Puasa Kok Sia-Sia?

Puasa pada bulan Ramadan merupakan kewajiban bagi umat Islam di seluruh dunia. Kita dianjurkan berpuasa karena puasa dapat melatih kesabaran dan membersihkan diri dari dosa, yang mana terkadang kita sebagai mahasiswa sering menyepelekan puasa ini.

Dalam hadits Qudsi, Allah Swt. berfirman:

“Setiap amalan anak Adam adalah miliknya, kecuali puasa. Puasa adalah milik-Ku dan Aku sendiri yang akan memberikan balasannya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Nah kawan, setelah mendengar hadis di atas, semoga kita bisa semakin termotivasi untuk melakukan ibadah puasa, ya.

Allah Swt berfirman pada surah Al Baqarah ayat 183 :

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ كُتِبَ عَلَيْكُمُ ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Artinya: “Wahai orang-orang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu. (Berpuasa) agar kamu bertakwa.”

Dari Abu Hurairah RA, ia berkata,

“Rasulullah saw. bersabda: ‘Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadan dengan penuh iman dan mengharapkan pahala dari Allah, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.’ ” (HR. Bukhari dan Muslim)

Semakin tambah semangat ‘kan untuk menjalani puasa Ramadan? Nah kawan, setelah kita tahu nih pentingnya menjalani puasa Ramadan, pada tahu tidak apa saja yang dapat menyebabkan pahala puasa kita berkurang? Berikut merupakan beberapa perkara yang dapat mengurangi pahala puasa:

1. Melakukan Kesyirikan

Syirik merupakan suatu perbuatan menyekutukan Allah Swt. dengan yang lain. Percaya pada ramalan adalah salah satu contoh kesyirikan. Jadi, saat kawan-kawan mempercayai sebuah ramalan di bulan puasa, pahala puasa akan berkurang. Allah Swt. berfirman pada surah Az-Zumar ayat 65:

لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ ٱلْخَٰسِرِينَ

“Jika engkau (wahai Muhammad) berbuat kesyirikan, maka akan gugur seluruh amalanmu dan engkau benar-benar akan termasuk orang yang merugi.” (QS. Az-Zumār: 65)

Oleh karena itu, alangkah ruginya kita melakukan amal sholeh tetapi terjerumus kepada kesyirikan.

2. Bermaksiat kepada Allah

Kita puasa, tetapi lisan kita tidak dijaga. Kita puasa, tetapi shalat kita masih bolong-bolong. Itu rugi banget, kawan. Simak hadis di bawah ini, ya:

رُبَّ صَائِمٍ حَظُّهُ مِنْ صِيَامِهِ الْجُوعُ وَالْعَطَشُ وَرُبَّ قَائِمٍ حَظُّهُ مِنْ قِيَامِهِ السَّهَرُ

“Betapa banyak orang yang berpuasa hanya mendapatkan rasa lapar dan dahaga saja. Betapa banyak pula yang melakukan shalat malam, hanya begadang di malam hari” (HR. Ahmad 2: 373.)

Bermaksiat kepada Allah Swt. tidaklah membatalkan puasa. Namun, maksiat dapat membuat seseorang tidak mendapatkan pahala yang sempurna di sisi Allah. Maka, marilah kita menjaga diri dari segala macam kemaksiatan supaya pahala puasa kita menjadi sempurna.

3. Perkataan Dusta

Perkataan dusta sering kali kita sepelekan sehingga berdusta menjadi hal yang lumrah di lingkungan kita. Ternyata, berdusta merupakan salah satu hal yang membuat pahala puasa kita berkurang, kawan, sebagaimana hadis ini:

مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِى أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ

“Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta malah mengamalkannya, maka Allah tidak butuh dari rasa lapar dan haus yang dia tahan.” (HR. Bukhari no. 1903).

Wah kawan, ternyata berpuasa tidak cuman menahan haus dan lapar saja, ya!
Menjaga lisan kita juga sangatlah penting supaya kita terhindar dari puasa yang tidak mendapatkan pahala.

4. Perkataan Sia-Sia dan Mesum

Perkara yang terakhir yang dapat mengurangi pahala puasa adalah menjaga lisan kita dari omongan yang sia-sia dan mesum. Hal ini sering kali terjadi terutama pada kalangan anak muda zaman sekarang.

Eh kawan, ternyata ada hadits yang menyinggung perkara ini, lo! Mari kita simak hadis di bawah ini:

لَيْسَ الصِّيَامُ مِنَ الأَكْلِ وَالشَّرَبِ ، إِنَّمَا الصِّيَامُ مِنَ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ ، فَإِنْ سَابَّكَ أَحَدٌ أَوْ جَهُلَ عَلَيْكَ فَلْتَقُلْ : إِنِّي صَائِمٌ ، إِنِّي صَائِمٌ

“Puasa bukanlah hanya menahan makan dan minum saja. Akan tetapi, puasa adalah dengan menahan diri dari perkataan sia-sia dan mesum. Apabila ada seseorang yang mencelamu atau berbuat usil padamu, katakanlah padanya, “Aku sedang puasa, aku sedang puasa”.”(HR. Ibnu Majah dan Hakim.).

Ternyata, puasa bukan hanya menahan minum dan makan saja ya, Kawan.. Puasa juga harus menjaga anggota tubuh, terutama lisan kita. Contoh perkataan sia-sia adalah gibah, mengumpat, ujaran kebencian dan sebagainya. Semoga kita bisa menjaga lisan kita, ya.

Sebagai umat muslim yang menunaikan puasa pada bulan Ramadan, kita seharusnya menjaga hal-hal yang membuat puasa kita lebih berpahala dan meninggalkan segala perbuatan yang mengurangi pahala. Semoga dengan memahami tulisan ini, kita bisa terhindar dari segala perbuatan yang membuat pahala puasa kita berkurang. Aamiin Yaa Rabbal ‘Aalamiin.

Referensi

https://iqra.republika.co.id/berita/q94bde320/dalil-kewajiban-puasa-ramadhan-bagi-umat-islam
https://muslim.or.id/17341-kajian-ramadhan-6-puasa-tetapi-masih-terus-bermaksiat.html
https://muslim.or.id/39999-beberapa-kesalahan-yang-tersebar-di-bulan-ramadhan-bag-2.html
https://rumaysho.com/469-jangan-biarkan-puasamu-sia-sia.html 

Penulis (Mahasiswa S-1 Informatika UII):

  • Muhammad Irfan Abigail
  • Maulana Rizky Richardy
  • Vito Athamevia Faturahman

\[FA]