Jurusan Informatika - Fakultas Teknologi Industri - Universitas Islam Indonesia
  • PROFIL
    • Visi dan Misi
    • Sambutan Ketua Jurusan
    • Struktur Organisasi
    • Dosen
    • Staf
    • Kontak
  • PROGRAM STUDI
    • Program Sarjana
      • Sambutan Kaprodi S1
      • Profil Lulusan
      • Kurikulum 2020
      • Capstone
      • Jalur Tahun Keempat
      • Informatics Expo
      • Informasi & Layanan
      • Prospektus S1
      • Mahasiswa
        • Informasi Akademik
        • Mahasiswa Baru S1 – 2022
        • New IP Students – 2022
        • S1 2021 – Reguler
        • S1 – 2021 – International Program
        • S1 – 2020
    • Program Magister
    • Program Doktor
    • International Program
    • Informatika PJJ
  • UNIT PENDUKUNG
    • Laboratorium
    • Pusat Studi
      • Pusat Studi Forensika Digital
      • Pusat Studi Informatika Medis
        • Visi-Misi
        • Struktur Organisasi
        • Mitra Kerjasama
        • Kegiatan
      • Pusat Studi Sistem Informasi Enterprise
      • Pusat Studi Sains Data
    • ITCentrum
    • Student Staff
    • Komunitas Mahasiswa
    • Lembaga Mahasiswa
  • KEMITRAAN
  • ARTIKEL
    • Pojok Dakwah
    • Pojok Informatika
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
  • Link to Instagram
  • Link to Facebook
  • Link to Youtube
Pojok Dakwah

Nuzululqur’an Sebagai Asas Kecerdasan

Al-Quran

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلٰى مُحَمَّدٍ وَعَلٰى آلِ مُحَمَّدٍ.


اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةٍ مُّبٰرَكَةٍ اِنَّا كُنَّا مُنْذِرِيْنَ

 “Sesungguhnya Kami (mulai menurunkannya pada malam yang diberkahi (Lailatulqadar). Sesungguhnya Kamilah pemberi peringatan.” (Q.S. Ad-Dukhan [44: 3])

Tidak dapat disangkal bahwa turunnya Al-Qur’an merupakan salah satu tonggak sejarah yang mengubah dunia. Perubahan tersebut diyakini sebagai perubahan dari sebuah zaman jahiliah (kebodohan) menuju zaman yang penuh dengan cahaya (ilmu). Zaman tersebut disebut zaman kebodohan bukan karena orang-orang pada saat itu bodoh dan tidak bisa melakukan apapun. Namun, karena orang-orang pada saat itu tidak bisa membedakan antara yang haq (benar) dan yang bathil (salah). Menyembah berhala, membunuh bayi perempuan, berjudi, mengonsumsi khamr (minuman keras) pun menjadi kebiasaan orang di zaman itu. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang prihatin dengan kondisi tersebut kemudian menyepi dan bertafakur mengenai kondisi kaumnya. Pada saat itulah, Allah melalui Malaikat Jibril ‘alaihissalam memberikan petunjuk kepada beliau:

 اِقۡرَاۡ بِاسۡمِ رَبِّكَ الَّذِىۡ خَلَقَ​ۚ‏ ١ خَلَقَ الۡاِنۡسَانَ مِنۡ عَلَقٍ​ۚ‏ ٢ اِقۡرَاۡ وَرَبُّكَ الۡاَكۡرَمُۙ‏ ٣ الَّذِىۡ عَلَّمَ بِالۡقَلَمِۙ‏ ٤ عَلَّمَ الۡاِنۡسَانَ مَا لَمۡ يَعۡلَمۡؕ‏ ٥

 “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan (1). Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah (2). Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Mahamulia (3). Yang mengajar (manusia) dengan pena (4). Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya (5).” (Q.S. Al-Alaq [96:1-5])

Turunnya kelima ayat di atas menjadi pertanda bahwa beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam diangkat menjadi utusan-Nya. 

