Jurusan Informatika - Fakultas Teknologi Industri - Universitas Islam Indonesia
  • PROFIL
    • Visi dan Misi
    • Sambutan Ketua Jurusan
    • Struktur Organisasi
    • Dosen
    • Staf
    • Kontak
  • PROGRAM STUDI
    • Program Sarjana
      • Sambutan Kaprodi S1
      • Profil Lulusan
      • Kurikulum 2020
      • Capstone
      • Jalur Tahun Keempat
      • Informatics Expo
      • Informasi & Layanan
      • Prospektus S1
      • Mahasiswa
        • Informasi Akademik
        • Mahasiswa Baru S1 – 2022
        • New IP Students – 2022
        • S1 2021 – Reguler
        • S1 – 2021 – International Program
        • S1 – 2020
    • Program Magister
    • Program Doktor
    • International Program
    • Informatika PJJ
  • UNIT PENDUKUNG
    • Laboratorium
    • Pusat Studi
      • Pusat Studi Forensika Digital
      • Pusat Studi Informatika Medis
        • Visi-Misi
        • Struktur Organisasi
        • Mitra Kerjasama
        • Kegiatan
      • Pusat Studi Sistem Informasi Enterprise
      • Pusat Studi Sains Data
    • ITCentrum
    • Student Staff
    • Komunitas Mahasiswa
    • Lembaga Mahasiswa
  • KEMITRAAN
  • ARTIKEL
    • Pojok Dakwah
    • Pojok Informatika
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
  • Link to Instagram
  • Link to Facebook
  • Link to Youtube
Pojok Informatika

Apakah AI Dapat Menggantikan Pekerjaan Programmer?

informatika wajib coding - freepik

Sejak ilmuan yang bernama Ada Lovelace, matematikawan yang sering disebut sebagai programmer pertama di dunia, menulis algoritma untuk mesin pada abad ke-19, para programmer telah menerjemahkan berbagai macam solusi menjadi instruksi yang dapat dimengerti oleh komputer[1]. Sejak itu, teknologi AI berkembang dengan pesat. Saat ini, banyak orang mempertanyakan bisa tidaknya AI menggantikan pekerjaan programmer di industri IT.

Apakah AI dapat menggantikan pekerjaan programmer? Pertanyaan ini sering muncul di kalangan masyarakat umum. Banyak orang beranggapan bahwa AI akan menggantikan banyak pekerjaan manusia, terlebih pada bidang programming. Hal ini didukung oleh sejumlah kemampuan AI yang dapat menyaingi manusia seperti menghasilkan beberapa referensi dan solusi untuk suatu permasalahan dalam koding, meningkatkan kualitas dari kode sehingga menghasilkan kode yang efisien[2], dan dapat menyelesaikan permasalahan programmer yang sederhana dan yang bersifat repetitif[2]. Dengan kemampuan seperti itu, tidak mengherankan orang-orang akan memiliki asumsi bahwa AI akan perlahan-lahan bisa menggantikan pekerjaan para programmer di masa mendatang. 

Meskipun kemampuan AI di atas terlihat menakjubkan, terdapat beberapa alasan mengapa AI masih belum bisa menggantikan manusia dalam pekerjaan programmer:

  1. AI tidak bisa berkreasi. Sebab, AI tidak bisa menentukan tujuannya sendiri atau berpikir secara kreatif. Biasanya, AI dirancang untuk melakukan tugas dengan tujuan yang sudah ditentukan sebelumnya [3].
  2. AI tidak bisa berempati. AI, yang dibangun dari instruksi-instruksi yang ditujukan kepada komputer untuk melakukan task tertentu, akan kesulitan untuk memahami perasaan manusia.[3] 
  3. AI memerlukan operator untuk dijalankan. Meskipun AI dirancang untuk bisa belajar sendiri menggunakan pengalaman yang ia peroleh, tetap saja diperlukan operator sebagai pengawas AI tersebut. Selain melakukan pengawasan, operator juga bertanggung jawab untuk menentukan parameter, algoritma, dan konfigurasi pembelajaran mesin yang tepat. Lalu, operator juga bertanggung jawab terhadap keamanan dan privasi sistem AI[3]. 

Meskipun AI memiliki kemampuan yang dapat menyaingi manusia dalam beberapa hal, masih terdapat banyak hal yang tidak bisa dilakukan oleh AI dalam hal programming. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa AI masih belum dapat sepenuhnya menggantikan pekerjaan programmer karena terdapat beberapa limitasi pada AI, seperti tidak memiliki kreatifitas dan empati. Selain itu, meskipun AI dirancang untuk belajar secara otodidak, tetap saja dibutuhkan operator sebagai pengawas untuk mengontrol parameter, algoritma, dan konfigurasi pembelajaran mesin yang tepat.

