Jurusan Informatika - Fakultas Teknologi Industri - Universitas Islam Indonesia
  • PROFIL
    • Visi dan Misi
    • Sambutan Ketua Jurusan
    • Struktur Organisasi
    • Dosen
    • Staf
    • Kontak
  • PROGRAM STUDI
    • Program Sarjana
      • Sambutan Kaprodi S1
      • Profil Lulusan
      • Kurikulum 2020
      • Capstone
      • Jalur Tahun Keempat
      • Informatics Expo
      • Informasi & Layanan
      • Prospektus S1
      • Mahasiswa
        • Informasi Akademik
        • Mahasiswa Baru S1 – 2022
        • New IP Students – 2022
        • S1 2021 – Reguler
        • S1 – 2021 – International Program
        • S1 – 2020
    • Program Magister
    • Program Doktor
    • International Program
    • Informatika PJJ
  • UNIT PENDUKUNG
    • Laboratorium
    • Pusat Studi
      • Pusat Studi Forensika Digital
      • Pusat Studi Informatika Medis
        • Visi-Misi
        • Struktur Organisasi
        • Mitra Kerjasama
        • Kegiatan
      • Pusat Studi Sistem Informasi Enterprise
      • Pusat Studi Sains Data
    • ITCentrum
    • Student Staff
    • Komunitas Mahasiswa
    • Lembaga Mahasiswa
  • KEMITRAAN
  • ARTIKEL
    • Pojok Dakwah
    • Pojok Informatika
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
  • Link to Instagram
  • Link to Facebook
  • Link to Youtube
Pojok Dakwah

Lima Perkara sebelum Lima Perkara

Lima perkara sebelum lima perkara
Oleh: Fajar Setiawan (Laboran Jurusan Informatika UII)

Kita sering lupa dengan sesuatu hal yang sangat penting bagi kehidupan kita. Persoalan memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya merupakan persoalan yang sangat penting dan mendasar. Untuk itu, Nabi ﷺ memberikan peringatan kepada umat Islam dengan wasiatnya yang sangat terkenal dan sering kita dengar, agar benar-benar memperhatikan momen-momen penting dalam kehidupan dan memanfaatkannya dengan sebaik mungkin.

Imam Al-Hakim dalam kitabnya Al-Mustadrak kemudian Imam Al-Baihaqi dalam kitabnya Syu’abul Iman serta yang lainnya meriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma bahwa Nabi ﷺ memberi nasehat kepada seseorang dengan bersabda,

 

اغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ: شَبَابَكَ قَبْلَ هِرَمِكَ، وَصِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ، وَغِنَاءَكَ قَبْلَ فَقْرِكَ، وَفَرَاغَكَ قَبْلَ شُغْلِكَ، وَحَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ

“Manfaatkanlah lima perkara sebelum datangnya lima perkara: masa mudamu sebelum masa tuamu, masa sehatmu sebelum sakitmu, masa kayamu sebelum miskinmu, waktu luangmu sebelum masa sibukmu dan masa hidupmu sebelum kematianmu.”
(H.R. Ibnu Abi Ad-Dunya, Al-Hakim no. 7846, dan Al-Baihaqi no.10248)

Nabi ﷺ memberikan arahan kepada umatnya agar memanfaatkan berbagai kesempatan dalam hidup ini untuk beramal demi akhirat dengan mengisi waktu dengan ketaatan karena hal itu merupakan umur manusia di dunia ini dan simpanannya di akhirat nanti.

Dalam hadis ini, Nabi ﷺ memberitahu lima area dalam hidup yang bisa diambil manfaatnya sebelum datangnya lima halangan yang diperkirakan akan datang di masa depan:

1. Masa mudamu sebelum masa tuamu

Manfaatkanlah masa kuatmu saat usia muda untuk beribadah dan amal kebaikan lainnya sebelum masa tuamu dan masa lemahmu untuk melakukan ketaatan. Jika ketika muda sudah malas beribadah, jangan harap ketika tua bisa rajin ibadah.