Menariknya, petunjuk yang diberikan Allah subhanahu wa ta’ala pertama kali untuk perubahan tersebut adalah اِقۡرَاۡ  (bacalah). Bahkan, Malaikat Jibril ‘alaihissalam mengulangnya sebanyak tiga kali sebelum melengkapkan ayat pertama surat Al-Alaq. Hal ini seolah-olah ingin menekankan pentingnya “membaca“. Walaupun seharusnya sudah menjadi rahasia umum bahwa hanya dengan membaca, kecerdasan seseorang akan terbentuk dan terbebas dari kebodohan atas izin Allah.

 Namun, di salah satu ayat yang lain Allah subhanahu wa ta’ala memberikan petunjuk-Nya yang lain:

 وَفِي الْأَرْضِ قِطَعٌ مُتَجَاوِرَاتٌ وَجَنَّاتٌ مِنْ أَعْنَابٍ وَزَرْعٌ وَنَخِيلٌ صِنْوَانٌ وَغَيْرُ صِنْوَانٍ يُسْقَىٰ بِمَاءٍ وَاحِدٍ وَنُفَضِّلُ بَعْضَهَا عَلَىٰ بَعْضٍ فِي الْأُكُلِ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَعْقِلُونَ 

 “Dan di bumi ini terdapat bagian-bagian yang berdampingan, dan kebun-kebun anggur, tanaman-tanaman dan pohon korma yang bercabang dan yang tidak bercabang, disirami dengan air yang sama. Kami melebihkan sebahagian tanam-tanaman itu atas sebahagian yang lain tentang rasanya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.” (QS. Ar-Ra’du [13:4])

Ternyata untuk mendapatkan sebuah ilmu, seseorang tidak hanya dituntut untuk membaca ayat-ayat Allah, tetapi juga disyaratkan untuk berpikir. Hasil dari pemikiran tersebut yang kemudian akan menjadi sari-sari ilmu atas izin Allah subhanahu wa ta’ala.  Hal ini selaras dengan hadis yang diriwayatkan dari Abu Ad-Darda’ radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّمَا الْعِلْمُ بِالتَّعَلُّمِ، وَإِنَّمَا الْحِلْمُ بِالتَّحَلُّمِ، مَنْ يَتَحَرَّى الْخَيْرَ يُعْطَهُ، وَمَنْ يَتَّقِ الشَّرَّ يُوقَهُ

“Sesungguhnya ilmu didapatkan dengan belajar dan sesungguhnya kesabaran/ketenangan didapat dengan terus melatih diri. Barangsiapa berusaha untuk mendapat kebaikan, maka Allah akan memberikannya. Barangsiapa yang berusaha untuk menjaga diri dari keburukan, niscaya akan dijaga dari keburukan.” (H.R. Ath-Thabrani dan Ad-Daraquthni, dan dihasankan oleh Syaikh Al-Albani dalam Sahihul Jami’ no. 2328)

Hal ini sangat menarik jika ayat-ayat ini kita kaitkan dengan fenomena kecerdasan buatan yang akhir-akhir ini marak diperbincangkan. Mengapa menarik? Karena kecerdasan buatan ini didapatkan dari hasil membaca data dan melatih sistem untuk berpikir menggunakan data tersebut. Jika kita merenungkan hal ini, sungguh! “Maka, nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?” (QS. Ar-Rahman: [55:13]). Allah telah menunjukkan cara bagaimana kita bisa mendapatkan ilmu dan sekaligus memberi pembuktian bahwa cara tersebut efektif. Allah memberikan data kepada kita berupa ayat-ayat-Nya agar kita berpikir dan membentuk kecerdasan kita sehingga mampu membedakan yang haq dan bathil atas izin Allah.

