Program Studi Informatika Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) Universitas Islam Indonesia (UII) kembali menggelar webinar seri ke-7 pada Sabtu, 9 Mei 2026, pukul 19.30 WIB melalui Zoom Meeting. Webinar kali ini mengangkat tema “Personal Branding untuk Mahasiswa Digital: Manifestasi Insan Ulil Albab” dengan menghadirkan Dr. Ahmad Lutfi, S.Kom., M.Kom., dosen Jurusan Informatika Fakultas Teknologi Industri UII sekaligus Asesor LAM Infokom, sebagai narasumber. Acara ini terbuka untuk umum dan dapat diikuti secara gratis.

Mengapa Personal Branding Penting bagi Mahasiswa di Era Digital?

Webinar ini berangkat dari kenyataan bahwa setiap unggahan, komentar, dan profil di media sosial meninggalkan jejak digital yang membentuk citra diri seseorang. Jejak tersebut tidak hanya terekam saat itu saja, tetapi bisa menjadi artifak di masa depan. Narasumber mengajak mahasiswa dan peserta umum untuk membangun identitas digital yang tidak sekadar pencitraan semu, melainkan berlandaskan nilai, ilmu, dan kebermanfaatan.

Namun demikian, personal branding selama ini cenderung dipahami sebagai cara mempercantik citra di ruang publik, di mana jumlah likes, views, dan followers menjadi tolok ukur keberhasilan. Kondisi ini justru memunculkan tiga masalah, yaitu pencitraan tanpa isi, ketergantungan pada validasi angka, serta kesenjangan antara pribadi versi online dan karakter aslinya. Akibatnya, tidak jarang generasi muda termasuk mahasiswa mengalami kelelahan identitas.

Konsep Ulil Albab dan Prinsip Personal Branding Islami

Sebagai penyeimbang, narasumber menawarkan kerangka berpikir berbasis konsep ulil albab sebagaimana tertulis dalam Al-Qur’an Surat Ali Imran ayat 190–191. Mahasiswa diajak menyatukan tiga gerakan dinamis: zikir (mengingat Allah dan menjaga niat), fikir (berpikir kritis dan belajar sepanjang waktu), serta amal (mewujudkan ilmu menjadi karya nyata). Ketiga gerakan ini menjadi pilar utama dalam membangun identitas digital yang autentik dan bermakna.

Selain itu, dikenalkan pula empat prinsip utama dalam membangun personal branding, yakni ikhlas (memurnikan niat), sidiq (kejujuran dan keselarasan ucapan dengan tindakan), amanah (integritas dalam segala situasi), dan tawadhu (rendah hati tanpa merendahkan orang lain). Pesan utama bagi mahasiswa adalah membangun identitas digital yang dapat dipercaya, fokus pada manfaat bagi orang banyak, dan menjadikan platform digital sebagai kendaraan ibadah.

Ikuti Webinar PJJ Informatika UII Berikutnya

Webinar PJJ Informatika UII digelar secara rutin setiap bulan dan telah memasuki seri ke-7. Setiap edisi menghadirkan narasumber kompeten dengan topik yang relevan bagi mahasiswa, khususnya di bidang teknologi informasi dan pengembangan diri.

Untuk informasi mengenai webinar berikutnya, silakan pantau akun Instagram @pjj.informatics.uii atau kunjungi situs informatics.uii.ac.id/pjj.

 

 

Laboratorium Informatika Teori & Sistem Cerdas (ITSC) kembali membuka pendaftaran Teaching Assistant (TA) untuk Mata Kuliah Algoritma dan Struktur Data.

Persyaratan:

  1. Mahasiswa aktif Jurusan Informatika UII.
  2. Sudah pernah mengambil dan lulus Mata Kuliah Algoritma dan Struktur Data (dibuktikan dengan transkrip nilai).
  3. Memiliki minat untuk mengajar di laboratorium.
  4. Memiliki kemampuan komunikasi dalam Bahasa Inggris (khusus untuk Kelas IP).
  5. Dapat hadir di laboratorium (membantu mengajar di kelas setiap pekan) untuk beberapa jadwal yang tersedia (boleh memilih lebih dari satu).

Keuntungan:

  1. Honor setiap hadir mengajar di kelas dan melakukan penilaian tugas.
  2. Sertifikat sebagai asisten Lab. ITSC.
  3. Pengalaman mengajar dan networking.