2. Masa sehatmu sebelum masa sakitmu

Manfaatkanlah masa sehatmu dengan berbagai amal saleh sebelum penyakit menghalangimu dari melakukan berbagai amal saleh. Saat sakit, seseorang tidak mampu untuk beramal atau merasa lemah untuk beramal. Ada penderitaan yang sedang dia rasakan dan dia sibuk dalam pengobatan dan penyembuhan. Bila seseorang di masa sehat senantiasa beramal saleh secara rutin dan disiplin karena Allah, di saat sakit dan tidak mampu mengamalkan amalan yang biasa dia lakukan, dia tetap ditulis mengamalkan amalan tersebut. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abu Musa Al Asy’ari radhiyallahu ‘anhu. Bahwasannya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إذَا مَرِضَ العَبْدُ، أوْ سَافَرَ، كُتِبَ له مِثْلُ ما كانَ يَعْمَلُ مُقِيمًا صَحِيحًا

“Apabila seorang hamba sakit atau sedang safar, ditulis untuknya amalan yang biasa dia kerjakan di saat masih sehat dan tidak bepergian.” (H.R. Bukhari no. 2996)

3. Masa kayamu sebelum masa miskinmu

Manfaatkanlah kemampuanmu untuk melakukan berbagai ibadah dan kebaikan dengan harta. Misalnya memenuhi kebutuhan anak istri, orang-orang miskin, bersedekah di berbagai pintu kebaikan seperti membangun masjid, membuat sumur, wakaf Al-Qur’an dan lain-lain.

4. Masa luangmu sebelum masa sibukmu

Hendaklah seseorang menyibukkan dirinya dengan berbagai ketaatan dan kebaikan di waktu luangnya sebelum berbagai kesibukan datang seolah tanpa henti seperti menikah, kelahiran anak, mendidik anak, mencari rezeki dan seterusnya.

5. Masa hidupmu sebelum masa matimu

Manfaatkanlah berbagai amal saleh dalam hidup ini sebelum kematian menghalangimu untuk beramal. Karena syarat mati itu tidak harus tua. Ketika sudah sampai ajal, kita tidak mampu meminta penundaan.

Hendaklah kita menyadari bahwa dunia ini adalah tempat singgah bukan tempat untuk menetap. Dunia ini fana dan bakal sirna. Kita akan segera meninggalkannya.

Kita saat ini sedang melakukan perjalanan menuju akhirat setiap hari, tanpa ada satu pun kekuatan yang bisa menghentikan perjalanan ini.

Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu berkata,

ارْتَحَلَتْ الدُّنْيَا مُدْبِرَةً، وَارْتَحَلَتْ الْآخِرَةُ مُقْبِلَةً، وَلِكُلِّ وَاحِدَةٍ مِنْهُمَا بَنُونَ، فَكُونُوا مِنْ أَبْنَاءِ الْآخِرَةِ وَلَا تَكُونُوا مِنْ أَبْنَاءِ الدُّنْيَا، فَإِنَّ الْيَوْمَ عَمَلٌ وَلَا حِسَابَ وَغَدًا حِسَابٌ وَلَا عَمَلٌ

”Dunia berjalan menjauhi kita dan akhirat datang menjelang di hadapan kita. Dunia dan akhirat masing-masing memiliki anak-anak. Maka, jadilah kalian anak-anak akhirat dan jangan menjadi anak-anak dunia. Sesungguhnya hari ini adalah masa beramal dan tidak ada hisab (perhitungan) sedangkan besok adalah masa hisab dan tidak ada amal.”1

Orang yang cerdas adalah orang yang mampu menundukkan hawa nafsunya dan senantiasa beramal untuk kehidupan setelah mati. Sementara itu, orang yang lemah akalnya adalah orang yang senantiasa menuruti hawa nafsunya dan mengangankan dari Allah Ta’ala dengan berbagai macam angan-angan.

