Annisa Kurniasari, mahasiswi yang merupakan salah satu dari 21 lulusan perdana Kurikulum 2016 ini berhasil mendapatkan gelar Wisudawan Terbaik Informatika sekaligus se-FTI. Annisa berhasil meraih IPK 3,93 dengan masa studi 3,5 tahun.

Perjuangan Annisa untuk meraih prestasi yang gemilang tidak mudah. Ia sempat merasa minder dengan teman-teman seangkatan yang memang punya passion di Informatika. Namun, karena perjuangan, teman-teman yang saling membantu, didukung dosen yang memadai, Annisa akhirnya mampu survive dan memiliki semangat belajar di Informatika. 

Selama kuliah di UII, Annisa juga aktif di beberapa kegiatan. Ia mengikuti kegiatan Marcomm FTI selama dua periode dan sempat bergabung dengan Tim DPKA untuk menjadi desainer grafis. Selain itu, Annisa juga merupakan Asisten Mandiri dosen untuk mata kuliah Grafika dan Multimedia, Fundamen Informatika, Business Intelligence dan Bahasa Inggris untuk Informatika.

Bagi Annisa sendiri, tidak ada kiat khusus dalam belajar. Yang terpenting, jika sudah lelah jangan dipaksa, lebih baik istirahat. Satu lagi, jangan suka menunda-nunda pekerjaan. Annisa juga berpesan, apapun profesi yang nantinya kita geluti, berusahalah untuk bisa memberikan kontribusi yang sebesar-besarnya dan memberi manfaat bagi sesama. Tentunya, dengan kerja keras dan tanggung jawab sesuai dengan keilmuan dan profesi kita. Jangan lupa juga untuk saling membantu satu sama lain, serta jangan pernah berhenti berusaha untuk memberikan yang terbaik dalam berbagai hal. Setelah itu, serahkan semuanya kepada Allah dengan banyak berdoa. Kita harus selalu bersyukur dan percaya bahwa Allah tahu yang terbaik untuk kita.

Selamat untuk Annisa Kurniasari, semoga ilmunya mampu memberikan manfaat bagi diri sendiri dan lingkungan sekitar.

“Graduation is not the end; it’s the beginning.”
—Senator Orrin Hatch

Alhamdulillah, Sabtu (29/2) lalu, telah dilaksanakan agenda rutin Wisuda UII Periode III  Tahun Akademik 2019/2020. Agenda ini dilaksanakan di Audiotorium Kahar Muzakkir. Pada wisuda kali ini, Informatika meluluskan 51 mahasiswanya dan 36 diantaranya mendapatkan gelar cum laude. Wisuda juga terasa spesial karena di antara 51 wisudawan/wati S1 Informatika UII, ada 21 lulusan perdana Kurikulum 2016 yang semuanya lulus 3,5 tahun dan bergelar cum laude. Ke-21 wisudawan/wati tersebut adalah:

1. Annissa Kurniasari
2. Niky Ayu Lestari
3. Bamasatya Hendraprasta
4. Elang Putra Sartika
5. Gaswara Sani Guspa Prawira
6. Ainayya Ghassani Lazuardy
7. Mirotus Solekhah
8. Vani Nurhafida
9. Nur Jati Lantang Marfu’ah
10. Amalia Citra Kusumawati
11. Hayyu Ilham Wicaksono
12. Nassharih Abdulloh
13. Eka Suciati
14. Muhammad Yasin Deru Saputra
15. Isobel Algar Wibowo
16. Prabowo Yoga Wicaksana
17. Puspita Dewi Cahyawardani
18. Annisa Rositasari
19. Muhammad Arnesz Setiawan
20. Febrian Triwibisono
21. Ajeng Fitria Eka Suwardina

Wisudawan/wati terbaik diberikan kepada Annisa Kurniasari yang berhasil meraih IPK 3,93. Prestasi ini tidak hanya di lingkup Informatika, bahkan Annisa berhasil menjadi wisudawati terbaik se-FTI. Selamat untuk semua wisudawan/wati Informatika Periode III Tahun Akademik 2019/2020. Semoga sukses di fase hidup selanjutnya. 😚

 

Selain program joint degree bersama Youngsan University South Korea, Informatika UII juga menawarkan program double degree bersama Nanjing Xiaozhuang University, China. Program ini memberikan kesempatan kita untuk berkuliah dua tahun di NXU, China.

