Jurusan Informatika - Fakultas Teknologi Industri - Universitas Islam Indonesia
  • PROFIL
    • Visi dan Misi
    • Sambutan Ketua Jurusan
    • Struktur Organisasi
    • Dosen
    • Staf
    • Kontak
  • PROGRAM STUDI
    • Program Sarjana
      • Sambutan Kaprodi S1
      • Profil Lulusan
      • Kurikulum 2020
      • Capstone
      • Jalur Tahun Keempat
      • Informatics Expo
      • Informasi & Layanan
      • Prospektus S1
      • Mahasiswa
        • Informasi Akademik
        • Mahasiswa Baru S1 – 2022
        • New IP Students – 2022
        • S1 2021 – Reguler
        • S1 – 2021 – International Program
        • S1 – 2020
    • Program Magister
    • Program Doktor
    • International Program
    • Informatika PJJ
  • UNIT PENDUKUNG
    • Laboratorium
    • Pusat Studi
      • Pusat Studi Forensika Digital
      • Pusat Studi Informatika Medis
        • Visi-Misi
        • Struktur Organisasi
        • Mitra Kerjasama
        • Kegiatan
      • Pusat Studi Sistem Informasi Enterprise
      • Pusat Studi Sains Data
    • ITCentrum
    • Student Staff
    • Komunitas Mahasiswa
    • Lembaga Mahasiswa
  • KEMITRAAN
  • ARTIKEL
    • Pojok Dakwah
    • Pojok Informatika
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
  • Link to Instagram
  • Link to Facebook
  • Link to Youtube
Pojok Dakwah

Menegakkan Keadilan dalam Perjanjian Kerja: Sektor Jasa

oleh: Kholid Haryono, ST., M.Kom. 

Dalam kehidupan modern, jasa menjadi fondasi banyak aktivitas ekonomi dan sosial. Dunia pendidikan, kesehatan, konsultasi, dan administrasi, semuanya bergantung pada komitmen terhadap perjanjian kerja yang telah disepakati. Namun, realitas memperlihatkan bahwa banyak orang tergoda untuk mengambil jalan pintas: mengurangi usaha, memperkecil pengorbanan, tetapi berharap tetap mendapatkan hasil maksimal. Islam sangat tegas dalam mengajarkan keadilan dalam setiap bentuk transaksi, baik yang berkaitan dengan barang maupun jasa. Prinsip ini memiliki dasar yang kuat dalam Al-Qur’an, salah satunya terdapat dalam Surah Al-Muṭaffifīn ayat 1–3, yang secara khusus mengecam orang-orang yang curang dalam takaran dan timbangan:

وَيْلٌۭ لِّلْمُطَفِّفِينَ ﴿١﴾ ٱلَّذِينَ إِذَا ٱكْتَالُوا عَلَى ٱلنَّاسِ يَسْتَوْفُونَ ﴿٢﴾ وَإِذَا كَالُوهُمْ أَو وَّزَنُوهُمْ يُخْسِرُونَ (٣) 

Artinya:
“Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang,
(yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi,
dan apabila mereka menakar atau menimbang (untuk orang lain), mereka mengurangi.”
(QS. Al-Muthaffifin: 1–3)

Ayat ini mengandung peringatan keras bagi siapa pun yang tidak berlaku adil dalam transaksi, dan menekankan pentingnya kejujuran serta tanggung jawab dalam interaksi ekonomi.

Hakikat Tanggung Jawab dalam Transaksi Jasa

Read more

April 30, 2025/by informatika
https://informatics.uii.ac.id/wp-content/uploads/2024/08/Screenshot-2024-08-26-130000.png 759 772 informatika https://informatics.uii.ac.id/wp-content/uploads/2020/03/Logo-webTF-UII-1030x420.png informatika2025-04-30 16:28:392025-05-03 16:32:14Menegakkan Keadilan dalam Perjanjian Kerja: Sektor Jasa
Pojok Dakwah

Etika Bersosial Media dalam Islam: Menjauhi Bullying dan Menebar Kebaikan

Oleh: Elyza Gustri Wahyuni (28 April 2025)

Di era digital ini, sosial media telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan kita. Sosial media banyak memberikan berbagai kemudahan dalam berkomunikasi, berinteraksi, dan mendapatkan informasi. Namun, di balik manfaatnya, sosial media juga menyimpan potensi bahaya, salah satunya adalah bullying atau perundungan yang dilakukan secara disadari maupun tidak disadari. Islam, sebagai agama yang sempurna, memiliki panduan yang jelas tentang etika bersosial media, termasuk cara menjauhi perilaku bullying dan menebar kebaikan. 

