Jurusan Informatika - Fakultas Teknologi Industri - Universitas Islam Indonesia
  • PROFIL
    • Visi dan Misi
    • Sambutan Ketua Jurusan
    • Struktur Organisasi
    • Dosen
    • Staf
    • Kontak
  • PROGRAM STUDI
    • Program Sarjana
      • Sambutan Kaprodi S1
      • Profil Lulusan
      • Kurikulum 2020
      • Capstone
      • Jalur Tahun Keempat
      • Informatics Expo
      • Informasi & Layanan
      • Prospektus S1
      • Mahasiswa
        • Informasi Akademik
        • Mahasiswa Baru S1 – 2022
        • New IP Students – 2022
        • S1 2021 – Reguler
        • S1 – 2021 – International Program
        • S1 – 2020
    • Program Magister
    • Program Doktor
    • International Program
    • Informatika PJJ
  • UNIT PENDUKUNG
    • Laboratorium
    • Pusat Studi
      • Pusat Studi Forensika Digital
      • Pusat Studi Informatika Medis
        • Visi-Misi
        • Struktur Organisasi
        • Mitra Kerjasama
        • Kegiatan
      • Pusat Studi Sistem Informasi Enterprise
      • Pusat Studi Sains Data
    • ITCentrum
    • Student Staff
    • Komunitas Mahasiswa
    • Lembaga Mahasiswa
  • KEMITRAAN
  • ARTIKEL
    • Pojok Dakwah
    • Pojok Informatika
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
  • Link to Instagram
  • Link to Facebook
  • Link to Youtube
Pojok Informatika

Mengenal Sekilas Large Languge Models (LLMs)

Ilustrasi LLMs sebagai foundation model
Oleh: Ahmad Fathan Hidayatullah, S.T., M.Cs., Ph.D.

Dalam kurun lima tahun belakangan, Large Language Models (LLMs) telah menjadi sorotan utama dalam perkembangan teknologi kecerdasan buatan. Keberadaannya mendorong perubahan besar dalam cara manusia berinteraksi dengan mesin. Interaksi manusia dengan mesin kini tidak lagi terbatas pada perintah sederhana, tetapi sudah menyerupai percakapan layaknya komunikasi sehari-hari. LLMs merupakan salah satu inovasi paling signifikan dalam pengembangan AI (Artificial Intelligence), khususnya dalam bidang natural language processing (NLP). Model ini memungkinkan mesin untuk memahami, mengolah, dan menghasilkan bahasa manusia dengan tingkat kecanggihan yang belum pernah terjadi sebelumnya. 

Apa Itu Large Language Models?

Large Language Models (LLMs) merupakan suatu model bahasa yang digunakan sebagai foundation models yang dirancang untuk dapat memahami dan menghasilkan bahasa manusia secara alami. Model ini dilatih menggunakan kumpulan data teks dalam skala besar. Data teks yang digunakan berasal dari miliaran kata yang diperoleh dari berbagai sumber seperti artikel berita, buku, forum daring, dokumen akademik, dan percakapan sehari-hari. 

Berbeda dengan pendekatan tradisional yang membutuhkan data berlabel, LLMs menggunakan metode self-supervised learning, yaitu teknik pelatihan di mana model belajar secara mandiri mengenali pola bahasa tanpa perlu pelabelan atau anotasi secara manual. Proses pelatihan ini memungkinkan model memahami struktur, makna, dan konteks bahasa secara menyeluruh.

Mengapa Disebut “Large”?

Secara umum, istilah “large” dalam LLMs tidak hanya merujuk pada ukuran model, tetapi juga mencerminkan kompleksitas dan cakupan data yang menjadi fondasi kemampuannya. Istilah “large” dalam LLMs merujuk pada dua aspek utama, yaitu jumlah parameter yang sangat besar dan volume data pelatihan yang masif. Parameter merupakan komponen internal yang dipelajari oleh model selama proses pelatihan untuk mengenali pola-pola dalam bahasa. Semakin besar jumlah parameter, semakin besar pula kapasitas model dalam menyimpan informasi dan menghasilkan keluaran yang kontekstual serta akurat.