Timeline Pendaftaran:

  1. Pembukaan Pendaftaran: Jumat, 27 Februari 2026
  2. Penutupan Pendaftaran: Jumat, 6 Maret 2026
  3. Informasi Hasil Seleksi (Email): Sabtu, 7 Maret 2026
  4. Sosialisasi Asistensi (Zoom): Senin, 30 Maret 2026

Prosedur Pendaftaran:

  1. Mengisi Form Pendaftaran di Alamat: https://bit.ly/Pendaftaran-ITSC-2026
  2. Memilih Jadwal Asistensi di Alamat: https://bit.ly/Jadwal-ITSC-2026

Contact Person:
Ir. Chandra Kusuma Dewa, S.Kom., M.Cs., Ph.D.
Email: [email protected]

Note: Link hanya dapat diakses menggunakan Email UII. 

Berikut ini dokumen Panduan Key-in Praktis Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026

s.id/PanduanKeyinGenap2526

(Link panduan key-in hanya dapat diakses menggunakan akun UII)

Hanya dalam waktu satu minggu (24 November – 1 Desember 2025), PJJ Challenge yang diselenggarakan Program Studi Informatika PJJ Universitas Islam Indonesia berhasil menjangkau 985 peserta dari 33 provinsi, dari Banda Aceh hingga Ambon, tanpa satu pun peserta perlu meninggalkan rumah.

Lomba ini menghadirkan tiga kategori dengan karakteristik berbeda: Brain Challenge Week (292 peserta) yang menguji pemahaman keinformatikaan melalui serangkaian pertanyaan logika dan konsep, serta Lomba Esai (467 peserta) dan Lomba Poster (226 peserta) yang mengusung tema “Produktif dengan Dukungan AI”. Lomba ini menantang peserta mengembangkan karya orisinal tentang pengalaman belajar, solusi digital, atau pesan inspiratif. Total hadiah Rp 15 juta diperebutkan peserta dari 50+ universitas termasuk UI, UGM, ITB, UNDIP, dan UNPAD.

Untuk menjamin kualitas penilaian, panitia menghadirkan juri dengan beragam keahlian, termasuk tiga juri eksternal: Farida Z. Pane (penulis 6 novel, pemenang 23 lomba blog), dr. Avie Andriyani (penulis 35 buku), Iwan J.P. (penulis profesional) dan Vbi_djenggotten (desainer interior, penulis 22 komik), yang diperkuat oleh dosen dan peneliti dari PJJ Informatika UII.

Kredibilitas tersebut berbanding lurus dengan jangkauan geografis yang dicapai. Platform digital terbukti menghapus batas wilayah: 20-25% peserta berasal dari luar Jawa, dengan Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, bahkan wilayah timur seperti NTT dan Maluku.

Namun yang paling mencuri perhatian bukan sekadar jangkauan geografis, melainkan keberagaman latar belakang peserta. Data menunjukkan 84,2% adalah mahasiswa dan pelajar, namun sisanya adalah narasi yang jarang terdengar dalam kompetisi teknologi: buruh, petani, ibu rumah tangga, hingga digital nomad ikut berkompetisi. Bahkan 43 guru turun arena bersama siswa-siswa mereka, membuktikan semangat lifelong learning yang melampaui hierarki tradisional pendidikan.

Pencapaian ini sejalan dengan misi PJJ Informatika UII yang dirancang untuk memberikan akses pendidikan berkualitas bagi mahasiswa di berbagai wilayah Indonesia. Dengan memanfaatkan teknologi pembelajaran daring terkini, program ini menekankan fleksibilitas, interaktivitas, serta capaian kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri—nilai-nilai yang tercermin dalam antusiasme peserta lomba.

Dari ratusan karya yang dinilai berdasarkan kreativitas, komunikasi visual, relevansi pesan, dan orisinalitas, juri memilih karya-karya terbaik. Untuk kategori esai, Ubaidillah Al-Achrory (Ma’had Aly Situbondo) keluar sebagai juara pertama dengan “Entitas AI Sebagai Rival dan Partner Diskusi”, diikuti David Veda Septiawan dari Universitas Indonesia (“Algoritma Penjaga Peradaban: AI sebagai Akselerator Pelestarian Data Kebudayaan”) di posisi kedua, dan Pablo Dwipa Ananta Siregar dari Universitas Indonesia (“Produktif yang Tepat Menggunakan AI”) di posisi ketiga. Sementara kategori poster dimenangkan oleh M. Eugine Rahmadani (UIN Maulana Malik Ibrahim Malang) dengan Tenri Abeng (Graphic designer dari Sulawesi Selatan) dan Annisa Dwi Fajriyah (Universitas Padjadjaran) di posisi runner-up. Karya juara pertama poster dinilai memiliki ide visual yang segar dan pesan yang mudah dipahami, mengangkat semangat belajar mandiri dengan keunggulan pada estetika dan kejelasan pesan.

