nilai sejati S2 itu berada.”
Pak Luthfi juga menyentuh aspek yang sering menjadi kekhawatiran para profesional yang ingin melanjutkan studi: keseimbangan antara kuliah dan pekerjaan. Program Magister Informatika UII menawarkan fleksibilitas jadwal yang memungkinkan mahasiswa tetap aktif berkarier tanpa harus meninggalkan pekerjaan mereka.
Lebih jauh, beliau menekankan bagaimana nilai-nilai Islam yang tertanam dalam budaya akademik UII turut membentuk pendekatan etis dalam penerapan teknologi — sebuah perspektif yang semakin relevan di era AI dan big data yang penuh tantangan moral.
Sesi yang berlangsung dalam suasana hangat dan interaktif itu ditutup dengan antusiasme tinggi dari para peserta — mulai dari fresh graduate yang mempertimbangkan studi lanjut, hingga profesional senior yang ingin memperbarui kompetensinya.
Informasi pendaftaran Program Magister Informatika UII dapat diakses melalui informatics.uii.ac.id/magister atau Instagram @magistertf.uii.
Daftar sekarang melalui pmb.uii.ac.id!!
Yogyakarta — While many exhibition booths rely on brochures and verbal explanations, the International Program (IP) booth of UII Informatics at FTI Expo 2026 offered something entirely different: the real, tangible work of its own students. Throughout the five days of the expo — April 8–12, 2026 at Pakuwon Mall, Yogyakarta — visitors had the opportunity to interact directly with innovative projects developed by IP Informatics UII students.
This project showcase set the International Program apart from other study programs at the exhibition. Rather than passively listening to curriculum descriptions, visitors were invited into the lived reality of the IP student experience — an internationally standardized academic ecosystem where all courses are delivered in English.
The students manning the booth did more than explain their projects in fluent English — they fielded technical questions from a diverse audience ranging from parents and high school teachers to industry professionals. These interactions served as living proof that the International Program genuinely prepares its students to communicate and collaborate at a global level.
UII’s International Program in Informatics delivers all coursework in English and provides selected students with the opportunity to earn a Double Degree with a scholarship in China. Its curriculum is aligned with international standards, integrating strong technical foundations with the development of global soft skills.
The presence of IP student projects at FTI Expo 2026 was more than a display — it was a statement. UII Informatics International Program is ready to produce world-class innovators who don’t just think globally, but act locally with real and lasting impact.
Complete information about the UII Informatics International Program is available at informatics.uii.ac.id/sarjana or Instagram @ip.informaticsuii.
Register now at pmb.uii.ac.id!!
Yogyakarta — FTI Expo 2026 berlangsung pada 8–12 April 2026 di Pakuwon Mall, YogyakartA. Pada hari keempat Expo, Sabtu 11 April 2026, Dr. (cand.) Kholid Haryono, S.T., M.Kom. hadir bukan sekadar menjelaskan program studi — beliau menghadirkan energi, inspirasi, dan keyakinan yang mengalir langsung kepada para calon mahasiswa yang memadati area pameran.
Dengan gaya penyampaian yang hangat, Pak Kholid begitu membuka sesinya dengan sebuah pernyataan yang langsung menarik perhatian:
“Informatika UII bukan tempat kamu belajar coding. Ini adalah tempat kamu belajar berpikir, berkolaborasi, dan menciptakan sesuatu yang benar-benar bermakna bagi dunia.”
Kutipan itu bukan sekadar retorika. Pak Kholid kemudian menjabarkan bagaimana pendekatan project-based learning yang diterapkan di Program Sarjana Reguler Informatika UII benar-benar mendorong mahasiswa untuk keluar dari zona belajar konvensional. Mahasiswa tidak hanya mengerjakan tugas akademis, tetapi membangun solusi nyata untuk permasalahan yang ada di masyarakat dan industri.
Beliau juga menekankan peran ekosistem pembelajaran yang dibangun UII:
“Kami tidak mencetak programmer semata. Kami membentuk talenta digital yang punya karakter yang tahu mengapa mereka membuat sesuatu, bukan hanya bagaimana caranya.”
Pesan ini beresonansi kuat dengan para pengunjung, khususnya calon mahasiswa yang hadir bersama orang tua mereka. Banyak yang terlihat mencatat, mengangkat tangan untuk bertanya, bahkan mendatangi meja Informatika UII usai sesi berlangsung.
