YOGYAKARTA — Kelompok Bidang Ilmu (KBI) Informatika, Universitas Islam Indonesia (UII), menyampaikan kabar membanggakan atas kenaikan jabatan akademik Prof. Ir. Dhomas Hatta Fudholi, S.T., M.Eng., Ph.D., IPM., ASEAN Eng. menjadi Profesor/Guru Besar dalam bidang Penambangan Data dan Penemuan Pengetahuan, terhitung sejak 1 Oktober 2026.
Pada usia 40 tahun, Prof. Dhomas menjadi profesor aktif ke-49 di UII pada 2026. Surat keputusan kenaikan jabatan akademik tersebut diserahkan secara simbolis oleh Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah V, Prof. Setyabudi Indartono, kepada Rektor UII, Prof. Hari Purnomo. Selanjutnya, Rektor UII menyerahkan surat keputusan kepada Prof. Dhomas dalam kegiatan di Gedung Prof. Dr. dr. Sardjito, M.D., M.P.H., Kampus Terpadu UII, pada Kamis (22/10/2026).
Profesor sebagai Amanah Akademik
Profesor atau Guru Besar merupakan jabatan akademik tertinggi bagi dosen di perguruan tinggi. Pencapaian ini mencerminkan dedikasi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, yang meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Bagi Prof. Dhomas, jabatan profesor bukanlah akhir perjalanan akademik, melainkan amanah untuk memastikan ilmu pengetahuan terus memberikan manfaat.
“Profesor bukan puncak, melainkan amanah untuk memastikan ilmu terus bermanfaat dan diwariskan,” ujar Prof. Dhomas.
Rektor UII, Prof. Hari Purnomo, turut menyampaikan ucapan selamat atas pencapaian tersebut. Menurutnya, raihan profesor dalam bidang Penambangan Data dan Penemuan Pengetahuan menjadi kebanggaan sekaligus memperkuat kapasitas akademik dan riset UII. Pencapaian ini juga diharapkan menginspirasi dosen lainnya untuk meningkatkan kinerja akademik dan kontribusi keilmuan bagi masyarakat, bangsa, dan umat.
Perjalanan Akademik dan Pengembangan Keilmuan
Perjalanan akademik Prof. Dhomas dimulai melalui pendidikan sarjana di Universitas Gadjah Mada pada 2003. Ia kemudian menempuh pendidikan magister di King Mongkut’s Institute of Technology Ladkrabang, Thailand, pada 2008–2010, sebelum meraih gelar doktor di bidang ilmu komputer dan rekayasa komputer dari La Trobe University, Australia, pada 2016. Setelah menyelesaikan pendidikan doktoral, ia kembali mengabdikan diri di UII.
Karier akademiknya berlanjut dengan meraih jabatan lektor pada 2018, lektor kepala pada 2022, hingga profesor pada Oktober 2026. Perjalanan tersebut dibangun melalui kegiatan mengajar, meneliti, menulis, melaksanakan pengabdian kepada masyarakat, dan mengelola kegiatan akademik. Ia juga mengakui pentingnya dukungan keluarga, rekan kerja, dan mahasiswa dalam perjalanan tersebut.
“Pengetahuan yang baik tumbuh dari kerja bersama dan dari kesediaan untuk saling mengoreksi,” ungkapnya.
Mengembangkan AI yang Dapat Dipercaya
Kepakaran Prof. Dhomas mencakup penambangan data dan penemuan pengetahuan, dengan bidang penelitian meliputi ontologi, sains data, deep learning, natural language processing (pemrosesan bahasa alami), serta pengelolaan data dan pengetahuan. Fokus keilmuannya adalah mengolah data dalam jumlah besar menjadi pengetahuan bermakna untuk mendukung pengambilan keputusan.
Menurut Prof. Dhomas, AI generatif mampu menghasilkan teks, kode, gambar, dan suara, sekaligus menyusun serta merangkum informasi. Namun, teknologi ini memiliki risiko, termasuk halusinasi AI, yaitu menghasilkan jawaban yang terdengar meyakinkan meskipun tidak benar. Karena itu, pengembangan AI perlu disertai proses verifikasi, keterlacakan sumber, dan pertanggungjawaban atas pengetahuan yang dihasilkan.