“Kami tidak menyangka respons akan sebesar ini—985 peserta dalam satu minggu dari 33 provinsi membuktikan bahwa ketika akses dibuka, Indonesia punya keingintahuan yang luar biasa terhadap teknologi. Yang paling membanggakan adalah keberagaman peserta, mulai dari murid SMP hingga profesional. Ini bukan pencapaian kami, tapi bukti bahwa semangat belajar Indonesia tidak mengenal batas”, ungkap Dr. Nur Wijayaning R., Kaprodi Informatika PJJ UII.

 

Lampiran

Key metrics:

  • 985 total peserta: | 292 Brain Challenge | 467 Esai | 226 Poster
  • 33 provinsi terwakilkan (≈97% provinsi Indonesia)
  • 50+ universitas dari UI, UGM, ITB hingga kampus daerah
  • 2.029 km jangkauan terjauh (Banda Aceh & Ambon)
  • 82,4% mahasiswa dan pelajar | 15,8% profesional & umum
  • 55.12% Mahasiswa 
  • 43 guru berkompetisi bersama siswa
  • Rp 15 juta total hadiah
  • 14 Jenis Profesi Berbeda: Mahasiswa, pelajar, guru, kuli panggul, petani, IRT, digital nomad, dosen

 

Komposisi Peserta:

Akademis (85.4%)          ████████████████████████████████████████████

├─ Mahasiswa (53.2%)      ███████████████████████████

├─ Pelajar (25.1%)        █████████████

├─ Guru (6.5%)            ███

└─ Dosen (0.6%)           ▌

 

Profesional (5.2%)        ███

├─ Karyawan (2.1%)        █

├─ Freelancer (1.5%)      █

└─ PNS (1.1%)             ▌

 

Lainnya (9.4%)            ████

├─ Belum Bekerja (3.0%)   █

├─ IRT (1.8%)             █

└─ Dll (4.6%)             ██

 

Ringkasan 

  • Brain Challenge Week: 292 peserta
  • Lomba Esai: 467 peserta
  • Lomba Poster: 226 peserta

Institusi

Asal JUMLAH PERSENTASE
Universitas (Eksternal) 319 46.03%
SMA/SMK/MA 162 23.38%
UII (Internal) 63 9.09%
Umum/Profesional 33 4.76%
SMP 27 3.90%
Lainnya

Top 7 Universitas

RANK UNIVERSITAS JUMLAH
1 Universitas Islam Indonesia (UII) 63
2 UIN (Berbagai Kampus) 24
3 Universitas Diponegoro (UNDIP) 9
4 Universitas Gadjah Mada (UGM) 8
5 Universitas Padjadjaran (UNPAD) 8
6 Universitas Negeri Padang (UNP)  7
7 Universitas Mataram 6

Kampus lainnya yang peserta > 3: Universitas Telkom, Universitas Brawijaya, Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Universitas Airlangga (UNAIR), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Sebelas Maret (UNS)

Tambahan

  1.  Jangkauan Luas: Peserta dari Aceh hingga Ambon (2,000+ km) • Mencakup 30+ provinsi di Indonesia • Peserta terjauh: Banda Aceh (2,233 km) dan Ambon (2,029 km)
  2. Diversitas Tinggi: Dari siswa SMP hingga profesional • 50+ universitas terwakili • Mahasiswa negeri dan swasta • Instansi pemerintah dan sektor swasta
  3. Dominasi Mahasiswa: 46,03% dari universitas • 23,38% dari SMA/SMAN • Menunjukkan tingginya minat kalangan akademis terhadap AI
  4. Engagement Internal & Eksternal: UII Internal: 9.3% (63 peserta) • Eksternal: 90.7% (617 peserta) • Membuktikan daya tarik lomba ke luar kampus
  5. Peserta Non-Akademis: Profesional/Umum: 4.9% • Instansi pemerintah • Perusahaan swasta • Menunjukkan relevansi tema AI untuk berbagai kalangan

Tim The GrowTales Universitas Islam Indonesia berhasil menyabet Juara 3 pada Entrepreneurship Award (EA) IX 2025 kategori Rencana Bisnis pada 6 November 2025. Tim lintas jurusan ini beranggotakan 3 mahasiswa UII, yaitu: Raihan (Informatika), Dimas (Rekayasa Tekstil), dan Agha (Psikologi).

