Sleman, Yogyakarta – Program Studi Magister Informatika, Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII), secara resmi menggelar Konferensi Pers pada Selasa (28/4/2026) untuk memperkenalkan terobosan terbaru di bidang keamanan siber, yaitu metode investigasi forensik real-time untuk menangani serangan Distributed Denial of Service (DDoS) pada jaringan IPv6.
Konferensi pers ini menyoroti urgensi meningkatnya ancaman siber seiring dengan transisi global dari IPv4 ke IPv6. Dalam paparannya, tim akademik menjelaskan bahwa serangan DDoS pada jaringan IPv6 memiliki karakteristik yang lebih kompleks dan sulit dideteksi, bahkan berpotensi menyebabkan gangguan serius hingga melumpuhkan layanan jaringan secara keseluruhan.
Penelitian yang menjadi sorotan dalam konferensi ini dikembangkan oleh Frendi Yusroni, alumni Magister Informatika UII, di bawah bimbingan Dr. Ahmad Luthfi. Penelitian tersebut menghadirkan pendekatan inovatif melalui integrasi metode Live Forensics dengan framework Digital Forensic Framework for Reviewing and Investigating Cyber Attack (D4I). Menurut Dr. Ahmad Luthfi, pendekatan ini menjadi terobosan penting dalam dunia forensik digital karena mampu melakukan proses investigasi tanpa mengganggu operasional sistem. “Integrasi ini memungkinkan investigasi dilakukan secara real-time tanpa mematikan perangkat, sehingga kontinuitas layanan jaringan tetap terjaga,” jelasnya dalam konferensi tersebut.
Dalam implementasinya, metode ini mampu mengakuisisi data volatil seperti log memori, CPU, dan trafik jaringan secara langsung saat serangan berlangsung. Selanjutnya, data tersebut dianalisis menggunakan pendekatan Cyber Kill Chain dan Chain of Artifacts untuk merekonstruksi pola serangan secara sistematis. Frendi Yusroni menjelaskan bahwa penelitian ini telah diuji melalui berbagai skenario serangan DDoS pada lingkungan terkendali. Hasilnya menunjukkan bahwa metode yang dikembangkan tidak hanya mampu mendeteksi serangan secara lebih akurat, tetapi juga membedakan karakteristik serangan yang menargetkan infrastruktur jaringan maupun sumber daya server secara spesifik.
Lebih lanjut, penelitian ini berhasil menghasilkan rekonstruksi kronologi serangan yang lengkap berbasis pendekatan 5W1H (What, Who, Where, When, Why, How), sehingga dapat memberikan bukti digital yang kuat dan valid untuk kebutuhan investigasi maupun penegakan hukum. Rilis penelitian ini turut mendapat perhatian luas dari berbagai media nasional dan regional, yang menyoroti kontribusinya dalam menjawab tantangan keamanan siber modern, khususnya pada ekosistem jaringan IPv6 yang semakin kompleks.
“Dari Kampus untuk Dunia Nyata”
Keberhasilan penelitian ini menjadi bukti nyata bahwa proses pembelajaran di Magister Informatika UII tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga menghasilkan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat dan dunia industri. Melalui riset yang dikembangkan oleh Frendi Yusroni bersama dosen pembimbing Dr. Ahmad Luthfi, Magister Informatika UII menunjukkan komitmennya dalam mencetak talenta digital yang mampu menghadirkan solusi nyata terhadap permasalahan global di bidang teknologi informasi.
Ingin menjadi bagian dari inovasi teknologi yang berdampak nyata?
Magister Informatika UII membuka kesempatan bagi Anda untuk berkembang, meneliti, dan berkontribusi dalam menyelesaikan tantangan dunia digital masa depan.
Bergabung bersama kami sekarang juga! Dapatkan kesempatan bebas biaya pendaftaran (gratis) di periode pertama pendaftaran pmb.uii.ac.id.
Bersama Magister Informatika UII, belajar tidak hanya untuk memahami, tetapi untuk menciptakan perubahan.















