Kabar bahagia datang dari mahasiswa Informatika UII yang mengikuti program double-degree di Nanjing Xiaozuang University. Selasa (19/5) dan (2/6) lalu, mereka telah berhasil mengikuti sidang akhir dan dinyatakan lulus sebagai mahasiswa berprestasi.

Mereka adalah Agung Ramadhan Putra, Rizal Hamdan, Nabhan Faisal Bariz, dan Sabika Amalina, mahasiswa Prodi Informatika Program Sarjana angkatan 2016 yang dikirim ke Nanjing Xiaozuang University untuk mengikuti program double-degree. Mereka telah berhasil lulus  melalui sidang Online Thesis Defense for International Student, yaitu sidang penentuan kelayakan mahasiswa untuk mendapatkan status lulus dari NXU alias sidang pendadaran.

Kegiatan ini dihadiri oleh mahasiswa yang sudah layak untuk mengikuti sidang akhir, dilihat dari kesiapan dokumen dan aplikasinya.  Sidang dibagi menjadi dua grup, yaitu sidang grup pertama yang dilaksanakan pada 19 Mei 2020 dan sidang grup kedua yang dilaksanakan pada 2 Juni 2020. Sidang pertama diikuti oleh Rizal, Sabika, dan Agung, sedangkan sidang kedua diikuti oleh Nabhan. Online Thesis Defense for International Student juga dihadiri oleh tiga dosen penguji, yakni Li Qing, Song Wan Li, dan Wu Haiyong, serta satu staff yang mengurusi bagian internasional, Wang Jing.

 

 

Sidang pendadaran kali ini memang berbeda karena dihelat selama masa pandemi COVID-19 sehingga harus terlaksana secara virtual. Menurut Agung, proses jalannya sidang sedikit terkendala karena mengunakan aplikasi tatap muka online, Tencent Meeting, yang memang berasal dari China. Terlebih saat ini, peserta sudah berada di negara masing-masing sehingga untuk menggunakan Tencent Meeting, peserta harus menyalakan VPN agar dapat berkomunikasi secara lancar.

“Berkomunikasi dengan alat yang seadanya membuat suara penguji kadang sulit terdengar sehingga banyak waktu terbuang hanya untuk mengulang pertanyaan dan jawaban,” ujar Agung.

Lulus tanpa wisuda membuat Agung dan teman-teman sedikit kecewa, namun tidak mematahkan semangat mereka untuk terus berprestasi. Terbukti, mereka berhasil mendapatkan reward sebagai mahasiswa berprestasi sebagai berikut: 

  • Agung 4500 RMB,
  • Sabika 3000 RMB,
  • Rizal 3000 RMB, dan
  • Nabhan 2500 RMB.

Ke depannya, Agung berharap semoga pandemi segera berakhir sehingga ia dan teman-teman bisa ikut wisuda di kampus Universitas Islam Indonesia. Aamin.

Proses Bisnis Prodi S1 IF – Masa Mitigasi (Mahasiswa)

Webinar Penawaran Judul TA, Tesis, dan Penelitian Informatika UII akan dilaksanakan pada Sabtu, 16 Mei 2020 pukul 08.00 – selesai.

Syarat:

Webinar dilaksanakan melalui Zoom Meeting dengan alamat: https://uii.zoom.us/j/93374197093

Jadwal presentasi dosen dapat dilihat di http://bit.ly/JadwalPresentasiDosen

 

Info lebih lanjut dapat menghubungi narahubung di 081225163031 (WhatsApp)

 

 

Mengingat masih dalam masa mitigasi pandemi Covid-19, mata kuliah Publikasi Ilmiah Kurikulum 2016 pada Tahun Akademik 2019/2020 semester Genap tidak dilaksanakan dalam bentuk kolokium.

Mahasiswa yang mengambil mata kuliah Publikasi Ilmiah WAJIB mengirimkan makalah ilmiah hasil pekerjaan tugas akhirnya untuk dipublikasikan di prosiding AUTOMATA (https://journal.uii.ac.id/AUTOMATA), kecuali sudah mempublikasikannya di jurnal atau konferensi eksternal.

