Berikut kami sampaikan pengumuman Asisten Mandiri Program Studi Informatika Program Sarjana periode semester Ganjil 2026/2027. Informasi lengkap dapat dilihat pada dokumen terlampir.

Are you passionate about coding and mentoring? The ITSC Laboratory is recruiting two dedicated Teaching Assistants to support the Programming Logic course for its international class.
Qualifications
- Active UII Informatics student.
- Successfully completed the Programming Logic course, with an academic transcript required.
- Strong English communication skills, both spoken and written.
- Enthusiastic about guiding students in a hands-on laboratory setting.
- Available for weekly in-person laboratory sessions.
Perks and Benefits
- Competitive honorarium for teaching sessions and assignment grading.
- Official ITSC Laboratory Assistant Certificate.
- Valuable teaching experience and academic networking opportunities.
Recruitment Timeline
- September 22–27, 2026: Registration period
- September 28, 2026: Selection results announced via email
- September 29, 2026: Assistance briefing via Zoom
How to Apply
- View the available schedules at bit.ly/JadwalAsisten2026.
- Submit your application through bit.ly/PendaftaranITSC2026.
For further information, please contact Ir. Chandra Kusuma Dewa, S.Kom., M.Cs., Ph.D. at [email protected].

Laboratorium Informatika Teori & Sistem Cerdas (ITSC) kembali membuka pendaftaran Teaching Assistant (TA) untuk Mata Kuliah Logika Pemrograman pada Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027.
Persyaratan
- Mahasiswa aktif Jurusan Informatika UII.
- Sudah pernah mengambil dan lulus Mata Kuliah Logika Pemrograman, dibuktikan dengan transkrip nilai.
- Memiliki minat untuk mengajar di laboratorium.
- Memiliki kemampuan komunikasi dalam Bahasa Inggris, khusus untuk Kelas IP.
- Dapat hadir di laboratorium untuk membantu mengajar di kelas setiap pekan pada beberapa jadwal yang tersedia. Peserta boleh memilih lebih dari satu jadwal.
Keuntungan
- Honor setiap hadir mengajar di kelas dan melakukan penilaian tugas.
- Sertifikat sebagai Asisten Lab. ITSC.
- Pengalaman mengajar dan networking.
Timeline Pendaftaran
- Pembukaan Pendaftaran: Jumat, 11 September 2026
- Penutupan Pendaftaran: Minggu, 20 September 2026
- Informasi Hasil Seleksi melalui Email: Senin, 21 September 2026
- Sosialisasi Asistensi melalui Zoom: Selasa, 22 September 2026
Prosedur Pendaftaran
- Mengisi formulir pendaftaran melalui bit.ly/PendaftaranITSC2026.
- Memilih jadwal asistensi melalui bit.ly/JadwalAsisten2026.
Kontak
Ir. Chandra Kusuma Dewa, S.Kom., M.Cs., Ph.D.
Email: [email protected]
Catatan: Tautan pendaftaran hanya dapat diakses menggunakan email UII.
JAKARTA— Prestasi membanggakan kembali diraih oleh sivitas akademika Universitas Islam Indonesia (UII) di kancah nasional. Tim Yu Ai Ai, yang terdiri dari lima mahasiswa Program Studi Teknik Informatika (Program Sarjana), Fakultas Teknologi Industri UII, sukses menyabet predikat Best Finalist Idea Track dalam ajang kompetisi inovasi digital Astranauts 2026 pada Business Challenge PT Federal International Finance (FIFGROUP).
Tim yang dibentuk oleh Muhammad Lutfi Syarif, Afwan Aditya Saputra, Madina Nurbaiti, Rakha Dzikra Guevara, dan Najma Tsakiba ini mengusung inovasi bertajuk "FINATRA NEXUS: Empowering UMKM Growth Through Data and Ecosystem Intelligence".
Gagasan tersebut dirancang untuk menjawab tantangan bisnis nyata dari Astra Financial melalui pemanfaatan teknologi Kecerdasan Buatan (AI). FINATRA NEXUS berwujud sistem perangkat lunak internal berbasis AI yang bertugas menganalisis data integrasi ekosistem Astra serta rekam jejak digital UMKM. Melalui pendekatan ini, tim FINATRA dapat mengidentifikasi dan merangkul para pelaku UMKM potensial secara presisi guna mendorong efisiensi serta penguatan ekonomi digital nasional.
Perjalanan Tim Yu Ai Ai dimulai dari tahap pendaftaran dan seleksi proposal secara daring pada Juni hingga awal Juli 2026. Di tengah persaingan ketat yang melibatkan ribuan pendaftar jenjang S1 dan S2 dari berbagai perguruan tinggi se-Indonesia, karya tim UII berhasil melangkah ke babak final yang diumumkan pada 10 Juli 2026.
