Hai IT Solution Enablers! Kemarin kita sudah bahas dua dari tiga paper terbaik di Kolokium 2021, nah ini dia nih paper terbaik yang ketiga dari Rijal Kamal yang berjudul “Deteksi Anomali Pada Jaringan UII dengan Security Information and Event Management Splunk”. Kita wawancara sedikit yuk sama Kak Rijal tentang paper ini!

Tanya:
Paper tentang apa yang Kakak tulis?

Jawab:
Di paper ini, saya menjelaskan tentang deteksi anomali pada jaringan UII dengan Security Information and Event Management (SIEM) Splunk. Nah, deteksi anomali adalah kegiatan menganalisis data yang digunakan untuk mendeteksi data atau lalu lintas data yang tidak normal pada jaringan yang kemudian dapat membantu manajemen dan membantu masalah keamanan jaringan. Data yang dideteksi atau dianalisis ini merupakan log yang dihasilkan firewall yang dipasang pada jaringan UII dan data tersebut diolah dengan bantuan tool SIEM. 

SIEM adalah sistem monitoring yang dapat mendeteksi serangan dan respon suatu sistem keamanan melalui analisis log dari berbagai event yang berasal dari berbagai sumber data secara realtime. Teknologi SIEM ini memiliki cakupan pengumpulan data yang besar serta mampu mengkorelasikan dan menganalisis event dari berbagai sumber dan menentukan apakah kejadian tersebut merupakan suatu serangan atau tidak. dan SIEM yang dipilih yaitu Splunk karena Splunk sendiri memungkinkan untuk mengolah data dengan skala besar serta pengembangan yang cepat dan pemeliharaannya mudah.

Tanya:
Apa yang mendasari untuk mengangkat tema tersebut?

Jawab:
Karena belum adanya sistem keamanan untuk mendeteksi anomali pada sistem informasi UII. Padahal penggunaan firewall pada jaringan UII ini diharapkan sebagai sistem yang melindungi jaringan UII dengan membantu menentukan paket yang boleh lewat dan yang diblokir berdasarkan aturan yang ditentukan admin jaringan. Nah, jika terjadi kesalahan dalam mendefinisikan suatu aturan maka dapat membahayakan sistem keamanan dengan membiarkan lalu lintas yang tidak diinginkan dan memblokir lalu lintas yang sah. 

 

Tanya:
Hasil apa yang ingin dicapai dari pembahasan itu?

Jawab:
Hasil deteksi anomali dan analisisnya dapat ditampilkan dengan baik pada dashboard SIEM Splunk. SIEM dapat menunjukkan mana saja data mana saja yang teridentifikasi sebagai sebuah anomaly atau ancaman pada sistem.

Tanya:
Bagaimana hasilnya?

Jawab:
Hasil dari penelitian tersebut berhasil menunjukkan pada dashboard SIEM Splunk mana saja data atau lalu lintas yang teridentifikasi sebagai anomaly atau ancaman pada jaringan.

Nah itu dia, sedikit cerita dari Kak Rijal tentang papernya. Oh iya, Kak Rijal juga berpesan untuk mahasiswa lainnya untuk tidak malu dalam bertanya dan jangan sampai bosan belajar! Jangan sampai deh~

Hai, IT Solution Enablers! Kemarin sudah bahas karya terbaik matkul FPA-RPL, sekarang kita bahas karya terbaik dari matkul Pengembangan Sistem Informasi, Sidoti by Arkana! Karya ini dibuat oleh kelompok Arkana yang beranggotakan Bima Prakoso, Choirun Nisa, Akmal Fauzi, dan Thalia Maharani. Seperti apa ya karyanya??

Nah, Sidoti ini adalah sebuah sistem informasi yang ditujukan untuk para produsen roti yang kesulitan menentukan target pasar. Dengan Sidoti, para produsen bakalan bisa melihat tren roti yang dijual, beserta grafik penjualannya! Ini tentu berguna untuk mengetahui stok roti apa yang paling laris, agar kerugian akibat roti yang tidak laku bisa dikurangi.

“Wah tentunya jika ada bimbingan, keyakinan, waktu, dan kerja keras yang lebih maksimal, kami yakin tujuan dari ide karya kam ini bisa tercapai. Jika karya kami bisa direalisasikan, maka sangat bermanfaat bagi produsen roti karena si produsen roti”, harap Bima, ketua tim Arkana.