Inovasi mereka, The GrowTales, bawa angin segar dalam dunia edukasi anak. Dengan memadukan 3D pop-up book, perangkat berkebun mini, dan aplikasi interaktif, produk ini dirancang untuk menumbuhkan rasa cinta lingkungan pada anak sejak dini. Menariknya, kemenangan ini justru lahir setelah tim mengalami kendala pada program PKM-K universitas yang mereka ikuti sebelumnya.

Namun di balik kisah manis itu, perjalanan mereka tak selalu mulus.

Tim The GrowTales Universitas Islam Indonesia (UII) peraih Juara 3 Entrepreneurship Award IX 2025 kategori Rencana Bisnis.

Perjalanan The GrowTales UII Menuju Entrepreneurship Award IX 2025

Perjalanan tim The GrowTales UII menuju Entrepreneurship Award IX 2025 berawal dari kegagalan di ajang PKM-K universitas. Awalnya, Raihan, Dimas, dan Agha sempat lolos pendanaan tahun ini. Namun, karena beberapa kendala, akhirnya mereka memutuskan untuk mengundurkan diri. Keputusan mundur itu memang tidak mudah, tapi justru jadi titik balik yang tidak terduga.

Setelah memutuskan mundur, tim The GrowTales tetap fokus mengerjakan proposal sejak Juli 2025. Dari momen itu, mereka memutuskan untuk tetap membawa ide yang sama ke ajang Entrepreneurship Award IX 2025.

“Kami gagal dikarenakan suatu hal yang tidak bisa dijelaskan. Makanya, kami jadi berpindah ke EA ini,” ujar Raihan (10/11).

Proses seleksi EA IX 2025 dimulai pada bulan Agustus. Kerja keras mereka terbayar ketika tim The GrowTales diumumkan lolos sebagai finalis pitching pada akhir Oktober.

 

Tim The GrowTales UII di atas podium Juara 3 Entrepreneurship Award IX 2025 kategori Rencana Bisnis.

 

The GrowTales: Aplikasi Edukasi Anak Berbasis Lingkungan dari UII

Inovasi The GrowTales menjadi aplikasi edukasi anak berbasis lingkungan yang menggabungkan pengalaman membaca, bermain, dan praktek berkebun.

The GrowTales menggabungkan tiga komponen, yaitu: 3D pop-up book, perlengkapan berkebun mini, dan aplikasi interaktif. Anak-anak bisa membaca cerita bertema lingkungan dari buku pop-up, melihat visualisasi proses pertumbuhan tanaman, lalu langsung mempraktekkannya dengan perlengkapan  berkebun yang sudah disediakan.

Desain 3D pop-up book The GrowTales, inovasi edukasi anak berbasis lingkungan karya mahasiswa UII.

 

Aplikasinya dapat diakses melalui pemindaian barcode atau QR Code pada buku produk. Di dalamnya terdapat animasi, narasi edukatif, mini games, dan kuis yang membantu anak memahami konsep berkebun dengan cara yang menyenangkan.

“Supaya ada kombinasi antara pembelajaran aktif, cinta lingkungan, dan literasi digital,” kata Raihan.

Tampilan aplikasi interaktif The GrowTales yang menggabungkan cerita, animasi, dan mini games edukatif.

Menurut tim, nilai paling kuat dari TheGrowTales adalah pendekatannya yang mengajak anak-anak merasakan pengalaman belajar yang utuh, yaitu dengan melihat, menyentuh, mencoba, dan memahami.

 

Kolaborasi Tiga Jurusan UII di Balik Sukses The GrowTales

Menariknya, perjalanan tim ini terbentuk dari serangkaian kebetulan. Dimas dari Rekayasa Tekstil menangani desain produk fisik, material, dan pengembangan pop-up book. Raihan dari Informatika mengembangkan aplikasi interaktif dan sistem barcode. Sedangkan Agha dari Psikologi berperan dalam merancang konten edukatif yang sesuai dengan perkembangan kognitif anak.

Walaupun baru bertemu, keragaman latar belakang ini malah menjadi kekuatan terbesar tim mereka.

