Assalamualaikum wr.wb.

Berikut ini terlampir panduan similarity check menggunakan Turnitin untuk makalah, laporan, dan sebagainya. Silakan unduh untuk mendapatkan informasi akun dan cara penggunaan:

Panduan Similarity Check Turnitin

Terimakasih atas perhatiannya.

Wassalamualaikum wr.wb.

Assalamualaikum wr.wb.

 

Sehubungan dengan adanya platform Sekawan yang wajib diisi bagi mahasiswa tahun keempat Kurikulum 2016, maka di bawah ini terdapat tutorial yang dapat diikuti untuk mengisi platform tersebut. Dapat diunduh di link dibawah ini.

Platform Sekawan dapat dibuka melalui sekawan-uii.id. Jika ada kesulitan saat menggunakan, bisa menghubungi ke  Dewi 082134580650 (WA) – dn7823 (Line).

Terimakasih atas perhatiannya.

Wassalamualaikum wr.wb.

WaktuKita, salah satu startup bentukan dari mahasiswa Teknik Informatika angkatan 2014, mengikuti kompetisi Startup Istanbul pada tanggal 18-21 Oktober 2019 lalu di UNIQ Istanbul, Maslak, Turki.

Kompetisi ini terdiri dari tiga tahap, yaitu seleksi executive summary, seleksi proposal, dan seleksi interview. Pada tahun ini, ada sekitar 160,916 dari 166 negara yang mendaftar dan diambil 100 besar startup yang lolos seleksi. WaktuKita merupakan salah satu peserta yang lolos ke 100 besar.

Kegiatan kompetisi dilakukan selama empat hari cukup beragam. Mulai dari pitching dan diambil sepuluh besar startup terbaik yang kemudian akan diambil juara 1, 2, dan 3. Selain itu, ada pula expo dari 100 startup terpilih dan conference dari para pakar startup. 

Sedikit info tentang WaktuKita, WaktuKita merupakan platform yang fokus pada “skill development program” dan “job placement” pada industri teknologi. WaktuKita memiliki misi untuk menutup gap antara pengangguran anak muda dan kebutuhan industri teknologi. Mau tahu lebih lanjut? Bisa kunjungi website waktukita.com atau kunjungi Instagram @waktukitacom.

Selamat sekali lagi untuk WaktuKita!

Kabar menggembirakan dari Tim Perintisan Bisnis, Alhamdulillah, dua tim dari jalur Tim Perintisan Bisnis, yaitu tim Avior dan Gaya Sejahtera Nusantara mengikuti Pitching Nasional yang diadakan oleh Jogja Digital Valley (JDV) pada Kamis (17/10) lalu. Partisipan dalam kegiatan ini tentu saja dalam skala nasional dan dari Provinsi DIY sendiri diambil dua tim yang mengikuti presentasi singkat atau pitching secara online. Kedua tim tersebut berasal dari UII.

Walaupun dilakukan secara online, rupanya tidak cukup mudah. Juri-juri yang dihadirkan juga berasal dari Digital Valley lain se-Indonesia. Seleksinya juga ketat dan tim yang lolos pitching, akan lanjut mengikuti inkubasi di inkubator dari Telkom, yaitu Indigo. Tentu saja, dengan adanya Pitching Nasional ini, kedua tim mendapat pelajaran yang berharga mengenai pitching dan menambah pengalaman.

Selamat sekali lagi untuk Avior dan Gaya Sejahtera Nusantara!

Rangkaian kompetisi Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2019 dan kegiatan puncaknya, Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS), sudah terlaksana bulan Agustus lalu di Bali.  Salah satu tim delegasi dari UII, yaitu Tim “BuKuy!” meraih juara favorit bidang di PIMNAS kemarin loh! Salah satu anggotanya merupakan mahasiswa Teknik Informatika angkatan 2016, yaitu Mbak Niky Ayu Lestari. Ia bersama empat temannya yang berasal dari Fakultas Ekonomi menginisiasi sebuah platform jual beli dan sewa buku bekas secara online bernama “BuKuy!”.

