Jurusan Informatika - Fakultas Teknologi Industri - Universitas Islam Indonesia
  • PROFIL
    • Visi dan Misi
    • Sambutan Ketua Jurusan
    • Struktur Organisasi
    • Dosen
    • Staf
    • Kontak
  • PROGRAM STUDI
    • Program Sarjana
      • Sambutan Kaprodi S1
      • Profil Lulusan
      • Kurikulum 2020
      • Capstone
      • Jalur Tahun Keempat
      • Informatics Expo
      • Informasi & Layanan
      • Prospektus S1
      • Mahasiswa
        • Informasi Akademik
        • Mahasiswa Baru S1 – 2022
        • New IP Students – 2022
        • S1 2021 – Reguler
        • S1 – 2021 – International Program
        • S1 – 2020
    • Program Magister
    • Program Doktor
    • International Program
    • Informatika PJJ
  • UNIT PENDUKUNG
    • Laboratorium
    • Pusat Studi
      • Pusat Studi Forensika Digital
      • Pusat Studi Informatika Medis
        • Visi-Misi
        • Struktur Organisasi
        • Mitra Kerjasama
        • Kegiatan
      • Pusat Studi Sistem Informasi Enterprise
      • Pusat Studi Sains Data
    • ITCentrum
    • Student Staff
    • Komunitas Mahasiswa
    • Lembaga Mahasiswa
  • KEMITRAAN
  • ARTIKEL
    • Pojok Dakwah
    • Pojok Informatika
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
  • Link to Instagram
  • Link to Facebook
  • Link to Youtube
Pojok Dakwah

Belajar untuk Merasa Cukup

Oleh: Farras Rana Pradhana, S.T.

Di tengah kehidupan modern yang serba cepat ini, manusia sering kali terjebak dalam perlombaan tanpa akhir, mengejar harta, status, dan kehidupan duniawi lainnya. Namun, semakin dikejar, justru semakin terasa kosong. Hati tidak pernah tenang, pikiran selalu resah, dan hidup terasa kurang, meski nikmat Allah begitu melimpah. Padahal, Islam telah mengajarkan kepada kita untuk merasa cukup dengan apa yang Allah berikan untuk kita atau yang biasa dikenal dengan istilah qanaah. 

Secara bahasa, qanaah berarti rida dan merasa puas terhadap bagian rezeki yang telah Allah berikan. Sedangkan menurut istilah para ulama, qanaah adalah sikap hati yang menerima pemberian Allah dengan lapang dada, tanpa iri terhadap apa yang dimiliki orang lain. Merasa cukup qanaah bukan berarti malas berusaha atau tidak punya cita-cita, melainkan menerima hasil dengan lapang dada setelah berikhtiar sebaik-baiknya.

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bukanlah kekayaan itu karena banyaknya harta benda, tetapi kekayaan yang sebenarnya adalah kekayaan jiwa (merasa cukup).” (HR. Bukhari dan Muslim).

Dari hadis tersebut kita dapat melihat bahwa kekayaan yang sejati adalah kekayaan jiwa, sehingga tidaklah penting atau berarti seberapa banyak kekayaan harta benda yang kita punya, tanpa memiliki hati atau jiwa yang merasa cukup atas semua nikmat tersebut. Dengan merasa cukup, kita akan lebih tenang dan lebih menghargai atas apa yang kita punya saat ini. 

Berikut merupakan tips belajar untuk merasa cukup atas nikmat yang telah kita miliki yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari:

  1. Meyakini Bahwa Setiap Rezeki Sudah Diatur oleh Allah
    Dalam surat Hud ayat 6 Allah berfirman yang artinya, “Dan tidak ada suatu makhluk melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya.” (QS. Hud: 6).
    Ketika kita merasa yakin bahwa setiap rezeki sudah ditetapkan dan pasti akan tersampaikan ke penerimanya, kita tidak perlu gelisah berlebihan atau membandingkan hidup dengan orang lain. Kita hanya perlu berusaha sebaik mungkin dan menyerahkan hasilnya kepada Allah Ta’ala.
  1. Perbanyak Syukur Setiap Hari
    D
    alam surat Ibrahim ayat 7 Allah berfirman yang artinya, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu.” (QS. Ibrahim: 7).
    Bersyukur adalah kunci utama untuk menumbuhkan rasa cukup. Ketika kamu merasa kurang, coba lihat lagi berapa banyak nikmat yang sebenarnya sudah kamu miliki. Setiap malam sebelum tidur, coba sebutkan tiga hal yang kamu syukuri hari itu, seperti tidak terkena macet saat berangkat kerja, mendapatkan traktiran ulang tahun dari teman, atau bisa pulang kerja tepat waktu. Kebiasaan kecil ini akan melatih otak dan hati kita untuk fokus pada nikmat yang ada, bukan kekurangan yang bisa dicari-cari.

