Last July, the Department of Informatics Universitas Islam Indonesia (UII), in collaboration with Nanjing Xiaozhuang University (NXU) China, conducted an online Summer School activity. The activity, which was attended by UII and NXU students, took the theme ‘Design Thinking For Education 2021’.

This week-long activity made problem-solving the main focus of the discussion. Participants also had the chance to take language and culture classes, company visits, and virtual city tours of ​​Yogyakarta.

How about the excitement of this event in the eyes of the participants?

One of the participants from UII, Anwaruddin Ridho Novianto, gave his impression of this event.

“I am happy and satisfied with this program because we, especially me as buddies from the regular class, can have the opportunity to meet and share experiences with NXU (Nanjing Xiaozhuang University) students even in the midst of a pandemic like this. I am able to know them further in terms of learning, collaboration, and culture, especially introducing Indonesian culture and the city of Yogyakarta to NXU students,” said Anwar.

He also expected this program to continue so that UII and NXU students could get to know each other and collaborate.

Of course, it will be very beneficial for both parties.

On November 18, 2019, Hendrik, the Head of Department of Informatics UII, together with Teduh Dirgahayu, the Head of Undergraduate Program in Informatics, visited Youngsan University (YSU) in Busan, South Korea. The purpose of this visit was to discuss the continuation of the Dual Degree (DD) program that has been running since 2015. Ibrahim Surya Putra and Muhammad Rizky Al-Faraizy, both class of 2013, were the first two alumni of this program. Meanwhile, two other students from class of 2015, Fairuz Shofi and Ivan Seto Adicahya, are the next in line.

Hendrik and Teduh with Prof. Jihyun Park, Director of International Center, YSU, and Ayla

Hendrik and Teduh with Prof. Jihyun Park, Director of International Center, YSU, and Ayla

Discussion with Youngsan University

During discussions with the Department of Computer Engineering YSU, Hendrik and Teduh had the opportunity to meet with Mr. Young-Gi Kim, the CEO of Wegochain, a South Korean company focusing on Blockchain-based applications and services development. At the time, Mr. Kim and his staff were about to interview Ivan Seto Adicahya, who was applying for a job at Wegochain. Alhamdulillah, Ivan is most likely joining Wegochain after completing his study at YSU next year.

During discussions, Wegochain interested in working with UII and they planned to open a branch office in Indonesia, especially in Yogyakarta. At present, the Department of Informatics UII is still in correspondence with Wegochain, to realize this collaboration. Hopefully, it will be realized soon next year.

Hendrik and Teduh with Staffs of International Office, Hanyang University

Hendrik and Teduh with Staffs of International Office, Hanyang University

Visit to Hanyang University

In addition to visiting YSU, Hendrik and Teduh also visited Hanyang University (HU) in Seoul as a reciprocal visit to HU’s visit to UII a few weeks earlier. Here, the discussion is more focused in the collaboration on the short-term program, such as summer and winter programs. Every year, the HU summer and winter programs are attended by approximately 2000 students from many countries.

On that occasion, HU also offered Department of Informatics UII to send its lecturers to come as visiting lecturers in the said short-term programs.

So, which one are you interested in joining? The Dual Degree program between UII and YSU? Or the short-term program at HU? All the while having the opportunity to explore further the world’s most innovative country.


[Bahasa Indonesia] Read more

Friday, October 25, 2019, the lecturers and staffs of the Department of Informatics UII visited Taylor’s University in Kuala Lumpur, Malaysia for some joint activities. The group was welcomed by Professor Dr. David A / L Asirvatham, the Executive Dean of Faculty of Innovation & Technology, Taylor’s University, Dr. Dini Oktarina Dwi Handayani and Ms. Norhidayah Binti Hamzah. There were three activities:

Double Degree & Student Exchange Program Discussion Informatics UII & Taylor's University

Double Degree & Student Exchange Program Discussion

Discussion on Double Degree & Student Exchange Plan

The first activity was the discussion on Double Degree and Student Exchange plan between UII’s Department of Informatics and Taylor’s University’s School of Computing & IT, which was attended by Mr. Hendrik as the Head of Department of Informatics UII and Mr. Dhomas Hatta Fudholi as the Secretary of the Undergraduate Study Program in Informatics.