Arkana berharap, aplikasi yang dibuat dengan Laravel dan MySQL ini bisa dikembangkan lebih lanjut, mengingat aplikasinya masih dalam bentuk yang tidak sempurna. Dengan Sidoti, mereka berharap, para produsen roti yang kebanyakan masih menggunakan pencatatan manual, bisa mulai menggunakan teknologi digital. Dengan begitu, tujuan untuk membantu finansial para produsen bakalan bisa tercapai. ✨

 

Nah, itu dia karya Sidoti dari Arkana. Selanjutnya, mau bahas karya apa lagi nih?

 

======

Karya ini dapat kamu lihat di  website Informatics Expo


arkana

Hai, IT Solution Enablers! Kemarin sudah bahas karya terbaik matkul FPA-RPL, sekarang kita bahas karya yang berhasil mengguncang jagat per-expo-an dari mata kuliah Grafika dan Multimedia, Balasan Sedekah, karya dari tim Bebas!

Nah, karya apa sih ini? Jadi, berbeda dengan kategori lainnya yang beroutput aplikasi atau purwarupa aplikasi, mata kuliah Grafika dan Multimedia ini memiliki output video animasi, gengs. Karya dari tim Bebas yang berjudul Balasan Sedekah, yang jadi pemenang pada kategori ini.

Animasi singkat ini menceritakan kisah Pak Budi, seorang Regional Manager di suatu korporasi ternama, yang terkenal pelit hingga menjadi orang dermawan yang rajin sedekah. Dapat hidayah, nih, ceritanya.

Tim Bebas bercerita bahwa target animasi mereka ini memang dikhususkan untuk mengajak orang-orang bersedekah, dengan mengetahui balasan apa yang didapat jika bersedekah. Seperti dalam surat Al Hadid ayat 18 berikut:

Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah dengan pinjaman yang baik, akan dilipatgandakan (balasannya) bagi mereka; dan mereka akan mendapat pahala yang mulia. (Al-Hadid Ayat 18)

Animasi ini sendiri dibuat menggunakan software Processing dengan menggunakan bahasa pemrograman Java. Keren, ya!

Yuk kita lihat cuplikan karya dari Faruq Zulfikar Azzam, Haykal Syuhada, dan Wahyu Kartika Candra di bawah!

 

Hai IT Solution Enablers!
Sudah setahun lebih kita sama-sama melewati kuliah online. Menurut kalian, gimana selama ini sistem pembelajaran daring yang kalian jalani? Seru? Efektif? Nah, Mbak Dewi Nadhiroh melalui makalah yang ditulisnya mengangkat soal tinjauan literatur tentang pembelajaran daring di masa pandemi. Tujuan makalah ini adalah untuk memberikan tinjauan terhadap temuan-temuan mengenai pembelajaran daring. Kira-kira, gimana tuh isi makalah yang masuk dalam Best Paper di Kolokium 2021 kemarin ini? 🤔

Makalah ini diangkat setelah Dewi melihat kondisi saat ini, di mana semuanya melaksanakan pembelajaran daring. Menurut hasil penelitiannya, setelah setahun lebih dijalankan, pembelajaran daring membawa dampak positif terhadap keberlangsungan pendidikan di dunia. Temuan ini juga mencerminkan bahwa belajar yang serba online ini efektif untuk menggantikan pembelajaran konvensional. Namun, tentunya beberapa faktor tetap harus diperhatikan, seperti fasilitas pembelajaran.

Nah, selain itu Dewi yang mengerjakan makalah ini dengan dibimbing salah satu dosen kita, Pak Hendrik, juga menceritakan sedikit pengalamannya saat proses penyusunan. Menurutnya, literature review adalah hal menantang karena baru kali ini dilakukannya. Tantangan terbesarnya adalah harus membaca banyak paper dengan teliti, termasuk yang berbahasa Inggris. Kebingungan saat membaca dan menulis juga sangat sering dialaminya, nih! Tapi tetap selesai dong~ 😊😊 

Oh, iya, Dewi juga punya pesan, nih, untuk kalian yang juga mau ambil jalur penelitian!

