Deadline Boleh Mepet, Salat Jangan
Di dunia perkuliahan, mahasiswa disibukkan oleh hiruk-pikuk tugas dan deadline. Kondisi ini kerap membuat ibadah, terutama salat, terasa berat dan bukan prioritas. Tak jarang, salat dikerjakan mepet di akhir waktu, bahkan sampai terlewatkan. Padahal, di tengah kesibukan duniawi, justru mahasiswa perlu menyadari pentingnya menjaga keseimbangan antara tanggung jawab dunia dan akhirat.
Islam mengajarkan bahwa kehidupan dunia dan akhirat harus berjalan seimbang. Mendahulukan kegiatan akademik tidaklah salah, tetapi tetap harus diimbangi dengan kewajiban spiritual. Sebagai mahasiswa, belajar, menyelesaikan tugas, dan mengejar prestasi adalah tanggung jawab duniawi. Namun, tanggung jawab kepada Allah Swt. melalui ibadah seperti salat adalah fondasi yang tak boleh ditinggalkan. Tanpa ibadah, kesuksesan duniawi tidak akan membawa kebahagiaan sejati.
Salat merupakan ibadah utama dalam Islam, sebagai salah satu rukun Islam yang wajib dilaksanakan lima kali sehari. Dalam sebuah hadis riwayat Tirmidzi dan Ibnu Majah, Rasulullah saw. bersabda,
Salat disebut sebagai “tiang agama” karena ia menopang kekuatan iman. Jika salat diabaikan, iman dan ketakwaan seseorang pun akan melemah. Salat juga merupakan kewajiban yang waktunya telah ditentukan secara jelas. Sebagaimana dalam firman Allah Swt.:
Sayangnya, mendirikan salat tepat waktu sering kali menjadi tantangan bagi mahasiswa dengan jadwal yang padat. Mahasiswa memiliki rutinitas padat seperti kuliah, tugas, organisasi, dan berbagai kegiatan lainnya. Kesibukan ini sering dijadikan alasan untuk menunda salat. Padahal, salat bisa menjadi jeda sejenak untuk menenangkan hati dan pikiran. Justru dengan salat, mahasiswa bisa kembali fokus dan mendapatkan ketenangan dalam menjalani aktivitasnya. Allah Swt. mengingatkan tentang akibat buruk bagi orang-orang yang melalaikan salat, sebagaimana dalam QS. Maryam ayat 59:
Rasulullah SAW juga bersabda:
“Perjanjian antara kami dan mereka adalah salat. Siapa yang meninggalkannya, maka sungguh ia telah kafir.”(HR. Ahmad, Abu Daud, At-Tirmidzi, An-Nasa’i, dan Ibnu Majah).
Salat bukanlah penghalang produktivitas, melainkan sumber ketenangan dan kekuatan spiritual. Oleh karena itu, penting bagi mahasiswa untuk menyusun strategi manajemen waktu yang baik. Memanfaatkan waktu istirahat untuk salat dan menjalin pertemanan yang saling mengingatkan dalam kebaikan adalah langkah sederhana yang berdampak besar.
Kesimpulan
Dalam kehidupan perkuliahan, tuntutan akademik seperti tugas, proyek, organisasi hingga deadline yang ketat sering kali menyita waktu dan energi. Namun, semua kesibukan tersebut seharusnya tidak menjadi alasan untuk menunda atau meninggalkan salat. Meninggalkan salat karena alasan kesibukan justru menunjukkan ketidakseimbangan dalam menentukan prioritas hidup. Seharusnya, di tengah kesibukan itulah salat menjadi sarana jeda, pengingat akan tujuan hidup yang lebih besar, serta tanggung jawab harian sebagai seorang muslim. Dengan salat, kita bisa mendapatkan ketenangan, kejernihan berpikir, dan semangat baru dalam menghadapi berbagai tantangan akademik.
Oleh karena itu, mahasiswa perlu menentukan kembali prioritas hidupnya. Jangan sampai terlena mengejar dunia membuat lalai terhadap kewajiban kepada Sang Pencipta. Islam tidak pernah melarang seseorang untuk sukses secara akademik dan profesional, tetapi semua itu harus berjalan seiring dengan tanggung jawab.
Kesuksesan adalah ketika seseorang mampu menyeimbangkan antara urusan dunia dan akhirat. Mengerjakan tugas, menyelesaikan deadline, dan mengejar prestasi tetap bisa dilakukan tanpa harus meninggalkan salat. Justru dengan menjaga salat, Allah Swt. akan memberikan ketenangan hati dan keberkahan dalam setiap langkah kehidupan.
Referensi
- Hawari, H. (2025, 1 21). Mengapa Sholat Disebut Sebagai Tiang Agama dalam Islam? Ini Jawabannya. Diambil kembali dari Detik.com: https://www.detik.com/hikmah/khazanah/d-7743188/mengapa-sholat-disebut-sebagai-tiang-agama-dalam-islam-ini-jawabannya
- Sengaja Nunda Shalat sampai Akhir Waktu Memangnya Boleh? Buya Yahya Tegaskan Hukumnya… (2025, 4 30). Diambil kembali dari tvOnenews.com: https://www.tvonenews.com/religi/327754-sengaja-nunda-shalat-sampai-akhir-waktu-memangnya-boleh-buya-yahya-tegaskan-hukumnya
- Yulian Purnama, S. (2016, 8 11). Fatwa Ulama: Bolehkah Menunda Shalat Karena Pekerjaan? Diambil kembali dari muslim.or.id: https://muslim.or.id/28558-fatwa-ulama-bolehkah-menunda-shalat-karena-pekerjaan.html
- OpenAI. (2025, Mei 8). ChatGPT (versi GPT-4) [Large language model]. https://chatgpt.com/?model=auto
Penulis (Mahasiswa S-1 Informatika UII):
- Haida Alfadila
- Pamela Najla Ghassani
- Ladia Iffani Mardatillah






DALL-E