Ridho gave a presentation about From Machine (and Deep) Learning to Causal Model

Ridho gave a presentation about From Machine (and Deep) Learning to Causal Model

Research Sharing Session

The second activity was a research sharing session. Mr. Ridho shared insights about “From Machine (and Deep) Learning to Causal Model”, while Mr. Andri talked about “Eliciting Tacit Knowledge from WiFi Access Logs”. Aside from UII lecturers, Dr. Hamwira Yaacob from International Islamic University Malaysia also participated in this research sharing session by sharing about Neuro-Affective Computing. Sir Capt Sudhir A K Kumaren from Kambyan Network also gave a presentation about AI and drone technology.

Discussion on Managing International Students in Taylor's University

Discussion on Managing International Students in Taylor’s University

Discussion on Managing International Student

The last activity was a discussion on managing international student administration with the Office of International Affairs, Taylor’s University. In addition, the staffs and lecturers also had a chitchat with one of the Ph.D. students Taylor’s University School of Computing & IT from Yogyakarta

Hopefully, this collaboration will be a good start for the two institutions.


[Bahasa Indonesia] Read more

Bulan Oktober lalu diakhiri dengan agenda dari jurusan kita, yaitu Forum Program Studi Informatika dan Serumpun pada Perguruan Tinggi Islam di Indonesia (FORKOM). Kegiatan ini bekerja sama dengan Badan Kerjasama Perguruan Tinggi Islam Swasta (BKS PTIS) dan melibatkan Informatika dari Perguruan Swasta lainnya di Indonesia. Sejumlah 20 perwakilan Prodi Informatika dan Serumpun Perguruan Tinggi Islam dari berbagai kota turut hadir dalam kegiatan Forum Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan dari tanggal 30 Oktober hingga 1 November tersebut.

Dalam kegiatan FORKOM di tahun ini dilaksanakan dengan harapan para pengelola program studi serumpun pada Perguruan Tinggi Islam dapat bersama-sama berdiri, bergandeng tangan mewujudkan kontribusi nyata kepada umat melalui bidang keilmuan Informatika, Ilmu Komputer, dan Serumpun dalam wujud Tri Dharma perguruan tinggi, yaitu Pengajaran, Penelitian, dan Pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan yang berlangsung di Auditorium FTI UII dan di Desa Wisata Jambean Selatan Rambeanak, Mungkid, Magelang ini juga diharapkan antara satu Prodi Informatika dengan yang lainnya dapat menjalin tali silaturahmi dan menginisiasi kerjasama lain di bidang Informatika.

Berita datang dari konsentrasi Informatika Medis, yaitu pada hari Kamis lalu (12/9), Ibu Izzati Muhimmah, Bapak Rahadian Kurniawan, Ibu Arrie Kurniawardhani, bersama dengan mahasiswa tesis S2, Mbak Fatmawati dan mahasiswa skripsi S1 Mas Ridho Imam Pratama melaksanakan kunjungan ke Dinas Kesehatan Kabupaten Temanggung untuk observasi kebijakan penanggulangan tuberculosis (TB) di Temanggung.

Pusat Studi Informatika Medis berdiskusi tentang penanggulangan tuberculosis dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Temanggung

Pusat Studi Informatika Medis berdiskusi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Temanggung

Kunjungan ini memiliki agenda untuk berdiskusi dengan jajaran pejabat Dinas Kesehatan Temanggung, P2P Dinkes Temanggung, serta analis-analis penyakit Tuberculosis di fasilitas kesehatan yang berada di bawah koordinasi Dinas Kesehatan Temanggung. Kegiatan diskusi ini sebagai dasar pengetahuan dalam pelaksanaan penelitian DIKTI mengenai Sistem Deteksi penyakit Tuberculosis Berdasarkan Citra Dahak. Selain itu, kunjungan ini dilakukan untuk membuka jalan kerja sama penelitian dalam hal penanggulangan tuberculosis.

Pusat Studi Informatika Medis berpose dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Temanggung

Berita datang dari Bapak M. Andri Setiawan, salah satu dosen Informatika UII, setelah pulang dari IC3K (International Joint Conference on Knowledge Discovery, Knowledge Engineering, and a Knowledge Management) di Vienna University of Technology (TU Wien), Austria pada tanggal 17-19 September 2019 lalu.

Beliau mempresentasikan paper penelitian yang berjudul “How 802.1x Enhances Knowledge Extraction from Large Scale Campus WiFi Deployment”. Penelitian ini memanfaatkan data WiFi yang di-deploy di lingkungan UII, baik UIIConnect maupun eduroam, sebagai alat bantu pengambilan beragam keputusan organisasi dalam lingkungan UII, seperti mobilisasi orang, fasilitas kampus, otomasi, dan lain sebagainya. Selain bertugas mempresentasikan hasil penelitian, Pak Andri juga menjadi salah satu session chair konferensi dan bertugas menjadi moderator dalam salah satu sesi.

