Jurusan Informatika - Fakultas Teknologi Industri - Universitas Islam Indonesia
  • PROFIL
    • Visi dan Misi
    • Sambutan Ketua Jurusan
    • Struktur Organisasi
    • Dosen
    • Staf
    • Kontak
  • PROGRAM STUDI
    • Program Sarjana
      • Sambutan Kaprodi S1
      • Profil Lulusan
      • Kurikulum 2020
      • Capstone
      • Jalur Tahun Keempat
      • Informatics Expo
      • Informasi & Layanan
      • Prospektus S1
      • Mahasiswa
        • Informasi Akademik
        • Mahasiswa Baru S1 – 2022
        • New IP Students – 2022
        • S1 2021 – Reguler
        • S1 – 2021 – International Program
        • S1 – 2020
    • Program Magister
    • Program Doktor
    • International Program
    • Informatika PJJ
  • UNIT PENDUKUNG
    • Laboratorium
    • Pusat Studi
      • Pusat Studi Forensika Digital
      • Pusat Studi Informatika Medis
        • Visi-Misi
        • Struktur Organisasi
        • Mitra Kerjasama
        • Kegiatan
      • Pusat Studi Sistem Informasi Enterprise
      • Pusat Studi Sains Data
    • ITCentrum
    • Student Staff
    • Komunitas Mahasiswa
    • Lembaga Mahasiswa
  • KEMITRAAN
  • ARTIKEL
    • Pojok Dakwah
    • Pojok Informatika
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
  • Link to Instagram
  • Link to Facebook
  • Link to Youtube
Pojok Dakwah

Memperbanyak Doa di Bulan Ramadan

Berdoa merupakan salah satu ibadah kita kepada Allah Ta’ala yang amat penting dalam kehidupan manusia. Memanjatkan doa kepada Allah adalah bentuk ibadah yang agung yang mendekatkan hamba dengan Rabb-nya. Doa tidak boleh ditujukan kepada makhluk dan selain-Nya, seperti malaikat, jin, orang mati, dan sebagainya. Sudah selayaknya kita sebagai hamba untuk senantiasa memanjatkan doa kita hanya kepada Allah Ta’ala semata.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الدُّعَاءُ هُوَ العِبَادَةُ

”Doa adalah ibadah.” (HR. Tirmidzi no. 2969)

Sikap seorang hamba untuk senantiasa berdoa kepada Allah Ta’ala dan menghindarkan diri dari meminta-minta kepada manusia adalah bentuk kesempurnaan tauhid. (Al Wafi’ fii Syarhil Arba’in An-Nawawiyah, Dr. Musthafa Dieb Al Bugha & Muhyiddin Mistu). Dengan berdoa kepada Allah, berarti seorang hamba telah mengetahui, mengakui, dan meyakini sifat rububiyah dan uluhiyah bagi-Nya.

Pada hakikatnya, semua urusan kita berada di tangan Allah dan kita adalah hamba yang sangat lemah. Kita akan selalu membutuhkan pertolongan dari-Nya untuk menghadapi permasalahan hidup, mulai dari masalah kecil sampai dengan masalah yang besar. Hendaknya kita sebagai seorang muslim hanya mengadukan semua urusah kepada-Nya. Selain itu, doa juga merupakan salah satu obat yang bisa memberikan manfaat dan mencegah keburukan yang akan menimpa kita. (Ad Daa’ wa ad Dawaa’, Ibnul Qayyim)

Dari Muadz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ الدُّعَاءَ يَنْفَعُ مِمَّا نَزَلَ وَمِمَّا لَمْ يَنْزِلْ فَعَلَيْكُمْ عِبَادَ اللَّهِ بِالدُّعَاءِ

“Sesungguhnya doa itu bermanfaat (memberi kebaikan) untuk yang sudah turun (terjadi) dan yang belum terjadi. Karena itu, perbanyaklah berdoa, wahai hamba Allah.” (HR. Tirmidzi No. 3548)

Di dalam Al-Qur’an, ada banyak ayat mengenai perintah untuk berdoa kepada Allah Ta’ala. Di antaranya Allah Ta’ala berfirman,

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

“Rabb-mu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang bersikap sombong dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.” (QS. Ghafir: 60)

Makna “menyembah-Ku” dalam ayat tersebut adalah berdoa kepada Allah (Tafsir Ibnu Katsir). Berdasarkan ayat tersebut Allah menyebut bahwa orang yang tidak mau berdoa kepada-Nya termasuk sebagai orang-orang yang sombong dan diancam dengan neraka Jahannam.

