keynote speakers h@dfex 2019

Awal November kali ini, Jurusan Informatika UII mengadakan 7th Hacking & Digital Forensics Exposed ([email protected]) 2019 dengan tema “Explore The Unseen World: Tracking and Tracing Data in Cyberspace” pada tanggal 5-7 November lalu. Acara yang diinisiasi oleh Pusat Studi Forensika Digital (Pusfid) UII juga didukung oleh beberapa institusi, di antaranya ada: Badan Siber dan Sandi Negara, EC-Council, dan Asosiasi Forensik Digital Indonesia (AFDI).

Seminar Nasional yang diadakan juga mengundang tiga keynote speaker yang ahli di bidangnya, yaitu Pinuji Prasetyaningtyas, S.S.,M.Si. (Kasubdit Analis Kripto dan Forensik Digital), IPTU Stephanie Brennadiva, MISDF (Dittipidsiber Bareskrim Polri), dan Dr. Roy Rudolf Huizen (Dosen Institut Teknologi & Bisnis STIKOM Bali). Pada [email protected] 2019 ini, Ibu Pinuji mengajak audiens untuk “Bersinergi dalam Mengamankan Negara dari Bahaya Siber”. Sementara itu, pengalaman IPTU Stephanie selama bergabung bersama Bareskrim Polri dibagikan pada [email protected] 2019 ini dengan judul “Cybercrime Overview, Online & Social Media Investigation“. Tak ketinggalan Dr. Roy turut berbagi pengetahuan tentang Audio Forensics.

H@dfex 2019 di Santika Premiere Hotel

Beberapa mahasiswa, dosen, praktisi dunia siber dari berbagai kota di Indonesia turut meramaikan acara yang dilaksanakan di Hotel Santika Premiere, Yogyakarta, dengan mempresentasikan beberapa makalah yang berkaitan dengan dunia forensik dan keamanan dunia digital. Beberapa mahasiswa Magister Informatika UII, terutama dari konsentrasi Forensika Digital, juga ikut presentasi di [email protected] 2019 ini.

Tidak hanya seminar, tetapi ada juga dua workshop yang dilaksanakan selama dua hari: Workshop Social Media Investigation menggunakan Maltego, serta Workshop Network Forensics yang diselenggarakan secara paralel.

Peserta dan Instruktur Workshop Social Media Investigation di H@dfex 2019

Peserta dan Instruktur Workshop Social Media Investigation di [email protected] 2019

Diharapkan acara [email protected] ini dapat meningkatkan security awareness pada masyarakat, dapat melakukan pertukaran informasi, ilmu pengetahuan dalam dunia digital forensics, serta dapat menguatkan kerja sama antara komunitas, akademisi, praktisi, dan pemerintah. [FA, Ulfa]