 

Dr. Andri dengan Prof. A Mien Tjoa dari TU Wien

Dr. Andri dengan Prof. A Mien Tjoa dari TU Wien

Di samping kegiatannya mengikuti konferensi, beliau juga membangun relasi dengan profesor senior TU Wien, Prof.  A Min Tjoa, dan mendiskusikan berbagai kemungkinan kerja sama antara UII dan TU Wien. Selain itu juga beliau melakukan inisiasi diskusi untuk membangun kerja sama dengan UNIDO (United Nations Industrial Development Organization). Membicarakan peluang bagaimana UII dapat berkontribusi dalam riset antara Indonesia dan UNIDO, beliau berdiskusi dengan Dr. Dindin Wahyudin, warga Indonesia yang saat ini bekerja di UNIDO, Wina.

Dr. Andri dengan Dr. Dindin Wahyudin, UNIDO

Dr. Andri dengan Dr. Dindin Wahyudin, UNIDO

The relationship and partnership between the Department of Informatics UII and the Computer Science Division of RMUTT is getting stronger. Last Wednesday, September 11, the Memorandum of Agreement (MoA) was signed by the Dean of the Faculty of Science and Technology of the RMUTT Thailand, and was later also signed by the Dean of FTI UII in Yogyakarta. This MoA provides an opportunity for both parties to exchange student programs, visiting lecturers, joint research, or joint conferences.

RMUTT-UII exchange students with their instructors

The visit to Thailand was also to escort Ms. Dwitiya and Ms. Fira as exchange students at RMUTT. Both of them are the students of Department Informatics (Year 2016) who are currently taking the Research Track as their last year study track. Last semester, they have compiled a thesis proposal about face detection (Dwitiya) and a decision support system (Fira). They will complete their final project in RMUTT for the next 3 months.

Fayruz gave a lecture about IoT Security

Fayruz gave a lecture about IoT Security

Ms. Fayruz  was given the opportunity to deliver a Guest Lecture on IoT Security to third-year students of Computer Science in RMUTT. The participants were enthusiastic in attending this short lecture, as seen from several students who were eager to try to answer the miniquiz at the end of the presentation.


Read more

Sebanyak 46 guru perwakilan tingkat pendidikan SD, SMP, dan SMA yang terbagi dalam 10 kelompok di DIY diberikan pendampingan untuk mengembangan kurikulum mata pelajaran informatika (Kurikulum K12 Informatika). Guru-guru tersebut memasuki tahap melaporkan perkembangan penerapan kurikulum melalui seminar yang digelar di FTI UII pada hari Kamis (8/8). Ini merupakan akhir dari pelaksanaan hibah yang telah berjalan 2 bulan. Sebelumnya, para guru telah diberikan beragam pelatihan kurikulum K12 dan sudah dipraktikkan di sekolah masing-masing. Selain guru, Dinas Pendidikan se-DIY, Google, Instruktur Kurikulum Informatika Nasional, Guru-guru Informatika se DIY yang belum ikut hibah juga menjadi peserta seminar ini.

Diseminasi Kurikulum K-12 Informatika

Pertemuan ini bertujuan untuk mendiseminasikan persiapan Kurikulum K-12 Informatika. Harapannya, bisa menjadi referensi sekolah yang lain dalam menerapkan pelajaran informatika yang lebih disenangi siswa. Mengingat dalam pertemuan itu juga diwakili sekolah lain yang belum tersasar program hibah penerapan kurikulum K12.

Bapak Hanson Prihantoro, Dosen Prodi Teknik Informatika UII menilai kendala yang masih sering dihadapi adalah terkait pengetahuan guru yang sebelumnya masih berbasis pelajaran TIK, tetapi saat ini diubah menjadi informatika yang lebih banyak pada tataran praktik. “Kalau sebelumnya TIK kan hanya menggunakan software saja. Namun, sekarang informatika ini tetapi juga bisa memanfaatkan software itu untuk menyelesaikan berbagai persoalan, temuan terkait informatika,” ucap beliau.

Dukungan Rektor UII

Rektor UII Fathul Wahid menyatakan, UII menjadi salah satu dari total empat perguruan tinggi di Jogja yang dipercaya menjalankan program Grant Implementasi Kurikulum K-12 Informatika melalui Bebras Indonesia. Ia memastikan, program itu sepenuhnya didukung oleh Google Indonesia dengan memberikan pelatihan informatika agar bisa mengembangkan kemampuan berpikir komputasional. Melalui cara berfikir itu, diharapkan bisa membekali siswa agar lebih siap dalam menghadapi persaingan global ke depannya.