Mari kita berusaha untuk menjalani kehidupan ini dengan sebaik-baiknya yang kita bisa dan senantiasa merasa cukup dengan apa yang diberikan oleh Allah ta’ala. Karena kebahagiaan sejati bukan saat kita memiliki segalanya, tetapi ketika kita mampu merasa cukup dengan apa yang ada.

 

December 24, 2025/by Ihsan
https://informatics.uii.ac.id/wp-content/uploads/2020/03/Logo-webTF-UII-1030x420.png 0 0 Ihsan https://informatics.uii.ac.id/wp-content/uploads/2020/03/Logo-webTF-UII-1030x420.png Ihsan2025-12-24 10:14:032025-12-24 10:17:14Belajar untuk Merasa Cukup
Pojok Dakwah

Jangan Bersedih

Oleh: Muhammad Lutfi Usman, S.Pd. K.Or

Kawan, apakah kalian pernah mengalami permasalahan hidup? Pasti pernah ya, dan itu tidak hanya satu atau dua kali saja, mungkin bisa jadi tiap hari merasakanya.

Janganlah bersedih kawan,  karena semua masalah baik yang kecil maupun yang berat ternyata itu hanyalah cobaan dari Allah ta’ala untuk menguji seberapa kuat kita. Kita harus kuat dalam menjalaninya, jangan menyerah, jangan berputus asa. Tetap hadapi masalah itu, jangan menghindar, selesaikan masalah itu dengan sebaik-baiknya. Yakinlah kawan setelah masalah itu selesai pasti akan kamu temukan kebahagiaan dan kebanggaan bahwa kamu memang pantas untuk menerima ujian dari Allah ta’ala. Yakinlah Allah ta’ala akan mengganti perjuanganmu itu dengan pahala yang luas dan keberkahan yang kamu tidak ketahui.

Kawan tahukah kamu, ternyata Allah ta’ala telah membuat rumus dalam hidup ini, hanya saja terkadang tidak kita ketahui. Berikut rumus ketika kita mendapatkan permasalahan:

M – K = B

M: Masalah, K: Kemudahan, B: Bahagia 

Rumus MKB di atas, perlu kita ingat, agar bila ada permasalahan kita bisa langsung move on. Dan kita yakin bahwa pasti permasalahan akan terselesaikan, karena Allah ta’ala sudah berjanji dan memberikan pedoman kepada kita bila mana mendapatkan permasalahan. Allah ta’ala berfirman di  Surat Al Insyirah ayat 1-8, yang artinya:

Ayat 1: Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu”
Ayat 2: dan Kami telah menghilangkan daripadamu bebanmu”
Ayat 3: yang memberatkan punggungmu”
Ayat 4: Dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu”
Ayat 5: Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan”
Ayat 6: Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan”
Ayat 7: Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain.”
Ayat 8: Dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap”

Bagaimana kawan, sudah lega perasaanmu sekarang?

Sekarang tinggal kita jalani hidup ini dengan penuh semangat, lebih mendekatkan diri kepada Allah ta’ala. Kita jadikan hidup kita lebih bermanfaat untuk diri sendiri, orang tua dan keluarga kita, agama dan saudara kita.

Akhir kata, janganlah bersedih kawan, karena sesungguhnya sesudah kesulitan pasti ada kemudahan.