“Jangan malas membaca ya, ini penting ya gaes, kalian akan menemukan banyak hal baru dan menarik dari membaca jurnal. Selain mendapat informasi yang kalian cari, kalian juga bisa belajar gaya penulisan paper literature review lainnya,” pesan Dewi.

Nah itu dia tinjauan literatur pembelajaran daring dari Dewi.  Gimana, yang lagi ngambil jalur penelitian, sudah rajin baca gak?

Hai, IT Solution Enablers! Informatics Expo udah selesai, sekarang waktunya bahas karya para pemenang~ Yuk, mulai dari aplikasi berbagi ide bisnis, Li-BoxLi-Box, karya dari tim L’PowerUP Tech. Karya apa ya tuh?

Li-Box yang dilombakan di kategori mata kuliah FPA-RPL ini fungsinya adalah agar para pengguna bisa saling berbagi ide bisnis UKM, gengs. Eh, bentar. Ide bisnis kok dibagi??

Jadi, aplikasi ini punya dua tujuan utama. Yang pertama, agar masyarakat yang kesulitan menemukan ide bisnis bisa mendapatkan inspirasi dari ide-ide lainnya yang dibagikan pengguna lain. Yang kedua, adalah agar orang-orang yang kesulitan merealisasikan ide karena tidak adanya mitra kerja dapat bertemu dengan calon mitra. Nah, dengan begini, makin besar deh peluang ide-ide yang ada bisa terwujudkan. Roda perekonomian Indonesia yang lagi kacau dihantam pandemi tentu bisa membaik, dong, kalo gini!

Karena pandemi pula, banyak karyawan atau tenaga kerja yang dirumahkan (PHK), diiringi dengan berkurangnya lowongan kerja. Di sinilah Li-Box dapat mengambil andil membantu mereka sebagai target pengguna utama. 

Sedikit membahas segi teknis, L’PowerUp Tech menggunakan bahasa pemrograman Java dengan dibantu Netbeans dalam pengembangan aplikasi ini. Para anggotanya juga mengaku sering mengalami kendala saat proses penulisan kode seperti kesulitan saat ingin melakukan penambahan fitur.

Terakhir, mereka berharap, karyanya dapat dikembangkan lebih lanjut agar tujuan utama untuk membantu roda perekonomian Indonesia dapat terwujud. Doakan, ya!

Oh iya, lupa banget nih kenalin para anggota L’Power Up Tech. Mereka adalah Intan Nabila Azmi, Dianingtyas Fajarini, Fadilla Susmifa, Fahira Alhamid, dan Nadira Adiva Wibowo. Yuk, sapa mereka di kolom komentar!

 

 

Hai, IT Solution Enablers!

Kalian sudah kenal teknologi microservices belum? Nah, singkatnya, teknologi microservices membagi aplikasi menjadi layanan yang lebih kecil dan saling terhubung. Setiap microservice merupakan aplikasi kecil yang memiliki arsitektur heksagonal sendiri yang terdiri dari logikanya sendiri.

Teknologi yang sedang tren inilah yang diangkat sebagai permasalahan dalam paper yang berjudul Implemetasi Arsitektur Enterprise Pola Finansial Pada Aplikasi Berbasis Microservices oleh Mas Hanif Faturohman. Paper ini masuk dalam kategori Best Paper pada Kolokium Informatika 2021 kemarin, gengs! Jadi, tentang apa dan gimana proses pembuatan paper yang ditulis Mas Hanif ini? 🤔

Arsitektur enterprise ini merupakan dokumen yang mendeskripsikan model bisnis, infrastruktur IT, dan relasi keduanya. Biasanya, nih, dokumen ini digunakan di perusahaan-perusahaan. Penelitian yang dilakukan ini berisi tentang langkah-langkah implementasi arsitektur enterprise ini ke aplikasi web berbasis Microservices.

Ide penelitian ini muncul dari pengalaman pribadi Hanif, lho. Saat magang sebagai Web Developer di Gidicode, Hanif  banyak menemukan masalah di mana kode yang ditulisnya tidak bisa mengikuti kebutuhan yang memungkinkan modifikasi fitur dengan cepat. Nah, dari sini, Hanif memutuskan untuk belajar soal Microservices. Akhirnya, hasil belajarnya ini juga diangkat ke dalam penelitian.