“Dengan berpikir komputasional ini adik-adik SD, SMP, SMA dilatih untuk berpikir secara berbeda dan sangat membantu ketika terjun ke teknologi informasi yang membutuhkan coding, pemrograman, banyak manfaatnya. Ini bisa mendorong orang tidak hanya sebagai pemakai tetapi juga creator atau produsen,” ujar beliau.

Mengingat selama ini, kata Fathul, mata pelajaran TIK hanya lebih diarahkan pada pengenalan perangkat menggunakan aplikasi. Tetapi kurikulum ini mengajak siswa berpikir komputasional atau memecahkan masalah dengan langkah tertentu dan mengenali pola masalah dan mendapatkan solusinya. “Selama ini belum ada, ini [kurikulum] memang baru diujicobakan, program ini didukung google Indonesia,” katanya.

Seminar berjalan dengan setiap kelompok menyiapkan dokumen rancangan pembelajaran informatika yang telah disusun beserta poster untuk ditampilkan/dipamerkan. Kemudian mereka juga mempresentasikan secara terbuka, termasuk menampilkan video hasil pembelajaran mereka di kelas, dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab. 

 

Sumber: harianjogja.com

Beberapa disunting oleh Teknik Informatika UII

Acara Mini Talk dan Diseminasi Magang telah terselenggara di ruang Audiovisual 1.10 pada hari Senin lalu (22/07). Sesi pertama dilaksanakan mini talk yang menghadirkan dua perusahaan ternama. Ada Bapak Wisnu Manupraba selaku CEO dari PT. Javan Cipta Solusi dan Mas Arif Ditia Faltah dai perwakilan PT. AVO Innovation Technology. Keduanya memberikan penjelasan mengenai perusahaan masing-masing dan memberikan motivasi mengenai manfaat magang. Selain itu, kedua perusahaan tersebut juga menawarkan lowongan magang bagi mahasiswa yang tertarik.

Bapak Wisnu dari Javan memberikan mini talk

Bapak Wisnu dari Javan memberikan mini talk

Sesi kedua dilanjutkan dengan diseminasi atau presentasi dari mahasiswa yang mengambil jalur magang. Diseminasi berjalan lancar dan santai. Para mahasiswa yang memberikan presentasi juga memberikan gambaran mengenai aktivitas magang mereka di kantor dan menjelaskan keuntungan yang mereka dapatkan.

Mas Arif Ditia Faltah dari PT. AVO Innovation Technology

Mas Arif Ditia Faltah dari PT. AVO Innovation Technology

Tepat pada tanggal 24 Februari – 3 Maret 2019, Jurusan Informatika mengirimkan 2 mahasiswa terpilih untuk mengikuti exchange program “Sakura Science Plan 2019” di Jepang dengan Hokkaido Information University (HIU) sebagai host university-nya. Program ini merupakan bentuk kerja sama kedua kalinya antara UII dan HIU yang disponsori penuh oleh Japan Science & Technology (JST) setelah yang pertama dilaksanakan pada tahun 2017

Program Sakura Science dibuat dengan tujuan agar para peserta dapat mengenal bagaimana kemajuan sains dan teknologi di Jepang melalui kegiatan-kegiatan bersama para pelaku akademisi di Host University Jepang dan institusi-institusi penelitian. Harapannya, partisipan pada program ini dapat menjadi “Future Science Leaders” di Asia dengan koneksi yang semakin meluas.

Informatika UII di Sakura Science Plan 2019

Di tahun 2019 ini, Teknik Informatika mengirimkan 2 perwakilan mahasiswanya yaitu Niky Ayu Lestari (2016) dan Yudhistira Adinugraha Hutabarat (2017). Mereka terpilih setelah melalui proses seleksi berkas maupun wawancara. Pada tanggal 24 Februari mereka berangkat bersama Ketua Jurusan Informatika, Hendrik, S.T., M.Eng., dan juga Ketua Program Studi S1 Jurusan Informatika, Dr. Raden Teduh Dirgahayu, S.T., M.Sc.

Program yang berlangsung selama 1 minggu ini, mengangkat tema “Space Utilization & It’s Communication Technology II”. Sesuai Tema tersebut, kegiatan-kegiatan yang dilakukanpun berhubungan dengan Space Science dari sisi Teknologi Komunikasi yang digunakan. Di Informatika UII sendiri, tema mengenai hal tersebut masih sangat jarang disinggung, bahkan di Indonesia sekalipun. Di sisi lain,  HIU sebagai tuan rumah sudah lama mendalami teknologi Informasi dan Komunikasi juga Teknologi mengenai Satelit.

