Apakah kamu tahu rekam medis elektronik (RME) perlu dilengkapi dengan acces control yang baik? Yup, tentu perlu acces control yang baik karena memiliki RME beresiko rentan terhadap perubahan dan penyalahgunaan data. Kerentanan ini mengancam kerahasiaan informasi pribadi pasien, tak hanya pihak tertentu yang mencari keuntungan dan tidak bertanggung jawab. Selain itu, hal tersebut berpotensi merugikan rumah sakit sebagai pemilik data

Apakah kamu sudah mengenal rekam medis? Dalam artian sederhana, rekam medis adalah catatan dan dokumen yang berisi tentang kondisi keadaan pasien. Tetapi, jika dikaji lebih mendalam, rekam medis mempunyai makna yang lebih kompleks. Bukan hanya catatan biasa, karena di dalam catatan tersebut sudah tercermin segala informasi menyangkut seorang pasien yang akan dijadikan dasar dalam menentukan tindakan lebih lanjut dalam upaya pelayanan maupun tindakan medis lainnya yang diberikan kepada seorang pasien yang datang ke rumah sakit.

Dengan potensi rentannya Rekam Medis Elektronik (RME) menjadi perhatian tersendiri oleh Galih Aryo Utomo. Beliau berhasil menciptakan perlindungan terhadap Data Rekam Medis menggunakan Attribute Based Access Control (ABAC). Penemuan tersebut dihasilkan saat melakukan penelitian untuk menyusun tesis guna meraih gelar Magister Komputer (MKom) pada Program Program Studi Informatika, Program Magister Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia (FTI UII). Hasil penemuannya, telah diaplikasikan pada Data Rekam Medis seluruh pasien di Rumah Sakit Islam Yogyakarta (RSIY) PDHI .

Access control yang diyakini dapat bertahan dan menyesuaikan kebutuhan di masa datang adalah Attribute Based Access Control (ABAC)  dengan implementasi Extensible Access Control Modelling Language (XACML). Desain policy ABAC disesuaikan dengan attribute dari studi kasus aplikasi rekam medis elektronik dan aturan terkait rekam medis yang berlaku di Indonesia,” kata Galih Aryo Utomo M. Kom, mahasiswa Program Studi Informatika Program Magister FTI UII Konsentrasi Forensika Digital yang juga Kepala Bagian IT dan Rekam Medis RS PDHI Yogyakarta memaparkan hasil penelitiannya kepada wartawan, Jumat 28 Januari 2022. 

Galih Aryo Utomo yang didampingi Izzati Muhimmah S.T. M.Sc. PhD selaku Ketua Program Studi Informatika, Program Magister FTI UII dan Dr Yudi Prayudi S.Si M.Kom, Kepala Pusat Studi Digital Forensik/Dosen Jurusan Informatika FTI UII yang juga sebagai Dosen Pembimbing, mengatakan, penelitian ini diawali dengan mengidentifikasi attribute dari rule rekam medis elektronik, melakukan pemodelan policy statement dengan ABAC, pengujian policy statement dengan tool ACPT, implementasi dengan model XACML.

Dikatakan, hasil pengujian dari access control ini mampu menyajikan model access control berbasis attribute dalam suatu keamanan sistem Rekam Medis Elektronik. Policy statement yang teruji diharapkan mampu menjadi solusi model access control yang relevan untuk Rekam Medis Elektronik.

Assalamualaikum! Minfor mau ngenalin salah satu alumni Program Studi Informatika Program Magister nih, namanya Siwi Cahyaningtyas. Mbak Siwi ini lulus dengan IPK bulat 4.00, mendapatkan pin emas yang disematkan langsung oleh Prof. Mahfud MD, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Indonesia. Keren banget, kan! Yuk, kita intip penelitiannya!

