Sleman, Yogyakarta – Program Studi Magister Informatika, Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII), secara resmi menggelar Konferensi Pers pada Selasa (28/4/2026) untuk memperkenalkan terobosan terbaru di bidang keamanan siber, yaitu metode investigasi forensik real-time untuk menangani serangan Distributed Denial of Service (DDoS) pada jaringan IPv6.

Konferensi pers ini menyoroti urgensi meningkatnya ancaman siber seiring dengan transisi global dari IPv4 ke IPv6. Dalam paparannya, tim akademik menjelaskan bahwa serangan DDoS pada jaringan IPv6 memiliki karakteristik yang lebih kompleks dan sulit dideteksi, bahkan berpotensi menyebabkan gangguan serius hingga melumpuhkan layanan jaringan secara keseluruhan. 

Penelitian yang menjadi sorotan dalam konferensi ini dikembangkan oleh Frendi Yusroni, alumni Magister Informatika UII, di bawah bimbingan Dr. Ahmad Luthfi. Penelitian tersebut menghadirkan pendekatan inovatif melalui integrasi metode Live Forensics dengan framework Digital Forensic Framework for Reviewing and Investigating Cyber Attack (D4I). Menurut Dr. Ahmad Luthfi, pendekatan ini menjadi terobosan penting dalam dunia forensik digital karena mampu melakukan proses investigasi tanpa mengganggu operasional sistem. “Integrasi ini memungkinkan investigasi dilakukan secara real-time tanpa mematikan perangkat, sehingga kontinuitas layanan jaringan tetap terjaga,” jelasnya dalam konferensi tersebut. 

Dalam implementasinya, metode ini mampu mengakuisisi data volatil seperti log memori, CPU, dan trafik jaringan secara langsung saat serangan berlangsung. Selanjutnya, data tersebut dianalisis menggunakan pendekatan Cyber Kill Chain dan Chain of Artifacts untuk merekonstruksi pola serangan secara sistematis. Frendi Yusroni menjelaskan bahwa penelitian ini telah diuji melalui berbagai skenario serangan DDoS pada lingkungan terkendali. Hasilnya menunjukkan bahwa metode yang dikembangkan tidak hanya mampu mendeteksi serangan secara lebih akurat, tetapi juga membedakan karakteristik serangan yang menargetkan infrastruktur jaringan maupun sumber daya server secara spesifik. 

Lebih lanjut, penelitian ini berhasil menghasilkan rekonstruksi kronologi serangan yang lengkap berbasis pendekatan 5W1H (What, Who, Where, When, Why, How), sehingga dapat memberikan bukti digital yang kuat dan valid untuk kebutuhan investigasi maupun penegakan hukum. Rilis penelitian ini turut mendapat perhatian luas dari berbagai media nasional dan regional, yang menyoroti kontribusinya dalam menjawab tantangan keamanan siber modern, khususnya pada ekosistem jaringan IPv6 yang semakin kompleks.

“Dari Kampus untuk Dunia Nyata”

Keberhasilan penelitian ini menjadi bukti nyata bahwa proses pembelajaran di Magister Informatika UII tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga menghasilkan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat dan dunia industri. Melalui riset yang dikembangkan oleh Frendi Yusroni bersama dosen pembimbing Dr. Ahmad Luthfi, Magister Informatika UII menunjukkan komitmennya dalam mencetak talenta digital yang mampu menghadirkan solusi nyata terhadap permasalahan global di bidang teknologi informasi.

Ingin menjadi bagian dari inovasi teknologi yang berdampak nyata?
Magister Informatika UII membuka kesempatan bagi Anda untuk berkembang, meneliti, dan berkontribusi dalam menyelesaikan tantangan dunia digital masa depan.

Bergabung bersama kami sekarang juga! Dapatkan kesempatan bebas biaya pendaftaran (gratis) di periode pertama pendaftaran pmb.uii.ac.id.

Bersama Magister Informatika UII, belajar tidak hanya untuk memahami, tetapi untuk menciptakan perubahan.