Sebagai bagian dari rangkaian babak final, tim mendapatkan kesempatan mengikuti sesi mentorship intensif pada 13–24 Juli 2026. Pada tahap ini, para pakar dan jajaran pimpinan industri dari Grup Astra memberikan pendampingan langsung untuk menyempurnakan alur kerja, strategi bisnis, serta validasi dampak dari inovasi yang digagas.
Puncak rangkaian acara berlangsung di Menara Astra, Jakarta. Pada gelaran Demo Day tanggal 27 Juli 2026, delegasi UII mempresentasikan solusi digital mereka di hadapan dewan juri profesional. Keesokan harinya, 28 Juli 2026, bertempat di Catur Dharma Hall, tim turut berpartisipasi dalam Astranauts Conference serta Digital & Technology Exhibition untuk memamerkan purwarupa booth FINATRA NEXUS.
Rangkaian kegiatan ditutup secara resmi pada sesi Awarding Day, di mana Tim Yu Ai Ai diumumkan secara resmi sebagai Best Finalist Idea Track untuk tantangan bisnis FIFGROUP. Penyerahan sertifikat penghargaan diberikan langsung oleh perwakilan pimpinan Grup Astra kepada seluruh anggota tim.
Capaian ini menjadi wujud nyata komitmen dan daya saing mahasiswa Informatika UII dalam menghadirkan solusi teknologi yang adaptif, inovatif, serta berdampak langsung bagi akselerasi UMKM di Indonesia.
![]() |
![]() |
Yogyakarta, 7 September 2026 – Program Studi Informatika UII menyelenggarakan kegiatan Penjelasan Akademik bagi Mahasiswa Baru Angkatan 2026 di GKU Dr. Sardjito UII, Ruang Teaterikal Lantai 2 sisi Timur. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa baru bersama dosen pembimbing akademik masing-masing sebagai bekal awal sebelum memulai perkuliahan.
Acara dibuka dengan registrasi peserta, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, serta menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne UII. Sambutan disampaikan oleh Ketua Program Studi Informatika, Mukhammad Andri Setiawan, S.T., M.Sc., Ph.D., yang ke mudian juga memaparkan materi inti berupa penjelasan akademik kepada mahasiswa baru.
Melalui sesi tersebut, mahasiswa diperkenalkan dengan kurikulum, alur perkuliahan, serta gambaran umum perjalanan akademik yang akan mereka tempuh selama menjadi mahasiswa Informatika. Sesi dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab, di mana mahasiswa baru terlihat aktif dan antusias menyampaikan pertanyaan.
Selain aspek akademik, kegiatan juga diisi berbagai rangkaian acara lain: penghargaan bagi mahasiswa dengan pendaftaran ulang tercepat, sesi sharing bersama dua mahasiswa berprestasi angkatan 2025 (Madina Nurbaiti dan Najwa Zahirotus Shofa), goal setting game untuk membantu mahasiswa merumuskan tujuan selama kuliah, pengenalan student staff, serta pengenalan Himpunan Mahasiswa Informatika (HMIF) yang disampaikan oleh Ketua HMIF, Kak Abel.
Antusiasme mahasiswa baru terlihat sepanjang acara berlangsung, baik saat menyimak materi maupun saat sesi interaktif. Melalui kegiatan ini, mahasiswa baru diharapkan memiliki gambaran yang lebih utuh mengenai dunia perkuliahan di Program Studi Informatika, mulai dari kurikulum, dosen pembimbing akademik, kehidupan kemahasiswaan, hingga motivasi dari senior berprestasi, sehingga lebih siap menjalani perjalanan akademik ke depannya.
Sleman – Program Studi Informatika Universitas Islam Indonesia (UII) menerima kunjungan perwakilan Oracle Academy Indonesia di Laboratorium Riset Informatika UII pada Jumat, 4 September 2026. Sebagai institusi yang telah lama menjadi anggota Oracle Academy, pertemuan ini menjadi ruang bagi kedua pihak untuk membahas pemutakhiran program serta peluang perluasan pemanfaatannya dalam kegiatan belajar-mengajar.
Dua perwakilan Oracle Academy hadir dalam pertemuan tersebut, yaitu Nurul Huda (Manager, Oracle Academy Southeast Asia) dan Sukmana Dasuki Keeng (Program Manager, Oracle Academy Indonesia & Brunei Darussalam). Rombongan diterima oleh tiga dosen Jurusan Informatika UII: Andhik Budi Cahyono, Hari Setiaji, dan Nur Wijayaning Rahayu.
Pembaruan Sumber Daya Pembelajaran
Dalam paparannya, tim Oracle Academy menyampaikan sejumlah pembaruan sumber daya yang kini dapat diakses institusi anggota. Sebagai program kontribusi sosial Oracle di bidang pendidikan, Oracle Academy menyediakan kurikulum, materi ajar, platform praktik, hingga jalur menuju sertifikasi profesional secara gratis bagi kampus dan sekolah mitra.