Penelitian yang dilakukan oleh Mbak Siwi bertujuan untuk memudahkan hotel dalam meningkatkan kualitasnya. Beliau melakukan Aspect-based Sentiment Analysis (ABSA) menggunakan data hotel berbahasa Indonesia dari berbagai macam ulasan berdasarkan pengalaman pengguna melalui situs online travel. Bu Izzati Muhimmah, Ph.D. mengatakan bahwa hasil dari penelitian ini dapat diterapkan oleh pemilik hotel untuk meningkatkan kualitas dan kenyamanan tamu. Selain itu, Pak Dhomas Hatta Fudholi, Ph.D., selaku dosen pembimbing, juga berkata bahwa penelitian tersebut memberikan data yang mudah dipahami oleh stakeholder hotel.

Terdapat empat tahapan yang dilakukan oleh Mbak Siwi dalam penelitiannya, yaitu pengumpulan data, preprocessing, klasifikasi aspek, dan sentimen. Dalam tahap pengumpulan data Mbak Siwi menggunakan teknik scraping dari beberapa situs hotel seperti Booking.com, Agoda, PegiPegi, Tiket.com, dan Traveloka yang kemudian diberikan label yang diverifikasi oleh seorang ahli dalam bidang perhotelan.

Pada tahap klasifikasi, terdapat enam klasifikasi aspek yang digunakan di antaranya adalah harga, fasilitas hotel, kamar, lokasi, pelayanan, dan restoran. Penelitian ini menggunakan perbandingan beberapa metode deep learning seperti RNN, LSTM, GRU, BiLSTM, Attention BiLSTM, CNN, CNN-LSTm, dan CNN-BiLStM. 

Tahap terakhir yaitu sentimen. Pada analisis sentimen, Mbak Siwi menggunakan dua skenario untuk melakukan klasifikasi ke dalam sentimen positif maupun negatif. Skenario pertama adalah mengklasifikasikan sentimen dalam semua aspek menggunakan perbandingan metode deep learning dan yang kedua adalah mengklasifikasikan sentimen pada setiap aspek menggunakan hasil rata-rata nilai akurasi metode deep learning.

Hasil terbaik kemudian diaplikasikan ke dalam sebuah dataset baru. Lalu proses klasifikasi yang dilakukan akan diolah ke dalam bentuk visualisasi menggunakan Google Data Studio yang digunakan untuk melihat jumlah keseluruhan data, persentase sentimen, jumlah ulasan di setiap situs, sebaran data setiap situs dalam rentang bulan, persentase sentimen, aspek dengan persentase sentimen tertinggi, serta data ulasan yang didapatkan setiap sentimen. 

Penelitian yang telah dilakukan ini memberikan sebuah kapabilitas bagi manajemen hotel dalam melihat lebih rinci aspek mana yang sudah baik dan mungkin kurang baik dari sudut pandang pengguna. Paparan ini dapat digunakan dalam usaha pengambilan keputusan strategis peningkatan kualitas layanan hotel yang ada.

 

Hai Zenfor! Setelah kemarin kita sudah membahas karya terbaik dari mata kuliah Pengembangan Aplikasi Berbasis Web dan Pemikiran Desain, sekarang kita akan membahas karya terbaik dari mata kuliah Pengembangan Aplikasi Bergerak. Nama dari karya ini adalah Fishy Fish. Sebenarnya, apa sih Fishy Fish itu? 

 

Fishy Fish merupakan aplikasi digital wellbeing berbasis Android yang bertujuan untuk mengurangi frekuensi penggunaan gadget berlebih pada pelajar SD dan SMP. Proses pembelajaran yang masih dilakukan secara daring mengakibatkan pelajar SD dan SMP harus menggunakan gadget secara mandiri. Akan tetapi, tidak semua pelajar dapat mengatur frekuensi dalam menggunakan gadget mereka. Penggunaan gadget yang semula hanya bertujuan untuk belajar pun sering kebablasan sehingga cenderung berlebihan. Oleh karena itu, Fishy Fish hadir sebagai solusi atas masalah tersebut, dengan tujuan untuk membantu pelajar SD dan SMP mengurangi frekuensi dalam menggunakan gadget. 

