Wildan Maulana, alumni Informatika UII angkatan 2013, yang kini menjadi CEO Delokal, sebuah perusahaan rintisan di bidang pariwisata.
Wildan Maulana, alumni Informatika UII angkatan 2013, yang kini menjadi CEO Delokal, sebuah perusahaan rintisan di bidang pariwisata.

Wildan Maulana, alumni Informatika UII angkatan 2013, yang kini menjadi CEO Delokal.

Sektor pariwisata merupakan penyumbang devisa terbesar bagi negara kita. Tak heran, banyak perusahaan berlomba-lomba mengembangkan pariwisata, salah satunya dengan melakukan pendekatan teknologi . Seperti halnya Wildan Maulana, alumni Informatika UII angkatan 2013, yang kini menjadi CEO Delokal, sebuah perusahaan rintisan di bidang pariwisata.

Delokal  adalah sebuah perusahaan rintisan di bidang pariwisata yang saat ini telah mendapatkan pendanaan dari Angel Investor untuk mengembangkan Delokal Smart Village (DSV), salah satu produk Delokal berupa platform manajemen kawasan ekowisata yang saat ini telah bermitra dengan beberapa kementrian di Indonesia. Selama pandemi Covid-19, Delokal sendiri masih tetap berjalan dengan mengerjakan versi 2 dari DSV dan menunggu waktu yang tepat untuk kembali memasarkan produk lainnya di website delokal.com.

Namun sebenarnya, selain sibuk di Delokal, Mas Wildan juga tengah menekuni dan mengembangkan Gidicode, sebuah software house yang jaringan mitranya telah sampai di kancah internasional.

Selama berkuliah di Informatika UII, Mas Wildan memang memiliki cita-cita untuk menjadi seseorang yang berpengaruh di bidang teknologi informasi, dan mampu menjadi technopreneur yang dapat menciptakan karya teknologi yang bermanfaat bagi banyak orang.

Saat ditanya apakah selama kuliah di Informatika itu menikmati atau tidak, ia mengaku bahwa dirinya merasa sangat enjoy meskipun di awal masa kuliah masih belum paham dengan pelajarannya. “Walaupun saya memulai masuk dunia pemrograman dari 0, saya bisa mengikuti bahkan saat ini saya bersama tim bisa menciptakan sebuah entitas bisnis yang bergerak di bidang teknologi”, pungkasnya. Menurutnya, hal yang paling membuat kuliah di Informatika menjadi pengalaman yang seru adalah karena dunia teknologi itu cepat sekali berubah, sehingga akan selalu ada tantangan baru setiap hari yang memaksa untuk terus belajar tanpa henti.

Selama masih menjadi mahasiswa, ternyata Mas Wildan juga memiliki banyak sekali pengalaman di bidang akademik, kompetisi, dan keorganisasian. Misalnya, paling tidak dirinya telah terbang ke Madrid, Madinah, dan Turki untuk mengikuti berbagai macam konferensi. Sementara itu, dalam dunia organisasi, dulu ia aktif di UII Ayo Mengajar yang saat ini menjadi salah satu lembaga dakwah DPPAI yang paling berkembang dan telah masuk generasi ketiga.

Nah, kemudian di bidang bisnis, ternyata Mas Wildan sudah memulai petualangannya di tahun keempat, yaitu saat ia dan tim mendirikan Gidicode dan merintis Gidsnesia yang sekarang menjadi Delokal. Saat itu, Gidsnesia mendapatkan kesempatan untuk mewakili Indonesia pada kompetisi Startup Istanbul 2018. Gidsnesia lolos sebagai salah satu dari 100 startup terbaik dari puluhan ribu pendaftar dari berbagai penjuru dunia saat itu.