Selain itu, istilah “large” juga menggambarkan skala data pelatihan yang digunakan. LLMs dilatih menggunakan miliaran hingga triliunan token1Unit terkecil dalam teks yang dianggap bermakna secara semantik. Token dapat berupa kata, frasa, atau simbol. yang dikumpulkan dari berbagai sumber, seperti artikel berita, buku, forum daring, hingga kode pemrograman. Pelatihan dengan volume data sebesar ini memungkinkan model memahami ragam bahasa, gaya penulisan, dan konteks yang luas dalam komunikasi manusia.

Tabel 1 memperlihatkan lima model LLM seperti GPT-3 [1], BLOOM [2], LLaMA 2 [3], PaLM 2 [4], dan DeepSeek-V2 [5]. Dari tabel tersebut, dapat kita lihat variasi dalam jumlah parameter dan ukuran data latih yang digunakan dari masing-masing model LLM.

Tabel 1. Contoh model LLM dengan jumlah parameter dan ukuran data latihnya.

Model Jumlah Parameter Ukuran Data Latih
GPT-3 175 miliar 500 miliar token
BLOOM 176 miliar 366 miliar token
LLaMA 2-65B 65 miliar 1,4 triliun token
PaLM 2 340 miliar 3,6 triliun token
DeepSeek-V2 236 miliar 8,1 triliun token

Apa yang Dapat Dilakukan LLMs?

Kemampuan LLMs tidak hanya terbatas pada pemrosesan teks, tetapi juga mencakup berbagai jenis data dan tugas lanjutan. Sebagai foundation models, LLMs dilatih menggunakan beragam sumber data seperti teks, gambar, suara, data terstruktur, hingga sinyal 3D. Setelah melalui proses pelatihan, model ini dapat disesuaikan (adapted) untuk menyelesaikan berbagai tugas seperti menjawab pertanyaan (question answering), analisis sentimen, ekstraksi informasi, penjelasan gambar (image captioning), pengenalan objek, hingga mengikuti instruksi.

Yang membuat LLMs istimewa adalah fleksibilitasnya dalam menangani beragam kebutuhan NLP hanya dengan satu model. Saat ini, satu sistem berbasis LLMs dapat digunakan untuk menerjemahkan teks, merangkum dokumen, menghasilkan tulisan otomatis, dan berbagai tugas lainnya. Karena kemampuannya yang serbaguna dan mudah diadaptasi, LLMs disebut sebagai general-purpose models yang dapat diterapkan di berbagai domain, mulai dari pendidikan, bisnis, layanan publik, hingga riset ilmiah.

Ilustrasi LLMs sebagai foundation model

Gambar 1. Ilustrasi LLMs sebagai foundation model yang dapat menggabungkan informasi dari berbagai jenis data dan diadaptasi untuk berbagai tugas lanjutan [6].

Milestones Teknologi LLMs (2017–2025)

Perkembangan LLMs berlangsung sangat pesat dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini tidak terlepas dari kemajuan teknologi model arsitektur deep learning yang terus berkembang. Selain itu, perkembangan LLMs juga didukung oleh kemunculan konsep attention mechanism yang diadopsi dalam model Transformer serta peningkatan daya komputasi yang memungkinkan pelatihan model dalam skala yang jauh lebih besar. Ketersediaan data dalam jumlah besar dan dukungan dari komunitas open-source turut mempercepat adopsi dan inovasi dalam pengembangan LLMs.