“Walau beda jurusan, itulah yang bikin ide kami lebih kaya. Ada yang fokus teknologi, ada yang fokus desain produk, dan ada yang memahami psikologi anak,” ujar Raihan.

 

Pesan Raihan dan Tim untuk Kamu yang Ingin Berkompetisi

Sebagai penutup, Raihan memberi sedikit pesan untuk mahasiswa lain yang ingin mengikuti kompetisi:

“Mulai dari ide yang dekat dengan diri kamu dan lingkungan sekitar. Jangan tunggu ide sempurna, yang penting mulai dulu.”

“Cari tim yang saling melengkapi dan gak punya ego tinggi. Di lomba kayak gini, yang dinilai bukan cuma idenya, tapi juga kerja samanya.”

Perjalanan The GrowTales UII tadi membuktikan bahwa kegagalan bisa menjadi awal kesuksesan. Kadang, jalan memutar justru membawa kita ke pencapaian yang lebih besar.

Informasi pada link berikut:

Reguler: SE Dospem Pembimbing Skripsi TA Ganjil 2025-2026 Tahap 2
IP: SE Dospem pembimbing skripsi – IP TA Ganjil 2025 2026 Tahap 2

Assalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh,

Dalam rangka membantu mahasiswa yang mengalami kesulitan pembiayaan, Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Islam Indonesia (UII) akan memberikan Beasiswa Bantuan Biaya Pendidikan (B3P) Tahun Akademik 2025/2026 untuk mahasiswa Program Sarjana, dengan ketentuan umum, syarat, dan prosedur sebagai berikut:

Syarat penerima

  1. Terdaftar sebagai mahasiswa aktif program sarjana di FTI UII pada Semester Ganjil Tahun Akademik 2025/2026.
  2. Tidak sedang mendapatkan beasiswa dari lembaga/instansi manapun baik internal maupun
  3. Indeks Prestasi  Kumulatif  minimal  2,75.  (Untuk   mahasiswa Angkatan 2025 menggunakan nilai raport kelas XII).

Waktu dan Prosedur

  1. Pendaftaran dibuka tanggal 15 d 27 Oktober 2025 jam 16.00 WIB.
  2. Mengisi formulir pendaftaran melalui link https://bit.ly/B3PFTIUII
  3. Mengunggah (Semua file dijadikan satu file pdf sebelum diunggah):
    1. Print IPK dari UIIGateway (khusus mahasiswa Angkatan 2025 diganti dengan raport kelas XII).
    2. Scan Asli Kartu
    3. Surat Keterangan Penghasilan Orang
    4. Surat Pernyataan Tidak Sedang Menerima Beasiswa (Surat Pernyataan dapat di download melalui link: https://bit.ly/SyaraTSMB)

Demikian pengumuman ini disampaikan, harap menjadi perhatian.

Wassalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh.

 

Berikut ini surat edaran resminya:
SE Pengumuman Pemberian Beasiswa Bantuan Biaya Pendidikan (B3P)

 

Mahasiswa Program Studi Informatika Universitas Islam Indonesia (UII), Jihan Syahira Adnanda Putri, bersama tim berhasil meraih Juara 1 di UTU Awards 2025 pada kategori Riset Kewirausahaan. Tim ini beranggotakan Deriza Qurrotun A’yuni (Teknik Mesin) dan Eka Maryani Saputri (Kedokteran), dengan Ali Parkhan, M.T., sebagai dosen pembimbing.

Melalui riset yang bertajuk “Perancangan Model Bisnis Platform Rapid Diagnostic Kanker Paru Secara Noninvasif Menggunakan Biosensor Elektrokimia Terintegrasi Machine Learning”, tim perwakilan UII telah menghadirkan inovasi diagnosis kanker paru-paru yang cepat, akurat dan terjangkau. Kompetisi ini digelar secara nasional dan berlangsung di Universitas Teuku Umar, Meulaboh, Aceh.

 

Pulmonosis Bawa Solusi Deteksi Cepat Kanker Paru-Paru

Hasil riset Jihan dan tim dinamai Pulmonosis, lahir dari masalah deteksi kanker paru-paru yang selama ini masih mengandalkan metode konvensional yang bersifat invasif atau terasa menyakitkan, mahal, dan memakan waktu lama.