Rangkaian jadwal pelaksanaan adalah :

  • Pengiriman makalah awal : paling lambat 3 Juni 2020
  • Masukan perbaikan dari reviewer : 11 Juni 2020
  • Pengiriman makalah perbaikan : paling lambat 16 Juni 2020

Persyaratan pengiriman makalah adalah:

  • Menggunakan template IEEE A4 (dengan panjang 4 s.d. 8 halaman). Template tersedia di https://www.ieee.org/conferences/publishing/templates.html
  • Skor similarity check <= 20% menggunakan turnitin
  • Penulis makalah adalah mahasiswa dan dosen pembimbing.
  • Pada tugas akhir berkelompok (jalur Pengabdian kepada Masyarakat dan Perintisan Bisnis), tiap anggota kelompok mengirimkan makalah pada aspek/bagian yang berbeda dari pekerjaan kelompoknya.

Review makalah akan dilakukan secara double-blind review.

  • Pada pengiriman makalah awal, nama penulis tidak dicantumkan.
  • Pada pengiriman makalah perbaikan, nama penulis dicantumkan.

Informasi teknis mengenai turnitin untuk similarity check, pengiriman makalah ke OJS Automata, dan rubrik penilaian makalah tersedia di web https://informatics.uii.ac.id/unduh/.

Informasi lebih lanjut dapat dilihat di surat edaran yang terlampir.

 

SE Kolokium 2019/2020 Publikasi Ilmiah

 

Annisa Kurniasari, mahasiswi yang merupakan salah satu dari 21 lulusan perdana Kurikulum 2016 ini berhasil mendapatkan gelar Wisudawan Terbaik Informatika sekaligus se-FTI. Annisa berhasil meraih IPK 3,93 dengan masa studi 3,5 tahun.

Perjuangan Annisa untuk meraih prestasi yang gemilang tidak mudah. Ia sempat merasa minder dengan teman-teman seangkatan yang memang punya passion di Informatika. Namun, karena perjuangan, teman-teman yang saling membantu, didukung dosen yang memadai, Annisa akhirnya mampu survive dan memiliki semangat belajar di Informatika. 

Selama kuliah di UII, Annisa juga aktif di beberapa kegiatan. Ia mengikuti kegiatan Marcomm FTI selama dua periode dan sempat bergabung dengan Tim DPKA untuk menjadi desainer grafis. Selain itu, Annisa juga merupakan Asisten Mandiri dosen untuk mata kuliah Grafika dan Multimedia, Fundamen Informatika, Business Intelligence dan Bahasa Inggris untuk Informatika.

Bagi Annisa sendiri, tidak ada kiat khusus dalam belajar. Yang terpenting, jika sudah lelah jangan dipaksa, lebih baik istirahat. Satu lagi, jangan suka menunda-nunda pekerjaan. Annisa juga berpesan, apapun profesi yang nantinya kita geluti, berusahalah untuk bisa memberikan kontribusi yang sebesar-besarnya dan memberi manfaat bagi sesama. Tentunya, dengan kerja keras dan tanggung jawab sesuai dengan keilmuan dan profesi kita. Jangan lupa juga untuk saling membantu satu sama lain, serta jangan pernah berhenti berusaha untuk memberikan yang terbaik dalam berbagai hal. Setelah itu, serahkan semuanya kepada Allah dengan banyak berdoa. Kita harus selalu bersyukur dan percaya bahwa Allah tahu yang terbaik untuk kita.

Selamat untuk Annisa Kurniasari, semoga ilmunya mampu memberikan manfaat bagi diri sendiri dan lingkungan sekitar.