Selama Program berlangsung bersama mahasiswa-mahasiswa lainnya dari negara lain, yaitu Rajamangala University of Technology Thanyaburi (Thailand), University College Sedaya International (Malaysia), dan Nanjing University (China), Seluruh delegasi menjalani rangkaian acara ditemani oleh Mr. Keita Odajima dari International Exchange and International Students Support Division HIU, bersama dengan staff dan mahasiswa HIU lainnya.


“Pengalaman yang kami dapatkan di Sakura Science Plan ini benar-benar seru dan berharga. Selain kami bisa merasakan lembutnya salju dan bertemu teman-teman dari negara lain, kami juga mendapatkan berbagai ilmu pengetahuan langsung dari pakarnya. Bahkan, banyak pengetahuan-pengetahuan baru dan terkini yang tengah dikembangkan di sana. Kami tidak hanya belajar di kelas. Delegasi diajak berpindah dari satu kota ke kota lain di Jepang, mengunjungi pusat riset luar angkasa JAXA, NICT, dan melihat bintang di malam hari dengan teropong raksasa yang menjadi salah satu teropong terbesar di Asia. Kami juga dikenalkan permainan curling yang berseluncur di atas es dan tentu saja mencicipi berbagai makanan Jepang. Semuanya gratis. Semoga semakin banyak yang sadar keren dan luar biasanya program ini. Persiapkan diri mulai sekarang, siapa tahu tahun depan giliran kamu.” (Niky)

JAXA Tsukuba Space Center Facility Tour

Di hari pertama program, acara dilaksanakan di JAXA Tsukuba Space Center. Kegiatannya berupa facility tour untuk melihat bagaimana isi dari agensi Jepang yang berfokus pada pengembangan serta penggunaan Aerospace. Juga melakukan Space Dorm Tour, tur yang dipandu oleh staff dari Space Engineering Development co.,Ltd untuk mengenalkan hal-hal yang sudah diciptakan oleh JAXA seperti macam-macam satelit, Mesin dalam roket, hingga model baju astronot.

Berkenalan dengan Satelit Himawari

Di hari kedua, seluruh delegasi mengikuti rangkaian kegiatan di NICT HQ (National Institute of Information and Communication Technology). Ini berupa kelas mengenai pengenalan teknologi yang menggunakan satelit ciptaan Jepang, Himawari, untuk mengetahui pergerakan Taifun. Selain itu, dilakukan juga tur hasil-hasil riset NICT HQ seperti teknologi penentu waktu standar jepang (JST), pengolahan citra untuk mengolah peta suatu lokasi, aplikasi teknologi dari satelit Himawari, dan masih banyak lagi.

Belajar Teknologi Space Science

Lalu acara di hari-hari berikutnya dilanjutkan di Hokkaido Information University untuk menjalani berbagai kelas dan workshop mengenai teknologi space science. Seluruh kegiatan tersebut diisi oleh berbagai pengajar yang ahli di bidangnya, mulai dari kelas mengenai perkembangan Space Science di Jepang, hingga penggunaan data-data yang telah diambil oleh satelit Himawari. Seluruh rangkaian kegiatan di kelas berlangsung selama 2 hari. Acara dipandu oleh Prof. Watanabe sebagai promotor dari seluruh kegiatan Sakura Science pada waktu itu.

Di akhir kegiatan, seluruh delegasi diajak mengunjungi Nayoro Observatory untuk melakukan berbagai aktivitas pembelajaran dengan fasilitas yang ada di sana. Mereka melihat berbagai macam teleskop dengan berbagai ukuran, screening film mengenai berbagai planet, hingga melakukan pengamatan bintang di malam hari.

“Banyak ilmu serta wawasan baru yang didapat selama menjalani program Sakura Science Plan ini. Entah itu dari kegiatan-kegiatan yang dirancang seperti melihat betapa bagusnya institusi-institusi riset mereka hingga teknologi yang telah diciptakan. Lalu mengenal perbedaan kultur dari teman-teman delegasi negara–negara lainnya, hingga melihat kondisi Jepang itu sendiri, seperti sistem transportasinya, fasilitas publik, hingga sikap-sikap yang dimiliki oleh orang-orang jepang di sana. Secara keseluruhan program ini berhasil menumbuhkan dorongan semangat belajar sebagai upaya untuk membuat kemajuan di Indonesia seperti halnya kemajuan sains dan teknologi yang ada di Jepang” (Yudhis)