Teknologi yang tersedia mencakup Oracle Cloud Infrastructure beserta layanan turunannya, serta Oracle APEX sebagai platform pengembangan aplikasi berbasis basis data (low-code). Di sisi kurikulum, Oracle Academy menawarkan beragam course siap pakai yang dapat diintegrasikan ke dalam mata kuliah, di antaranya Database Design, kelas bertema project management, hingga materi NetSuite yang berkaitan dengan sistem informasi bisnis.
Setidaknya ada tiga hal yang menjadi sorotan. Pertama, Oracle Academy Cloud Program, yang memberi institusi anggota akses ke Oracle Cloud Free Tier dan Oracle Autonomous Database sehingga praktik mahasiswa dapat dijalankan langsung di lingkungan cloud. Kedua, tampilan dan alur baru Member Hub sebagai pintu masuk seluruh kurikulum dan materi ajar bagi dosen. Ketiga, masuknya materi Data Center ke dalam kurikulum.
Telah Diterapkan di Perkuliahan Informatika UII
Di Informatika UII, sumber daya Oracle Academy dimanfaatkan dalam pembelajaran pemrograman Java, khususnya pada mata kuliah Fundamen Pengembangan Aplikasi. Dalam pembelajaran ini, materi dari Oracle Academy membantu mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang selaras dengan praktik industri.
Pertemuan ditutup dengan penjajakan kolaborasi lanjutan, antara lain perluasan pemanfaatan Oracle Cloud dan APEX pada mata kuliah lain, peningkatan kapasitas dosen, serta pembukaan akses sertifikasi bagi mahasiswa. Kolaborasi ini diharapkan dapat mempersempit jarak antara kompetensi lulusan dan kebutuhan industri teknologi.
(Reporter: nnur)
Tiga mahasiswa Program Studi Sarjana Informatika Universitas Islam Indonesia, yaitu Raden Riki Hilviastari Saputra, Bevy Alyzatun Nisa dan Selenia Klarissa, bersama dosen pembimbing Dr. Nur Wijayaning Rahayu tampil dalam sesi presentasi di International Conference on Life Science and Advanced Technology (ICOLISAT) 2026, Kamis (3/9), di Kampus Terpadu UII. Konferensi yang diselenggarakan Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM) UII menjadi ajang mereka memaparkan makalah berjudul Design Patterns from Three Goods-Based SME Information Systems: A Design Science Approach.
Penelitian ini berangkat dari persoalan yang lazim ditemui dalam digitalisasi usaha kecil dan menengah (UKM) berbasis barang. Sistem informasi berbasis web memang terbukti mampu menggantikan pencatatan manual yang rawan galat, tetapi sistem semacam itu umumnya dibangun sebagai solusi tunggal untuk satu usaha, sehingga pengetahuan desainnya jarang disarikan menjadi panduan yang dapat dipakai ulang. Dengan pendekatan design science research, tim melakukan analisis lintas kasus terhadap tiga rancangan sistem: UKM-A berupa jaringan usaha fotokopi dengan satu gudang dan memiliki lima cabang, UKM-B berupa peternakan ayam petelur dengan satu pengelola, serta UKM-C berupa layanan jasa titip (jastip) yang juga dikelola satu orang. Kebutuhan digali lewat observasi dan wawancara dengan pemilik dan karyawan, dilengkapi survei terhadap 25 pengguna layanan jastip. Kebutuhan fungsional, model proses, dan rancangan basis data dari ketiga kasus kemudian dibandingkan untuk memisahkan unsur yang berulang dari unsur yang bergantung konteks.
Dari perbandingan itu, tim merumuskan enam pola desain lintas kasus, yakni arsitektur web terpusat dengan basis data tunggal; modul inti yang selalu berulang berupa autentikasi, data induk, transaksi atau pemesanan, riwayat, laporan, dan dasbor; penggunaan snapshot data transaksi agar riwayat tetap akurat; kontrol akses berbasis peran untuk sistem dengan banyak aktor; penggalian kebutuhan partisipatif yang ringan dengan instrumen yang disesuaikan kapasitas responden; serta rencana evaluasi berlapis yang mencakup black-box testing, user acceptance testing, dan System Usability Scale. Sebaliknya, unsur seperti notifikasi, aksesibilitas pengguna, dan pilihan teknologi terbukti bergantung pada konteks masing-masing usaha. Ketiga kasus masih berada pada tahap perancangan, sementara implementasi dan pengujian direncanakan sebagai kelanjutan riset.