“Graduation is not the end; it’s the beginning.”
—Senator Orrin Hatch

Alhamdulillah, Sabtu (29/2) lalu, telah dilaksanakan agenda rutin Wisuda UII Periode III  Tahun Akademik 2019/2020. Agenda ini dilaksanakan di Audiotorium Kahar Muzakkir. Pada wisuda kali ini, Informatika meluluskan 51 mahasiswanya dan 36 diantaranya mendapatkan gelar cum laude. Wisuda juga terasa spesial karena di antara 51 wisudawan/wati S1 Informatika UII, ada 21 lulusan perdana Kurikulum 2016 yang semuanya lulus 3,5 tahun dan bergelar cum laude. Ke-21 wisudawan/wati tersebut adalah:

1. Annissa Kurniasari
2. Niky Ayu Lestari
3. Bamasatya Hendraprasta
4. Elang Putra Sartika
5. Gaswara Sani Guspa Prawira
6. Ainayya Ghassani Lazuardy
7. Mirotus Solekhah
8. Vani Nurhafida
9. Nur Jati Lantang Marfu’ah
10. Amalia Citra Kusumawati
11. Hayyu Ilham Wicaksono
12. Nassharih Abdulloh
13. Eka Suciati
14. Muhammad Yasin Deru Saputra
15. Isobel Algar Wibowo
16. Prabowo Yoga Wicaksana
17. Puspita Dewi Cahyawardani
18. Annisa Rositasari
19. Muhammad Arnesz Setiawan
20. Febrian Triwibisono
21. Ajeng Fitria Eka Suwardina

Wisudawan/wati terbaik diberikan kepada Annisa Kurniasari yang berhasil meraih IPK 3,93. Prestasi ini tidak hanya di lingkup Informatika, bahkan Annisa berhasil menjadi wisudawati terbaik se-FTI. Selamat untuk semua wisudawan/wati Informatika Periode III Tahun Akademik 2019/2020. Semoga sukses di fase hidup selanjutnya. 😚

 

Selain program joint degree bersama Youngsan University South Korea, Informatika UII juga menawarkan program double degree bersama Nanjing Xiaozhuang University, China. Program ini memberikan kesempatan kita untuk berkuliah dua tahun di NXU, China.

Mereka adalah Yudhistira A. H., M. Luthfi, Lintang Digdoyo, Gilang Persada Bhagawadita, serta Abyan Fadilla Noor, peserta program double degree ke NXU tahun 2019. Yudhist dkk. merupakan mahasiswa UII angkatan 2017. Mereka berangkat ke Korea Selatan pada September 2019. Motivasi berkuliah ke luar negeri untuk memperluas pengalaman dan wawasan akhirnya membawa mereka ke salah satu advanced technology country, yaitu Chinanegara yang pada masa ini teknologinya sangat maju mulai dari tech startup, AI, robotic, riset, dll.

Tidak melulu kegiatan kuliah serta menambah relasi internasional, banyak pengalaman yang mereka dapat selama berkuliah di NXU. Di NXU, mereka mempelejari sejarah hingga membuat kerajinan dan kaligrafi China. Mereka juga mengikuti beberapa UKM dan organisasi internasional di luar maupun di dalam kampus. Sebut saja FCTA (From Compassion to Action), yang diikuti oleh Lintang. FCTA merupakan organisasi internasional yang bergerak di bidang kemanusiaan. Organisasi ini memiliki kegiatan salah satunya dalam bentuk mengajar di sekolah untuk anak-anak difabel. Bahkan di NXU, mereka juga pernah menampilkan musik tradisional angkung di acara jurusan Software Engineering.

Di NXU juga terdapat organisasi IMIX. IMIX merupakan Ikatan Mahasiswa Indonesia Xiaozhuang. Lebih luas lagi, di luar kampus juga organisasi mahasiswa Nanjing, yaitu PPIT Nanjing alias Persatuan Pelajar Indonesia Tiongkok Cabang Nanjing—sehingga mahasiswa yang berminat berkuliah di NXU tidak perlu khawatir karena di Nanjing, bahkan NXU, banyak teman mahasiswa dari Indonesia.Tantangan terbesar selama berkuliah di NXU menurut Yudhis, Luthfi, Lintang, Gilang, dan Abyan adalah language barrier. Di China, orang-orang sulit berbahasa Inggris sehingga kita harus beradaptasi menggunakan Bahasa Mandarin. Namun, untuk bahasa pengantar kuliah tetap menggunakan Bahasa Inggris.

