Jurusan Informatika - Fakultas Teknologi Industri - Universitas Islam Indonesia
  • PROFIL
    • Visi dan Misi
    • Sambutan Ketua Jurusan
    • Struktur Organisasi
    • Dosen
    • Staf
    • Kontak
  • PROGRAM STUDI
    • Program Sarjana
      • Sambutan Kaprodi S1
      • Profil Lulusan
      • Kurikulum 2020
      • Capstone
      • Jalur Tahun Keempat
      • Informatics Expo
      • Informasi & Layanan
      • Prospektus S1
      • Mahasiswa
        • Informasi Akademik
        • Mahasiswa Baru S1 – 2022
        • New IP Students – 2022
        • S1 2021 – Reguler
        • S1 – 2021 – International Program
        • S1 – 2020
    • Program Magister
    • Program Doktor
    • International Program
    • Informatika PJJ
  • UNIT PENDUKUNG
    • Laboratorium
    • Pusat Studi
      • Pusat Studi Forensika Digital
      • Pusat Studi Informatika Medis
        • Visi-Misi
        • Struktur Organisasi
        • Mitra Kerjasama
        • Kegiatan
      • Pusat Studi Sistem Informasi Enterprise
      • Pusat Studi Sains Data
    • ITCentrum
    • Student Staff
    • Komunitas Mahasiswa
    • Lembaga Mahasiswa
  • KEMITRAAN
  • ARTIKEL
    • Pojok Dakwah
    • Pojok Informatika
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
  • Link to Instagram
  • Link to Facebook
  • Link to Youtube
Pojok Informatika

Ketika AI Merampas Kuas: Apa Kabar Seniman?

Ilustrasi di atas di-generate menggunakan teknologi Artificial Intelligence

Akhir-akhir ini, perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence atau AI) telah membawa perubahan besar dalam dunia seni visual. Berbagai filter berbasis AI seperti Filter Ghibli dan AI Portrait sempat viral di platform media sosial seperti TikTok dan Instagram. Hanya dengan satu klik, sebuah foto biasa dapat diubah menjadi ilustrasi bergaya Studio Ghibli atau lukisan klasik yang menawan. Fenomena ini menarik perhatian banyak orang dan mendorong munculnya semakin banyak aplikasi berbasis AI yang mengubah cara kita berinteraksi dengan seni visual. Di balik kecanggihan tersebut, timbul pertanyaan besar: bagaimana nasib seniman di tengah tren ini?

Proses AI dalam Menciptakan Karya Seni

Secara teknis, AI menciptakan karya seni melalui proses pembelajaran menggunakan machine learning dan deep learning. Sistem ini dilatih menggunakan jutaan gambar buatan manusia sehingga mampu mengenali pola, gaya, dan komposisi tertentu. Menurut Antonia Cacic dalam artikelnya The Role of Artificial Intelligence in Art (2025), ketergantungan AI pada data tanpa izin bisa merusak konsep orisinalitas dan keaslian dalam seni. Karya yang dihasilkan AI sering kali meniru gaya atau unsur tertentu tanpa sepengetahuan penciptanya. Ia juga menjelaskan bahwa hasil buatan AI tidak memiliki “aura” atau kehadiran unik seperti karya seni manusia karena tidak ada sentuhan pribadi di balik proses kreatifnya. Hal ini menimbulkan pertanyaan etis: apakah pantas karya manusia digunakan untuk melatih mesin tanpa persetujuan pemiliknya?

Dampak AI terhadap Seniman di Dunia Maya

Kemunculan karya seni berbasis AI membawa dampak nyata bagi para seniman, terutama di dunia maya. Karya-karya AI dengan cepat mendapatkan popularitas, sering kali mengalahkan karya manusia dalam hal eksposur. Tidak sedikit ilustrator dan seniman digital yang merasakan berkurangnya permintaan atas karya orisinal mereka. Banyak perusahaan dan individu lebih memilih menggunakan gambar AI yang dinilai lebih cepat dan murah. Gerakan #ProtectArtists muncul sebagai respons terhadap keresahan ini untuk memperjuangkan hak cipta dan menghimbau kesadaran masyarakat agar tetap menghargai karya manusia.

Gerakan Perlindungan Hak Seniman dan Regulasi AI

Melihat ancaman tersebut, komunitas seniman global mulai mengambil tindakan nyata. Gerakan #ProtectArtists menjadi simbol perjuangan para kreator dalam memperjuangkan hak cipta di era AI. Pada tahun 2024, sekelompok seniman mengajukan gugatan terhadap beberapa perusahaan pengembang AI seperti Stability AI, Midjourney, dan DeviantArt karena penggunaan karya tanpa izin. Menurut laporan The Art Newspaper (2024), gugatan ini berhasil dilanjutkan ke tahap persidangan sekaligus mempertegas pentingnya regulasi yang mengatur penggunaan data latih AI. Dengan adanya regulasi yang adil, diharapkan perkembangan AI dalam dunia kreatif dapat berjalan secara adil tanpa merugikan pihak mana pun.