Seiring waktu, LLMs terus berkembang, semakin cerdas, efisien, dan mudah diakses. Evolusi ini ditandai dengan sejumlah tonggak penting yang merefleksikan lompatan kemampuan teknologi dan dampaknya terhadap penggunaan di dunia nyata. Gambar 2 menjelaskan beberapa tonggak penting dalam evolusi LLMs yang meliputi:

2017 – Transformer

Arsitektur Transformer yang diperkenalkan oleh Vaswani dkk. [7] menjadi landasan utama LLMs. Model ini memperkenalkan mekanisme self-attention yang memungkinkan pemrosesan hubungan antarkata dalam satu kalimat secara efisien, tanpa bergantung pada urutan kata secara berurutan seperti pada arsitektur LSTM (Long Short-Term Memory).

2020 – GPT-3

Pada tahun 2020, OpenAI merilis model yang disebut dengan Generative Pre-trained Transformer 3 (GPT-3). Model ini dilatih dengan 175 miliar parameter, yang menunjukkan kemampuan luar biasa dalam menghasilkan teks yang koheren dan kontekstual, termasuk menjawab pertanyaan, menulis esai, dan menyusun puisi.

2022 – ChatGPT

Kemunculan ChatGPT pada tahun 2022 menjadi titik balik dalam meluasnya adopsi LLM oleh masyarakat umum. ChatGPT dengan cepat dimanfaatkan dalam berbagai bidang, mulai dari edukasi sebagai asisten belajar, hiburan interaktif, hingga produktivitas kerja seperti menyusun email, merangkum dokumen, dan menulis kode program.

2025 – DeepSeek-R1

DeepSeek mewakili generasi baru LLMs open-source yang dirancang untuk mendemokratisasi akses terhadap teknologi AI. Dengan menyediakan model yang dapat diakses bebas oleh peneliti maupun pengembang tanpa hambatan legal atau biaya tinggi, DeepSeek mendorong adopsi yang lebih luas. Selain terbuka, model ini juga menawarkan kecerdasan tinggi, kecepatan pemrosesan yang efisien, dan biaya operasional yang rendah, menjadikannya solusi AI yang inklusif dan mudah diterapkan di berbagai sektor.

Milestones Teknologi LLMs 2017-2025

Gambar 2. Milestones Teknologi LLMs (2017-2025) [8]

Penutup

Sebagai penutup, kemunculan LLMs telah menjadi salah satu pilar utama dalam perkembangan teknologi kecerdasan buatan. LLMs memberikan peluang baru dalam pemrosesan bahasa, pemahaman konteks, dan interaksi manusia dengan mesin. Kemampuan LLMs yang fleksibel, skalabel, dan adaptif membuatnya dapat diterapkan di berbagai bidang. Dengan terus berkembangnya teknologi dan terbukanya akses melalui model-model open-source seperti DeepSeek, masa depan LLMs menjanjikan ekosistem AI yang lebih inklusif, kolaboratif, dan berdampak luas bagi masyarakat luas.

Referensi

[1] T. Brown et al., “Language models are few-shot learners,” Adv Neural Inf Process Syst, vol. 33, pp. 1877–1901, 2020.

[2] T. Le Scao et al., “Bloom: A 176b-parameter open-access multilingual language model,” 2023.

[3] H. Touvron et al., “Llama 2: Open foundation and fine-tuned chat models,” arXiv preprint arXiv:2307.09288, 2023.

[4] R. Anil et al., “Palm 2 technical report,” arXiv preprint arXiv:2305.10403, 2023.

[5] A. Liu et al., “Deepseek-v2: A strong, economical, and efficient mixture-of-experts language model,” arXiv preprint arXiv:2405.04434, 2024.

[6] R. Bommasani et al., “On the opportunities and risks of foundation models,” arXiv preprint arXiv:2108.07258, 2021.