 

Konsep aplikasinya gimana, tuh? 🤔

Fishy Fish akan mencatat berapa lama pengguna mematikan gawainya saat sedang belajar. Gitu aja? Gak, dong! Aplikasi ini berkonsepkan gamifikasi, sehingga pengguna akan ditantang untuk merawat ikan hingga tumbuh besar dan mengoleksinya sebanyak mungkin. Ikan-ikan tersebut hanya akan tumbuh saat pengguna mematikan gawai.

 

Lalu gimana cara menggunakannya?
Aplikasi ini digunakan saat pelajar ingin beraktivitas yang membutuhkan fokus seperti belajar. Setelah membuka aplikasi, pelajar akan ditantang untuk merawat seekor ikan hingga tumbuh besar dengan cara mematikan gawai selama belajar. Semakin lama gawai dimatikan, semakin besar pula ikannya! Target lama waktu belajar juga dapat disesuaikan, lo. Nah, kita dapat melihat statistik penggunaan Fishy Fish dan dikirimkan kepada guru di sekolah sebagai bahan evaluasi.

fishy fish

Alur Penggunaan Fishy Fish

 

Nah, menarik, kan, aplikasi ini? Apresiasi untuk tim Geimers!

Tim Geimers

Geimers

Vasant Paradissa Nuno Sakti – Lead

Adelia Maharani Az Zahra

Dea Anggraeni

Melinia Betha Nureza

Muhammad Zaki Muflih Tri Shafwan

Daerah Istimewa Yogyakarta dikenal sebagai kota pariwisata bagi warga Indonesia maupun warga asing. Tempat ini menjadi istimewa karena memiliki berbagai macam kesenian dan kebudayaan. Kebudayaan berupa kerajinan tangan menjadi hal yang diminati oleh pembeli dan juga menjadi salah satu komoditas yang memberikan keuntungan pada peningkatan jumlah ekspor. Akan tetapi, dalam penjualannya, calon pembeli masih sulit untuk mencari produk tersebut di jejaring sosial maupun web. Terlebih lagi informasi yang diberikan masih berupa gambar atau foto serta komentar dari orang lain. 

 

Berdasarkan permasalahan tersebut, dibangunlah website JavaHands sebagai penghubung antara perdagangan internasional dengan pengrajin kerajinan tangan secara langsung. JavaHands sendiri merupakan e-commerce dengan fokus menjualkan produk kerajinan tangan buatan masyarakat Indonesia terutama produk Kota Yogyakarta yang berbasis web. 

 

Perancangan tampilan User Experience (UX) menjadi fokus penting pada JavaHands karena User Experience (UX) merupakan komponen utama dalam merancang pengembangan e-commerce hingga merancang tampilan desain User Interface (UI). Alur yang sesuai dengan kebiasaan pengguna dapat memberikan kemudahan pemakaian pada calon pengguna. 

 

Dalam perancangannya, JavaHands menggunakan pendekatan Design Thinking yang merupakan pendekatan dengan menajamkan fokus serta memahami pengalaman dan kebutuhan pengguna untuk memecahkan sebuah masalah menjadi solusi yang dikembangkan menjadi ide yang inovatif. Pendekatan ini dipilih dengan pertimbangan agar web yang dibuat hingga dijalankan sesuai dengan pengalaman dan kebutuhan calon pengguna. 

 

Pendekatan Design Thinking ini sendiri memiliki lima tahap yang perlu dilakukan, yaitu empathy, define, ideate, prototype dan testing. Dengan metode Design Thinking dalam pembuatan e-commerce, dihasilkanlah tampilan web JavaHands yang sesuai dengan pengalaman, keinginan, serta kebutuhan user atau pengguna.

 

Unggahan ini juga diunggah di instagram, silakan mengunjungi instagram kami.

https://s.id/design-thinking-dalam-perancangan-e-commerce-javahands

Program Joint Degree ke Nanjing Xiaozhuang University kembali dibuka! Ini kesempatan besar, nih, buat kamu yang pengen punya pengalaman belajar di kampus luar negeri. Nah, biar kenal sama program ini, dua mahasiswa Informatika UII yang jadi peserta program ini, Sayyid dan Khairunnisa, mau membagikan ceritanya!