 

December 24, 2025/by Ihsan
https://informatics.uii.ac.id/wp-content/uploads/2020/03/Logo-webTF-UII-1030x420.png 0 0 Ihsan https://informatics.uii.ac.id/wp-content/uploads/2020/03/Logo-webTF-UII-1030x420.png Ihsan2025-12-24 09:58:422025-12-24 10:07:42Jangan Bersedih
Pojok Dakwah

Adab dalam Islam, Pondasi Utama Dakwah

oleh : Mukhammad Andri Setiawan

Pernahkah kita merenungkan mengapa dakwah para nabi begitu mengena di hati? Mengapa mereka mampu menghadapi penentang-penentang keras dengan tetap menjaga kemuliaan akhlak? Jawabannya terletak pada satu kata kunci: adab. Ya, adab atau akhlak dalam Islam bukanlah sekadar pelengkap, tapi juga menjadi pondasi utama yang menentukan keberhasilan sebuah interaksi, termasuk dalam menyampaikan kebenaran.

 

Mari kita tengok kisah Nabi Ibrahim ‘alaihissalam. Bayangkan situasinya: seorang anak yang harus berhadapan dengan ayahnya sendiri karena perbedaan keyakinan yang sangat fundamental. Ayahnya adalah pembuat patung, sedangkan Ibrahim datang dengan ajaran tauhid. Konflik ini bukan sekadar perbedaan pendapat biasa, tetapi pertentangan antara syirik dan tauhid, antara kebatilan dan kebenaran.

 

Namun, bagaimana Ibrahim menyikapi situasi ini? Al-Qur’an mencatat dengan indah dalam Surah Maryam ayat 42-45, bagaimana Ibrahim tetap memanggil ayahnya dengan panggilan “Ya Abati” (Wahai ayahku). Tidak ada kata-kata kasar, tidak ada nada merendahkan, tidak ada sikap arogan meskipun Ibrahim berada di pihak kebenaran. Sebuah teladan luar biasa tentang bagaimana adab harus tetap terjaga bahkan dalam situasi yang paling sulit sekalipun.

 

Kisah yang lebih mencengangkan lagi adalah ketika Allah subhanahu wa ta’ala memerintahkan Nabi Musa ‘alaihissalam untuk menghadapi Fir’aun. Kita semua tahu siapa Fir’aun – seorang tiran yang mengaku sebagai tuhan, pembunuh ribuan bayi tidak berdosa, penindas Bani Israil selama bertahun-tahun. Dia adalah simbol kezaliman dan kesombongan manusia.

 

Lalu apa perintah Allah kepada Musa dan Harun? Dalam Surah Thaha ayat 44, Allah berfirman: Read more

August 28, 2025/by dmc
https://informatics.uii.ac.id/wp-content/uploads/2025/08/adab.jpg 1024 1024 dmc https://informatics.uii.ac.id/wp-content/uploads/2020/03/Logo-webTF-UII-1030x420.png dmc2025-08-28 20:32:102025-08-28 20:45:47Adab dalam Islam, Pondasi Utama Dakwah
Pojok Dakwah

Meluruskan Mitos Bulan Safar: Antara Takhayul dan Tauhid

Dalam kehidupan masyarakat Muslim, tidak jarang kita masih menjumpai keyakinan atau tradisi yang diwariskan secara turun-temurun, yang ternyata tidak sesuai dengan ajaran Islam. Salah satu contohnya adalah anggapan negatif terhadap bulan Safar. Sebagian orang masih percaya bahwa bulan Safar adalah bulan sial, penuh malapetaka, dan tidak baik untuk memulai aktivitas penting seperti pernikahan, pembangunan rumah, atau perjalanan jauh.

Padahal, dalam Islam, keyakinan semacam ini termasuk dalam bentuk tathayyur (merasa sial karena sesuatu yang tidak terbukti secara syariat), yang bertentangan dengan prinsip tauhid. Anggapan tersebut sejatinya merupakan warisan zaman jahiliah yang telah dibatalkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Kata Safar secara bahasa berarti “kosong” atau “bersih”. Disebut demikian karena dahulu, pada bulan ini, orang-orang Arab meninggalkan rumah mereka untuk berperang atau bepergian sehingga rumah-rumah menjadi kosong.

