Jurusan Informatika - Fakultas Teknologi Industri - Universitas Islam Indonesia
  • PROFIL
    • Visi dan Misi
    • Sambutan Ketua Jurusan
    • Struktur Organisasi
    • Dosen
    • Staf
    • Kontak
  • PROGRAM STUDI
    • Program Sarjana
      • Sambutan Kaprodi S1
      • Profil Lulusan
      • Kurikulum 2020
      • Capstone
      • Jalur Tahun Keempat
      • Informatics Expo
      • Informasi & Layanan
      • Prospektus S1
      • Mahasiswa
        • Informasi Akademik
        • Mahasiswa Baru S1 – 2022
        • New IP Students – 2022
        • S1 2021 – Reguler
        • S1 – 2021 – International Program
        • S1 – 2020
    • Program Magister
    • Program Doktor
    • International Program
    • Informatika PJJ
  • UNIT PENDUKUNG
    • Laboratorium
    • Pusat Studi
      • Pusat Studi Forensika Digital
      • Pusat Studi Informatika Medis
        • Visi-Misi
        • Struktur Organisasi
        • Mitra Kerjasama
        • Kegiatan
      • Pusat Studi Sistem Informasi Enterprise
      • Pusat Studi Sains Data
    • ITCentrum
    • Student Staff
    • Komunitas Mahasiswa
    • Lembaga Mahasiswa
  • KEMITRAAN
  • ARTIKEL
    • Pojok Dakwah
    • Pojok Informatika
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
  • Link to Instagram
  • Link to Facebook
  • Link to Youtube
Pojok Informatika

Brain Rot di Era Digital: Dampak Konsumsi Konten Berkualitas Rendah

Di era teknologi yang semakin berkembang pesat, aktivitas penggunaan perangkat digital telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, terutama di kalangan remaja. Kemudahan akses terhadap internet dan perangkat pintar menyebabkan interaksi digital terjadi hampir sepanjang waktu, baik untuk hiburan, komunikasi, maupun pembelajaran. Sebagian besar remaja menghabiskan waktu berjam-jam di depan layar dengan kecenderungan melakukan berbagai aktivitas secara bersamaan, seperti menjelajahi media sosial, mengecek pesan instan, menonton video pendek, atau bermain gim.

Multitasking Digital dan Munculnya Brain Rot

Pola penggunaan perangkat digital secara multitasking menjadi salah satu sumber utama rangsangan berlebihan yang berpotensi memicu kondisi brain rot. Istilah ini merujuk pada penurunan fungsi kognitif akibat konsumsi konten digital yang bersifat cepat, dangkal, dan tidak memberi ruang bagi proses berpikir mendalam. Akibatnya, individu yang terbiasa dengan pola ini cenderung mengalami penurunan fokus, kesulitan mempertahankan motivasi dalam kegiatan yang memerlukan konsentrasi tinggi, serta peningkatan gejala gangguan kesehatan mental seperti kecemasan, stres, dan kelelahan mental.

Peran Algoritma dan Konsumsi Konten Instan

Brain rot bukan sekadar istilah populer di media sosial, tetapi gambaran nyata dari kemunduran fungsi kognitif akibat paparan intensif terhadap konten digital yang cepat dan dangkal. Platform seperti TikTok, melalui algoritma For You yang dirancang untuk menyajikan konten secara berkelanjutan dan sangat terpersonalisasi, mendorong kebiasaan konsumsi yang impulsif dan berulang. Pola ini melatih otak untuk mencari rangsangan instan, memperpendek rentang perhatian, dan mengganggu kemampuan otak untuk fokus pada satu hal dalam waktu lama. Akibatnya, generasi muda kini banyak yang mengeluhkan gejala seperti kesulitan berkonsentrasi, brain fog (pikiran yang kabur), hingga daya ingat yang melemah.

Dampak pada Fungsi Kognitif dan Kemampuan Berpikir Kritis

Fenomena penurunan fungsi kognitif akibat paparan konten digital yang dangkal telah dibuktikan melalui penelitian neuropsikologis yang menunjukkan gangguan pada memori kerja dan atensi selektif (Brain Sci, 2025). Tidak hanya itu, ketergantungan terhadap konten cepat juga berdampak pada kemampuan berpikir kritis; individu menjadi kurang reflektif, lebih impulsif, dan cenderung memilih solusi instan daripada berpikir logis dan analitis. Ketika otak terus-menerus berpindah dari satu stimulus ke stimulus lain, kesempatan untuk membangun argumen, menyusun ide secara runtut, dan memahami hubungan sebab-akibat menjadi terganggu. Dalam jangka panjang, ini menjadi ancaman serius bagi daya pikir generasi digital.