Masa Depan Seni di Tengah Kecanggihan AI

Di tengah tantangan tersebut, masa depan seni tetap memiliki peluang cerah, asalkan manusia dan AI dapat berkolaborasi dengan etis. Banyak seniman mulai memanfaatkan AI sebagai alat bantu untuk memperkaya kreativitas mereka, bukan sebagai pengganti. Kolaborasi ini membuka ruang inovasi baru, asalkan prinsip penghormatan terhadap karya manusia tetap dijaga. Etika penggunaan AI dalam seni harus menjadi perhatian utama agar teknologi ini tidak menghapus nilai kemanusiaan dalam setiap karya yang tercipta.

Referensi

  • Cacic, A. (2025). The Role of Artificial Intelligence in Art. Art and Culture, 1(1). Diakses dari https://accscience.com/journal/AC/articles/online_first/4544
  • The Art Newspaper. (2024). US artists score victory in landmark AI copyright case. Diakses dari https://www.theartnewspaper.com/2024/08/15/us-artists-score-victory-in-landmark-ai-copyright-case

Penulis (Mahasiswa S-1 Informatika UII): Avit Febriansyah

Related posts:

E-Money dan Cryptocurrency dalam Pandangan Islam

Canva Merilis Fitur Baru dengan Teknologi AI

Apakah Manusia akan Digantikan Robot?

Peran Pendidik Tak Akan Tergantikan oleh Kecerdasan Buatan

Mengenal Sekilas Large Languge Models (LLMs)

June 21, 2025/by informatika
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://informatics.uii.ac.id/wp-content/uploads/2023/03/robot-running-AI-2.png 716 1157 informatika https://informatics.uii.ac.id/wp-content/uploads/2020/03/Logo-webTF-UII-1030x420.png informatika2025-06-21 14:41:362026-04-13 14:48:37Ketika AI Merampas Kuas: Apa Kabar Seniman?
  • Mahasiswa Magister Informatika UII Berhasil Kembangkan Metode Forensik Digital pada Smartwatch Berbasis Android Wear OSJuly 19, 2026 - 21:44
  • Selamat! Prof. Sri Kusumadewi Dilantik sebagai Dekan FTI UII Periode 2026–2030July 1, 2026 - 21:09
  • menunggu berbuka puasa di masjid
    Menjemput Keberkahan di Tanah Suci: Hakikat dan Manfaat Ibadah UmrahJuly 1, 2026 - 16:15
  • AI Mengubah Pekerjaan, Bukan Menghapusnya: Pesan Prof. Fathul Wahid bagi Mahasiswa InformatikaJuly 1, 2026 - 12:03
  • Belajar Sistem Enterprise dari Zulhia Septiandini, Alumni Informatika UII yang Berkarier 18 Tahun di Bidang SAPJuly 1, 2026 - 10:40
  • Pengumuman Pergantian Dosen Pembimbing Akademik (DPA)June 26, 2026 - 15:07
  • Dari Yogyakarta ke Hiroshima: Pandu Nur Afi Dewanto Bawa Riset Rekomendasi Micro-Credential Berbasis AIJune 8, 2026 - 10:27
  • Mozanda Presentasikan Penelitian AI untuk Bimbingan Akademik di Seminar Internasional JepangJune 8, 2026 - 10:13
  • Webinar PJJ Informatika UII: Menavigasi Pengambilan Keputusan di Era AIJune 6, 2026 - 20:42
  • PJJ Informatika UII Goes to Bogor: Pelatihan Network Engineering Skills di Era DigitalJune 6, 2026 - 09:42

Categories

JURUSAN INFORMATIKA

Gedung KH. Mas Mansyur  Lantai 2
Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang KM. 14,5 Sleman Yogyakarta 55584

Telepon: +62 274 895287 ext. 122
Faks: +62 274 895007
Email:
Jurusan: [email protected]
Prodi Informatika Program Sarjana: [email protected]
Prodi Informatika Program Magister : [email protected]
Prodi Informatika PJJ : [email protected]
Instagram: @informatics.uii

TAUTAN CEPAT

Universitas

Fakultas

UII Gateway

Admisi

© Hak Cipta 2022 - Jurusan Informatika UII - Yogyakarta
  • Link to Instagram
  • Link to Facebook
  • Link to Youtube
Link to: Mengenal Flutter: Framework Modern untuk Pengembangan Aplikasi Mobile Link to: Mengenal Flutter: Framework Modern untuk Pengembangan Aplikasi Mobile Mengenal Flutter: Framework Modern untuk Pengembangan Aplikasi Mobile Link to: Sistem Rekomendasi: Bagaimana Platform Digital Mengenali Preferensi Pengguna? Link to: Sistem Rekomendasi: Bagaimana Platform Digital Mengenali Preferensi Pengguna? Fitur Rekomendasi Dokter di HalodocSistem Rekomendasi: Bagaimana Platform Digital Mengenali Preferensi Penggun...
Scroll to top Scroll to top Scroll to top