Nah, untuk mahasiswa yang pengen ngambil jalur penelitian, dapat saran juga nih dari Hanif.

“Yang utama, sih, harus rajin baca”, sarannya.

Kenapa harus rajin baca?  Biar kita bisa familiar sama struktur kalimat yang baik dan benar untuk mulai menulis penelitian. Makin banyak baca, makin gampang!

Assalamualaikum, Sobat Informatika!
Alhamdulillah, agenda Informatics Expo Semester Genap 2021 kembali berhasil dilaksanakan. Kegiatan rutin tiap semester bagi setiap mahasiswa Program Studi Informatika Program Sarjana ini dibagi menjadi tiga sesi acara, yakni sesi mata kuliah Grafika dan Multimedia pada 12 Juli, sesi mata kuliah Fundamen Pengembangan Aplikasi dan Rekayasa Perangkat Lunak pada 13 Juli, dan sesi mata kuliah Pengembangan Sistem Informasi pada 14 Juli. Siapa aja nih yang jadi pemenang Informatics Expo 2021 Vol.1 kali ini?

 

Seperti eksposisi pada semester-semester sebelumnya, Informatics Expo edisi kali ini benar-benar dimanfaatkan para mahasiswa untuk berkarya, serta menunjukkan skill mereka, baik hard skill dalam mengembangkan karya, maupun soft skill dalam memasarkan karya yang telah mereka buat. Informatics Expo yang ketiga secara daring ini sangat disambut antusias oleh mahasiswa.

 

Sebanyak 124 karya yang dipamerkan pada expo kali ini. Semuanya dapat dilihat melalui web informatics-expo.id. Tim-tim terpilih diundang untuk mempresentasikan hasil karya mereka pada Siaran Langsung di kanal Youtube Jurusan Informatika FTI UII.

 

Para pengunjung juga dapat memberikan dukungan terhadap karya maupun tim favorit mereka pada website Informatics Expo dan YouTube.

 

Karya-karya terpilih berhak mendapatkan hadiah dengan total jutaan rupiah, loh. Terdapat 3 kategori, yaitu Karya Terbaik berdasarkan penilaian Dewan Dosen (untuk setiap mata kuliah), Klasemen Website Informatics Expo, dan Top Youtube Likes. Kuy, cek nama tim kamu di daftar pemenang Informatics Expo 2021 di bawah, kali aja menang, hehe.

 

Karya Terbaik berdasarkan penilaian dosen:

 

Grafika & Multimedia

🥇 Bebas – Balasan Bersedekah

🥈Sasageyo – Museum Kita Bersama

🥉EzWay – Abdul & Timin: Menatap Langit

 

FPA & RPL

🥇L’PowerUp Tech – Li-Box

🥈ECHO – Sleepy

🥉Lembuswana – KASKITA

 

Pengembangan Sistem Informasi

🥇Arkana – Produsen Roti

🥈Reconnecting – SIE RS Hewan

🥉Psycho – Nambak Dashboard

 

Karya dengan jumlah like terbanyak di website informatics-expo.id:

🥇(JALAN TERUS – IKHLAS) – (MOUI – Mountain Information)

🥈Mirage – Dosa Jariyah

🥉Team 6 Lynx – Wisata Budaya

 

Karya dengan jumlah like terbanyak di YouTube:

🥇PSI DAPAT A – SIMOCA

🥈COMBATANTS – CTICKET

🥉Ummar Bin Khattab – SIDORA

 

Selesai sudah rangkaian Informatics Expo kali ini. Gimana, puas dengan hasil kerja tim kamu? Komen di bawah, yuk, komentarmu tentang expo kali ini~

Selamat bagi para pemenang Informatics Exop 2021 Vol.1 dan sampai berjumpa di Informatics Expo semester depan, gengs!