Bullying atau perundungan adalah tindakan tercela yang dilakukan secara sengaja oleh satu orang atau sekelompok orang terhadap orang lain yang lebih lemah. Dalam Islam, perilaku bullying termasuk dalam kategori gibah (menggunjing), fitnah (menuduh tanpa bukti), tajasus (mencari-cari kesalahan orang lain), dan namimah (adu domba). Semua kategori tersebut masuk dalam perbuatan yang sangat dilarang dalam Islam karena bertentangan dengan prinsip kemanusiaan dan keadilan.

Dalam Al-Qur’an, Allah ﷻ dengan tegas melarang perbuatan gibah (menggunjing). Larangan ini disebutkan dalam Surah Al-Ḥujurat ayat 12. Allah memberikan perumpamaan yang sangat kuat untuk menunjukkan betapa tercelanya perbuatan tersebut:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِّنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَب بَّعْضُكُم بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَن يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَّحِيمٌ

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa. Dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka, tentu kamu merasa jijik kepadanya. Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat, Maha Penyayang.” (QS. Al-Ḥujurat: 12)

Islam dan Etika Bermedia Sosial

Islam mengajarkan beberapa etika penting dalam berinteraksi, termasuk dalam penggunaan media sosial. Di antara prinsip utama yang ditekankan adalah berkata baik atau diam. Rasulullah ﷺ bersabda: Read more

April 28, 2025/by informatika
https://informatics.uii.ac.id/wp-content/uploads/2024/06/Screenshot-2024-06-04-120129.png 748 1312 informatika https://informatics.uii.ac.id/wp-content/uploads/2020/03/Logo-webTF-UII-1030x420.png informatika2025-04-28 13:27:142025-05-08 13:31:22Etika Bersosial Media dalam Islam: Menjauhi Bullying dan Menebar Kebaikan
Pojok Dakwah

Lima Keutamaan Sedekah

Sedekah merupakan cara untuk mendekatkan diri kepada Allah (taqarrub ilallah) karena dengan bersedekah kita menunjukkan ketulusan dan keikhlasan dalam beramal hanya karena-Nya. Sedekah adalah untuk mencari rida Allah, bukan untuk dipuji manusia, sehingga sedekah menjadi salah satu bentuk ibadah yang sangat mendekatkan diri kepada-Nya.

Banyak amalan yang termasuk dalam sedekah. Itu menjadi peluang besar bagi kita untuk mencintai amalan yang mulia ini. Jika kita benar-benar ikhlas dalam bersedekah, Allah akan berikan balasan yang lebih kepada kita.

Berikut beberapa keutamaan bersedekah:

1. Mendekatkan Diri kepada Allah

Dengan bersedekah, kita telah menjalankan perintah Allah seperti yang ada dalam Al-Qur’an surat Ali Imran ayat 92,

لَن تَنَالُوا۟ ٱلْبِرَّ حَتَّىٰ تُنفِقُوا۟ مِمَّا تُحِبُّونَ ۚ وَمَا تُنفِقُوا۟ مِن شَىْءٍ فَإِنَّ ٱللَّهَ بِهِۦ عَلِيمٌ

Artinya: Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya. (QS. Ali ‘Imran: 92)

Dengan mengamalkan ayat ini, kita tidak hanya menunjukkan kepatuhan kepada Allah, tetapi juga mendekatkan diri kepada-Nya melalui amal yang ikhlas dan penuh kesungguhan.

2. Membersihkan Harta

Read more

April 26, 2025/by informatika
https://informatics.uii.ac.id/wp-content/uploads/2024/03/ilustrasi-sedekah.jpg 393 700 informatika https://informatics.uii.ac.id/wp-content/uploads/2020/03/Logo-webTF-UII-1030x420.png informatika2025-04-26 10:08:132025-05-03 10:18:48Lima Keutamaan Sedekah
Pojok Dakwah

Muhasabah di Bulan Ramadan: Jika Deep Learning Bisa, Mengapa Kita Tidak?