Ide bisnis ini muncul dari berbagai pengamatan dan pengalaman dari para founder-nya sendiri yang berawal dari keresahan para founders yang melihat banyaknya buku yang dimiliki oleh teman-teman mereka, tetapi tidak bisa dimanfaatkan dengan tepat. Ditambah dengan fenomena buku-buku bekas yang sebenarnya masih sangat layak baca, tetapi harus berakhir di rongsokan dan memiliki nilai yang rendah. Dengan bimbingan Ibu Istyakara Muslichah, SE., MBA., CMPM, alhamdulillah tim lintas fakultas ini mendapat penghargaan sebagai presentasi favorit kategori presentasi karya ilmiah di bidang Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKM-K).

Mengutip dari uii.ac.id dan bukuy.id.

Kompetisi GEMASTIK hadir lagi di tahun ini dengan Telkom University sebagai tuan rumahnya. Bagi mahasiswa yang tertarik, dapat segera membentuk tim dan menentukan kompetisi di bidang yang telah ditentukan.

Berikut daftar Dosen pembimbing GEMASTIK 2019:
1. Pemrograman: Hanson Prihantoro Putro
2. Keamanan Siber: Fietyata Yudha
3. Penambangan Data: Ahmad Fathan Hidayatullah
4. Desain Pengalaman Pengguna: Andhika Giri Persada
5. Animasi: Affan Mahtarami
6. Kota Cerdas: Almed Hamzah
7. Karya Tulis Ilmiah TIK: Nur Wijayaning Rahayu
8. Pengembangan Perangkat Lunak: Andhik Budi Cahyono
9. Piranti Cerdas, Sistem Benam & IoT: Ari Sujarwo
10. Pengembangan Aplikasi Permainan: Rahadian Kurniawan
11. Pengembangan Bisnis TIK: Kholid Haryono

Tahap 1 pendaftaran perguruan tinggi : 15 Juli- 05 September 2019
Tahap 2 pendaftaran tim mahasiswa semua lomba : 18 Juli- 05 September 2019

Panduan GEMASTIK ke-12 Tahun 2019 dapat diunduh pada laman https://www.belmawa.ristekdikti.go.id dan http://gemastik12.telkomuniversity.ac.id/

Pendaftaran Perguruan Tinggi dan Pendaftaran Tim Peserta melalui http://gemastik12.telkomuniversity.ac.id/

Alhamdulillah, pada hari Selasa, 25 Juni 2019 lalu telah dilaksanakan kegiatan Syawalan Teknik Informatika 1440 H. Acara yang diramaikan oleh para staf dan dosen serta para mahasiswa HMTF dan Student Staff bertempat di Taman Luku, Sleman, Yogyakarta.

Syawalan dibuka dengan tilawah oleh Mas Alexander Ramadhan dan dilanjutkan oleh sambutan dari Mas Agung Bahariyanto selaku Ketua Himpunan Mahasiswa Teknik Informatika (HMTF). Bapak Hendrik selaku Ketua Jurusan Teknik Informatika juga memberikan sambutan untuk mengawali Syawalan. Agenda selanjutnya adalah Kajian Singkat yang diisi oleh Bapak Ahmad Fathan Hidayatullah.

Sesi ramah tamah pada Syawalan berlangsung lancar dan baik tanpa kekurangan suatu apapun. Kegiatan ini juga sebagai ajang untuk mempererat tali silaturahim antar mahasiswa, dosen, dan staf yang hadir sekaligus untuk tempat bercengkrama.

Tiga mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII), yang tergabung dalam Tim Program Kreativitas Mahasiswa bidang Karsa Cipta (PKM-KC) dibawah bimbingan Yusuf Aziz Amrullah, Ph.D. berhasil menemukan solusi yang tepat untuk mencegah dan mencari barang yang tertinggal. Inovasi baru dari Tim UII ini dinamakan “GORMIN” yang diketuai oleh Yunira Alifah Dzakiyah, mahasiswa Program Studi Teknik Elektro angkatan 2016.