Dalam sebuah hadis dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ لَمْ يَسْأَلِ اللَّهَ يَغْضَبْ عَلَيْهِ

“Siapa yang tidak meminta kepada Allah, maka Dia akan marah kepadanya.” (HR. Ibnu Majah, no. 3827, at Tirmidzi no. 3373, Ahmad no. 9719)

Oleh karenanya, Allah sangat suka kepada hamba-Nya yang senantiasa berdoa kepada-Nya. Tidak hanya sampai di situ, Allah juga menjanjikan atas pengabulan doa dari siapa saja yang memohon kepada-Nya. Allah Ta’ala berfirman,

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِى عَنِّى فَإِنِّى قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ ٱلدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا۟ لِى وَلْيُؤْمِنُوا۟ بِى لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS. Al Baqarah: 186)

Ayat di atas menjelaskan mengenai kedekatan Allah dengan para hamba dan janji-Nya atas pengabulan doa bagi siapa saja yang berdoa kepada-Nya. Apabila kita perhatikan, ayat tersebut terletak di antara ayat-ayat mengenai puasa. Hal ini menunjukkan pentingnya berdoa ketika berpuasa dan pengaruh yang ada padanya. (Zubdatut Tafsir min Fathil Qadir, Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar)

Oleh karena itu, di bulan Ramadan yang mulia ini, hendaknya kita memanfaatkan waktu kita untuk memperbanyak doa kepada Allah. Kita mengadukan segala masalah dan hajat kita kepada-Nya terutama di waktu-waktu yang mustajab. Imam Al Ghazali mengatakan bahwa di dalam berdoa hendaknya kita berupaya mencari waktu-waktu atau keadaan yang mulia. (Ihya Ulumiddin, Imam Al Ghazali)

Secara umum, setiap hari Allah Ta’ala memberikan kita waktu dan kondisi di mana berdoa pada kesempatan tersebut akan lebih dikabulkan. Adapun di bulan Ramadan, Allah memberikan tambahan waktu khusus dikabulkannya doa. Ibnul Qayyim dalam Ad Daa’ wa Ad Dawaa’ menyebutkan bahwa doa akan terkabul apabila dilakukan dengan hadirnya hati, konsentrasi, merendah dan khusyu di hadapan Allah, serta bertepatan dengan waktu-waktu mustajab.

Berikut ini adalah kami menyebutkan beberapa waktu dan kondisi di mana doa akan lebih mustajab.

  1. Sepertiga malam terakhir (waktu sahur)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ يَقُولُ مَنْ يَدْعُونِى فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِى فَأُعْطِيَهُ مَنْ يَسْتَغْفِرُنِى فَأَغْفِرَ لَهُ

“Pada setiap malam, Allah Ta’ala turun ke langit dunia, ketika tersisa sepertiga malam terakhir, Allah berfirman: “Siapa yang berdoa kepada-Ku akan Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku akan Aku beri. Dan Siapa yang memohon ampunan kepada-Ku akan Aku ampuni.” (HR. Bukhari 1145 dan Muslim 758)

  1. Ketika azan dikumandangkan dan turun hujan

Dari Sahl bin Sa’d radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,

ثِنْتَانِ مَا تُرَدَّانِ الدُّعَاءُ عِنْدَ النِّدَاءِوَ تَحْتَ المَطَرِ

“Dua doa yang tidak akan ditolak: doa ketika adzan dan doa ketika ketika turunnya hujan.” (HR. Al Hakim dan Al Baihaqi)

  1. Di antara azan dan iqamat

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ الدُّعَاءَ لاَ يُرَدُّ بَيْنَ الأَذَانِ وَالإِقَامَةِ فَادْعُوا

“Sesungguhnya doa yang tidak tertolak adalah doa antara adzan dan iqomah, maka berdoalah (di waktu tersebut).” (HR. Ahmad)

  1. Ketika sujud dalam salat

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَقْرَبُ مَا يَكُونُ العَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ ، فَأَكْثِرُوا الدُّعَاء.

“Keadaan seorang hamba paling dekat dengan Rabbnya adalah ketika ia sedang bersujud, maka perbanyaklah berdoa saat itu.” (HR. Muslim)

  1. Di akhir salat atau setelah zikir dalam salat wajib

قيل يا رسولَ اللهِ! أيُّ الدعاءِ أسمَعُ؟ قال جوفُ الليلِ الآخرِ ودبرُ الصلواتِ المكتوباتِ

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya, “Wahai Rasulullah! Doa apa yang paling didengar?” Beliau menjawab, “Di akhir malam dan di akhir salat wajib.” (HR. Tirmidzi No. 3499 dan An-Nasa’i No. 9936)

  1. Di hari Jumat setelah asar

Dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,

يَوْمُ الْجُمُعَةِ ثِنْتَا عَشْرَةَ يُرِيدُ سَاعَةً لاَ يُوجَدُ مُسْلِمٌ يَسْأَلُ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ شَيْئًا إِلاَّ آتَاهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ فَالْتَمِسُوهَا آخِرَ سَاعَةٍ بَعْدَ الْعَصْرِ

“(Waktu siang) di hari Jum’at ada 12 (jam). Jika seorang muslim memohon pada Allah ‘azza wa jalla sesuatu (di suatu waktu di hari Jum’at) pasti Allah ‘azza wa jalla akan mengabulkannya. Carilah waktu tersebut yaitu di waktu-waktu akhir setelah asar.” (HR. Abu Daud, no. 1048; An-Nasa’i, no. 1390)