Penulis: Feri Wijayanto (dosen Jurusan Informatika UII)

Bulan Ramadan adalah bulan yang dijanjikan Allah Swt. sebagai waktu penuh rahmat, ampunan, dan pembebasan dari api neraka. Di dalamnya, pintu surga dibuka lebar, pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu (HR. Bukhari & Muslim). Allah Swt. berfirman:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِّنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ
“Bulan Ramadan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan atas petunjuk itu, serta pembeda (antara kebenaran dan kebatilan).” (QS. Al-Baqarah: 185).

Ramadan juga terbagi dalam tiga fase utama yang penuh makna:

  1. 10 Hari Pertama: Rahmat Allah melimpah.
  2. 10 Hari Kedua: Ampunan Allah terbentang.
  3. 10 Hari Terakhir: Pembebasan dari api neraka (HR. Ibn Khuzaimah).

Setiap fase ini mengajak kita untuk terus meningkatkan kualitas ibadah dan refleksi diri (muhasabah). Namun, bagaimana jika kita menengok konsep deep learning—sebuah teknologi yang belajar dari kesalahan melalui backpropagation—sebagai analogi untuk memaknai muhasabah? Jika mesin mampu memperbaiki diri dari kesalahan, mengapa kita sebagai manusia tidak?

Muhasabah: “Backpropagation” Spiritual Manusia

Dalam deep learning, algoritma belajar dengan menganalisis kesalahan (error) lalu menyesuaikan bobot parameternya melalui proses backpropagation. Semakin sering dilatih, semakin akurat model tersebut. Begitu pula manusia: muhasabah adalah mekanisme “pelatihan” spiritual untuk mengoreksi kesalahan, memperbaiki diri, dan mendekatkan diri kepada Allah.

Allah Swt. berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ
“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat).” (QS. Al-Hasyr: 18).

Rasulullah saw. juga mengingatkan:

الكَيِّسُ مَنْ دَانَ نَفْسَهُ وَعَمِلَ لِمَا بَعْدَ الْمَوْتِ
“Orang yang cerdas adalah yang mengendalikan dirinya dan beramal untuk kehidupan setelah kematian.” (HR. Tirmidzi).

Seperti deep learning, muhasabah memerlukan kesadaran akan kesalahan, analisis penyebab, dan komitmen untuk memperbaiki. Namun, manusia memiliki kelebihan: hati (qalb) yang bisa tergerak oleh taubat dan rahmat Allah.

Fase Ramadan dan Peluang Muhasabah

Read more

March 24, 2025/by informatika
https://informatics.uii.ac.id/wp-content/uploads/2022/04/RamadanMubarak.jpg 256 256 informatika https://informatics.uii.ac.id/wp-content/uploads/2020/03/Logo-webTF-UII-1030x420.png informatika2025-03-24 16:15:252025-04-24 16:31:11Muhasabah di Bulan Ramadan: Jika Deep Learning Bisa, Mengapa Kita Tidak?
Pojok Dakwah

Agar Ramadan Kita Lebih Berkualitas

Sebagai seorang Muslim, tentu kita ingin terus memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas keimanan serta ibadah kita. Bulan Ramadan adalah kesempatan emas untuk melatih diri agar menjadi pribadi yang lebih baik, lebih dekat kepada Allah, dan lebih istikamah dalam beramal saleh. Jangan sampai Ramadan berlalu begitu saja tanpa ada peningkatan dalam kualitas ibadah dan spiritual kita. Tanpa perencanaan yang matang, Ramadan hanya akan menjadi rutinitas tahunan tanpa arah yang jelas. Oleh karena itu, kita harus berupaya mengisi Ramadan dengan ibadah yang maksimal agar tidak termasuk dalam golongan orang-orang yang merugi.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

رَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ دَخَلَ عَلَيْهِ رَمَضَانُ ثُمَّ انْسَلَخَ قَبْلَ أَنْ يُغْفَرَ لَهُ

Celakalah bagi seseorang yang mendapati bulan Ramadan hingga berlalu tanpa diampuni dosanya. (HR. Tirmidzi no. 3545)

Syaikh Manshur As Salimy pernah mengingatkan, “Betapa banyak orang yang tahun lalu berpuasa, namun saat ini mereka sudah tidak lagi bersama dengan kita. Tidakkah kita mengambil pelajaran, padahal kita masih hidup? Berbekallah dengan amal saleh dan perbanyaklah amal saleh, berhentilah dari perbuatan dosa dan kesombongan.”

