Ngabuburit Talk: Dari Skripsi ke Publikasi Ilmiah

Suasana menjelang berbuka tak menghalangi semangat para mahasiswa untuk belajar. Jumat, 6 Maret 2026, Program Studi Informatika FTI UII menggelar Ngabuburit Talk bertema Publikasi Skripsi, sebuah sesi santai yang membahas cara mengubah skripsi menjadi artikel ilmiah. Dipandu oleh MC Wilda Maulida, acara yang berlangsung pukul 16.00–17.00 WIB ini menghadirkan tiga pembicara dengan latar belakang dan pengalaman publikasi yang beragam.
Pembicara pertama, Dr. Nur Wijayaning R., penulis produktif sekaligus reviewer jurnal dan seminar ilmiah, membagikan panduan praktis memilih tempat publikasi yang tepat. Ia menekankan pentingnya memilih jurnal atau konferensi yang kredibel (seperti yang terindeks Scopus atau Sinta) dan mengingatkan mahasiswa untuk waspada terhadap jurnal predator maupun konferensi abal-abal yang justru bisa merusak reputasi akademik. “Pilih venue yang benar,” pesannya.
Giliran Dr. Hendrik, peneliti produktif berpengalaman di publikasi jurnal dan seminar internasional, yang meluruskan tiga mitos yang kerap menghantui mahasiswa: proses publikasi yang dianggap rumit dan lama, hambatan kemampuan bahasa asing, serta standar kelayakan karya ilmiah yang terasa terlalu tinggi. Menurutnya, proses publikasi jauh lebih sederhana dari yang dibayangkan, dan reviewer pun lebih menghargai kontribusi riset yang jelas ketimbang kesempurnaan tata bahasa.
Sesi penutup menjadi yang paling menginspirasi, ketika Pandu N. A. Dewanto, seorang mahasiswa S-1 Informatika UII yang hobi ngulik, berbagi perjalanan nyatanya: dari mengerjakan skripsi seperti biasa, hingga akhirnya menerima acceptance letter dari International Conference on Information Technology and Education Technology (ITET 2026), konferensi internasional di Hiroshima, Jepang. Prosesnya dimulai dari konsultasi bersama Bu Nur, lalu bergerak cepat mempersiapkan paper mengikuti format konferensi, hingga kini sedang berlatih presentasi dan menyiapkan dokumen keberangkatan. Kisah Pandu membuktikan bahwa publikasi ilmiah bukan monopoli mahasiswa S-3 karena skripsi yang kamu kerjakan hari ini, bisa jadi paper yang dipresentasikan di luar negeri besok.
Ngabuburit Talk kali ini menutup sore dengan pesan yang sederhana namun kuat: skripsi bukan sekadar syarat kelulusan. Di tangan mahasiswa yang mau berusaha, skripsi bisa menjadi kontribusi nyata bagi ilmu pengetahuan dan tiket pertama menuju panggung riset dan jejaring yang lebih luas.