Penurunan Motivasi dan Aktivitas Sosial

Brain rot tidak hanya memengaruhi kemampuan berpikir kritis, tetapi juga menurunkan motivasi seseorang dalam melakukan aktivitas sosial. Ketika seseorang terlalu sering menonton konten digital yang bersifat hiburan ringan, seperti video pendek, otak menjadi terbiasa dengan hal-hal instan dan mudah. Hal ini mengakibatkan munculnya rasa malas untuk melakukan aktivitas yang memerlukan usaha lebih, seperti belajar, bekerja, atau berinteraksi sosial. Dalam kajian Brain Sciences (2025), disebutkan bahwa kebiasaan ini dapat membuat otak kehilangan semangat untuk berpikir dan berkembang karena tidak terbiasa menghadapi tantangan.

Penggunaan media sosial secara berlebihan juga dapat membuat seseorang menjadi enggan berinteraksi langsung dengan orang lain. Salah satu penelitian di Denmark menunjukkan bahwa orang yang kecanduan media sosial cenderung merasa kesepian dan menarik diri dari kehidupan sosial. Hubungan yang dibangun secara online sering kali tidak sekuat hubungan di dunia nyata sehingga seseorang merasa tidak terhubung secara emosional dengan lingkungannya. Hal ini membuat mereka kurang tertarik bersosialisasi, bahkan dengan orang-orang terdekat, dan lebih nyaman berada di dunia digital.

Ancaman terhadap Kesehatan Mental

Selain itu, brain rot juga berdampak buruk pada kesehatan mental serta meningkatkan risiko cemas dan stres. Penelitian dalam jurnal SOSTECH (2025) menunjukkan bahwa kecanduan media sosial, perbandingan sosial, dan paparan konten negatif, seperti cyberbullying dan berita palsu, dapat memicu stres emosional dan ketidakpuasan terhadap diri sendiri. Fenomena Fear of Missing Out (FOMO) dapat memperburuk kondisi seseorang, yang menyebabkan perasaan cemas jika tidak mengikuti tren yang sedang terjadi. Gangguan tidur akibat terlalu lama terkena paparan cahaya biru dari layar gadget semakin memperparah masalah kesehatan mental, seperti penurunan konsentrasi dan peningkatan kelelahan (Twenge et al., 2018). Dengan demikian, brain rot tidak hanya mengganggu fungsi kognitif dan motivasi sosial, tetapi juga berkontribusi pada gangguan kesehatan mental, seperti kecemasan dan depresi.

Penutup: Pentingnya Bijak Menggunakan Media Digital

Fenomena brain rot bukan hanya sekadar istilah populer di media sosial, tetapi mencerminkan dampak nyata dari penggunaan media digital secara berlebihan. Terlalu sering mengonsumsi konten singkat dan dangkal, seperti video pendek, membuat otak terbiasa mencari hal-hal instan sehingga sulit untuk fokus, berpikir mendalam, dan memproses informasi dengan baik. Hal ini juga bisa mengurangi semangat untuk melakukan aktivitas yang memerlukan usaha lebih, seperti belajar, bekerja, dan bersosialisasi. Selain menurunkan kemampuan berpikir, brain rot juga berdampak buruk pada kesehatan mental, seperti menimbulkan stres, kecemasan, hingga perasaan kesepian. Karena itu, penting untuk lebih bijak dalam menggunakan media digital dan menjaga keseimbangan antara dunia online dan aktivitas di dunia nyata. Langkah sederhana yang mungkin dapat dimulai, seperti membatasi penggunaan perangkat digital setiap hari, memilih konten yang lebih berkualitas, melatih fokus melalui kegiatan membaca atau menulis, serta memperbanyak interaksi langsung dengan lingkungan sekitar.