Ibnul Jauzi rahimahullah berkata:

تالله لو قيل لأهل القبور تمنوا لتمنوا يومًا من رمضان

Demi Allah, seandainya dikatakan kepada penghuni kubur: ‘Berangan-anganlah!’, niscaya mereka akan berangan-angan untuk berada di satu hari pada bulan Ramadan. (At-Tabshirah, 2/78)

Bertemu dengan bulan Ramadan adalah sebuah kenikmatan besar yang Allah berikan kepada kita. Banyak orang yang tahun lalu masih bisa menjalani ibadah Ramadan, tetapi kini mereka telah tiada. Kita yang masih diberikan kesempatan oleh Allah seharusnya tidak menyia-nyiakannya. Maka dari itu, marilah kita manfaatkan Ramadan ini dengan sebaik-baiknya. Ramadan bukan sekadar menjalankan ibadah puasa, tetapi juga momentum untuk memperbaiki diri, memperkuat keimanan, dan meningkatkan amal kebaikan. Read more

March 4, 2025/by informatika
https://informatics.uii.ac.id/wp-content/uploads/2022/04/ramadan-mubarak-crescent-mosque-half-moon-sticker-badge-by-Vexels.png 1920 1920 informatika https://informatics.uii.ac.id/wp-content/uploads/2020/03/Logo-webTF-UII-1030x420.png informatika2025-03-04 08:30:202025-03-06 08:38:04Agar Ramadan Kita Lebih Berkualitas
Pojok Dakwah

Berpikir Negatif versus Waspada

Penulis: Irving V. Paputungan (Dosen Jurusan Informatika UII)

Dalam kehidupan sehari-hari, kita seringkali dihadapkan pada berbagai situasi yang menuntut untuk mengambil sikap dan keputusan. Salah satu hal yang penting adalah bagaimana seorang muslim menyikapi informasi dan kejadian di sekitar. Islam mengajarkan kita untuk selalu berpikir positif dan berbaik sangka (husnuzan) terhadap sesama. Namun, seorang muslim juga tidak dilarang untuk bersikap waspada dan berhati-hati dalam menghadapi potensi bahaya.

Berpikir negatif atau suuzan adalah perbuatan tercela yang dilarang oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Suuzan dapat merusak hati dan pikiran, serta menimbulkan berbagai masalah dalam hubungan sesama manusia. Namun, bukan berarti kita sebagai seorang muslim harus bersikap naif dan mengabaikan potensi ancaman yang ada. Waspada adalah sikap yang penting untuk menjaga diri dan orang lain dari bahaya.

Lantas, bagaimana dapat membedakan antara berpikir negatif dan waspada? Bagaimana dapat bersikap seimbang antara berbaik sangka dan berhati-hati? Artikel ini akan menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut berdasarkan perspektif Islam.

Apa itu Suuzan?

Berpikir negatif atau suuzan adalah prasangka buruk terhadap orang lain tanpa adanya bukti yang jelas. Dalam Islam, suuzan sangatlah terlarang karena dapat menimbulkan fitnah, permusuhan, dan merusak hubungan persaudaraan. 

Allah ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱجْتَنِبُوا۟ كَثِيرًا مِّنَ ٱلظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ ٱلظَّنِّ إِثْمٌ

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa” (QS. Al-Hujurat:12).

Ayat ini dengan jelas melarang kita sebagai muslim untuk berprasangka buruk terhadap orang lain karena sebagian prasangka itu adalah dosa. Suuzan muncul dari hati yang kotor akibat lemahnya keimanan, tidak ikhlas, tidak merasa cukup, tidak bersyukur, dan tidak berserah diri kepada Allah ta’ala.

