Bots merupakan singkatan dari robots. Dalam dunia perangkat lunak, bots yang juga dikenal dengan istilah software agent adalah program komputer yang dapat dioperasikan oleh seseorang untuk tujuan-tujuan tertentu. Bots digunakan untuk melakukan proses otomasi pada suatu aktivitas mewakili pihak (orang/organisasi) yang menjalankannya. Di dunia e-commerce, terdapat berbagai bots yang dapat membantu banyak orang, baik penjual maupun (calon) pembeli, atau kedua belah pihak sekaligus. Pun demikian, ada pula bots yang digunakan untuk mengeruk keuntungan bagi kepentingan pribadi dengan mengorbankan atau merugikan pihak lain. Pada artikel ini, mari kita berkenalan lebih lanjut dengan beberapa jenis bots yang lazim digunakan di dunia e-commerce.

  • Chatbot

Jenis bots ini digunakan untuk mempermudah komunikasi antara sebuah merchant dengan pelanggan atau calon pelanggannya. Chatbots dapat digunakan pada sebuah e-commerce di bidang layanan pelanggan (customer service) baik sebagai pengganti human agent atau sebagai garda depan yang berfungsi memilah pelanggan sebelum dihubungkan dengan pihak terkait sesuai kebutuhannya. Misal: layanan purna jual dalam masa garansi, layanan purna jual di luar masa garansi, atau dukungan teknis. Selain yang tertanam di sistem atau web milik penyedia layanan e-commerce, chatbots dapat juga diintegrasikan dengan aplikasi pesan instan seperti WhatsApp atau Telegram.

 

  • Shopbot

Jenis bots ini dapat digunakan oleh calon pembeli untuk membandingkan harga dari suatu barang tertentu di platform atau marketplace yang berbeda-beda. Selain membandingkan harga, beberapa shopbots juga memungkinkan penggunanya untuk mendapatkan kupon, voucher, atau kode khusus untuk menghemat biaya belanja, baik kode diskon, cashback, atau gratis ongkir. Ada pula shopbots yang dapat memberikan informasi harga dan ketersediaan stok barang baik di toko online maupun toko fisik. Perlu dicatat bahwa kebanyakan shopbots dirancang untuk berjalan di pasar atau negara tertentu, misal BrickSeek yang hanya untuk pasar Amerika Serikat saja, atau Shopbot yang menyediakan tiga website berbeda untuk pasar Australia, Selandia Baru, dan Kanada. Selain yang berupa aplikasi berbasis web, ada pula shopbots yang dikemas sebagai browser extension, seperti Shoptimate yang berjalan di Chrome.

 

  • Sniper bot

Jenis bots ini digunakan oleh calon pembeli untuk mengalahkan calon pembeli lain, utamanya dalam aktivitas belanja yang jumlah dan atau waktunya dibatasi oleh event-event khusus seperti flash sale di Shopee atau Tokopedia atau untuk aktivitas lelang seperti di eBay. Sesuai dengan namanya, sniper bots akan melakukan aktivitas pembelian atau penawaran harga lelang pada waktu tertentu secara presisi. Ini akan sangat sulit untuk ditandingi oleh calon pembeli lainnya yang melakukan aktivitas pembelian atau penawaran harga lelang secara manual. Jenis bots ini pernah membuat heboh jagat maya Indonesia dikarenakan video viral tentang sekumpulan pemuda yang berhasil mendapatkan iPhone XR seharga Rp 111.000,- pada event 11.11 Shopee di tahun 2020 lalu yang akhirnya dibatalkan karena melanggar syarat dan ketentuan yang telah diberikan oleh Shopee. Namun, tidak selamanya sniper bots ini terlarang. Di situs lelang terbesar di dunia, eBay, penggunaan sniper bots diizinkan secara resmi dengan catatan bahwa penggunaan sniper bots tidak otomatis menjamin penggunanya memenangkan lelang, selain adanya peluang celah keamanan dari penyedia jasa sniper bots tertentu.

 

Demikian beberapa jenis bots yang ada di dunia e-commerce. Bagaimana pendapat kalian akan penggunaan bots di e-commerce? Apakah kalian memiliki pengalaman dengan bots di e-commerce? Silakan diskusikan di kolom komentar.

 


Penulis: Ahmad Raf’ie Pratama
Dosen Informatika UII

Jurusan Informatika UII menerima kiriman artikel untuk ditampilkan pada Pojok Informatika dan Pojok Dakwah. Ketentuan dan prosedur pengiriman dapat dilihat pada laman berikut.

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published.