Yogyakarta — Ada yang istimewa dari kehadiran Program Doktor Informatika Universitas Islam Indonesia (UII) di FTI Expo 2026. Berbeda dari program lain yang telah hadir berulang kali dalam pameran tahunan Fakultas Teknologi Industri ini, Program Doktor Informatika UII tampil untuk pertama kalinya — sebuah debut yang sekaligus menandai babak baru dalam ekosistem akademik Informatika UII.

Program Doktor Informatika UII resmi beroperasi pada semester ini, menjadikan FTI Expo 2026 yang berlangsung 8–12 April 2026 di Pakuwon Mall sebagai panggung perdana bagi program jenjang S3 ini untuk memperkenalkan dirinya kepada publik. Dan bersama debut tersebut, hadir kabar yang dinantikan: pendaftaran mahasiswa baru Program Doktor Informatika UII kini resmi dibuka.

Sesi pemaparan berlangsung pada hari pertama Expo, Rabu 8 April 2026, pukul 16.00–17.00 WIB, dipandu langsung oleh Dr. Ir. Raden Teduh Dirgahayu, S.T., M.Sc., Ketua Jurusan Informatika UII. Dengan tenang namun penuh wibawa, beliau membuka pemaparan dengan menegaskan bahwa program ini bukan sekadar perpanjangan dari jenjang magister — melainkan sebuah lompatan menuju frontier ilmu pengetahuan itu sendiri.

Program Doktor Informatika UII dirancang untuk mencetak peneliti dan pemikir yang mampu memberikan kontribusi orisinal bagi perkembangan ilmu teknologi informasi. Fokus riset yang dikembangkan mencakup dua bidang prioritas, yaitu:

  • Sistem Informasi Enterprise Inteligen, yang menitikberatkan pada transformasi data menjadi wawasan strategis dalam organisasi,
  • Informatika Medis, bidang multidisipliner yang menggabungkan teknologi informasi, data science, dan ilmu kesehatan untuk mendukung transformasi layanan kesehatan digital.

Dr. Teduh menegaskan bahwa Program Doktor Informatika UII terbuka bagi kandidat dari latar belakang akademisi maupun profesional industri yang memiliki rekam jejak riset yang kuat. Mahasiswa doktoral akan mendapat bimbingan intensif dari promotor dan ko-promotor yang merupakan akademisi aktif di penelitian dan publikasi internasional.

Fasilitas pendukung pun tidak kalah mumpuni. Mahasiswa doktoral mendapatkan akses ke perpustakaan digital, basis data jurnal internasional, serta fasilitas komputasi berperforma tinggi. Lingkungan akademik UII yang kondusif mendorong kolaborasi lintas disiplin yang memperkaya kualitas disertasi.

Kehadiran perdana Program Doktor Informatika di FTI Expo 2026 adalah sinyal yang jelas: UII serius membangun ekosistem riset yang utuh — dari sarjana hingga doktoral — dan berkomitmen menghasilkan kontributor nyata bagi ilmu pengetahuan dan pembangunan bangsa.

Bagi para akademisi, peneliti, dan profesional yang selama ini bermimpi untuk mendorong batas-batas ilmu informatika, Program Doktor Informatika UII kini hadir sebagai jawaban.

Informasi lebih lanjut dan pendaftaran dapat diakses melalui informatics.uii.ac.id/doktor-informatika.

Daftar sekarang melalui pmb.uii.ac.id!!

Yogyakarta — Sesi pemaparan Program Magister Informatika Universitas Islam Indonesia (UII) pada hari kedua FTI Expo 2026, Kamis 9 April 2026, berlangsung bukan sekadar sebagai sesi informasi — melainkan sebuah percakapan intelektual yang mendalam. Dr. Ahmad Luthfi, S.Kom., M.Kom., dosen Program Magister Informatika UII yang tampil sebagai narasumber utama, berhasil membawa para pengunjung melihat pendidikan S2 dari perspektif yang jauh lebih luas dari sekadar kelanjutan studi.

Dengan latar belakang riset yang kuat dan keberhasilan meraih pendanaan riset nasional dari BIMA untuk tahun 2026, Pak Luthfi, demikian beliau disapa — menyampaikan pesan yang mengena: pendidikan magister bukan sekadar menambah gelar, melainkan tentang membangun kemampuan berpikir sistemik di tengah kompleksitas dunia digital.