[7] A. Vaswani et al., “Attention Is All You Need,” in arXiv:1706.03762 [cs], Long Beach, CA, USA, Dec. 2017. [Online]. Available: http://arxiv.org/abs/1706.03762

[8] LM Po, “A Brief History of LLMs From Transformers (2017) to DeepSeek-R1 (2025).” Accessed: May 06, 2025. [Online]. Available: https://medium.com/@lmpo/a-brief-history-of-lmms-from-transformers-2017-to-deepseek-r1-2025-dae75dd3f59a

 

Related posts:

Pentingnya UI/UX pada Aplikasi atau Web

Starlink: Membangun Infrastruktur Internet Global

Monitoring Konsumsi Air Rumah Tangga Menggunakan Internet of Things

Mengenal Node.js dan Kelebihannya

Pemanfaatan Virtual Reality dan Augmented Reality dalam Bidang Pendidikan

May 7, 2025/by informatika
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://informatics.uii.ac.id/wp-content/uploads/2025/05/Ilustrasi-LLMs-sebagai-foundation-model.png 996 1436 informatika https://informatics.uii.ac.id/wp-content/uploads/2020/03/Logo-webTF-UII-1030x420.png informatika2025-05-07 18:24:032025-05-10 18:28:27Mengenal Sekilas Large Languge Models (LLMs)
  • Selamat! Prof. Sri Kusumadewi Dilantik sebagai Dekan FTI UII Periode 2026–2030July 1, 2026 - 21:09
  • menunggu berbuka puasa di masjid
    Menjemput Keberkahan di Tanah Suci: Hakikat dan Manfaat Ibadah UmrahJuly 1, 2026 - 16:15
  • AI Mengubah Pekerjaan, Bukan Menghapusnya: Pesan Prof. Fathul Wahid bagi Mahasiswa InformatikaJuly 1, 2026 - 12:03
  • Belajar Sistem Enterprise dari Zulhia Septiandini, Alumni Informatika UII yang Berkarier 18 Tahun di Bidang SAPJuly 1, 2026 - 10:40
  • Pengumuman Pergantian Dosen Pembimbing Akademik (DPA)June 26, 2026 - 15:07
  • Dari Yogyakarta ke Hiroshima: Pandu Nur Afi Dewanto Bawa Riset Rekomendasi Micro-Credential Berbasis AIJune 8, 2026 - 10:27
  • Mozanda Presentasikan Penelitian AI untuk Bimbingan Akademik di Seminar Internasional JepangJune 8, 2026 - 10:13
  • Webinar PJJ Informatika UII: Menavigasi Pengambilan Keputusan di Era AIJune 6, 2026 - 20:42
  • PJJ Informatika UII Goes to Bogor: Pelatihan Network Engineering Skills di Era DigitalJune 6, 2026 - 09:42
  • Surat Edaran Dosen Pembimbing Skripsi TA Genap 2025-2026 Tahap-1May 25, 2026 - 08:55

Categories

JURUSAN INFORMATIKA

Gedung KH. Mas Mansyur  Lantai 2
Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang KM. 14,5 Sleman Yogyakarta 55584

Telepon: +62 274 895287 ext. 122
Faks: +62 274 895007
Email:
Jurusan: [email protected]
Prodi Informatika Program Sarjana: [email protected]
Prodi Informatika Program Magister : [email protected]
Prodi Informatika PJJ : [email protected]
Instagram: @informatics.uii

TAUTAN CEPAT

Universitas

Fakultas

UII Gateway

Admisi

© Hak Cipta 2022 - Jurusan Informatika UII - Yogyakarta
  • Link to Instagram
  • Link to Facebook
  • Link to Youtube
Link to: Menegakkan Keadilan dalam Perjanjian Kerja: Sektor Jasa Link to: Menegakkan Keadilan dalam Perjanjian Kerja: Sektor Jasa Menegakkan Keadilan dalam Perjanjian Kerja: Sektor JasaPemimpin cerminan rakyatDALL-E Link to: Pengumuman: Pergantian Dosen Pembimbing Akademik (DPA) Mahasiswa Informatika Link to: Pengumuman: Pergantian Dosen Pembimbing Akademik (DPA) Mahasiswa Informatika Pengumuman: Pergantian Dosen Pembimbing Akademik (DPA) Mahasiswa Informatik...
Scroll to top Scroll to top Scroll to top