 

Satu lagi prestasi berhasil ditorehkan oleh mahasiswa Program Studi Informatika Program Sarjana, Albarra Naufala Erdanto. Lagi-lagi, Albarra berhasil lolos pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa – Pengabdian Masyarakat (PKM-PM) yang didanai oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Kali ini, Albarra dan tim mengusung ide yang berjudul “DEAFCARE: Aplikasi Pendamping Tunarungu dan Pusat Informasi Terintegrasi sebagai Solusi Permasalahan Aksesibilitas Informasi pada Komunitas Deaf Family Solo Raya”.

pkm-deafcare-albarra

Jadi, apa, sih, Deafcare itu? Yuk, langsung aja kita kupas! Check it out!

Deafcare merupakan sebuah solusi untuk pendamping tunarungu yang kesulitan mencari informasi secara terpusat untuk memenuhi kebutuhan anak tunarungu. Sebab orang tua atau pendamping yang memiliki “anak spesial” biasanya harus berusaha lebih untuk mencari informasi terkait pendampingan anak tunarungu. Nah, Deafcare hadir untuk menjadi pegangan yang bisa membantu para pendamping ini.

Awalnya, Deafcare merupakan inisiasi dosen Teknik Industri, yaitu Ibu Amaria Dilla Sari. Sebelumnya, ide ini berhasil lolos ke nyatakan.id, program bantuan pendanaan dari Kemenparekraf bagi para pelaku usaha sektor parekraf untuk mewujudkan ide kreatifnya berbentuk aplikasi dan permainan digital dalam rangka #AdaptasiKebiasaanBaru. Bersama Mas Dimastyo, Albarra mengeksekusi proyek ini hingga berhasil ter-deploy di deafcareindonesia.com.

“Deafcare sangat bermanfaat dan membuka pikiran saya untuk peduli terhadap anak tunarungu atau Teman Tuli,” ujar Albarra ketika ditanya alasan ia bergabung ke Deafcare.

Singkat cerita, setelah proyek di nyatakan.id selesai, Albarra dan timnya berinisiatif untuk memasukkan Deafcare ini ke PKM.  Tim ini terdiri dari Albarra, Alma (Teknik Industri 2018), Aura (Psikologi 2018), Abdul Azis (Teknik Industri 2017), dan Andrian (Teknik Industri 2017). Tim ini juga masih didampingi oleh Bu Dilla, loh. Alhamdulillah, dengan kerja keras Albarra dan tim, Deafcare lolos pendanaan. 

Setelah lolos pendanaan, tugas Albarra kini adalah mendesain ulang aplikasi Deafcare. Ia juga berinisiatif untuk mengubah arsitektur di belakangnya serta memanfaatkan progressive web app pada Deafcare ini. Selain itu, Albarra juga membuat website untuk sisi admin untuk memudahkan proses input data. Alhamdulillah, hasil redevelop dari Deafcare ini sudah terdeploy di dev.deafcareindonesia.com dan juga website adminnya. Rencananya, setelah proses input data selesai, Albarra akan melakukan migrasi website yang sudah redesign dan redevelop ke deafcareindonesia.com.

Selain men-develop ulang, Albarra dan tim juga bertugas untuk mensosialisasikan Deafcare ke mitra PKM-nya, yaitu salah satu komunitas pendamping tunarungu di Solo.

Ke depannya, Albarra berharap Deafcare bisa bermanfaat ke komunitas pendamping tunarungu di Solo. “Tidak hanya di Solo, besar harapan kami Deafcare bisa menjadi aplikasi yang sustainable sehingga manfaatnya dirasakan oleh pendamping tunarungu di seluruh Indonesia,” tutup Albarra.

Alhamdulillah, selamat Albarra dan tim! Semoga apa yang dicita-citakan dengan Deafcare bisa segera tercapai!

 

Assalamualaikum Sobat Informatika!
Kamu termasuk orang-orang yang kurang bisa mengatur rencana wisata gak, nih? Biasanya ya, kalau rencana perjalanan gak diatur dengan baik, yang ada malah keteteran, over budget, atau bahkan gagal wisata karena kurang tau tempat-tempat menarik untuk dikunjungi. Kesal ya pasti kalau sampai kejadian. Nah, aplikasi bernama Plesiran dari kelompok Pejuang Lulus dari mata kuliah Pengembangan Aplikasi Bergerak dan Manajemen Pengembangan Teknologi Informasi ini mungkin saja bisa membantu mencegah kejadian apes di atas! Susun rencana perjalanan dengan Plesiran biar wisata gak keteteran!