Melalui program double degree ke NXU ini, mahasiswa diharapkan bisa mendapatkan pengalaman baru, belajar bersosialisasi, dan berkomunikasi dengan bahasa asing. Mahasiswa juga bisa menambah wawasan tentang negara China, belajar dari etos kerja warganya yang sangat hardworking, serta memperoleh kesempatan menambah relasi internasional  dan eksplorasi ilmu yang besar. Semoga cerita mereka berlima dapat menginspirasi!

Saat ini, international exposure menjelma kebutuhan khusus yang harus diselami mahasiswa agar semakin mengenal dunia luar. International exposure merupakan salah satu gerbang untuk mengeksplorasi pengalaman hidup yang barupengalaman yang diperoleh dengan berlayar ke wilayah yang belum dipetakan. Banyak cara untuk memperoleh paparan internasional ini, misalnya melalui program pertukaran pelajar, seminar internasional, hingga kuliah ke luar negeri.

Informatika UII bersama Youngsan University South Korea memberikan jalan yang mempermudah mahasiswanya memperoleh pengalaman internasional exposure, yaitu melalui penyelenggaraan program joint-degree. Dengan program joint-degree, mahasiswa hanya berkuliah dua tahun di Informatika UII dan dilanjutkan hingga selesai di YSU. Nantinya, mahasiswa akan mendapat dua gelar ketika lulus, yaitu dari UII dan YSU. 

Ivan Seto Adicahya, salah satu peserta program joint-degree ini mengaku banyak sekali pengalaman yang ia dapat selama mengikuti program ini. Ivan  merupakan mahasiswa Informatika UII angkatan 2015. Ia tiba di Korea Selatan pada September 2017 dan selama dua semester mengikuti kelas Bahasa Korea. Selang satu tahun, tepatnya pada 3 September 2018, Ivan memulai perkuliahan pertamanya di YSU.  Jika tidak ada halangan, program ini selesai di bulan Juli 2020 dan akan diwisuda pada Agustus 2020.

Ivan sendiri berasal dari Yogyakarta. Berkuliah di UII dengan lingkungan pertemanan yang rata-rata merupakan anak rantau membuat Ivan tertantang untuk ikut merantau. Ia ingin tahu rasanya keluar dari zona nyaman sehingga terpilihlah program joint-degree ini sebagai gerbang untuk mencari pengalaman yang baru. 

Meskipun nantinya ia harus lulus satu tahun lebih lambat dibanding teman-teman seangkatannya di UII, Ivan mengaku mendapat banyak hal selama mengikuti program joint-degree ini. Ia bisa mengenal bahasa baru, kurikulum baru, teman baru dari berbagai negara, hingga mendapatkan dua gelar dari UII dan YSU. 

Ada satu pengalaman menarik yang diceritakan Ivan selama berkuliah di YSU. Pemrograman menggunakan bahasa PHP sudah mulai tidak banyak digunakan di Korea Selatan sehingga tidak diajarkan di YSU. Namun, karena bahasa tersebut diajarkan di UII, Ivan mendapat kesempatan untuk menjelaskannya di depan kelas, bahkan sang dosen langsung yang meminta Ivan menjelaskannya.

Nantinya, Ivan berencana kerja di Korea Selatan untuk beberapa waktu sebelum pulang ke tanah air. Ivan juga sudah sempat melakukan wawancara dengan salah satu perusahaan di sana sehingga apabila nantinya diterima ia bisa langsung bekerja di sana ketika sudah lulus kuliah.

Surat Edaran Penawaran Konsentrasi Jalur Penelitian