Mereka adalah Yudhistira A. H., M. Luthfi, Lintang Digdoyo, Gilang Persada Bhagawadita, serta Abyan Fadilla Noor, peserta program double degree ke NXU tahun 2019. Yudhist dkk. merupakan mahasiswa UII angkatan 2017. Mereka berangkat ke Korea Selatan pada September 2019. Motivasi berkuliah ke luar negeri untuk memperluas pengalaman dan wawasan akhirnya membawa mereka ke salah satu advanced technology country, yaitu Chinanegara yang pada masa ini teknologinya sangat maju mulai dari tech startup, AI, robotic, riset, dll.

Tidak melulu kegiatan kuliah serta menambah relasi internasional, banyak pengalaman yang mereka dapat selama berkuliah di NXU. Di NXU, mereka mempelejari sejarah hingga membuat kerajinan dan kaligrafi China. Mereka juga mengikuti beberapa UKM dan organisasi internasional di luar maupun di dalam kampus. Sebut saja FCTA (From Compassion to Action), yang diikuti oleh Lintang. FCTA merupakan organisasi internasional yang bergerak di bidang kemanusiaan. Organisasi ini memiliki kegiatan salah satunya dalam bentuk mengajar di sekolah untuk anak-anak difabel. Bahkan di NXU, mereka juga pernah menampilkan musik tradisional angkung di acara jurusan Software Engineering.

Di NXU juga terdapat organisasi IMIX. IMIX merupakan Ikatan Mahasiswa Indonesia Xiaozhuang. Lebih luas lagi, di luar kampus juga organisasi mahasiswa Nanjing, yaitu PPIT Nanjing alias Persatuan Pelajar Indonesia Tiongkok Cabang Nanjing—sehingga mahasiswa yang berminat berkuliah di NXU tidak perlu khawatir karena di Nanjing, bahkan NXU, banyak teman mahasiswa dari Indonesia.Tantangan terbesar selama berkuliah di NXU menurut Yudhis, Luthfi, Lintang, Gilang, dan Abyan adalah language barrier. Di China, orang-orang sulit berbahasa Inggris sehingga kita harus beradaptasi menggunakan Bahasa Mandarin. Namun, untuk bahasa pengantar kuliah tetap menggunakan Bahasa Inggris.

Melalui program double degree ke NXU ini, mahasiswa diharapkan bisa mendapatkan pengalaman baru, belajar bersosialisasi, dan berkomunikasi dengan bahasa asing. Mahasiswa juga bisa menambah wawasan tentang negara China, belajar dari etos kerja warganya yang sangat hardworking, serta memperoleh kesempatan menambah relasi internasional  dan eksplorasi ilmu yang besar. Semoga cerita mereka berlima dapat menginspirasi!

Saat ini, international exposure menjelma kebutuhan khusus yang harus diselami mahasiswa agar semakin mengenal dunia luar. International exposure merupakan salah satu gerbang untuk mengeksplorasi pengalaman hidup yang barupengalaman yang diperoleh dengan berlayar ke wilayah yang belum dipetakan. Banyak cara untuk memperoleh paparan internasional ini, misalnya melalui program pertukaran pelajar, seminar internasional, hingga kuliah ke luar negeri.

Informatika UII bersama Youngsan University South Korea memberikan jalan yang mempermudah mahasiswanya memperoleh pengalaman internasional exposure, yaitu melalui penyelenggaraan program joint-degree. Dengan program joint-degree, mahasiswa hanya berkuliah dua tahun di Informatika UII dan dilanjutkan hingga selesai di YSU. Nantinya, mahasiswa akan mendapat dua gelar ketika lulus, yaitu dari UII dan YSU. 