“Di era ketika data menjadi bahasa baru dunia, kita tidak bisa hanya menjadi pengguna teknologi. Kita harus menjadi arsitek solusinya. Itulah yang kami latih di Magister Informatika UII.”

Pak Luthfi memaparkan bahwa Program Magister Informatika UII menawarkan empat spesialisasi unggulan — Enterprise Information Systems, Medical Informatics, Digital Forensics, dan Data Science — yang dirancang bukan hanya untuk menjawab kebutuhan industri saat ini, tetapi juga untuk mengantisipasi kebutuhan masa depan.

Salah satu insight terpenting yang beliau bagikan adalah tentang pergeseran paradigma dalam dunia kerja:

“Dulu, perusahaan mencari orang yang bisa mengoperasikan sistem. Sekarang, mereka mencari orang yang bisa merancang, mengevaluasi, dan memperbaiki sistem itu sendiri. Lulusan S2 kami dipersiapkan untuk peran-peran strategis itu.”

Beliau juga berbicara tentang pentingnya riset dalam ekosistem program magister. Para dosen di Magister Informatika UII bukan hanya pengajar — mereka adalah peneliti aktif yang secara konsisten mempublikasikan karya di jurnal dan konferensi internasional bereputasi. Mahasiswa diajak masuk langsung ke dalam proyek riset tersebut, bukan sekadar menjadi pengamat.

“Riset bukan hanya tentang menghasilkan jurnal. Riset adalah tentang mempertajam cara kita memandang masalah dan menemukan solusi yang belum pernah ada sebelumnya. Di sinilah nilai sejati S2 itu berada.”

Pak Luthfi juga menyentuh aspek yang sering menjadi kekhawatiran para profesional yang ingin melanjutkan studi: keseimbangan antara kuliah dan pekerjaan. Program Magister Informatika UII menawarkan fleksibilitas jadwal yang memungkinkan mahasiswa tetap aktif berkarier tanpa harus meninggalkan pekerjaan mereka.

Lebih jauh, beliau menekankan bagaimana nilai-nilai Islam yang tertanam dalam budaya akademik UII turut membentuk pendekatan etis dalam penerapan teknologi — sebuah perspektif yang semakin relevan di era AI dan big data yang penuh tantangan moral.

Sesi yang berlangsung dalam suasana hangat dan interaktif itu ditutup dengan antusiasme tinggi dari para peserta — mulai dari fresh graduate yang mempertimbangkan studi lanjut, hingga profesional senior yang ingin memperbarui kompetensinya.

Informasi pendaftaran Program Magister Informatika UII dapat diakses melalui informatics.uii.ac.id/magister atau Instagram @magistertf.uii.

Daftar sekarang melalui pmb.uii.ac.id!!

Yogyakarta — While many exhibition booths rely on brochures and verbal explanations, the International Program (IP) booth of UII Informatics at FTI Expo 2026 offered something entirely different: the real, tangible work of its own students. Throughout the five days of the expo — April 8–12, 2026 at Pakuwon Mall, Yogyakarta — visitors had the opportunity to interact directly with innovative projects developed by IP Informatics UII students.

This project showcase set the International Program apart from other study programs at the exhibition. Rather than passively listening to curriculum descriptions, visitors were invited into the lived reality of the IP student experience — an internationally standardized academic ecosystem where all courses are delivered in English.

The students manning the booth did more than explain their projects in fluent English — they fielded technical questions from a diverse audience ranging from parents and high school teachers to industry professionals. These interactions served as living proof that the International Program genuinely prepares its students to communicate and collaborate at a global level.

UII’s International Program in Informatics delivers all coursework in English and provides selected students with the opportunity to earn a Double Degree with a scholarship in China. Its curriculum is aligned with international standards, integrating strong technical foundations with the development of global soft skills.

The presence of IP student projects at FTI Expo 2026 was more than a display — it was a statement. UII Informatics International Program is ready to produce world-class innovators who don’t just think globally, but act locally with real and lasting impact.

Complete information about the UII Informatics International Program is available at informatics.uii.ac.id/sarjana or Instagram @ip.informaticsuii.

Register now at pmb.uii.ac.id!!