 

Apa, sih, alasan utama memilih Cina dan NXU sebagai tujuan belajar?

 

Sayyid

Sejak awal masuk kuliah, memang sudah meniatkan diri untuk ikut program Joint Degree. Melihat perkembangan teknologi di Cina, saya pun memilih NXU sebagai tujuan belajar. Faktor budaya dan tradisi Cina yang menarik untuk dipelajari juga berpengaruh.

 

Khairunnisa

Dulu waktu kecil sempat terpikir, bisa gak ya kalau kita bikin kamera yang dipasangkan ke mata, dan tingal mengedipkan mata untuk mengambil foto? Nah, karena perkembangan AI dan IOT di Cina sangat pesat, aku pikir ini peluang yang bagus untuk belajar ke sana. Lalu akhirnya ketemu program NXU ini yang mendukung pembelajaran dengan bahasa Inggris.

 

 

Menurut kamu, keuntungan apa sih yang didapat jika ikut program ini?

Sayyid

Keuntungan yang bisa didapat tentunya pengalaman yang eksklusif, di mana hanya sedikit orang yang bisa merasakan pengalaman di program ini. Lalu setelah lulus kita akan mendapat dua gelar sarjana yang akan menambah value kita ketika ingin mendaftar pekerjaan. Terakhir, bertambahnya network, sehingga memperluas peluang kita untuk mendaftar di pascasarjana kelak.

 

Khairunnisa

Teman-teman, belajar bahasa dan wawasan baru pastinya. Contohnya, dari program ini, di sisi pendidikan kita dapat melihat etos kerja orang China yang bagus sekali mulai dari selalu on-time bahkan 15 menit sebelum sudah siap, dan jika ada tanggal merah di hari perkuliahan mereka bakal nyari hari pengganti untuk mencapai target perkuliahan.

 

Ada rencana khusus yang ingin dilakukan selama program ini?

Sayyid

Tentunya ada, ingin organisasi PPIT Nanjing, dan juga kalau sudah berangkat ke Cina, ingin mencoba berbagai hal, seperti mengunjungi situs budaya dan sejarah, juga mengamati kebiasaan Muslim di Cina.

 

Khairunnisa

Bergabung dengan organisasi eksternal kampus yaitu PPIT Tiongkok dan PPIT Nanjing untuk menambah teman baru dan mengikuti kegiatan volunteer disana. Kalau sudah offline, mungkin mencoba untuk bergabung dengan klub/ukm disana. 

Apa pesan yang ingin disampaikan untuk teman-teman yang ingin daftar Joint Degree?

Sayyid

Pesan untuk yang mau mengikuti program ini yang pertama, kalian harus siapkan dokumen dengan baik terutama untuk tes bahasa. Kedua kalian harus mulai menabung. Karena itu bisa menjadi uang saku kalian ketika kalian nanti berangkat ke Cina. See you on board!

 

Khairunnisa

Kenali diri, temukan core values sama alasan kalian sebenarnya biar tahu apakah kita benar-benar butuh program ini atau tidak. Sering-sering ingat alasan itu biar nggak bisa selalu refleksi diri.

Agak klasik tapi jangan menyerah, terus aja mencoba. 

Terakhir jangan lupa doa dan sering-sering cek website dan IG Informatika biar gak ketinggalan info.

 

 

IISMA 2022 di depan mata! Eh, tapi kalian udah pada tahu apa itu IISMA? Kalo belum, sekalian aja, yuk, kita ngobrol bareng mahasiswa Informatika yang berhasil menjadi penerima beasiswa IISMA 2021 kemarin, Muhammad Ulil Albab Surya Negara! 

 

Apa itu IISMA?

Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA) adalah program hasil kerja sama dari Kemendikbud melalui Kampus Merdeka dan Kementerian Keuangan melalui LPDP yang memberangkatkan mahasiswa sarjana di Indonesia ke Top Universities di seluruh dunia selama satu semester. Tujuannya, untuk memperkaya dan meningkatkan wawasan serta kompetensinya di dunia nyata sesuai dengan minat dan cita-citanya. Saat ini ada sekitar 60 universitas tujuan di Amerika, Eropa, dan Asia yang telah bekerja sama dengan Kampus Merdeka. 

