Informatika FTI UII kembali menyelenggarakan kuliah umum dengan menghadirkan alumni Teknik Informatika UII, Zulhia Septiandini, S.T., yang telah memiliki pengalaman lebih dari delapan belas tahun di bidang Enterprise System dan SAP. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa, 23 Juni 2026 ini merupakan bagian dari agenda rutin mata kuliah Sistem Enterprise yang diampu oleh Dr. Nur Wijayaning R. Acara dipandu oleh Muhammad Rakha Savero, mahasiswa Informatika UII angkatan 2022, selaku moderator.
Kuliah umum bertajuk Enterprise Systems in the Real World: From Solution Architecture to Service Delivery ini membahas penerapan sistem enterprise, khususnya SAP, serta pemanfaatan kecerdasan buatan dalam dunia bisnis. Pengalaman panjang tersebut ia jalani baik sebagai konsultan maupun pengguna di lingkungan perusahaan, sehingga menghadirkan pemahaman menyeluruh terhadap implementasi ERP, mulai dari sisi kebutuhan bisnis hingga pengelolaan layanan.
Dalam pemaparannya, Ibu Dini menjelaskan SAP sebagai sistem ERP yang mengelola proses bisnis perusahaan secara terintegrasi, mulai dari pembelian, penyimpanan, distribusi, hingga pembayaran pelanggan. Integrasi yang berjalan secara real-time tersebut dinilai mampu meningkatkan efisiensi operasional sekaligus mendukung pengambilan keputusan. Beliau turut menyoroti keunggulan SAP pada fitur audit log yang memungkinkan setiap perubahan data ditelusuri, serta pentingnya audit dan backup basis data demi tata kelola data yang baik dan kepatuhan terhadap regulasi. Pemanfaatan kecerdasan buatan juga menjadi sorotan, terutama dalam membersihkan data, memberikan rekomendasi, dan mendukung analisis bisnis, dengan catatan bahwa hasilnya tetap perlu diverifikasi oleh manusia.
Narasumber juga membahas beragam peran dalam ekosistem SAP, seperti Functional Consultant, Basis Consultant, Solution Architect, dan Service Delivery Manager. Menurutnya, mahasiswa Informatika tetap memiliki peluang besar di bidang ERP meskipun pekerjaannya tidak selalu berhubungan langsung dengan pemrograman, karena bidang ini menuntut perpaduan antara kemampuan teknologi dan pemahaman proses bisnis. Bagi pemula, beliau menyarankan untuk mendalami satu modul SAP terlebih dahulu sebelum memperluas kompetensi ke area lain. Dari sisi implementasi, penerapan SAP umumnya dilakukan secara bertahap melalui fase prepare, explore, realize, deploy, dan hypercare, dengan Service Delivery Manager yang bertugas menjaga stabilitas sistem setelah go-live.
Pada bagian akhir, narasumber menyampaikan pesan motivasi bagi mahasiswa dan fresh graduate untuk berani keluar dari zona nyaman serta tidak minder terhadap pencapaian orang lain, mengingat setiap orang memiliki proses dan titik awal yang berbeda. Kunci untuk berkembang di dunia ERP maupun bidang teknologi lainnya, menurut beliau, terletak pada pengalaman, kemauan belajar, kemampuan beradaptasi, dan semangat meningkatkan kompetensi. Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi diskusi karier bersama mahasiswa angkatan 2022 yang membahas peluang kerja, kebutuhan industri, serta persiapan memasuki dunia kerja.