Yogyakarta — FTI Expo 2026 berlangsung pada 8–12 April 2026 di Pakuwon Mall, YogyakartA. Pada hari keempat Expo, Sabtu 11 April 2026, Dr. (cand.) Kholid Haryono, S.T., M.Kom. hadir bukan sekadar menjelaskan program studi — beliau menghadirkan energi, inspirasi, dan keyakinan yang mengalir langsung kepada para calon mahasiswa yang memadati area pameran.

Dengan gaya penyampaian yang hangat, Pak Kholid begitu membuka sesinya dengan sebuah pernyataan yang langsung menarik perhatian:

“Informatika UII bukan tempat kamu belajar coding. Ini adalah tempat kamu belajar berpikir, berkolaborasi, dan menciptakan sesuatu yang benar-benar bermakna bagi dunia.”

Kutipan itu bukan sekadar retorika. Pak Kholid kemudian menjabarkan bagaimana pendekatan project-based learning yang diterapkan di Program Sarjana Reguler Informatika UII benar-benar mendorong mahasiswa untuk keluar dari zona belajar konvensional. Mahasiswa tidak hanya mengerjakan tugas akademis, tetapi membangun solusi nyata untuk permasalahan yang ada di masyarakat dan industri.

Beliau juga menekankan peran ekosistem pembelajaran yang dibangun UII:

“Kami tidak mencetak programmer semata. Kami membentuk talenta digital yang punya karakter yang tahu mengapa mereka membuat sesuatu, bukan hanya bagaimana caranya.”

Pesan ini beresonansi kuat dengan para pengunjung, khususnya calon mahasiswa yang hadir bersama orang tua mereka. Banyak yang terlihat mencatat, mengangkat tangan untuk bertanya, bahkan mendatangi meja Informatika UII usai sesi berlangsung.

Pak Kholid turut menyoroti rekam jejak alumni Program Sarjana Reguler yang telah berkarier di perusahaan teknologi terkemuka nasional maupun internasional sebagai Software Engineer, Data Scientist, AI Engineer, hingga technopreneur. Namun yang paling memotivasi, menurutnya, bukan sekadar gelar atau posisi, melainkan dampak yang mampu diciptakan.

“Yang membuat kami bangga bukanlah berapa banyak alumni kami yang bekerja di perusahaan besar. Yang membuat kami bangga adalah ketika alumni kami membangun perusahaan itu sendiri, atau menciptakan teknologi yang mengubah cara orang hidup.”

Kurikulum Program Sarjana Reguler sendiri telah dirancang ulang agar selaras dengan kebutuhan industri 4.0 dan perkembangan kecerdasan buatan. Mahasiswa mendapat akses ke laboratorium modern, program magang terstruktur, serta jaringan alumni dan mitra industri yang terus berkembang. Semua ini berdiri di atas fondasi nilai-nilai Islam yang membentuk karakter Ulil Albab — lulusan yang tidak hanya cerdas secara teknis, tetapi juga berintegritas.

Semangat yang ditularkan Pak Kholid di FTI Expo 2026 menjadi cerminan dari visi besar Program Sarjana Reguler Informatika UII: mencetak generasi inovator yang siap menjawab tantangan global dengan kecakapan, kolaborasi, dan nilai-nilai luhur.

Informasi lengkap mengenai Program Sarjana Reguler Informatika UII dapat diakses melalui laman resmi informatics.uii.ac.id atau Instagram @informatics.uii.

Daftar sekarang melalui pmb.uii.ac.id!!

Yogyakarta — Program Studi Magister Informatika Universitas Islam Indonesia (UII) kembali menorehkan prestasi gemilang di kancah riset nasional. Sebanyak 4 dosen Magister Informatika UII berhasil lolos seleksi pendanaan BIMA (Basis Informasi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat) 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), dengan total tujuh judul riset yang mendapatkan pendanaan.

Capaian ini merupakan bukti nyata komitmen sivitas akademika Magister Informatika UII dalam menghadirkan riset yang tidak hanya bernilai akademis tinggi, namun juga berdampak langsung bagi masyarakat. Skema pendanaan BIMA sendiri merupakan salah satu program strategis pemerintah untuk mendorong akselerasi penelitian terapan perguruan tinggi agar mampu menjawab tantangan nyata di berbagai sektor.