Namun, seiring waktu, muncul berbagai mitos dan keyakinan keliru yang menyelimuti bulan Safar ini. Di antara kepercayaan masyarakat Arab jahiliah, mereka meyakini bahwa bulan Safar membawa nasib buruk sehingga mereka menghindari kegiatan penting selama bulan ini.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian datang meluruskan pandangan ini dalam sabdanya: Read more

August 4, 2025/by informatika
https://informatics.uii.ac.id/wp-content/uploads/2023/01/Al-Quran.png 729 1087 informatika https://informatics.uii.ac.id/wp-content/uploads/2020/03/Logo-webTF-UII-1030x420.png informatika2025-08-04 11:04:282025-10-01 13:51:46Meluruskan Mitos Bulan Safar: Antara Takhayul dan Tauhid
Pojok Dakwah

The Power of Gratitude: Melihat Keindahan dalam Segala Hal

oleh: Chanifah Indah Ratnasari

Topik tulisan kali ini sebenarnya simpel, tapi punya efek luar biasa dalam hidup kita. Yaitu tentang bersyukur, atau dalam bahasa kerennya “gratitude.” Pernah nggak sih kita mikir, kenapa ada orang yang kelihatannya selalu bahagia, meskipun hidupnya nggak selalu mulus? Sementara ada juga yang punya segalanya, tapi tetap merasa kurang dan nggak pernah puas?

Nah, jawabannya ada di cara mereka melihat hidup. Orang yang punya kebiasaan bersyukur bisa melihat keindahan dalam segala hal, termasuk dalam hal-hal yang menurut orang lain itu buruk atau menyedihkan. Tulisan ini bakal ngebahas gimana caranya kita bisa jadi orang yang lebih bersyukur, lebih bahagia, dan lebih positif dalam menjalani hidup.

1. Bersyukur Itu Kunci Kebahagiaan

Banyak orang berpikir kalau bahagia itu datang setelah kita mendapatkan sesuatu: setelah sukses, setelah punya uang banyak, setelah punya pasangan yang ideal, dan sebagainya. Padahal, bahagia itu justru datang karena kita bersyukur atas apa yang kita punya sekarang.

Allah sudah kasih janji dalam Al-Qur’an: Read more

June 17, 2025/by informatika
https://informatics.uii.ac.id/wp-content/uploads/2023/08/romantic-stylish-bearded-guy-posing-against-white-wall-with-glasses-1-scaled.jpg 1707 2560 informatika https://informatics.uii.ac.id/wp-content/uploads/2020/03/Logo-webTF-UII-1030x420.png informatika2025-06-17 07:20:012025-06-23 07:26:37The Power of Gratitude: Melihat Keindahan dalam Segala Hal
Pojok Dakwah

Memperkuat Keimanan Melalui Dzikir di Tengah Kesibukan Mahasiswa

Kehidupan mahasiswa identik dengan aktivitas padat. Mulai dari mengikuti perkuliahan, menyelesaikan tugas-tugas akademik yang menumpuk, hingga terlibat aktif dalam kegiatan organisasi kampus yang menyita waktu. Rutinitas padat ini sering kali mengakibatkan mahasiswa mengalami kelelahan jiwa dan raga. Kondisi ini berpotensi melemahkan keimanan dan menjadikan hati mudah gelisah. Dzikir menjadi solusi sederhana yang memiliki kekuatan besar untuk menjaga keseimbangan spiritual dan memperkuat keimanan seseorang di tengah padatnya aktivitas.

Allah Swt. telah menegaskan tentang kekuatan dzikir melalui firman-Nya yang tertuang dalam Surah Ar-Ra’d : 28

اَلَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا وَتَطۡمَٮِٕنُّ قُلُوۡبُهُمۡ بِذِكۡرِ اللّٰهِ​ ؕ اَلَا بِذِكۡرِ اللّٰهِ تَطۡمَٮِٕنُّ الۡقُلُوۡبُ ؕ‏

“Yaitu orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah, hati menjadi tenteram.”

