Tepat pada tanggal 24 Februari – 3 Maret 2019, Jurusan Informatika mengirimkan 2 mahasiswa terpilih untuk mengikuti exchange program “Sakura Science Plan 2019” di Jepang dengan Hokkaido Information University (HIU) sebagai host university-nya. Program ini merupakan bentuk kerja sama kedua kalinya antara UII dan HIU yang disponsori penuh oleh Japan Science & Technology (JST) setelah yang pertama dilaksanakan pada tahun 2017

Program Sakura Science dibuat dengan tujuan agar para peserta dapat mengenal bagaimana kemajuan sains dan teknologi di negara jepang melalui kegiatan-kegiatan bersama para pelaku akademisi di Host University Jepang dan institusi-institusi penelitian, dengan harapan partisipan pada program ini dapat menjadi “Future Science Leaders” di Asia dengan koneksi yang semakin meluas.

Di tahun 2019 ini, Teknik Informatika mengirimkan 2 perwakilan mahasiswanya yaitu Niky Ayu Lestari (2016) dan Yudhistira Adinugraha Hutabarat (2017) yang terpilih setelah melalui proses seleksi berkas maupun wawancara. Pada tanggal 24 Februari mereka berangkat bersama Ketua Jurusan Informatika, Hendrik, S.T., M.Eng., dan juga Ketua Program Studi S1 Jurusan Informatika, Dr. Raden Teduh Dirgahayu, S.T., M.Sc.

Program yang berlangsung selama 1 minggu ini, mengangkat tema “Space Utilization & It’s Communication Technology II”. Sesuai Tema tersebut, maka kegiatan-kegiatan yang dilakukanpun berhubungan dengan Space Science dari sisi Teknologi Komunikasi yang digunakan. Di Informatika UII sendiri tema mengenai hal tersebut masih sangat jarang disinggung, bahkan di Indonesia sekalipun. Di sisi lain,  HIU sebagai tuan rumah sudah lama mendalami teknologi Informasi dan Komunikasi juga Teknologi mengenai Satelit.

Selama Program berlangsung bersama mahasiswa-mahasiswa lainnya dari negara lain, yaitu Rajamangala University of Technology Thanyaburi (Thailand), University College Sedaya International (Malaysia), dan Nanjing University (China), Seluruh delegasi menjalani rangkaian acara ditemani oleh Mr. Keita Odajima dari International Exchange and International Students Support Division HIU, bersama dengan staff dan mahasiswa HIU lainnya.


“Pengalaman yang kami dapatkan di Sakura Science Plan ini benar-benar seru dan berharga. Selain kami bisa merasakan lembutnya salju dan bertemu teman-teman dari negara lain, kami juga mendapatkan berbagai ilmu pengetahuan langsung dari pakarnya, bahkan banyak pengetahuan-pengetahuan baru dan terkini yang tengah dikembangkan disana. Kami tidak hanya belajar di kelas, kami diajak berpindah dari satu kota ke kota lain di Jepang, mengunjungi pusat riset luar angkasa JAXA, NICT, dan melihat bintang di malam hari dengan teropong raksasa yang menjadi salah satu teropong terbesar di Asia. Kami juga dikenalkan permainan curling yang berseluncur di atas es dan tentu saja mencicipi berbagai makanan Jepang, semuanya gratis. Semoga semakin banyak yang sadar keren dan luar biasanya program ini. Persiapkan diri mulai sekarang, siapa tahu tahun depan giliran kamu.” (Niky)

Di Hari pertama program, acara dilaksanakan di JAXA Tsukuba Space Center dengan kegiatan facility tour untuk melihat bagaimana isi dari agensi jepang yang berfokus pada pengembangan serta penggunaan Aerospace. Juga melakukan Space Dorm Tour, tur yang dipandu oleh staff dari Space Engineering Development co.,Ltd untuk mengenalkan hal-hal yang sudah diciptakan oleh JAXA seperti macam-macam satelit, Mesin dalam roket, hingga model baju astronot.

Di hari Kedua, seluruh delegasi mengikuti rangkaian kegiatan di NICT HQ (National Institute of Information and Communication Technology) berupa kelas mengenai pengenalan teknologi yang menggunakan satelit ciptaan jepang, Himawari, untuk mengetahui pergerakan Taifun. Selain itu dilakukan juga tur hasil-hasil riset NICT HQ seperti teknologi penentu waktu standar jepang (JST), pengolahan citra untuk mengolah peta suatu lokasi, aplikasi teknologi dari satelit Himawari, dan masih banyak lagi.

Lalu acara di hari-hari berikutnya dilanjutkan di Hokkaido Information University untuk menjalani berbagai kelas dan workshop mengenai teknologi space science. Seluruh kegiatan tersebut diisi oleh berbagai pengajar yang ahli dibidangnya mulai dari kelas mengenai perkembangan Space Science di Jepang, hingga penggunaan data-data yang telah diambil oleh satelit himawari. Seluruh rangkaian kegiatan di kelas berlangsung selama 2 hari dan dipandu oleh Prof. Watanabe sebagai promotor dari seluruh kegiatan Sakura Science pada waktu itu.

Di akhir kegiatan pembelajaran pada program ini, seluruh delegasi diajak mengunjungi Nayoro Observatory untuk melakukan berbagai aktivitas pembelajaran dengan fasilitas yang ada disana, seperti melihat berbagai macam teleskop dengan berbagai ukuran, screening film mengenai berbagai planet, hingga melakukan pengamatan bintang di malam hari.

“Banyak ilmu serta wawasan baru yang didapat selama menjalani program Sakura Science Plan ini, entah itu dari kegiatan-kegiatan yang dirancang seperti melihat betapa bagusnya institusi-institusi riset mereka hingga teknologi yang telah diciptakan, lalu mengenal bagaimana perbedaan kultur dari teman-teman delegasi negara–negara lainnya, hingga melihat kondisi bagaimana negara jepang itu sendiri, seperti sistem transportasinya, fasilitas publik, hingga sikap-sikap yang dimiliki oleh orang-orang jepang disana. Namun secara keseluruhan program ini berhasil menumbuhkan dorongan semangat belajar sebagai upaya untuk membuat kemajuan di Indonesia seperti halnya kemajuan sains dan teknologi yang ada di jepang” (Yudhis)