Belajar untuk Merasa Cukup

Oleh: Farras Rana Pradhana, S.T.

Di tengah kehidupan modern yang serba cepat ini, manusia sering kali terjebak dalam perlombaan tanpa akhir, mengejar harta, status, dan kehidupan duniawi lainnya. Namun, semakin dikejar, justru semakin terasa kosong. Hati tidak pernah tenang, pikiran selalu resah, dan hidup terasa kurang, meski nikmat Allah begitu melimpah. Padahal, Islam telah mengajarkan kepada kita untuk merasa cukup dengan apa yang Allah berikan untuk kita atau yang biasa dikenal dengan istilah qanaah

Secara bahasa, qanaah berarti rida dan merasa puas terhadap bagian rezeki yang telah Allah berikan. Sedangkan menurut istilah para ulama, qanaah adalah sikap hati yang menerima pemberian Allah dengan lapang dada, tanpa iri terhadap apa yang dimiliki orang lain. Merasa cukup qanaah bukan berarti malas berusaha atau tidak punya cita-cita, melainkan menerima hasil dengan lapang dada setelah berikhtiar sebaik-baiknya.

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bukanlah kekayaan itu karena banyaknya harta benda, tetapi kekayaan yang sebenarnya adalah kekayaan jiwa (merasa cukup).” (HR. Bukhari dan Muslim).

Dari hadis tersebut kita dapat melihat bahwa kekayaan yang sejati adalah kekayaan jiwa, sehingga tidaklah penting atau berarti seberapa banyak kekayaan harta benda yang kita punya, tanpa memiliki hati atau jiwa yang merasa cukup atas semua nikmat tersebut. Dengan merasa cukup, kita akan lebih tenang dan lebih menghargai atas apa yang kita punya saat ini. 

Berikut merupakan tips belajar untuk merasa cukup atas nikmat yang telah kita miliki yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari:

  1. Meyakini Bahwa Setiap Rezeki Sudah Diatur oleh Allah
    Dalam surat Hud ayat 6 Allah berfirman yang artinya, “Dan tidak ada suatu makhluk melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya.” (QS. Hud: 6).
    Ketika kita merasa yakin bahwa setiap rezeki sudah ditetapkan dan pasti akan tersampaikan ke penerimanya, kita tidak perlu gelisah berlebihan atau membandingkan hidup dengan orang lain. Kita hanya perlu berusaha sebaik mungkin dan menyerahkan hasilnya kepada Allah Ta’ala.
  1. Perbanyak Syukur Setiap Hari
    D
    alam surat Ibrahim ayat 7 Allah berfirman yang artinya, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu.” (QS. Ibrahim: 7).
    Bersyukur adalah kunci utama untuk menumbuhkan rasa cukup. Ketika kamu merasa kurang, coba lihat lagi berapa banyak nikmat yang sebenarnya sudah kamu miliki. Setiap malam sebelum tidur, coba sebutkan tiga hal yang kamu syukuri hari itu, seperti tidak terkena macet saat berangkat kerja, mendapatkan traktiran ulang tahun dari teman, atau bisa pulang kerja tepat waktu. Kebiasaan kecil ini akan melatih otak dan hati kita untuk fokus pada nikmat yang ada, bukan kekurangan yang bisa dicari-cari.

Mari kita berusaha untuk menjalani kehidupan ini dengan sebaik-baiknya yang kita bisa dan senantiasa merasa cukup dengan apa yang diberikan oleh Allah ta’ala. Karena kebahagiaan sejati bukan saat kita memiliki segalanya, tetapi ketika kita mampu merasa cukup dengan apa yang ada.