Dosen dan Riset yang Lolos Pendanaan

  1. Ir. Irving Vitra Paputungan, S.T., M.Sc., Ph.D.

Dosen senior Magister Informatika UII ini berhasil meloloskan tiga judul riset sekaligus dalam skema pendanaan BIMA 2026, yaitu:

  • PPS-PTMPengembangan Model Proses Bisnis dan Sistem Informasi Pariwisata Kesehatan Berbasis Kearifan Lokal di Yogyakarta Riset ini berfokus pada pengembangan sistem informasi yang mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal dalam ekosistem pariwisata kesehatan di Yogyakarta, sebagai upaya mendorong digitalisasi sektor wisata yang berpijak pada budaya setempat.
  • PPS-PTMDeteksi Dini Risiko Performa Akademik Mahasiswa Berbasis AI melalui Data Akademik, Perilaku Akademik, dan Profil Kepribadian Penelitian ini mengembangkan model kecerdasan buatan untuk mendeteksi secara dini potensi penurunan performa akademik mahasiswa, dengan memanfaatkan kombinasi data akademik, pola perilaku, dan profil kepribadian sebagai variabel prediktif.
  • PFRPengembangan Model Fundamental AI Multimodal untuk Deteksi Dini Kesehatan dan Produktivitas Ternak Tropis Riset lintas sektor ini mengembangkan model AI multimodal yang mampu mendeteksi kondisi kesehatan dan produktivitas ternak tropis secara dini, membuka peluang besar bagi transformasi digital di sektor peternakan Indonesia.
  1. Ir. Firdaus, S.T., M.T., Ph.D., IPM.

Dosen Magister Informatika UII ini berhasil lolos dengan dua judul riset dalam skema BIMA 2026:

  • PPS-PTMDeteksi Penyakit Sleep Apnea Menggunakan Radar FMCW Berbasis Pengukuran Laju Pernafasan Dengan Algoritma Transformer Penelitian inovatif ini mengembangkan sistem deteksi penyakit sleep apnea secara non-invasif menggunakan teknologi radar FMCW (Frequency-Modulated Continuous Wave) yang dikombinasikan dengan algoritma Transformer untuk menganalisis pola laju pernapasan secara akurat.
  • PT-LPSistem Manajemen Aset, Dokumen, dan Personalia Berbasis Indoor Positioning System (IPS) di Perusahaan dan Rumah Sakit Riset ini merancang sistem manajemen terintegrasi berbasis teknologi Indoor Positioning System untuk memudahkan pelacakan dan pengelolaan aset, dokumen, serta personalia secara real-time di lingkungan perusahaan dan fasilitas kesehatan.
  1. Prof. Dr. Sri Kusumadewi, S.Si., M.T.

Dosen Magister Informatika UII ini berhasil meloloskan judul riset dalam skema BIMA 2026:

  • PT-LM — Model e-Health Kampus Sehat untuk Mendukung Transformasi Kesehatan Digital Indonesia 
  1. Mukhammad Andri Setiawan, S.T., M.Sc., Ph.D.

Dosen Magister Informatika UII ini meloloskan judul riset dalam skema BIMA 2026:

  • PPS-PTMAcademicNLQ Framework: Domain Adaptation Model dan Query Dataset untuk Natural LanguagePenelitian ini mengembangkan kerangka kerja AcademicNLQ yang berfokus pada adaptasi model pemrosesan bahasa alami (Natural Language Processing/NLP) untuk domain akademik, sekaligus membangun dataset query yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan sistem tanya-jawab berbasis bahasa natural di lingkungan perguruan tinggi.

Keberhasilan 4 dosen dengan total 7 judul riset ini mencerminkan semangat inovasi yang terus tumbuh di lingkungan Magister Informatika UII. Riset-riset yang lolos mencakup spektrum yang sangat luas mulai dari kecerdasan buatan, kesehatan, pariwisata, peternakan, hingga pemrosesan bahasa natural, ini menunjukkan bahwa Magister Informatika UII hadir sebagai aktor aktif dalam menjawab berbagai persoalan nyata di masyarakat.