Referensi

  • Aribowo, P., & Bagaskara, M. I. (2025). Dampak Penggunaan Media Sosial “Brain Rot” terhadap Kesehatan Mental Remaja. Jurnal Sosial Teknologi, 5(3), 350–357. https://doi.org/10.59188/jurnalsostech.v5i3.32020
  • Boursier, V., Gioia, F., & Griffiths, M. D. (2024).Social media addiction predicts compromised mental health and social isolation: A longitudinal study. International Journal of Mental Health and Addiction. Advance online publication. https://doi.org/10.1007/s11469-024-01283-3
  • OpenAI. (2025). ChatGPT (versi GPT-4) [Large language model]. OpenAI. https://chatgpt.com/share/6817f4ca-7a1c-8008-b2cc-eadb19626a46
  • Yousef, A. M. F., Tlili, A., & Metwally, A. H. S. (2025). Demystifying the new dilemma of brain rot in the digital era: A review. Brain Sciences, 15(3), 283. https://doi.org/10.3390/brainsci15030283

Penulis (Mahasiswa S-1 Informatika UII):

  1. Cynthia Arsantiana Dewanti
  2. Rida Widyandari
  3. Taqya Maritsa

Related posts:

Privasi Adalah Segalanya

"It's not only about application", Cara Enterprise Melakukan Transformasi ke Sistem Modern

Yusuf Asyhari Temukan Alat Pengukur Kecemasan di Ketinggian

Internet of Things (IoT) dalam Rumah Tangga

Mengenali NFT, Bagaimana Cara Kerjanya?

June 9, 2025/by informatika
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://informatics.uii.ac.id/wp-content/uploads/2021/11/Photo-by-JESHOOTS.COM-on-Unsplash-scaled.jpg 1024 2560 informatika https://informatics.uii.ac.id/wp-content/uploads/2020/03/Logo-webTF-UII-1030x420.png informatika2025-06-09 02:43:362026-04-13 02:57:44Brain Rot di Era Digital: Dampak Konsumsi Konten Berkualitas Rendah
  • Poster Rekrutmen Calon Kader Posbindu Sirih Melingkar
    PENGUMUMAN Rekrutmen Calon Kader Posbindu Sirih MelingkarOctober 2, 2026 - 16:01
  • SEO Tak Lagi Hanya Soal Google, WPYK #24 di Informatika UII Bahas Search Era AI dan Agentic SEOSeptember 30, 2026 - 15:38
  • Informatics Undergraduate Program logo
    Pengumuman Asisten Mandiri Semester Ganjil 2026/2027September 25, 2026 - 12:24
  • Informatics Undergraduate Program logo
    Surat Edaran Dosen Pembimbing Skripsi Tugas Akhir Semester Ganjil 2026/2027September 25, 2026 - 12:14
  • Informatics Undergraduate Program logo
    ITSC Laboratory Opens Recruitment for Teaching Assistants in the International ProgramSeptember 23, 2026 - 11:06
  • Open Recruitment Asisten Laboratorium ITSC Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027September 16, 2026 - 16:37
  • PJJ START Sambut Mahasiswa Baru Informatika PJJ UII Semester Ganjil 2026/2027September 16, 2026 - 16:18
  • Tim Yu Ai Ai dari Informatika UII Raih Best Finalist Idea Track Astranauts 2026September 8, 2026 - 15:37
  • Sambut Maba 2026, Prodi Informatika Bekali Mahasiswa Baru lewat Penjelasan AkademikSeptember 8, 2026 - 09:16
  • Oracle Academy Sambangi Informatika UII, Paparkan Pemutakhiran Program bagi Institusi AnggotaSeptember 4, 2026 - 17:55

Categories

JURUSAN INFORMATIKA

Gedung KH. Mas Mansyur  Lantai 2
Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang KM. 14,5 Sleman Yogyakarta 55584

Telepon: +62 274 895287 ext. 122
Faks: +62 274 895007
Email:
Jurusan: [email protected]
Prodi Informatika Program Sarjana: [email protected]
Prodi Informatika Program Magister : [email protected]
Prodi Informatika PJJ : [email protected]
Instagram: @informatics.uii

TAUTAN CEPAT

Universitas

Fakultas

UII Gateway

Admisi

© Hak Cipta 2022 - Jurusan Informatika UII - Yogyakarta
  • Link to Instagram
  • Link to Facebook
  • Link to Youtube
Link to: Memperkuat Keimanan Melalui Dzikir di Tengah Kesibukan Mahasiswa Link to: Memperkuat Keimanan Melalui Dzikir di Tengah Kesibukan Mahasiswa Memperkuat Keimanan Melalui Dzikir di Tengah Kesibukan Mahasiswa Link to: IKUTI WEBINAR “NONLINEAR LEARNING” : LEARNING WITHOUT LIMITS” Link to: IKUTI WEBINAR “NONLINEAR LEARNING” : LEARNING WITHOUT LIMITS” IKUTI WEBINAR “NONLINEAR LEARNING” : LEARNING WITHOUT LIMITS...
Scroll to top Scroll to top Scroll to top