  1. Ketika berpuasa

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ثَلاَثَةٌ لاَ تُرَدُّ دَعْوَتُهُمُ الصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ وَالإِمَامُ الْعَادِلُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ

“Tiga orang yang doanya tidak tertolak: orang yang berpuasa sampai ia berbuka, pemimpin yang adil, dan doa orang yang dizalimi.” (HR. Ahmad)

  1. Ketika berbuka puasa

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ثَلاَثَةٌ لاَ تُرَدُّ دَعْوَتُهُمُ الإِمَامُ الْعَادِلُ وَالصَّائِمُ حِينَ يُفْطِرُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ

“Ada tiga orang yang doanya tidak ditolak: Pemimpin yang adil, orang yang berpuasa ketika dia berbuka, doa orang yang terzalimi.” (HR. Tirmidzi no. 2526, 3598 dan Ibnu Majah no. 1752)


Ditulis oleh Ahmad Fathan Hidayatullah

Jumat, 23 April 2021/11 Ramadhan 1441 H

Related posts:

Penerapan Sistem Informasi dalam Dakwah Islam

Mengapa Muslim Perlu Mempelajari Kalender Hijriah?

Meluruskan Mitos Bulan Safar: Antara Takhayul dan Tauhid

Doa Sebagai Wujud Bakti Kepada Orang Tua

Meraih Kesuksesan Dunia dan Akhirat: Memahami Konsep Rezeki dalam Islam

April 24, 2022/by informatika
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://informatics.uii.ac.id/wp-content/uploads/2022/04/ramadan-mubarak-crescent-mosque-half-moon-sticker-badge-by-Vexels.png 1920 1920 informatika https://informatics.uii.ac.id/wp-content/uploads/2020/03/Logo-webTF-UII-1030x420.png informatika2022-04-24 10:03:462022-06-23 14:40:43Memperbanyak Doa di Bulan Ramadan
  • Selamat! Prof. Sri Kusumadewi Dilantik sebagai Dekan FTI UII Periode 2026–2030July 1, 2026 - 21:09
  • menunggu berbuka puasa di masjid
    Menjemput Keberkahan di Tanah Suci: Hakikat dan Manfaat Ibadah UmrahJuly 1, 2026 - 16:15
  • AI Mengubah Pekerjaan, Bukan Menghapusnya: Pesan Prof. Fathul Wahid bagi Mahasiswa InformatikaJuly 1, 2026 - 12:03
  • Belajar Sistem Enterprise dari Zulhia Septiandini, Alumni Informatika UII yang Berkarier 18 Tahun di Bidang SAPJuly 1, 2026 - 10:40
  • Pengumuman Pergantian Dosen Pembimbing Akademik (DPA)June 26, 2026 - 15:07
  • Dari Yogyakarta ke Hiroshima: Pandu Nur Afi Dewanto Bawa Riset Rekomendasi Micro-Credential Berbasis AIJune 8, 2026 - 10:27
  • Mozanda Presentasikan Penelitian AI untuk Bimbingan Akademik di Seminar Internasional JepangJune 8, 2026 - 10:13
  • Webinar PJJ Informatika UII: Menavigasi Pengambilan Keputusan di Era AIJune 6, 2026 - 20:42
  • PJJ Informatika UII Goes to Bogor: Pelatihan Network Engineering Skills di Era DigitalJune 6, 2026 - 09:42
  • Surat Edaran Dosen Pembimbing Skripsi TA Genap 2025-2026 Tahap-1May 25, 2026 - 08:55

Categories

JURUSAN INFORMATIKA

Gedung KH. Mas Mansyur  Lantai 2
Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang KM. 14,5 Sleman Yogyakarta 55584

Telepon: +62 274 895287 ext. 122
Faks: +62 274 895007
Email:
Jurusan: [email protected]
Prodi Informatika Program Sarjana: [email protected]
Prodi Informatika Program Magister : [email protected]
Prodi Informatika PJJ : [email protected]
Instagram: @informatics.uii

TAUTAN CEPAT

Universitas

Fakultas

UII Gateway

Admisi

© Hak Cipta 2022 - Jurusan Informatika UII - Yogyakarta
  • Link to Instagram
  • Link to Facebook
  • Link to Youtube
Link to: ANALISIS SENTIMEN BERBASIS ASPEK PADA WISATA HALAL DENGAN DEEP LEARNING Link to: ANALISIS SENTIMEN BERBASIS ASPEK PADA WISATA HALAL DENGAN DEEP LEARNING ANALISIS SENTIMEN BERBASIS ASPEK PADA WISATA HALAL DENGAN DEEP LEARNINGAnalisis Sentimen Berbasis Aspek pada Wisata Halal dengan Deep Learning Link to: Design Thinking dalam Perancangan E-Commerce JavaHands Link to: Design Thinking dalam Perancangan E-Commerce JavaHands Design thinking dalam perancangan e-commerce JavaHandsDesign Thinking dalam Perancangan E-Commerce JavaHands
Scroll to top Scroll to top Scroll to top