 

Apa benefit yang akan didapat selama mengikuti IISMA?

Untuk memaksimalkan mobilitas mahasiswa selama mengikuti IISMA, mahasiswa akan difasilitasi:

  • Pendaftaran & biaya kuliah
  • Tunjangan transportasi
  • Tunjangan hidup
  • Asuransi kesehatan
  • Tunjangan visa
  • Biaya tes PCR

Apa saja syarat mengikuti IISMA?

Sebenarnya, setiap universitas tujuan memiliki syarat sendiri. Namun, secara umum, syarat yang dibutuhkan, yakni sertifikat bahasa Inggris dan IPK. Sertifikat bahasa Inggris ini bisa berupa IELTS, TOEFL ITP, atau Duolingo, tergantung persyaratan yang diminta oleh universitas tujuan. Sedangkan untuk IPK, secara umum IPK minimal harus 3.0.

Bagaimana persiapan yang dibutuhkan?

Pertama, kelengkapan dokumen. Beberapa syarat yang dibutuhkan lainnya, yaitu surat rekomendasi dari International Office universitas asal, transkrip nilai, esai, dan beberapa persyaratan lain. Untuk esai, template sudah disediakan dan ada beberapa pertanyaan yang harus dijawab.

Kedua, tahap interview. Interview ini sebenarnya dilakukan untuk memvalidasi apa yang kita tulis di esai dan menguji kemampuan bahasa Inggris kita.

Ada kiat khusus, nggak, sih, Mas Ulil supaya kita bisa lolos di IISMA 2022?

Untuk kiat khusus, yang pasti syarat dan dokumen harus lengkap karena nantinya akan menjadi screening awal. Mulai dari language certificate, IPK, esai, dan lainnya. Selain itu, ada dua pendekatan yang harus diperhatikan sebelum mendaftar di universitas tujuan. Pertama, pilih kampus dan jurusan yang sesuai dengan jurusan di kampus asal, atau yang kedua, pilih jurusan yang benar-benar berbeda dengan jurusan di kampus asal. Ini juga sesuai tujuan dari Kampus Merdeka sendiri, yang salah satunya supaya kita bisa belajar disiplin ilmu lain. Nah, baik dari pendekatan pertama maupun kedua, harus dipikirkan secara matang apa alasannya sebelum mendaftar.

Apa sih, bedanya belajar di sana dengan belajar di UII?

Perbedaannya, hubungan kita sama dosen itu terasa dekat sekali bahkan sampai berasa kaya temen. Itu membuat kita merasa tidak canggung untuk menyampaikan pendapat atau memberi masukan. Rasanya pengajar di sini juga lebih mau banyak mendengar pendapat mahasiswa. Sisanya sama saja.

Selama satu semester di Spanyol, pengalaman apa aja yang berkesan bagi Mas Ulil?

Hidup di Eropa selama satu semester itu sendiri adalah satu kesatuan pengalaman yang berkesan. Kami berkesempatan melihat bagaimana kehidupan di negara-negara maju berjalan. Melihat bagaimana suatu standar hidup yang liveable. Juga mengunjungi banyak tempat baru dan bersejarah, utamanya karena di Granada itu pernah menjadi lokasi berdiri-dan-runtuhnya banyak kerajaan katolik, Islam, dan Yahudi.

 

Menurut Mas Ulil, kenapa teman-teman yang lain juga harus daftar IISMA?

Pengalaman hidup di luar negeri, setidaknya selama beberapa bulan itu bisa merubah hidup kita selamanya.

