Jangan Bersedih

Oleh: Muhammad Lutfi Usman, S.Pd. K.Or

Kawan, apakah kalian pernah mengalami permasalahan hidup? Pasti pernah ya, dan itu tidak hanya satu atau dua kali saja, mungkin bisa jadi tiap hari merasakanya.

Janganlah bersedih kawan,  karena semua masalah baik yang kecil maupun yang berat ternyata itu hanyalah cobaan dari Allah ta’ala untuk menguji seberapa kuat kita. Kita harus kuat dalam menjalaninya, jangan menyerah, jangan berputus asa. Tetap hadapi masalah itu, jangan menghindar, selesaikan masalah itu dengan sebaik-baiknya. Yakinlah kawan setelah masalah itu selesai pasti akan kamu temukan kebahagiaan dan kebanggaan bahwa kamu memang pantas untuk menerima ujian dari Allah ta’ala. Yakinlah Allah ta’ala akan mengganti perjuanganmu itu dengan pahala yang luas dan keberkahan yang kamu tidak ketahui.

Kawan tahukah kamu, ternyata Allah ta’ala telah membuat rumus dalam hidup ini, hanya saja terkadang tidak kita ketahui. Berikut rumus ketika kita mendapatkan permasalahan:

M – K = B

M: Masalah, K: Kemudahan, B: Bahagia 

Rumus MKB di atas, perlu kita ingat, agar bila ada permasalahan kita bisa langsung move on. Dan kita yakin bahwa pasti permasalahan akan terselesaikan, karena Allah ta’ala sudah berjanji dan memberikan pedoman kepada kita bila mana mendapatkan permasalahan. Allah ta’ala berfirman di  Surat Al Insyirah ayat 1-8, yang artinya:

Ayat 1: Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu”
Ayat 2: dan Kami telah menghilangkan daripadamu bebanmu”
Ayat 3: yang memberatkan punggungmu”
Ayat 4: Dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu”
Ayat 5: Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan”
Ayat 6: Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan”
Ayat 7: Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain.”
Ayat 8: Dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap”

Bagaimana kawan, sudah lega perasaanmu sekarang?

Sekarang tinggal kita jalani hidup ini dengan penuh semangat, lebih mendekatkan diri kepada Allah ta’ala. Kita jadikan hidup kita lebih bermanfaat untuk diri sendiri, orang tua dan keluarga kita, agama dan saudara kita.

Akhir kata, janganlah bersedih kawan, karena sesungguhnya sesudah kesulitan pasti ada kemudahan.