Ayat tersebut menegaskan bahwa dzikir tidak hanya sebatas ucapan lisan atau bacaan semata, tetapi juga merupakan terapi spiritual yang ampuh dalam menghadapi berbagai tekanan hidup, termasuk yang dirasakan oleh kalangan mahasiswa. Muhammad Akmal dkk. (2025) menjelaskan bahwa dalam pandangan Al-Qur’an, dzikir diposisikan sebagai suatu bentuk meditasi spiritual, yakni sarana untuk membangun kesadaran penuh (mindfulness) terhadap kehadiran Allah yang menghasilkan ketenangan, kepuasan batin, dan rasa aman yang mendalam. Read more

June 8, 2025/by informatika
https://informatics.uii.ac.id/wp-content/uploads/2024/02/4232144885.webp 500 750 informatika https://informatics.uii.ac.id/wp-content/uploads/2020/03/Logo-webTF-UII-1030x420.png informatika2025-06-08 11:16:352026-04-11 12:16:37Memperkuat Keimanan Melalui Dzikir di Tengah Kesibukan Mahasiswa
Pojok Dakwah

Deadline Boleh Mepet, Salat Jangan

Di dunia perkuliahan, mahasiswa disibukkan oleh hiruk-pikuk tugas dan deadline. Kondisi ini kerap membuat ibadah, terutama salat, terasa berat dan bukan prioritas. Tak jarang, salat dikerjakan mepet di akhir waktu, bahkan sampai terlewatkan. Padahal, di tengah kesibukan duniawi, justru mahasiswa perlu menyadari pentingnya menjaga keseimbangan antara tanggung jawab dunia dan akhirat.

Islam mengajarkan bahwa kehidupan dunia dan akhirat harus berjalan seimbang. Mendahulukan kegiatan akademik tidaklah salah, tetapi tetap harus diimbangi dengan kewajiban spiritual. Sebagai mahasiswa, belajar, menyelesaikan tugas, dan mengejar prestasi adalah tanggung jawab duniawi. Namun, tanggung jawab kepada Allah Swt. melalui ibadah seperti salat adalah fondasi yang tak boleh ditinggalkan. Tanpa ibadah, kesuksesan duniawi tidak akan membawa kebahagiaan sejati.

Salat merupakan ibadah utama dalam Islam, sebagai salah satu rukun Islam yang wajib dilaksanakan lima kali sehari. Dalam sebuah hadis riwayat Tirmidzi dan Ibnu Majah, Rasulullah saw. bersabda, Read more

June 2, 2025/by informatika
https://informatics.uii.ac.id/wp-content/uploads/2022/01/muhsin-ck-8BcNsqDJy2I-unsplash-scaled.jpg 2560 1921 informatika https://informatics.uii.ac.id/wp-content/uploads/2020/03/Logo-webTF-UII-1030x420.png informatika2025-06-02 15:55:162026-04-09 16:08:41Deadline Boleh Mepet, Salat Jangan
Pojok Dakwah, Pojok Informatika

Pemrograman dan Sabar: Pelajaran Kehidupan dari Dunia Coding

Dunia pemrograman dan ajaran Islam ternyata memiliki titik temu yang menarik untuk dibahas. Salah satu nilai utama yang terlihat jelas dalam keduanya adalah kesabaran. Seorang programmer sering kali harus menghadapi berbagai tantangan yang menuntut ketahanan mental tinggi, selaras dengan ajaran Islam tentang pentingnya bersabar. Ketika berhadapan dengan error yang membingungkan, algoritma yang tidak berjalan sebagaimana mestinya, atau tekanan deadline yang semakin dekat, kesabaran menjadi kunci penting yang memberikan kekuatan dan ketenangan.

Rasulullah saw. pernah bersabda dalam hadits riwayat Imam Muslim:

“Sungguh menakjubkan keadaan seorang mukmin, seluruh urusannya selalu membawa kebaikan. Jika mendapat nikmat, ia bersyukur, dan itu baik baginya. Jika ditimpa musibah, ia bersabar, dan itu pun baik baginya.”