Dr. Nur Wijayaning Rahayu menyampaikan rasa bahagainya atas keikutsertaan para mahasiswa yang berani membagikan hasil penelitian mereka di forum-forum internasional seperti ICOLISAT. Kesempatan itu tidak hanya datang bagi satu tim. Dalam konferensi yang sama, Program Studi S-1 Informatika UII juga diwakili Dhani Fatih Ilyasa dari International Program serta tim dari Prodi Informatika PJJ yang diwakili oleh Bekti Dwi Kurniadi, sehingga dua prodi ini sekaligus tampil di depan forum yang menghadirkan pembicara kunci dari Jepang, Taiwan, dan Malaysia.
Berikut ini dokumen Panduan Key-in Praktis Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027
(Link panduan key-in hanya dapat diakses menggunakan akun UII)
Program Studi Informatika Program Sarjana Universitas Islam Indonesia (UII) menyelenggarakan seminar bertajuk “Lulusan Informatika: Tetap Berarti di Era AI” pada Selasa, 23 Juni 2026, pukul 13.00–14.30 WIB. Bertempat di Auditorium FTI Lantai 3 sekaligus digelar secara hybrid melalui Zoom, seminar ini menghadirkan Prof. Fathul Wahid, Profesor di Jurusan Informatika sekaligus Rektor UII periode 2018–2022 dan 2022–2026, sebagai pembicara utama. Acara dipandu oleh Ahsani Taufiq Khawarizmi, mahasiswa International Program Informatika angkatan 2023, yang bertindak sebagai moderator.
Dalam paparannya, Prof. Fathul membuka diskusi dengan sejumlah “pertanyaan yang menghantui” mahasiswa Informatika saat ini: kecerdasan buatan (AI) kini sudah mampu membuat program, menjawab pertanyaan, membangun website, hingga membantu proses debugging. Menanggapi keresahan apakah kuliah Informatika masih relevan, ia menegaskan bahwa jawabannya adalah ya—bahkan lebih penting dari sebelumnya. Menurutnya, yang berubah bukanlah kebutuhan terhadap lulusan Informatika, melainkan definisi keahliannya. Ia mengingatkan bahwa sejarah teknologi menunjukkan pola serupa: spreadsheet tidak menghilangkan akuntan, mesin pencari tidak menggantikan peneliti, dan kalkulator tidak meniadakan matematikawan. Teknologi mengubah pekerjaan, bukan sekadar menghapusnya.
Seminar kemudian membahas peta karier komputasi di era AI. Prof. Fathul memaparkan bahwa karier di bidang ini tidak hilang, tetapi bergeser bentuknya. Literasi AI menjadi kompetensi dasar bagi seluruh profesional teknologi informasi, sementara aspek etika, privasi, dan keamanan justru semakin krusial. Ia juga menyoroti kekhawatiran bahwa “programmer pemula akan hilang”, dengan menjelaskan bahwa tugas pemrograman rutin memang semakin terotomasi, namun kemampuan pemecahan masalah, integrasi sistem, dan pengujian menjadi kian bernilai. Dengan kata lain, AI menggantikan sebagian tugas pemrograman, bukan peran programmer itu sendiri.
Lebih jauh, Prof. Fathul membedakan pekerjaan yang mudah diotomasi AI—seperti pemrosesan data repetitif, pengujian kualitas dasar, dan pembuatan kode rutin—dengan pekerjaan yang sulit digantikan, seperti arsitek sistem, spesialis keamanan siber, pakar etika AI, hingga manajer proyek TI. Ia menekankan bahwa pekerjaan yang membutuhkan strategi, kreativitas, etika, dan kepemimpinan manusia akan tetap sangat dibutuhkan. Masa depan profesi komputasi, menurutnya, ditentukan oleh kemampuan memanfaatkan AI, beradaptasi, dan mengintegrasikan teknologi dengan kebutuhan manusia serta organisasi.
Sesi diskusi berlangsung hangat, salah satunya ketika seorang mahasiswa bertanya, “Seandainya Bapak dapat mengulang waktu menjadi mahasiswa, apa yang ingin Bapak lakukan?” Prof. Fathul menutup dengan refleksi yang membekas: “Saya tidak ingin kembali menjadi mahasiswa, karena hidup kita ini adalah hasil dari keputusan-keputusan dan pilihan-pilihan kita di masa lalu.”
JURUSAN INFORMATIKA
Gedung KH. Mas Mansyur Lantai 2
Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang KM. 14,5 Sleman Yogyakarta 55584
Telepon: +62 274 895287 ext. 122
Faks: +62 274 895007
Email:
Jurusan: [email protected]
Prodi Informatika Program Sarjana: [email protected]
Prodi Informatika Program Magister : [email protected]
Prodi Informatika PJJ : [email protected]
Instagram: @informatics.uii
TAUTAN CEPAT