Melibatkan mahasiswa dari program studi dan angkatan yang sama, yaitu Muhammad Fachrurazi dan mahasiswa Teknik Informatika Mirotus Solekhah angkatan 2016. Yunira mengatakan bahwa penelitian ini berawal dari permasalahan yang terjadi setiap tahun, yaitu tewasnya anak di dalam mobil akibat kelalaian orang tua. Permasalahan kelalaian kini tidak dapat dianggap sebagai hal yang sepele, terlebih ketika berdampak pada kerugian yang tak ternilai. Menurut Muhammad Fachrurazi, salah satu anggota tim ini mengatakan bahwa GORMIN dapat menjadi solusi alternatif untuk masyarakat, terutama orangtua dalam mencegah anak-anaknya luput dari pengawasan.

Mirotus Solekhah menambahkan, alat ini dirancang dengan mengintegrasikan perangkat sensor dengan aplikasi smartphone yang dapat melakukan penelusuran lanjutan dengan menggunakan maps akan menjadi solusi yang lebih berguna, karena aplikasi dapat menunjukkan lokasi objek yang tertinggal pada maps. Penelitian dan pembuatan alat ini telah dilakukan oleh Tim UII selama kurang lebih 3 bulan dan tentu tidak akan berjalan lancar tanpa peran dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Republik Indonesia yang telah memberikan bantuan dana melalui program PKM-KC.

Acara Bakti Sosial yang dilaksanakan oleh Teknik Informatika FTI UII berjalan lancar pada Senin (20/5) lalu. Bakti sosial kali ini diadakan di Desa Widodomartani, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta. Menurut Bapak Susilo Widodo, selaku Kepala Sie Pelayanan di Desa Widodomartani, terdapat 120 warga kurang mampu yang menjadi sasaran bakti sosial dari total 19 padukuhan di desa tersebut. Pendataan warga kurang mampu tersebut dilakukan oleh pihak desa dibantu oleh kepala dukuh masing-masing. Setelah itu dilaporkan kepada pihak Jurusan Teknik Informatika UII. Setelah disetujui, pihak desa akan menindaklanjuti berupa kupon sembako yang dibagikan ke warga yang kurang mampu. Pendistribusian kupon tersebut juga dibantu oleh pihak masing-masing dusun agar berjalan lancar.

Tepat pada 16 April lalu, Jurusan Teknik Informatika UII telah mengadakan kuliah umum. Acara ini merupakan acara khusus pengganti pertemuan ketujuh bagi mahasiswa-mahasiswa semester 2 mata kuliah Rekayasa Perangkat Lunak (RPL). Hal ini ditujukan agar para mahasiswa dapat mempunyai skill mengembangkan perangkat lunak dari tahap merancang hingga mengelola proyek.

Acara tersebut dihadiri oleh lebih dari 200 mahasiswa semester 2 serta para dosen. Pada kuliah umum yang diselenggarakan di Auditorium Fakultas Teknologi Industri itu, pihak jurusan mengundang Widy Agung Priasmoro, S.Kom., M.T. yang merupakan seorang praktisi rekayasa perangkat lunak.

Di dunia industri, pak Widy sudah sangat berpengalaman menerima proyek berskala kecil hingga besar dari berbagai perusahaan nasional. Dalam sesi kuliah umum tersebut, Pak Widy membagikan ilmunya secara urut dan menarik. Kecuali menyampaikan berbagai pengetahuan baru dalam mengelola tim serta pekerjaan yang dibebankan pada masing-masing, Pak Widy juga berbagi pengalamannya dalam berkomunikasi menghadapi klien.

Jika dianalogikan dengan proses membangun sebuah bangunan, pengetahuan dan pengalaman yang diberikan oleh Pak Widy seperti melengkapi bagian-bagian dari sebuah dinding yang masih berlubang karena kekurangan batu bata. Pak Widy memberikan bekal kepada para mahasiswa untuk siap menghadapi dunia industri selepas kuliah nanti, dengan mengkolaborasikan berbagai pengetahuan yang telah didapatkan para mahasiswa di dalam kelas.

Para mahasiswa yang hadir tampak sangat antusias dengan kuliah umum yang memperluas pengetahuan yang telah mereka dapat dari sesi-sesi perkuliahan di dalam kelas. Di akhir kuliah umum tersebut, para mahasiswa mengajukan pertanyaan. Saking antusiasnya, moderator bahkan harus membatasi jumlah penanya karena keterbatasan waktu.