Semoga kemunculan kecerdasan buatan tidak mendorong kita untuk menggantungkan segalanya kepada sistem tersebut dan membuat kita menjadi malas berpikir karena Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

 كُلُّ نَفۡسٍ ۢ بِمَا كَسَبَتۡ رَهِيۡنَةٌ ۙ‏ ٣٨

 “Setiap orang bertanggung jawab atas apa yang telah dilakukannya,” (QS. Al-Mudassir: [74:38])

Dan semoga Allah memberikan memberikan ilmu dan petunjuk-Nya kepada kita semua.

Wabillahi taufiq wal hidayah,

Feri Wijayanto (Dosen Informatika UII)

Related posts:

Menjaga Lisan Menurut Ajaran Islam

Keutamaan Istighfar dan Contoh Lafadznya dalam Kultum Pesantren Sains Data 2

Menghadirkan Pengawasan Allah di Setiap Perbuatan

Kiat Menghadapi Fitnah Kehidupan

Ketika Informatika Melengkapi Islam

April 5, 2024/by informatika
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://informatics.uii.ac.id/wp-content/uploads/2023/01/Al-Quran.png 729 1087 informatika https://informatics.uii.ac.id/wp-content/uploads/2020/03/Logo-webTF-UII-1030x420.png informatika2024-04-05 11:01:272024-04-20 11:15:47Nuzululqur’an Sebagai Asas Kecerdasan
  • Kuliah Umum Pengembangan Aplikasi Informatika Medis
    Sibuk Kuliah Bukan Alasan Jauh dari AgamaJuly 27, 2026 - 13:56
  • Gathering Mahasiswa PJJ Informatika UII: Perkuat Motivasi Akademik Jelang UASJuly 27, 2026 - 11:50
  • “Hands On Bareng Kating”: Mahasiswa Informatika UII Belajar Odoo ERP Langsung dari Kakak TingkatJuly 27, 2026 - 09:32
  • PJJ Challenge Chapter II 2026 Resmi Umumkan PemenangJuly 27, 2026 - 08:55
  • Mahasiswa Magister Informatika UII Berhasil Kembangkan Metode Forensik Digital pada Smartwatch Berbasis Android Wear OSJuly 19, 2026 - 21:44
  • Selamat! Prof. Sri Kusumadewi Dilantik sebagai Dekan FTI UII Periode 2026–2030July 1, 2026 - 21:09
  • menunggu berbuka puasa di masjid
    Menjemput Keberkahan di Tanah Suci: Hakikat dan Manfaat Ibadah UmrahJuly 1, 2026 - 16:15
  • AI Mengubah Pekerjaan, Bukan Menghapusnya: Pesan Prof. Fathul Wahid bagi Mahasiswa InformatikaJuly 1, 2026 - 12:03
  • Belajar Sistem Enterprise dari Zulhia Septiandini, Alumni Informatika UII yang Berkarier 18 Tahun di Bidang SAPJuly 1, 2026 - 10:40
  • Pengumuman Pergantian Dosen Pembimbing Akademik (DPA)June 26, 2026 - 15:07

Categories

JURUSAN INFORMATIKA

Gedung KH. Mas Mansyur  Lantai 2
Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang KM. 14,5 Sleman Yogyakarta 55584

Telepon: +62 274 895287 ext. 122
Faks: +62 274 895007
Email:
Jurusan: [email protected]
Prodi Informatika Program Sarjana: [email protected]
Prodi Informatika Program Magister : [email protected]
Prodi Informatika PJJ : [email protected]
Instagram: @informatics.uii

TAUTAN CEPAT

Universitas

Fakultas

UII Gateway

Admisi

© Hak Cipta 2022 - Jurusan Informatika UII - Yogyakarta
  • Link to Instagram
  • Link to Facebook
  • Link to Youtube
Link to: Saat Ini Link to: Saat Ini Saat IniSaat Ini - halaman 1 Link to: Mukjizat Rasulullah di Bulan Syawal Link to: Mukjizat Rasulullah di Bulan Syawal syawalMukjizat Rasulullah di Bulan Syawal
Scroll to top Scroll to top Scroll to top