Ivan Seto Adicahya, salah satu peserta program joint-degree ini mengaku banyak sekali pengalaman yang ia dapat selama mengikuti program ini. Ivan  merupakan mahasiswa Informatika UII angkatan 2015. Ia tiba di Korea Selatan pada September 2017 dan selama dua semester mengikuti kelas Bahasa Korea. Selang satu tahun, tepatnya pada 3 September 2018, Ivan memulai perkuliahan pertamanya di YSU.  Jika tidak ada halangan, program ini selesai di bulan Juli 2020 dan akan diwisuda pada Agustus 2020.

Ivan sendiri berasal dari Yogyakarta. Berkuliah di UII dengan lingkungan pertemanan yang rata-rata merupakan anak rantau membuat Ivan tertantang untuk ikut merantau. Ia ingin tahu rasanya keluar dari zona nyaman sehingga terpilihlah program joint-degree ini sebagai gerbang untuk mencari pengalaman yang baru. 

Meskipun nantinya ia harus lulus satu tahun lebih lambat dibanding teman-teman seangkatannya di UII, Ivan mengaku mendapat banyak hal selama mengikuti program joint-degree ini. Ia bisa mengenal bahasa baru, kurikulum baru, teman baru dari berbagai negara, hingga mendapatkan dua gelar dari UII dan YSU. 

Ada satu pengalaman menarik yang diceritakan Ivan selama berkuliah di YSU. Pemrograman menggunakan bahasa PHP sudah mulai tidak banyak digunakan di Korea Selatan sehingga tidak diajarkan di YSU. Namun, karena bahasa tersebut diajarkan di UII, Ivan mendapat kesempatan untuk menjelaskannya di depan kelas, bahkan sang dosen langsung yang meminta Ivan menjelaskannya.

Nantinya, Ivan berencana kerja di Korea Selatan untuk beberapa waktu sebelum pulang ke tanah air. Ivan juga sudah sempat melakukan wawancara dengan salah satu perusahaan di sana sehingga apabila nantinya diterima ia bisa langsung bekerja di sana ketika sudah lulus kuliah.

Surat Edaran Penawaran Konsentrasi Jalur Penelitian

Diseminasi Magang merupakan bagian dari mata kuliah pada jalur magang yang harus ditempuh oleh mahasiswa yang mengambil jalur tersebut. Kegiatan diseminasi magang berlangsung di Ruang Audio Visual FTI UII pada tanggal 10 Januari 2020 dari pukul 07.00 WIB – 11.30 WIB.

Diseminasi magang dilakukan sebagai tahap penilaian dari kegiatan magang dan sebagai sharing session kepada mahasiswa lain. Terdapat 10 presentator dari mahasiswa Informatika angkatan 2016 yang mempresentasikan dan menjelaskan kegiatan-kegiatan mereka selama magang di perusahaan tempat mereka bekerja. Tidak hanya mahasiswa yang sedang magang, kegiatan ini juga dihadiri oleh mahasiswa angkatan 2017 dan 2018. Read more

Informatics Expo 2019

Setelah berhasil menyelenggarakan Informatics Expo pada periode 2018/2019 lima bulan lalu, kali ini eksposisi kembali diadakan untuk mengakhiri periode Semester Ganjil 2019/2020 pada hari Selasa lalu (17/12) di Auditorium Kahar Muzakir. Peserta eksposisi meliputi mahasiswa dari tiga angkatan, yaitu 2017, 2018, dan 2019 dengan detail Tim Pemikiran Desain sebanyak 32 tim, Tim PABW-SJK sebanyak 62 tim, Tim PAIM-PAB sebanyak 46 tim, dan Tim Gim Serius sebanyak dua tim.

Tidak hanya diisi oleh karya mahasiswa, tetapi juga ada seminar tentang Blockchain yang diisi oleh Bapak… . Selain itu juga, terdapat tiga mitra perusahaan software dari Yogyakarta, diantaranya Javan, Kreasi Code, dan GeekGarden juga turut meramaikan eksposisi kali ini sekaligus melihat-lihat karya mahasiswa yang dipamerkan. 