 

 

Kembali, kabar bahagia hadir di penghujung tahun 2021 dari kegiatan lomba bergengsi rutin tahunan,  yang  diadakan oleh Fakultas Teknologi Industri yakni FTI FEST 2021. Pada edisi tahun ini, Alhamdulillah banyak perwakilan mahasiswa Informatika kembali melanjutkan tradisi dengan membawa kabar prestasi di berbagai bidang lomba. Untuk tahun ini, FTI FEST 2021 mengadakan berbagai perlombaan, seperti: Business Plan, Levitasi, Valorant, PUBG dan Mobile Legends. 

Team SEA.id, salah satu perwakilan Informatika, berhasil memastikan mendapat Juara 1 di kompetisi Business Plan. Mengusung judul “HiVet”, aplikasi berbasis Android ini akan berperan sebagai wadah dalam menjembatani atau mempertemukan antara dokter hewan dengan pemilik hewan peliharaan sehingga keduanya dapat saling berinteraksi satu sama lain. 

Ketua tim SEA.id, Mbak Salma Aufa Azaliarahma, mahasiswi Informatika 18, benar-benar tidak menyangka tim mereka bisa lolos sepuluh besar tim presentasi, apalagi untuk menjuarai kompetisi ini. Beliau juga mengungkapkan bahwa, “Di kompetisi ini, kami mendapat banyak insights baru dan masukan yang bermanfaat dari dewan juri untuk pengembangan HiVet! ke depannya. Pesan kami yaitu untuk selanjutnya agar bisa menyelenggarakan business plan competition dengan lebih meriah lagi dan dengan promosi yang lebih baik, sehingga dapat menjangkau lebih banyak audiens. Semoga acara selanjutnya akan lebih baik lagi.”

Kegiatan Business Plan Competition merupakan salah satu rangkaian kegiatan lomba FTI FEST 2021 berisi proposal yang menjelaskan tentang cara suatu kegiatan bisnis dilakukan agar tujuan yang telah ditetapkan dapat dicapai. Business Plan Competition sendiri bertujuan menggali potensi berwirausaha dan meningkatkan rasa ingin tahu mahasiswa/i FTI UII pada pembuatan ide bisnis tertulis. Business Plan Competition yang diadakan oleh FTI FEST 2021 kali ini mengusung tema “Kreativitas dan Inovasi pada Pengembangan Ide Bisnis di Era Disrupsi”.

Mari, cek nama tim pemenang di bawah. Mungkin saja ada salah satunya teman terdekatmu. Yuk!

Business Plan Competition

Nama tim: SEA.id (Juara 1)

Ketua tim: Salma Aufa Azaliarahma (18523052)

Anggota:

Elsa Intania Martyan (18523039)

Afsha Rahmadani (18523047)

Nama tim: Fast Go (Harapan 1)

Ketua: Yafi Hudatama Wibowo (19523224)

Anggota:

Muhammad Ichlasul Amal Yulianto (20523224)

Putri Dwi Setyaninggsih  (20521189)

Hidayat Firdaus (19521179)

Nama tim: Halal Drink (Juara 3)

Anggota: Jihan Syahira Adnanda Putri (21523232)

Pubg Mobile:

Juara 2: Salah  Jurusan

Official: Kevin Pratama Putra (18523064)

Ketua: Hawada Alfikri (20523183)

Anggota: Alber Derry Asher (20523129)

Daffa Sahad Aufa (20523038)

Muhammad Alief Agus Wibowo (20523146)

Arya Danuarta Ramadhan (20523245)

Juara 3: Four Red Alien

Official: Kevin Pratama

Ketua: Doddy Ariansyah (17523076)

Anggota:

Andres Mondaref Jon (17523166)

Ibnu Haidar (17523130)

Trenaldy Adi Sucipto (17523168)

Hirzin Fathoni (17523128)

Mobile Legends:

Juara 3: GAK BLUNDER LAGI

official: Bimo Satrio Trengginas (21523233)

Ketua: Firman Maulana (21523127)

Anggota:

Hasan Rama Sagita (21523239)

Ziyad Muhammad Zain Soti (21523145)

Raihan Naufal Ramadhan (21523103)

Fareesdzy Akhtarabillah Setiawan (21523140)

Juara 2: Insight Family

Official: Biandra Anone Aryantoputri (20523092)