“Tugas kita bukan sekadar menambang data, melainkan memastikan pengetahuan yang dihasilkan dapat ditelusuri, dapat dipertanggungjawabkan, dan berpihak pada fakta serta kebenaran,” jelasnya.
Ke depan, Prof. Dhomas berencana mengembangkan AI yang merujuk pada sumber tepercaya melalui pendekatan Retrieval-Augmented Generation (RAG), serta meningkatkan kemampuan AI dalam memahami kearifan lokal melalui penyesuaian model atau fine-tuning. Ia juga mendorong pemanfaatan model AI berbobot terbuka yang dapat dijalankan secara mandiri, sehingga institusi dapat mengolah data sensitif, seperti rekam medis dan dokumen internal, di lingkungan mereka sendiri.
Riset AI untuk Berbagai Kebutuhan Masyarakat
Prof. Dhomas mengarahkan penelitian untuk menghasilkan solusi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, termasuk teknologi yang mendukung bahasa Indonesia dan model ringan yang dapat dijalankan melalui perangkat bergerak agar lebih mudah diakses.
Bersama mahasiswa dan rekan peneliti, ia mengembangkan sistem pengubah gambar menjadi deskripsi lisan berbahasa Indonesia untuk membantu penyandang tunanetra. Di bidang kesehatan, penelitiannya mencakup prediksi kesehatan mental berdasarkan media sosial, deteksi kelainan toraks, klasifikasi penyakit kulit berbasis perangkat bergerak, pengenalan nama obat dalam teks, analisis umpan balik layanan telemedisin, serta mitigasi pneumonia dengan mempertimbangkan faktor iklim.
Di sektor infrastruktur publik, ia mengembangkan deteksi kerusakan jalan secara otomatis. Dalam bidang pendidikan, penelitiannya meliputi analisis respons publik terhadap Kurikulum Merdeka menggunakan IndoBERT dan pemodelan faktor yang memengaruhi prestasi belajar siswa berdasarkan Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
Penelitian lainnya mencakup deteksi ujaran kebencian dan misinformasi Covid-19, rekomendasi dan perencanaan wisata, analisis ulasan hotel, serta pemantauan ketersediaan produk pada rak ritel. Ia juga mengembangkan LDAViewer untuk membantu peneliti, khususnya peneliti muda, memetakan topik mutakhir dari ribuan artikel ilmiah secara otomatis.
Dalam pengembangan teknologi tersebut, Prof. Dhomas menekankan pentingnya pengukuran yang jelas, pengawasan manusia, perlindungan data pribadi, dan pelaporan hasil penelitian secara jujur.
“Teknologi ini pada akhirnya dinilai dari dampaknya bagi masyarakat, bukan dari kecanggihannya,” tuturnya.
Membangun Kemampuan Kritis di Era AI
Di tengah perkembangan AI yang pesat, Prof. Dhomas menyoroti tiga kemampuan yang perlu terus dikembangkan manusia, yaitu merumuskan masalah secara jelas, berpikir kritis terhadap keluaran mesin, dan menguasai bidang ilmu secara mendalam. Ketiganya diperlukan untuk menyusun pertanyaan yang relevan, memeriksa informasi, serta menilai ketepatan jawaban yang dihasilkan AI.
“AI boleh jadi semakin pandai menghasilkan, tetapi hanya orang yang menguasai bidangnya yang mampu menilai apakah hasil itu benar,” ujarnya.
Memperkuat Pengembangan Akademik dan Riset KBI Informatika UII
Kenaikan jabatan akademik Prof. Dhomas menjadi profesor merupakan kebanggaan bagi KBI Informatika UII sekaligus memperkuat kapasitas akademik dalam pengembangan pendidikan, penelitian, dan inovasi teknologi. Kepakaran beliau di bidang Penambangan Data dan Penemuan Pengetahuan diharapkan mendorong riset inovatif, memperluas kolaborasi akademik, serta menghasilkan solusi yang menjawab tantangan masyarakat di era digital.
Kehadiran profesor baru juga diharapkan memperkuat ekosistem akademik melalui pembimbingan mahasiswa dan peneliti muda, pengembangan keilmuan, serta budaya penelitian yang berintegritas.
Dokumentasi Kegiatan
![]() |
![]() |