Aplikasi berbasis mobile ini menargetkan para traveller sebagai target pengguna utama. Dengan Plesiran kamu yang suka jalan-jalan bisa terlebih dahulu mencari tempat wisata dan menyusun rencana perjalanan. Pertama, cari dulu daerah mana yang ingin kamu kunjungi, lalu aplikasi Plesiran akan memunculkan tempat apa saja yang bisa kamu kunjungi, mulai dari situs bersejarah, wisata alam, hingga kuliner lengkap dengan detail tempat tersebut. Lalu, kamu tinggal atur jadwal dan estimasi biaya perjalanan yang diperlukan. Selanjutnya? Tinggal jalan ke tempat wisata dengan jadwal yang sudah tertata! Gak ada cerita salah perencanaan lagi, deh.

Selain untuk traveller, para pemilik tempat wisata juga dapat mendaftar dan memasarkan bisnisnya di aplikasi Plesiran. Jadi, selain jadi solusi masalah para wisatawan, juga bisa meningkatkan jalannya roda perekonomian di sektor pariwisata.

Menggunakan Android SDK dan SQLite sebagai tech stack, Plesiran dikembangkan oleh kelompok Pejuang Lulus yang beranggotakan Faiq, Dila, Rayhan, Mina, Ricky, dan Hendra. Mereka berharap, aplikasi ini bisa memberikan inspirasi bagi pengembang-pengembang lain untuk terus berinovasi dan memajukan sektor pariwisata melalui teknologi.

Keren parah sih. Kalian ada rencana jalan-jalan gak? Bisa nih coba-coba aplikasi Plesiran untuk bantu rencana perjalanan kamu, pastinya dengan tetap mematuhi protokol kesehatan selama pandemi, ya!

Nah, Untuk kamu yang sedang membaca ini, tetap semangat belajar dan teruslah berinovasi dengan teknologi!

PAB

Karya ini bisa kamu lihat di website Informatics Expo
(https://informatics-expo.id/karya/466)

Assalamualaikum Sobat Informatika!
Seperti sektor-sektor lainnya, sektor pembangunan juga terdampak oleh pandemi terutama bagi para tukang yang kesulitan mencari pekerjaan. Bukan hanya tukang, kita pun sebagai konsumen juga jadi sulit cari jasa tukang yang berkualitas. Dari keresahan ini, kelompok Ryzen dari mata kuliah Pemikiran Desain menawarkan sebuah solusi berupa rancangan aplikasi yang diberi nama Tukangku. Pertukangan Go Digital!

Tukangku ini harapannya menjadi platform layaknya marketplace untuk mencari informasi dan jasa terkait pertukangan. Dengan target pengguna berupa masyarakat yang membutuhkan jasa pekerja bangunan untuk renovasi rumah dan sebagainya, sampai para tukang dan mandor yang ingin memasarkan jasanya.

Sebagai contoh, kalau kamu ingin melakukan renovasi rumah tapi terkendala kurangnya jaringan informasi pekerja tukang, kamu bisa memanfaatkan fitur yang ada di Tukangku untuk mencari pekerja.

Pada rancangan aplikasi ini juga tersedia banyak fitur menarik lainnya, seperti konsultasi dengan mandor, jasa arsitek, hingga fitur inspirasi desain yang bisa digunakan untuk mencari desain-desain bangunan impian kamu. Jangan khawatir, Tukangku juga menerapkan sistem rating sehingga kamu dapat mengetahui jejak pekerjaan dan kualitas dari jasa yang kamu inginkan.

Dengan tampilan antarmuka yang menarik, kelompok Tukangku yang beranggotakan Gilang Aries Prasetyo, Alber Derry Asher, Jhanif Indra Saputra, dan Ramadhan Perwira Jati ini berharap desain aplikasi ini dapat mudah dimengerti dan diimplementasikan menjadi sebuah aplikasi layak pakai.

Wah, asli keren nih! Gak kalah dengan sektor-sektor lainnya, sektor pembangunan juga harus terus maju dengan melakukan upaya digitalisasi. Sulit cari jasa tukang? Tukangku bisa jadi solusinya~

Tukangku

Karya ini bisa dilihat melalui web Informatics Expo.
(https://informatics-expo.id/karya/520)