Ketua: Ahmad Hasib Andika Pratama (18523295)

Anggota:

Muhammad Daffa Muafa (18523296)

Arnaldo Ahmad Zikra (18523253)

Rafid Wildan (18523167)

Ghosali Abdul Hatis (18523268)

Ahmad Raihan Akhdani (18523216)

Valorant:

Juara 3: 21 Savage

Official: Nur Fitri (21523094)

Ketua: M Farrel R Fajra (21523136)

Anggota:

Azrial Ahmad Haidar Daffi Zuhri (21523211)

Raden Siliwangi Prabaswara Nurasha (21523037)

Guntur Maulana PP (21523149)

Rizqdwan Dhuhakbar Hendyutama (21523100)

Andika Raka W (21523146)

Juara 1: Undefined

Official: Raffry Rizqullah (20523210)

Ketua: Vasant Paradissa Nuno Sakti (19523103)

Anggota:

Arga Aditya (19523059)

Idrus Muhammad Surya (19523024)

Fariz Rifqi (19523125)

Luthfi Syukriansyah Fitra (19523102)

Rachmanuddin Rizky Dwi Indrawan (19523037)

Vsc:

Juara 2:  Hashpek Bukan Band

Ahmad Hashfi Fauzan Burhan (18523033)

Gimana, tim kamu menang? Bagi tim yang menang, selamat ya! Kalau belum, tetap semangat karena FTI FEST masih akan terus ada di tiap semesternya! Berakhir sudah FTI FEST 2021. Terima kasih sudah berpartisipasi, dan sampai jumpa di FTI FEST berikutnya!

Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa-mahasiswa Informatika UII. Melalui Program Kreativitas Mahasiswa yang dilaksanakan tiap tahunnya,  yang diperlombakan pada skema PKM-K (Kewirausahaan).

Whole Book ini adalah sebuah buku  cerita dan edukasi untuk anak-anak disabilitas yang dibuat dengan teknologi Augmented Reality. Karya ini berawal dari masalah terbatasnya media pembelajaran untuk para penyandang disabilitas, hingga mereka berinisiatif untuk membuat sebuah solusi untuk mengisi kekosongan ini. Melalui Whole Book yang disertai Braille dan Video SIBI (Sistem Isyarat Bahasa Indonesia), anak-anak penyandang disabilitas bisa belajar layaknya anak-anak lainnya.

Proses pembuatan buku ini tentu tidak mudah, mereka harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan orang-orang yang berpengalaman dalam mengajar anak disabilitas, seperti guru-guru SLB. Konsultasi ini menghasilkan Whole Book yang terdiri dari beberapa bagian yang masing-masing mengandung cerita, edukasi karakter, dan pembelajaran lainnya. Kesemuanya terintegrasi dengan teknologi Augmented Reality.

Ihsan dan Zaenal berharap, karya mereka ini dapat membawa angin segar dalam membantu belajar anak-anak. Menginspirasi banget, ya?

Kuy, aktif berkompetisi dan cetak prestasi sebanyak-banyaknya! 😁

 

Hai IT Solution Enablers! Kemarin kita sudah bahas dua dari tiga paper terbaik di Kolokium 2021, nah ini dia nih paper terbaik yang ketiga dari Rijal Kamal yang berjudul “Deteksi Anomali Pada Jaringan UII dengan Security Information and Event Management Splunk”. Kita wawancara sedikit yuk sama Kak Rijal tentang paper ini!

Tanya:
Paper tentang apa yang Kakak tulis?

Jawab:
Di paper ini, saya menjelaskan tentang deteksi anomali pada jaringan UII dengan Security Information and Event Management (SIEM) Splunk. Nah, deteksi anomali adalah kegiatan menganalisis data yang digunakan untuk mendeteksi data atau lalu lintas data yang tidak normal pada jaringan yang kemudian dapat membantu manajemen dan membantu masalah keamanan jaringan. Data yang dideteksi atau dianalisis ini merupakan log yang dihasilkan firewall yang dipasang pada jaringan UII dan data tersebut diolah dengan bantuan tool SIEM. 