Agenda eksposisi yang telah dilaksanakan semenjak tahun 2016 ini bertujuan untuk menunjukkan karya-karya mahasiswa Informatika kepada khalayak umum sekaligus sebagai profil lulusan Informatika adalah menjadi solution enabler, yang diharapkan dapat menjadi “pemungkin solusi” dengan keterampilan yang mumpuni sebagai analis sistem, desainer, dan pengembang solusi teknologi informasi, dengan dukungan kualitas pribadi yang siap menjadi pemimpin berbasis nilai, entrepreneur, dan pembelajar sepanjang hayat.

 

Program Studi Informatika – Program Magister FTI UII mengadakan kunjungan industri ke Jakarta pada Sabtu (11/12) lalu. Kunjungan ini diikuti oleh mahasiswa Magister Informatika Angkatan 18-1 dan 18-2. Program Study Tour ini merupakan fasilitas gratis Magister Informatika FTI UII kepada para mahasiswa. Perusahaan yang dikunjungi yakni perusahaan atau instansi yang berbasis teknologi informasi dalam delivering produknya. Di antaranya, yaitu: Nodeflux dan Jakarta Smart City.

Pemberangkatan Kunjungan Industri Magister Informatika UII

Pemberangkatan Kunjungan Industri Magister Informatika UII

Kunjungan industri ini dilaksanakan sebagai upaya pengenalan dunia kerja serta sarana metode pembelajaran aktif (active learning method) bagi mahasiswa Magister Informatika Angkatan 18-1 dan 18-2. Agenda utama di setiap kunjungan secara umum sebagai berikut:

  1. Office Visit
  2. Sharing Session:
    • Corporate’s Product Knowledge
    • Corporate’s Technical Knowledge,
    • Corporate’s Culture and Environment,
  3. Sesi diskusi: Tanya Jawab

Diharapkan dengan kunjungan seperti ini bisa membuka peluang kerjasama antara Magister Informatika dan perusahaan/instansi yang dikunjungi. Misalnya, dengan melakukan sebuah penelitian bersama, atau bahkan kesempatan untuk berkolaborasi membuat acara yang bermanfaat lainnya, seperti seminar, pelatihan, atau FGD.

Magister Informatika Angkatan 2018 di Ruang Jakarta Smart City

Magister Informatika Angkatan 2018 di Ruang Jakarta Smart City

apak Teduh Dirgahayu, Kaprodi S1 Informatika UII

“Sesuai dengan namanya, “Automata”, para mahasiswa dapat berkembang dan belajar dengan kemampuannya sendiri,” harap Bapak Teduh Dirgahayu, selaku Kaprodi S1 Informatika UII.

Alhamdulillah, telah terlaksana Kolokium Automata pada Sabtu (7/12) bagi para mahasiswa Kurikulum 2016. Pembukaan kolokium bertempat di Auditorium FTI UII dan dilanjutkan dengan presentasi paralel di beberapa kelas di FTI UII. Sebanyak 53 makalah dipresentasikan oleh para mahasiswa kurikulum 2016.

Selain dihadiri oleh para presenter yang berasal dari mahasiswa kurikulum 2016, kolokium ini juga dihadiri oleh mahasiswa umum dan para dosen. Kolokium ini tidak semata-mata pemenuhan Mata Kuliah Publikasi Ilmiah saja, tetapi sebagai gambaran bagi mahasiswa selanjutnya yang akan mengikuti Kolokium Automata, khususnya di lingkup Informatika UII. Menurut Mira, salah satu mahasiswa yang mengikuti Kolokium Automata sebagai presenter, kolokium ini merupakan media yang bagus bagi para mahasiswa yang belum pernah mengikuti seminar di eksternal sekaligus tempat belajar yang baik untuk menulis makalah karena prosedur Kolokium Automata ini mengikuti seminar-seminar lain. Untuk selanjutnya, Kolokium Automata ini akan dilaksanakan kembali khususnya bagi para mahasiswa kurikulum 2016 yang belum pernah mengikuti seminar di eksternal.