Pengertian Waspada

Read more

February 9, 2025/by informatika
https://informatics.uii.ac.id/wp-content/uploads/2023/02/Rama.png 500 500 informatika https://informatics.uii.ac.id/wp-content/uploads/2020/03/Logo-webTF-UII-1030x420.png informatika2025-02-09 10:10:532025-02-10 10:14:40Berpikir Negatif versus Waspada
Pojok Dakwah

Mengapa Muslim Perlu Mempelajari Kalender Hijriah?

Pendahuluan

Sebagai seorang muslim, memahami kalender Hijriah sangatlah penting. Kalender ini bukan sekadar sistem penanggalan, tetapi juga panduan utama dalam menjalankan ibadah dan mengenang peristiwa penting dalam sejarah Islam. Dengan memahami bulan-bulan dalam kalender Hijriah, seorang muslim bisa lebih terhubung dengan ajaran agama dan menjalankan kehidupannya sesuai dengan nilai-nilai Islam.

Di zaman sekarang, di mana kebanyakan orang lebih akrab dengan kalender Masehi, banyak muslim yang mulai melupakan kalender Hijriah. Padahal, hampir semua ibadah utama dalam Islam berlandaskan kalender ini. Jika memahaminya dengan baik, kita akan lebih peka terhadap waktu-waktu penting dalam Islam dan bisa menjalani kehidupan dengan lebih Islami.

Berikut ini adalah beberapa manfaat pentingnya seorang muslim mempelajari kalender Hijriah.

1. Kalender Hijriah adalah kalender yang diakui oleh Allah Ta’ala

Allah Ta’ala berfirman,

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْراً فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ

“Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi. Di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam (bulan yang empat) itu.” (QS. At-Taubah: 36) Read more

February 3, 2025/by informatika
https://informatics.uii.ac.id/wp-content/uploads/2024/05/Screenshot-2024-05-20-151446.png 750 748 informatika https://informatics.uii.ac.id/wp-content/uploads/2020/03/Logo-webTF-UII-1030x420.png informatika2025-02-03 04:03:532025-02-09 04:09:55Mengapa Muslim Perlu Mempelajari Kalender Hijriah?
Pojok Dakwah

Prasangka Baik Terhadap Takdir Allah

Dalam kehidupan ini, setiap umat Islam dihadapkan dengan berbagai macam ujian, cobaan, kesenangan, dan kesulitan yang datang silih berganti. Semua itu merupakan bagian dari takdir Allah subhanahu wa ta’ala yang telah ditentukan sebelum kita dilahirkan. Sebagai seorang muslim, kita diajarkan untuk selalu memiliki prasangka baik terhadap setiap takdir-Nya, baik itu berupa kebahagiaan maupun kesedihan, kelapangan maupun kesempitan, kenikmatan maupun penderitaan. Hal ini bukan hanya penting untuk menjaga ketenangan hati, tetapi juga merupakan bagian dari iman yang dapat menguatkan hubungan kita dengan Allah subhanahu wa ta’ala.

Allah subhanahu wa ta’ala, sebagai Sang Pemilik segala sesuatu di alam semesta, memiliki hikmah yang tak terjangkau oleh akal manusia. Dalam kehidupan, takdir-Nya tidak selalu tampak sesuai dengan keinginan atau harapan kita. Namun, sebagai seorang muslim, kita diajarkan untuk memiliki prasangka baik kepada Allah subhanahu wa ta’ala karena setiap takdir-Nya mengandung hikmah yang terkadang tidak langsung kita pahami.

Allah berfirman dalam Al-Qur’an, surat Al-Baqarah (2:216) yang artinya:

“Diwajibkan atasmu berperang, padahal itu kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu baik bagimu dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu buruk bagimu. Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.”

Ayat ini mengingatkan kita bahwa apa yang kita anggap sebagai kesulitan, cobaan, atau sesuatu yang buruk, bisa jadi merupakan kebaikan yang kita tidak ketahui. Begitu juga dengan apa yang kita anggap sebagai kenikmatan dan kebahagiaan, mungkin mengandung bahaya yang tidak kita sadari. Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk senantiasa memiliki prasangka baik terhadap segala ketentuan-Nya. Read more

January 22, 2025/by informatika
https://informatics.uii.ac.id/wp-content/uploads/2024/02/4232144885.webp 500 750 informatika https://informatics.uii.ac.id/wp-content/uploads/2020/03/Logo-webTF-UII-1030x420.png informatika2025-01-22 03:50:182025-02-09 03:54:14Prasangka Baik Terhadap Takdir Allah
Pojok Dakwah

Yuk, Semangat Skripsi! Ingat, Skripsi itu Ibadah!