Pak Kholid turut menyoroti rekam jejak alumni Program Sarjana Reguler yang telah berkarier di perusahaan teknologi terkemuka nasional maupun internasional sebagai Software Engineer, Data Scientist, AI Engineer, hingga technopreneur. Namun yang paling memotivasi, menurutnya, bukan sekadar gelar atau posisi, melainkan dampak yang mampu diciptakan.
“Yang membuat kami bangga bukanlah berapa banyak alumni kami yang bekerja di perusahaan besar. Yang membuat kami bangga adalah ketika alumni kami membangun perusahaan itu sendiri, atau menciptakan teknologi yang mengubah cara orang hidup.”
Kurikulum Program Sarjana Reguler sendiri telah dirancang ulang agar selaras dengan kebutuhan industri 4.0 dan perkembangan kecerdasan buatan. Mahasiswa mendapat akses ke laboratorium modern, program magang terstruktur, serta jaringan alumni dan mitra industri yang terus berkembang. Semua ini berdiri di atas fondasi nilai-nilai Islam yang membentuk karakter Ulil Albab — lulusan yang tidak hanya cerdas secara teknis, tetapi juga berintegritas.
Semangat yang ditularkan Pak Kholid di FTI Expo 2026 menjadi cerminan dari visi besar Program Sarjana Reguler Informatika UII: mencetak generasi inovator yang siap menjawab tantangan global dengan kecakapan, kolaborasi, dan nilai-nilai luhur.
Informasi lengkap mengenai Program Sarjana Reguler Informatika UII dapat diakses melalui laman resmi informatics.uii.ac.id atau Instagram @informatics.uii.
Daftar sekarang melalui pmb.uii.ac.id!!
Yogyakarta — Program Studi Magister Informatika Universitas Islam Indonesia (UII) kembali menorehkan prestasi gemilang di kancah riset nasional. Sebanyak 4 dosen Magister Informatika UII berhasil lolos seleksi pendanaan BIMA (Basis Informasi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat) 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), dengan total tujuh judul riset yang mendapatkan pendanaan.
Capaian ini merupakan bukti nyata komitmen sivitas akademika Magister Informatika UII dalam menghadirkan riset yang tidak hanya bernilai akademis tinggi, namun juga berdampak langsung bagi masyarakat. Skema pendanaan BIMA sendiri merupakan salah satu program strategis pemerintah untuk mendorong akselerasi penelitian terapan perguruan tinggi agar mampu menjawab tantangan nyata di berbagai sektor.
Dosen senior Magister Informatika UII ini berhasil meloloskan tiga judul riset sekaligus dalam skema pendanaan BIMA 2026, yaitu:
Dosen Magister Informatika UII ini berhasil lolos dengan dua judul riset dalam skema BIMA 2026:
Dosen Magister Informatika UII ini berhasil meloloskan judul riset dalam skema BIMA 2026:
Dosen Magister Informatika UII ini meloloskan judul riset dalam skema BIMA 2026:
Keberhasilan 4 dosen dengan total 7 judul riset ini mencerminkan semangat inovasi yang terus tumbuh di lingkungan Magister Informatika UII. Riset-riset yang lolos mencakup spektrum yang sangat luas mulai dari kecerdasan buatan, kesehatan, pariwisata, peternakan, hingga pemrosesan bahasa natural, ini menunjukkan bahwa Magister Informatika UII hadir sebagai aktor aktif dalam menjawab berbagai persoalan nyata di masyarakat.
Dengan dukungan pendanaan dari Kemdiktisaintek melalui skema BIMA 2026, para peneliti diharapkan dapat mengakselerasi pengembangan riset mereka dan memperluas dampaknya ke tingkat nasional maupun internasional.
Program Studi Magister Informatika UII terus mendorong seluruh civitas akademika untuk aktif berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, sejalan dengan visi institusi sebagai pusat keunggulan akademik dan riset di Indonesia.
Ingin menjadi bagian dari peneliti yang berdampak? Bergabunglah bersama kami di Magister Informatika UII.
Informasi selengkapnya tersedia di tautan pada laman resmi program studi informatics.uii.ac.id/magister dan pendaftaran melalui pmb.uii.ac.id.
Gedung KH. Mas Mansyur Lantai 2
Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang KM. 14,5 Sleman Yogyakarta 55584
Telepon: +62 274 895287 ext. 122
Faks: +62 274 895007
Email:
Jurusan: [email protected]
Prodi Informatika Program Sarjana: [email protected]
Prodi Informatika Program Magister : [email protected]
Prodi Informatika PJJ : [email protected]
Instagram: @informatics.uii