Dengan dukungan pendanaan dari Kemdiktisaintek melalui skema BIMA 2026, para peneliti diharapkan dapat mengakselerasi pengembangan riset mereka dan memperluas dampaknya ke tingkat nasional maupun internasional.

Program Studi Magister Informatika UII terus mendorong seluruh civitas akademika untuk aktif berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, sejalan dengan visi institusi sebagai pusat keunggulan akademik dan riset di Indonesia.

Ingin menjadi bagian dari peneliti yang berdampak? Bergabunglah bersama kami di Magister Informatika UII.

Informasi selengkapnya tersedia di tautan pada laman resmi program studi informatics.uii.ac.id/magister dan pendaftaran melalui pmb.uii.ac.id.

 



Program Studi Informatika Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) Universitas Islam Indonesia (UII) turut ambil bagian dalam FTI Expo 2026, pameran dari Fakultas Teknologi Industri UII yang berlangsung pada 8–12 April 2026 di Pakuwon Mall, Yogyakarta. Di antara seluruh program studi yang berpartisipasi, PJJ Informatika UII hadir dengan tawaran yang relevan bagi generasi muda masa kini: meraih gelar Sarjana Informatika secara fleksibel, tanpa terhalang jarak maupun kesibukan.

Puncak partisipasi PJJ Informatika dalam expo ini adalah sesi presentasi khusus pada hari terakhir, Ahad 12 April 2026 pukul 11.00–12.00. Ari Sujarwo, S.Kom., MIT, dosen sekaligus tim perintis PJJ Informatika UII, tampil langsung memaparkan profil, keunggulan, dan peluang karier lulusan PJJ Informatika UII. Beliau menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan mereka yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi di bidang teknologi informasi namun terkendala oleh jarak, pekerjaan, atau faktor geografis. Lulusan program ini disiapkan untuk mengisi posisi-posisi strategis di dunia digital seperti Software Engineer, Data Analyst, hingga IT Consultant.

PJJ Informatika UII mengusung nilai-nilai khas Universitas Islam Indonesia, yakni integrasi ilmu dan nilai Islam yang membentuk karakter unggul berintegritas (Ulil Albab), didukung akses ke perpustakaan digital, jurnal ilmiah, serta jaringan internasional yang telah diakui secara global. Bagi calon mahasiswa di luar Yogyakarta pun, UII memastikan pengalaman belajar yang kondusif dan inklusif meski dijalani dari jarak jauh.

Untuk memeriahkan sesi dan menarik minat peserta, panitia menyiapkan doorprize berupa mushaf travel size, tumbler eksklusif PJJ, dan e-wallet. Respon peserta sangat antusias, mencerminkan tingginya minat masyarakat terhadap opsi kuliah jarak jauh berkualitas. Informasi lebih lanjut mengenai PJJ Informatika UII dapat diakses melalui Instagram @pjj.informatics.uii atau situs resmi informatics.uii.ac.id/pjj.

Yogyakarta — Program Studi Informatika Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) Universitas Islam Indonesia (UII) sukses menyelenggarakan PJJ START — Student Ta’aruf Academic Relation Talk — pada Selasa, 7 April 2026. Acara yang berlangsung secara hybrid di Learning Space 2, FTI UII, sekaligus melalui Zoom Meeting ini menjadi ajang orientasi akademik bagi mahasiswa baru Informatika PJJ pada Semester Genap 2025/2026. Kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB dan berjalan lancar hingga siang hari.

Rangkaian acara meliputi penjelasan akademik oleh Kaprodi, perkenalan dosen, tutor, tenaga kependidikan, dan asisten, hingga sesi sharing bersama alumni Informatika UII. Salah satu sesi yang paling dinantikan adalah Short Training seputar UII Gateway, Email UII-MFA, dan Classroom yang dipandu oleh Badan Sistem Informasi UII. Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan ini, Reyhandri Muhammad Naufal, S.Kom dari Badan Sistem Informasi UII, Bamasatya Hendraprasta, S.Kom selaku alumni Informatika UII, serta Erika Ramadhani, S.T., M.Eng dari ITCentrum UII. Acara ditutup dengan sesi Perkenalan ITCentrum, tur fasilitas Informatika, dan makan siang bersama.