“Saya minta doa Ibu agar skripsi saya lancar“, begitulah pesan dari seorang mahasiswa yang masuk ke WhatsApp saya.

Sebagai seseorang yang juga pernah melalui fase itu, saya pun membalas, “Semoga Allah mudahkan skripsi Mbak. Skripsi memang bikin stresful… tapi nggak apa-apa, dijalani saja ya, Mbak“.

Lalu saya menambahkan, “Saya sendiri selalu ada problem saat skripsi, tesis sampai disertasi. Yang penting, kita fight terus dan ngerjain terus… karena suatu saat juga akan selesai juga… dan menjadi kenangan 🙂“

Skripsi: Antara Kebanggaan dan Masalah

Bagi mahasiswa tingkat akhir, menyandang status “sedang skripsi” adalah kebanggaan tersendiri, terutama di mata adik tingkat. Namun, status ini bisa berubah menjadi beban jika semester demi semester berlalu, bahkan berganti tahun, tetapi skripsi masih saja belum selesai.

Secara administratif, skripsi dimulai dari proposal dan diakhiri dengan sidang. Secara teknis, skripsi melibatkan perencanaan, penelitian, hingga pelaporan hasil. Namun, skripsi juga bisa dilihat dari sisi lain: sebagai ujian multifaset: bukan hanya kemampuan akademik, tetapi juga keterampilan berkomunikasi lisan dan tulisan, ketahanan mental, serta manajemen emosi.

Skripsi itu Ibadah

Dalam Islam, menuntut ilmu adalah bagian dari ibadah. Skripsi bukan sekadar tugas akademik, tetapi juga bentuk mencari ilmu yang bermanfaat. Dengan niat yang lurus, skripsi bisa menjadi jalan meraih rida Allah. Selain itu, skripsi bukan hanya tentang hubungan kita dan dosen pembimbing, tetapi juga tentang amanah orang tua, harapan keluarga besar, dan peluang masa depan. Read more

December 31, 2024/by informatika
https://informatics.uii.ac.id/wp-content/uploads/2024/06/DSC05543-scaled.jpg 1440 2560 informatika https://informatics.uii.ac.id/wp-content/uploads/2020/03/Logo-webTF-UII-1030x420.png informatika2024-12-31 15:41:122025-02-09 04:07:03Yuk, Semangat Skripsi! Ingat, Skripsi itu Ibadah!
Pojok Dakwah

Tiga Tanda Kebahagiaan Seorang Muslim

Kajian FTI, 21 Oktober 2024/18 Rabiuts Tsani 1446
Oleh: Ahmad Fathan Hidayatullah

Setiap manusia tentu ingin hidup bahagia. Berbagai cara ditempuh untuk mencapai kehidupan yang nyaman dan menenteramkan hati. Sebagian orang mencari kebahagiaan melalui harta, kedudukan, atau popularitas, berharap bahwa hal-hal tersebut dapat memberikan kebahagiaan yang diidamkan. Namun, ada pula yang mencari kebahagiaan dengan cara-cara yang melanggar syariat Allah, seperti meminum khamar, berjudi, berzina, dan melakukan perbuatan maksiat lainnya, dengan harapan tindakan tersebut dapat memberikan kesenangan atau menjadi pelarian dari masalah.

Padahal, kebahagiaan sejati tidak diukur dari harta, jabatan, atau popularitas. Banyak orang yang secara lahiriah tampak kaya atau sukses, tetapi belum tentu mereka merasakan kebahagiaan yang sesungguhnya. Kita perlu selalu mengingat bahwa kehidupan di dunia ini hanyalah sementara, sebuah persinggahan singkat sebelum menuju kehidupan yang sesungguhnya di akhirat. Dalam Islam, kebahagiaan yang hakiki bukan hanya terkait dengan urusan duniawi, tetapi juga terletak pada ketenangan hati dan kedekatan kepada Allah subhanahu wa ta’ala. 