Lima perkara sebelum lima perkara

Lima perkara sebelum lima perkara


Referensi

1 https://dareliman.or.id/2023/12/27/mutiara-indah-perkataan-para-salaf-bab-2-sesuatu-yang-akan-pergi-berlalu/

/[AFH]

Related posts:

Mahasiswa IT Kok Belajar Bahasa Arab?

Perlindungan Tanpa Henti

Teknologi atau Tipu Daya? Deepfake dan Generasi Digital

Memahami Makna Kalimat Tauhid

The Power of Gratitude: Melihat Keindahan dalam Segala Hal

July 26, 2024/by informatika
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://informatics.uii.ac.id/wp-content/uploads/2024/08/Screenshot-2024-08-01-115705.png 560 743 informatika https://informatics.uii.ac.id/wp-content/uploads/2020/03/Logo-webTF-UII-1030x420.png informatika2024-07-26 11:57:352024-08-01 12:06:14Lima Perkara sebelum Lima Perkara
  • Sibuk Kuliah Bukan Alasan Jauh dari Agama, Mahasiswa Diajak Menjadikan Ilmu sebagai Jalan Mendekat kepada AllahAugust 5, 2026 - 10:00
  • Gathering Mahasiswa PJJ Informatika UII: Perkuat Motivasi Akademik Jelang UASAugust 5, 2026 - 09:50
  • Kuliah Umum Pengembangan Aplikasi Informatika Medis
    Sibuk Kuliah Bukan Alasan Jauh dari AgamaJuly 27, 2026 - 13:56
  • Gathering Mahasiswa PJJ Informatika UII: Perkuat Motivasi Akademik Jelang UASJuly 27, 2026 - 11:50
  • “Hands On Bareng Kating”: Mahasiswa Informatika UII Belajar Odoo ERP Langsung dari Kakak TingkatJuly 27, 2026 - 09:32
  • PJJ Challenge Chapter II 2026 Resmi Umumkan PemenangJuly 27, 2026 - 08:55
  • Mahasiswa Magister Informatika UII Berhasil Kembangkan Metode Forensik Digital pada Smartwatch Berbasis Android Wear OSJuly 19, 2026 - 21:44
  • Selamat! Prof. Sri Kusumadewi Dilantik sebagai Dekan FTI UII Periode 2026–2030July 1, 2026 - 21:09
  • menunggu berbuka puasa di masjid
    Menjemput Keberkahan di Tanah Suci: Hakikat dan Manfaat Ibadah UmrahJuly 1, 2026 - 16:15
  • AI Mengubah Pekerjaan, Bukan Menghapusnya: Pesan Prof. Fathul Wahid bagi Mahasiswa InformatikaJuly 1, 2026 - 12:03

Categories

JURUSAN INFORMATIKA

Gedung KH. Mas Mansyur  Lantai 2
Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang KM. 14,5 Sleman Yogyakarta 55584

Telepon: +62 274 895287 ext. 122
Faks: +62 274 895007
Email:
Jurusan: [email protected]
Prodi Informatika Program Sarjana: [email protected]
Prodi Informatika Program Magister : [email protected]
Prodi Informatika PJJ : [email protected]
Instagram: @informatics.uii

TAUTAN CEPAT

Universitas

Fakultas

UII Gateway

Admisi

© Hak Cipta 2022 - Jurusan Informatika UII - Yogyakarta
  • Link to Instagram
  • Link to Facebook
  • Link to Youtube
Link to: Peran Media Massa dalam Membentuk Pandangan Masyarakat terhadap Islam Link to: Peran Media Massa dalam Membentuk Pandangan Masyarakat terhadap Islam Peran Media Massa dalam Membentuk Pandangan Masyarakat terhadap IslamMedia Sosial Pemecah Belah atau Pemersatu Umat - dibuat oleh DALL-EDALL-E Link to: SURAT EDARAN PENGGUNAAN AI DALAM PERKULIAHAN Link to: SURAT EDARAN PENGGUNAAN AI DALAM PERKULIAHAN SURAT EDARAN PENGGUNAAN AI DALAM PERKULIAHAN
Scroll to top Scroll to top Scroll to top