Referensi

[1] Roach, J. (2022). How AI makes developers’ lives easier, and helps everybody learn to develop software. Diakses pada 9 April 2023, dari https://news.microsoft.com/source/features/ai/how-ai-makes-developers-lives-easier-and-helps-everybody-learn-to-develop-software/#:~:text=Ever%20since%20Ada,computers%20can%20understand. 

[2] Hassan, M. (2023). Will AI Replace Software Engineers?. Diakses pada 9 April 2023, dari https://medium.com/@mohammedalaa/will-ai-replace-software-engineers-9114e2b7a7a7#

[3] Lee, K. & Qiufan, C. (2022). What AI cannot do. Diakses pada 9 April 2023, dari
https://bigthink.com/the-future/what-ai-cannot-do/#:~:text=The%20good%20news%20is%20that,tools%20will%20require%20human%20operators


Penulis: Mahasiswa S-1 Informatika UII

  • Anugerah Ramadhan Arinal
  • Nabil Najmudin
  • Bintang Rahmatullah

[/FA]

Related posts:

Canva Merilis Fitur Baru dengan Teknologi AI

Peran ChatGPT dalam Pembelajaran Kuliah

The “Delete” Lie: What Cybercriminals Know About Digital Traces

Penggunaan Teknologi GPS Collar untuk Konservasi Satwa Liar

Berkenalan dengan Singleton Design Pattern

April 28, 2023/by informatika
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://informatics.uii.ac.id/wp-content/uploads/2021/06/programmer-scaled.jpg 1707 2560 informatika https://informatics.uii.ac.id/wp-content/uploads/2020/03/Logo-webTF-UII-1030x420.png informatika2023-04-28 14:58:042023-05-16 15:09:25Apakah AI Dapat Menggantikan Pekerjaan Programmer?
  • Mahasiswa Magister Informatika UII Berhasil Kembangkan Metode Forensik Digital pada Smartwatch Berbasis Android Wear OSJuly 19, 2026 - 21:44
  • Selamat! Prof. Sri Kusumadewi Dilantik sebagai Dekan FTI UII Periode 2026–2030July 1, 2026 - 21:09
  • menunggu berbuka puasa di masjid
    Menjemput Keberkahan di Tanah Suci: Hakikat dan Manfaat Ibadah UmrahJuly 1, 2026 - 16:15
  • AI Mengubah Pekerjaan, Bukan Menghapusnya: Pesan Prof. Fathul Wahid bagi Mahasiswa InformatikaJuly 1, 2026 - 12:03
  • Belajar Sistem Enterprise dari Zulhia Septiandini, Alumni Informatika UII yang Berkarier 18 Tahun di Bidang SAPJuly 1, 2026 - 10:40
  • Pengumuman Pergantian Dosen Pembimbing Akademik (DPA)June 26, 2026 - 15:07
  • Dari Yogyakarta ke Hiroshima: Pandu Nur Afi Dewanto Bawa Riset Rekomendasi Micro-Credential Berbasis AIJune 8, 2026 - 10:27
  • Mozanda Presentasikan Penelitian AI untuk Bimbingan Akademik di Seminar Internasional JepangJune 8, 2026 - 10:13
  • Webinar PJJ Informatika UII: Menavigasi Pengambilan Keputusan di Era AIJune 6, 2026 - 20:42
  • PJJ Informatika UII Goes to Bogor: Pelatihan Network Engineering Skills di Era DigitalJune 6, 2026 - 09:42

Categories

JURUSAN INFORMATIKA

Gedung KH. Mas Mansyur  Lantai 2
Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang KM. 14,5 Sleman Yogyakarta 55584

Telepon: +62 274 895287 ext. 122
Faks: +62 274 895007
Email:
Jurusan: [email protected]
Prodi Informatika Program Sarjana: [email protected]
Prodi Informatika Program Magister : [email protected]
Prodi Informatika PJJ : [email protected]
Instagram: @informatics.uii

TAUTAN CEPAT

Universitas

Fakultas

UII Gateway

Admisi

© Hak Cipta 2022 - Jurusan Informatika UII - Yogyakarta
  • Link to Instagram
  • Link to Facebook
  • Link to Youtube
Link to: Potensi Teknologi VR dalam Bidang Medis Link to: Potensi Teknologi VR dalam Bidang Medis Potensi Teknologi VR dalam Bidang Medismedical Virtual Reality - gambar ini di-generate oleh teknologi AI https://picsart.com/ Link to: Memetik Faedah dari Kisah Nabi Musa ‘Alaihissalam Link to: Memetik Faedah dari Kisah Nabi Musa ‘Alaihissalam Memetik Faedah dari Kisah Nabi Musa ‘Alaihissalam
Scroll to top Scroll to top Scroll to top