Al Imam Ibnul Qayyim rahimahullah dalam Kitab Al Wabilush Shayyib menyebutkan,

ولا حول ولا قوة إلا بالله العلي العظيم الله سبحانه وتعالى المسؤول المرجو الإجابة أن يتولاكم في الدنيا والآخرة وأن يسبغ عليكم نعمه ظاهرة وباطنة وأن يجعلكم ممن إذا أنعم عليه شكر وإذا ابتلي صبر وإذا أذنب استغفر فإن هذه الأمور الثلاثة عنوان سعادة العبد وعلامة فلاحه في دنياه وأخراه ولا ينفك عبد عنها أبدا فإن العبد دائم التقلب بين هذه الأطباق الثلاث

Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dari Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung, Yang senantiasa diharapkan terijabahnya doa. Semoga Allah melindungi kalian di dunia dan akhirat. Semoga Allah senantiasa melapangkan nikmat-Nya baik secara lahir maupun batin. Semoga Allah pula menjadikan kalian menjadi orang-orang yang bersyukur ketika diberi nikmat, bersabar ketika ditimpa musibah, dan beristigfar ketika melakukan perbuatan dosa. Sesungguhnya tiga hal ini adalah tanda dan ciri kebahagiaan seorang hamba di dunia maupun di akhirat. Seorang hamba senantiasa akan berputar pada tiga kondisi ini [1].

1. Bersyukur apabila diberi nikmat

Read more

December 27, 2024/by informatika
https://informatics.uii.ac.id/wp-content/uploads/2024/01/Screenshot-2024-01-24-093004.png 490 716 informatika https://informatics.uii.ac.id/wp-content/uploads/2020/03/Logo-webTF-UII-1030x420.png informatika2024-12-27 15:27:022024-12-27 15:27:02Tiga Tanda Kebahagiaan Seorang Muslim
Page 3 of 14‹12345›»
  • Poster Rekrutmen Calon Kader Posbindu Sirih Melingkar
    PENGUMUMAN Rekrutmen Calon Kader Posbindu Sirih MelingkarOctober 2, 2026 - 16:01
  • SEO Tak Lagi Hanya Soal Google, WPYK #24 di Informatika UII Bahas Search Era AI dan Agentic SEOSeptember 30, 2026 - 15:38
  • Informatics Undergraduate Program logo
    Pengumuman Asisten Mandiri Semester Ganjil 2026/2027September 25, 2026 - 12:24
  • Informatics Undergraduate Program logo
    Surat Edaran Dosen Pembimbing Skripsi Tugas Akhir Semester Ganjil 2026/2027September 25, 2026 - 12:14
  • Informatics Undergraduate Program logo
    ITSC Laboratory Opens Recruitment for Teaching Assistants in the International ProgramSeptember 23, 2026 - 11:06
  • Open Recruitment Asisten Laboratorium ITSC Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027September 16, 2026 - 16:37
  • PJJ START Sambut Mahasiswa Baru Informatika PJJ UII Semester Ganjil 2026/2027September 16, 2026 - 16:18
  • Tim Yu Ai Ai dari Informatika UII Raih Best Finalist Idea Track Astranauts 2026September 8, 2026 - 15:37
  • Sambut Maba 2026, Prodi Informatika Bekali Mahasiswa Baru lewat Penjelasan AkademikSeptember 8, 2026 - 09:16
  • Oracle Academy Sambangi Informatika UII, Paparkan Pemutakhiran Program bagi Institusi AnggotaSeptember 4, 2026 - 17:55

Categories

JURUSAN INFORMATIKA

Gedung KH. Mas Mansyur  Lantai 2
Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang KM. 14,5 Sleman Yogyakarta 55584

Telepon: +62 274 895287 ext. 122
Faks: +62 274 895007
Email:
Jurusan: [email protected]
Prodi Informatika Program Sarjana: [email protected]
Prodi Informatika Program Magister : [email protected]
Prodi Informatika PJJ : [email protected]
Instagram: @informatics.uii

TAUTAN CEPAT

Universitas

Fakultas

UII Gateway

Admisi

© Hak Cipta 2022 - Jurusan Informatika UII - Yogyakarta
  • Link to Instagram
  • Link to Facebook
  • Link to Youtube
Scroll to top Scroll to top Scroll to top