WEBINAR “DARI DEADLINE MENUJU SUCCESS LINE: PRIORITAS WAKTU” MENARIK 140+ PESERTA DARI 23 PROVINSI DI INDONESIA
“Deadline bukan garis akhir yang menakutkan. Deadline adalah pemicu fokus. Fokus melahirkan disiplin. Disiplin membentuk kompetensi. Kompetensi membawa ke success line.”
– Prof. Dr. Sri Kusumadewi, S.Si, M.T.
Deadline. Kata yang mungkin paling tidak disukai namun paling familiar di telinga mahasiswa, dosen, bahkan profesional. Rasa panik saat deadline mendekat, begadang untuk mengejar tenggat waktu, atau stres karena tugas menumpuk—semuanya menjadi pengalaman yang hampir universal. Menyadari tantangan ini, Program Studi Informatika Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) Universitas Islam Indonesia menyelenggarakan webinar bertajuk “Dari Deadline menuju Success Line: Prioritas Waktu” yang menghadirkan Prof. Dr. Sri Kusumadewi, S.Si, M.T. sebagai narasumber. Webinar yang berlangsung pada Sabtu, 14 Februari 2026, melalui platform Zoom dan YouTube ini berhasil menarik antusiasme luar biasa dengan lebih dari 140 pendaftar dari seluruh penjuru nusantara.
Dalam sambutannya, Kaprodi Informatika PJJ UII, Dr. Nur Wijayaning, menyampaikan bahwa webinar ini merupakan kelanjutan dari seri pengembangan diri bertema manajemen waktu dan prioritas, menyusul kesuksesan webinar sebelumnya pada Januari 2026 dari Prof. Fathul Wahid bertajuk “Kerja Lancar, Kuliah Kelar“. Keberhasilan seri webinar ini tercermin dari keberagaman peserta yang mendaftar—sebanyak 144 pendaftar berasal dari 23 provinsi dan 60 institusi berbeda di Indonesia, menunjukkan bahwa isu manajemen waktu menjadi kebutuhan universal lintas geografis dan sektor. Dari sisi geografis, DIY mendominasi dengan 45 peserta (31,25%), diikuti Jawa Tengah dengan 31 peserta (21,53%), sementara sepertiga peserta (33,33%) berasal dari luar Jawa—mulai dari Papua Pegunungan hingga Sumatra. Dari sisi institusi, UII menyumbang 53 pendaftar (36,81%), namun yang menarik adalah kehadiran 12 peserta (8,33%) dari instansi pemerintahan seperti Bapenda, Sekretariat Daerah, dan berbagai dinas—menunjukkan bahwa manajemen waktu menjadi concern tidak hanya di dunia akademik tetapi juga di birokrasi pemerintahan.
Dalam paparannya, Prof. Sri Kusumadewi (akrab dipanggil Prof. Cicie) menekankan bahwa deadline bukanlah garis akhir yang menakutkan, melainkan pemicu fokus yang strategis. “Deadline bukan garis akhir yang menakutkan. Deadline adalah pemicu fokus. Fokus melahirkan disiplin. Disiplin membentuk kompetensi. Kompetensi membawa ke success line,” ujar Prof. Cicie menjelaskan konsep roadmap dari deadline menuju kesuksesan. Beliau memaparkan bahwa mindset yang benar terhadap deadline dapat mengubahnya dari sumber stres menjadi alat manajemen yang powerful. Ketika seseorang memiliki deadline yang jelas, ia akan lebih fokus pada prioritas, yang kemudian mendorong disiplin dalam eksekusi, mengasah kompetensi melalui pengalaman, dan akhirnya mencapai garis sukses yang diinginkan.
Prof. Cicie juga membagikan lima strategi praktis dalam memilih prioritas secara strategis. Pertama, mulai dari deadline (batas waktu): identifikasi mana yang paling dekat jatuh temponya dan mana yang memiliki konsekuensi terbesar jika terlambat, karena deadline membantu menyaring urgensi. Kedua, ukur dampak (impact thinking): tanyakan apakah tugas ini berdampak pada nilai, reputasi, atau kinerja, dan apakah tugas ini memengaruhi orang lain. Ketiga, gunakan Matriks Urgent-Important yang membagi tugas menjadi empat kategori: penting & mendesak, penting tapi tidak mendesak, tidak penting tapi mendesak, dan tidak penting & tidak mendesak, dengan fokus pada tugas penting terlebih dahulu. Keempat, pertimbangkan energi bukan hanya waktu—manfaatkan waktu paling fokus dalam sehari dengan tingkat konsentrasi optimal untuk prioritas utama strategis. Kelima, terapkan Prinsip 80/20 (Pareto)—fokus pada tugas mana yang paling memengaruhi hasil akhir, dengan formula: Prioritas = (Urgensi × Dampak) – …, untuk mengidentifikasi leverage terbesar.
Seri webinar pengembangan diri yang diinisiasi Prodi Informatika PJJ UII ini menunjukkan komitmen berkelanjutan dalam membekali mahasiswa dan civitas akademika dengan soft skills krusial di era digital. Dengan jangkauan peserta dari Sabang sampai Merauke, prodi berharap ilmu yang dibagikan dapat membantu peserta—baik mahasiswa, dosen, maupun profesional—untuk tidak hanya bertahan dari deadline ke deadline, tetapi benar-benar bergerak menuju success line dengan strategi prioritas yang lebih matang. Ke depan, diharapkan seri webinar seperti ini dapat terus menjadi katalis perubahan dalam budaya manajemen waktu di Indonesia, di mana deadline tidak lagi menjadi momok tetapi menjadi alat untuk mencapai produktivitas dan kesuksesan yang berkelanjutan.