Pesan ini menggambarkan pentingnya sikap sabar dalam menghadapi berbagai situasi. Dalam dunia pemrograman, kesabaran menjadi kualitas penting, terutama ketika seorang programmer harus berhadapan dengan masalah teknis seperti error yang membingungkan, debugging yang melelahkan, atau tekanan waktu yang ketat. Ketahanan mental dalam situasi-situasi ini mencerminkan semangat sabar yang diajarkan dalam Islam. Read more

May 29, 2025/by informatika
https://informatics.uii.ac.id/wp-content/uploads/2022/09/20220923_144124-scaled.jpg 1920 2560 informatika https://informatics.uii.ac.id/wp-content/uploads/2020/03/Logo-webTF-UII-1030x420.png informatika2025-05-29 10:43:472026-04-09 10:57:30Pemrograman dan Sabar: Pelajaran Kehidupan dari Dunia Coding
Pojok Dakwah, Pojok Informatika

Teknologi atau Tipu Daya? Deepfake dan Generasi Digital

Pernahkah kamu menyaksikan idolamu melakukan sesuatu yang seharusnya tidak dilakukan? Hal tersebut pasti membuatmu terkejut. Namun, apakah kamu tahu bahwa hal tersebut bisa saja merupakan sebuah perbuatan palsu yang sengaja diciptakan oleh seseorang?

Apa itu Manipulasi AI dan Deepfake?

Di era teknologi yang berkembang pesat saat ini, banyak sekali pihak-pihak yang memanfaatkan teknologi terkini, salah satunya adalah teknologi manipulasi kecerdasan buatan (AI). Menurut KBBI, manipulasi merupakan upaya yang dilakukan oleh suatu pihak untuk memengaruhi perilaku, sikap, dan pandangan orang lain tanpa disadari oleh orang tersebut. Sesuai namanya, manipulasi AI berarti suatu hal yang memanfaatkan teknologi AI untuk memanipulasi pihak tertentu.

Salah satu teknologi dari manipulasi AI ini adalah deepfake yang dapat digunakan untuk membuat foto, video, atau bahkan suara palsu yang tampak nyata dengan sumber aslinya (Vida, 2024). Teknologi ini awalnya banyak digunakan untuk hiburan di media sosial, seperti membuat suara nyanyian kita terdengar lebih bagus atau digunakan untuk meme (gambar lucu). Namun, seiring berjalannya waktu, teknologi ini disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Mereka memanfaatkan cepatnya penyebaran informasi di media sosial untuk menjadikan tokoh-tokoh terkenal atau bahkan teman dekatnya menjadi korban dari manipulasi AI.

Penyalahgunaan dan Bahaya Deepfake

Read more

May 25, 2025/by informatika
https://informatics.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/04/mark-zuck.jpg 183 275 informatika https://informatics.uii.ac.id/wp-content/uploads/2020/03/Logo-webTF-UII-1030x420.png informatika2025-05-25 09:30:352026-04-09 09:49:43Teknologi atau Tipu Daya? Deepfake dan Generasi Digital
Pojok Dakwah

Zulkaidah: Bulan Mulia yang Terlupakan

Oleh: Ahmad Fathan Hidyatullah, S.T., M.Cs., Ph.D.

Saat ini kita berada di bulan Zulkaidah, sebuah bulan yang sering terabaikan padahal memiliki kedudukan istimewa dalam syariat Islam. Zulkaidah bukanlah bulan biasa. Ia termasuk salah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan Allah secara khusus sebagaimana disebutkan dalam Al-Quran. Allah berfirman,

إِنَّ عِدَّةَ ٱلشُّهُورِ عِندَ ٱللَّهِ ٱثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِى كِتَٰبِ ٱللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ مِنْهَآ أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ ذَٰلِكَ ٱلدِّينُ ٱلْقَيِّمُ ۚ فَلَا تَظْلِمُوا۟ فِيهِنَّ أَنفُسَكُمْ ۚ وَقَٰتِلُوا۟ ٱلْمُشْرِكِينَ كَآفَّةً كَمَا يُقَٰتِلُونَكُمْ كَآفَّةً ۚ وَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلْمُتَّقِينَ

Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa. (QS. At-Taubah: 36)

Ayat ini menjelaskan bahwa jumlah bulan dalam satu tahun sudah Allah tetapkan sejak penciptaan alam semesta, bukan sekadar kesepakatan manusia belaka. Dari dua belas bulan itu, terdapat empat bulan haram yang dimuliakan. Mengenai empat bulan haram yang disebutkan di dalam ayat di atas, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الزَّمَانُ قَدِ اسْتَدَارَ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ثَلاَثَةٌ مُتَوَالِيَاتٌ ذُو الْقَعْدَةِ وَذُو الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ وَرَجَبُ مُضَرَ الَّذِى بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَانَ

Setahun berputar sebagaimana keadaannya sejak Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun itu ada dua belas bulan. Di antaranya ada empat bulan haram. Tiga bulannya berturut-turut yaitu Zulkaidah, Zulhijah dan Muharram. (Satu bulan lagi adalah) Rajab Mudhor yang berada di antara Jumadal (akhir) dan Syakban. (HR. Bukhari no. 3197 dan Muslim no. 1679)

Namun demikian, masih banyak kaum muslimin yang belum menyadari keutamaan bulan Zulkaidah ini. Fokus perhatian umat sering kali hanya tertuju pada bulan-bulan lain yang lebih populer seperti Rajab, Ramadan, Zulhijah, atau Muharram. Hal ini karena memang keutamaan bulan-bulan tersebut banyak disebutkan dalam Al-Qur’an dan hadis, serta lebih dikenal luas di tengah masyarakat. Berbeda halnya dengan Zulkaidah, yang meskipun termasuk bulan haram, tidak banyak disinggung dalam ceramah atau pengajaran umum sehingga sering terlupakan. Akibatnya, sedikit sekali yang memanfaatkannya untuk meningkatkan kualitas ibadah dan amal saleh.

Berikut ini adalah beberapa keistimewaan Bulan Zulkaidah yang seharusnya menjadi perhatian kita bersama: Read more

May 21, 2025/by informatika
https://informatics.uii.ac.id/wp-content/uploads/2025/05/Screenshot-2025-05-27-133659.png 565 867 informatika https://informatics.uii.ac.id/wp-content/uploads/2020/03/Logo-webTF-UII-1030x420.png informatika2025-05-21 13:29:162025-05-27 13:39:16Zulkaidah: Bulan Mulia yang Terlupakan
Page 2 of 14‹1234›»
  • Poster Rekrutmen Calon Kader Posbindu Sirih Melingkar
    PENGUMUMAN Rekrutmen Calon Kader Posbindu Sirih MelingkarOctober 2, 2026 - 16:01
  • SEO Tak Lagi Hanya Soal Google, WPYK #24 di Informatika UII Bahas Search Era AI dan Agentic SEOSeptember 30, 2026 - 15:38
  • Informatics Undergraduate Program logo
    Pengumuman Asisten Mandiri Semester Ganjil 2026/2027September 25, 2026 - 12:24
  • Informatics Undergraduate Program logo
    Surat Edaran Dosen Pembimbing Skripsi Tugas Akhir Semester Ganjil 2026/2027September 25, 2026 - 12:14
  • Informatics Undergraduate Program logo
    ITSC Laboratory Opens Recruitment for Teaching Assistants in the International ProgramSeptember 23, 2026 - 11:06
  • Open Recruitment Asisten Laboratorium ITSC Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027September 16, 2026 - 16:37
  • PJJ START Sambut Mahasiswa Baru Informatika PJJ UII Semester Ganjil 2026/2027September 16, 2026 - 16:18
  • Tim Yu Ai Ai dari Informatika UII Raih Best Finalist Idea Track Astranauts 2026September 8, 2026 - 15:37
  • Sambut Maba 2026, Prodi Informatika Bekali Mahasiswa Baru lewat Penjelasan AkademikSeptember 8, 2026 - 09:16
  • Oracle Academy Sambangi Informatika UII, Paparkan Pemutakhiran Program bagi Institusi AnggotaSeptember 4, 2026 - 17:55

Categories

JURUSAN INFORMATIKA

Gedung KH. Mas Mansyur  Lantai 2
Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang KM. 14,5 Sleman Yogyakarta 55584

Telepon: +62 274 895287 ext. 122
Faks: +62 274 895007
Email:
Jurusan: [email protected]
Prodi Informatika Program Sarjana: [email protected]
Prodi Informatika Program Magister : [email protected]
Prodi Informatika PJJ : [email protected]
Instagram: @informatics.uii

TAUTAN CEPAT

Universitas

Fakultas

UII Gateway

Admisi

© Hak Cipta 2022 - Jurusan Informatika UII - Yogyakarta
  • Link to Instagram
  • Link to Facebook
  • Link to Youtube
Scroll to top Scroll to top Scroll to top