Semangat dan antusiasme mahasiswa baru tampak luar biasa, bahkan sebelum acara resmi dimulai. Salah satu peserta, Kak Elsa, rela menempuh perjalanan jauh dari Magetan menuju Yogyakarta dengan menaiki bus sejak pukul 02.00 dini hari demi tiba di kampus UII tepat waktu pukul 08.00 pagi. Tak kalah bersemangat, Kak Farid pun sudah bergegas berangkat usai menunaikan salat Subuh. Dedikasi para mahasiswa ini menjadi cerminan nyata komitmen mereka dalam menjalani perkuliahan jarak jauh di Informatika UII.

PJJ START diharapkan menjadi bekal awal yang kuat bagi mahasiswa baru dalam memahami sistem akademik, mengenal lingkungan kampus, serta membangun jejaring dengan sesama mahasiswa, dosen, dan alumni. Program Studi Informatika PJJ UII berkomitmen untuk terus mendukung mahasiswanya agar dapat menjalani perkuliahan secara optimal, di mana pun mereka berada.

JADWAL PMB MAGISTER UII

JADWAL PMB MAGISTER UII

Program Studi Informatika Program Magister Universitas Islam Indonesia dengan bangga mengumumkan pembukaan pendaftaran mahasiswa baru untuk Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027. 

Pendaftaran dibuka dalam 5 (lima) periode dengan rincian jadwal sebagai berikut:

Periode Tanggal Pembukaan Tanggal Penutupan
Periode 1 1 April 2026 28 April 2026
Periode 2 1 Mei 2026 29 Mei 2026
Periode 3 1 Juni 2026 28 Juni 2026
Periode 4 1 Juli 2026 29 Juli 2026
Periode 5 1 Agustus 2026 20 Agustus 2026

Informasi Penting: Pendaftaran GRATIS KHUSUS PERIODE 1. Calon mahasiswa dapat mendaftar secara online melalui laman resmi penerimaan mahasiswa baru UII di pmb.uii.ac.id.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai persyaratan, kurikulum, dan program studi, silakan kunjungi informatics.uii.ac.id/magister atau hubungi kami melalui media sosial resmi @magistertf.uii

Yogyakarta, 11 Maret 2026 – Jurusan Informatika Universitas Islam Indonesia (UII) kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat melalui kegiatan Bakti Sosial dan Buka Bersama yang diselenggarakan pada hari Rabu, 11 Maret 2026, bertempat di Dusun Mancasan, Ambarketawang.

Kegiatan ini dihadiri oleh warga setempat dengan total 125 penerima manfaat yang merupakan masyarakat kurang mampu di wilayah tersebut. Acara ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Ramadan yang bertujuan untuk mempererat silaturahmi sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial di lingkungan sekitar.

Acara dibuka dengan sambutan dari Dukuh Mancasan, Nur Hidayah, yang menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Dalam sambutannya, beliau mengungkapkan rasa terima kasih kepada Jurusan Informatika UII atas perhatian dan kontribusi nyata kepada masyarakat Dusun Mancasan.

Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan pengajian Ramadan yang disampaikan oleh Nanang Joko Purwanto. Dalam tausiyahnya yang bertema “Tips Meraih Keberkahan di Bulan Ramadan”, beliau mengajak masyarakat untuk meningkatkan kualitas ibadah, memperbanyak amal kebaikan, serta menjaga keikhlasan dalam setiap aktivitas selama bulan suci Ramadan.

Memasuki waktu Maghrib, seluruh peserta melaksanakan salat Maghrib berjamaah yang dilanjutkan dengan kegiatan buka bersama dalam suasana penuh kebersamaan dan kekeluargaan.

Sebagai penutup, panitia menyelenggarakan pembagian paket sembako kepada masyarakat yang membutuhkan. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu meringankan beban warga serta menjadi wujud nyata kepedulian sosial dari sivitas akademika Jurusan Informatika UII.

Melalui kegiatan ini, Jurusan Informatika UII tidak hanya berperan dalam bidang akademik, tetapi juga turut berkontribusi dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, khususnya di bulan Ramadan yang penuh berkah.