SIEM adalah sistem monitoring yang dapat mendeteksi serangan dan respon suatu sistem keamanan melalui analisis log dari berbagai event yang berasal dari berbagai sumber data secara realtime. Teknologi SIEM ini memiliki cakupan pengumpulan data yang besar serta mampu mengkorelasikan dan menganalisis event dari berbagai sumber dan menentukan apakah kejadian tersebut merupakan suatu serangan atau tidak. dan SIEM yang dipilih yaitu Splunk karena Splunk sendiri memungkinkan untuk mengolah data dengan skala besar serta pengembangan yang cepat dan pemeliharaannya mudah.

Tanya:
Apa yang mendasari untuk mengangkat tema tersebut?

Jawab:
Karena belum adanya sistem keamanan untuk mendeteksi anomali pada sistem informasi UII. Padahal penggunaan firewall pada jaringan UII ini diharapkan sebagai sistem yang melindungi jaringan UII dengan membantu menentukan paket yang boleh lewat dan yang diblokir berdasarkan aturan yang ditentukan admin jaringan. Nah, jika terjadi kesalahan dalam mendefinisikan suatu aturan maka dapat membahayakan sistem keamanan dengan membiarkan lalu lintas yang tidak diinginkan dan memblokir lalu lintas yang sah. 

 

Tanya:
Hasil apa yang ingin dicapai dari pembahasan itu?

Jawab:
Hasil deteksi anomali dan analisisnya dapat ditampilkan dengan baik pada dashboard SIEM Splunk. SIEM dapat menunjukkan mana saja data mana saja yang teridentifikasi sebagai sebuah anomaly atau ancaman pada sistem.

Tanya:
Bagaimana hasilnya?

Jawab:
Hasil dari penelitian tersebut berhasil menunjukkan pada dashboard SIEM Splunk mana saja data atau lalu lintas yang teridentifikasi sebagai anomaly atau ancaman pada jaringan.

Nah itu dia, sedikit cerita dari Kak Rijal tentang papernya. Oh iya, Kak Rijal juga berpesan untuk mahasiswa lainnya untuk tidak malu dalam bertanya dan jangan sampai bosan belajar! Jangan sampai deh~

Hai, IT Solution Enablers! Kemarin sudah bahas karya terbaik matkul FPA-RPL, sekarang kita bahas karya terbaik dari matkul Pengembangan Sistem Informasi, Sidoti by Arkana! Karya ini dibuat oleh kelompok Arkana yang beranggotakan Bima Prakoso, Choirun Nisa, Akmal Fauzi, dan Thalia Maharani. Seperti apa ya karyanya??

Nah, Sidoti ini adalah sebuah sistem informasi yang ditujukan untuk para produsen roti yang kesulitan menentukan target pasar. Dengan Sidoti, para produsen bakalan bisa melihat tren roti yang dijual, beserta grafik penjualannya! Ini tentu berguna untuk mengetahui stok roti apa yang paling laris, agar kerugian akibat roti yang tidak laku bisa dikurangi.

“Wah tentunya jika ada bimbingan, keyakinan, waktu, dan kerja keras yang lebih maksimal, kami yakin tujuan dari ide karya kam ini bisa tercapai. Jika karya kami bisa direalisasikan, maka sangat bermanfaat bagi produsen roti karena si produsen roti”, harap Bima, ketua tim Arkana.

Arkana berharap, aplikasi yang dibuat dengan Laravel dan MySQL ini bisa dikembangkan lebih lanjut, mengingat aplikasinya masih dalam bentuk yang tidak sempurna. Dengan Sidoti, mereka berharap, para produsen roti yang kebanyakan masih menggunakan pencatatan manual, bisa mulai menggunakan teknologi digital. Dengan begitu, tujuan untuk membantu finansial para produsen bakalan bisa tercapai. ✨

 

Nah, itu dia karya Sidoti dari Arkana. Selanjutnya, mau bahas karya apa lagi nih?

 

======

Karya ini dapat kamu lihat di  website Informatics Expo


arkana