Pulmonosis hadir sebagai solusi portable, non-invasif, dan jauh lebih terjangkau. “Proses deteksi hanya membutuhkan 2–3 jam dengan sampel feses serta biaya kurang lebih 1,5 juta rupiah untuk 5 kali tes,” ungkap Jihan melalui keterangan tertulis pada 20 Oktober 2025 lalu. Dengan akurasi 92% untuk CLP dan 97% pada sistem machine learning, Pulmonosis memungkinkan diagnosis lebih cepat dan tepat bagi pasien dan tenaga medis.

 

Teknologi Canggih di Balik Inovasi Pulmonosis

Pulmonosis memanfaatkan kombinasi teknologi biosensor elektrokimia, perangkat IoT, dan machine learning untuk mendeteksi kanker paru-paru dalam waktu singkat. Alat ini dirancang agar mudah untuk digunakan oleh pasien. Berikut merupakan cara-caranya.

  1. Ambil sampel feses pasien
  2. Tempatkan sampel pada flexible electrode biosensor
  3. Biosensor deteksi kadar calprotectin (CLP)
  4. Sistem menampilkan pengukuran CLP dan LCSS form yang menilai kualitas hidup pasien
  5. Sistem memberikan rekomendasi apakah pasien perlu dirujuk ke rumah sakit atau tidak

Hasil pengukuran biosensor akan terkirim ke aplikasi mobile yang terintegrasi, sehingga pengguna atau tenaga medis bisa memantau hasilnya secara real-time. Inovasi teknologi ini membuat Pulmonosis tidak hanya akurat, tetapi juga mudah digunakan, cepat, dan bisa diterapkan di layanan kesehatan primer maupun di rumah.

 

Manfaat Pulmonosis Bagi Pasien dan Tenaga Medis

Pulmonosis karya Tim UII berhasil menyediakan berbagai manfaat nyata bagi dunia kesehatan. Inovasi ini diharapkan dapat membantu pasien dan tenaga medis dalam melakukan deteksi dini kanker paru-paru. Berdasarkan penjelasan sebelumnya, Pulmonosis menawarkan beberapa manfaat utama, yaitu:

  1. Deteksi dini kanker paru-paru secara cepat dan non-invasif
  2. Biaya lebih terjangkau dibanding metode konvensional
  3. Hasil akurat dan dapat diandalkan
  4. Memudahkan tenaga medis mengambil keputusan
  5. Pantauan real-time melalui aplikasi mobile terintegrasi
  6. Meningkatkan efisiensi layanan kesehatan, sehingga pasien tidak harus menunggu lama


Belajar dari Kesuksesan Jihan Syahira

Selain prestasi akademik, Jihan juga menekankan pentingnya ketekunan, kerja tim, dan semangat belajar. Dalam pengalamannya mengikuti berbagai kompetisi seperti Gemastik, LIDM, Satria Data, dan PKM, ia pun menyadari bahwa kegagalan bukan akhir dari segalanya, melainkan bagian dari proses belajar.

Setiap tantangan adalah kesempatan untuk belajar dan mematangkan kemampuan. Mimpi tidak akan datang sendiri, kita yang harus mengejarnya,” tegas Jihan. Pesan ini menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk tetap gigih, kreatif, dan tidak takut mencoba hal baru, terutama dalam bidang riset dan inovasi.

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Program Studi Informatika Universitas Islam Indonesia (UII). Prestasi tersebut diraih oleh Muhammad Daffa Raihan, mahasiswa Informatika angkatan 2022, yang berhasil membawa Medali Silver dalam ajang 14th International Innovation, Design, and Exhibition (INDES) 2025 di Malaysia.

Kompetisi internasional ini mempertemukan ratusan inovator muda dari berbagai negara. Daffa hadir membawa karya inovatif bertajuk HalalMate, sebuah aplikasi berbasis kecerdasan buatan yang membantu pengguna memastikan kehalalan produk makanan secara cepat dan akurat.

Dibimbing oleh Bapak Dr. Syarif Hidayat, S.Kom., M.I.T. dan Bapak Dhomas Hatta Fudholi, S.T., M.Eng., Ph.D., Daffa membuktikan bahwa teknologi dapat menjadi sarana dakwah modern sekaligus solusi praktis bagi masyarakat, terutama bagi umat Muslim yang gemar bepergian dan ingin tetap menjaga kehalalan konsumsi mereka.

Tentang Aplikasi HalalMate

HalalMate hadir sebagai sahabat traveler Muslim di seluruh dunia. Aplikasi ini dirancang untuk memindai produk makanan, menampilkan status kehalalannya, serta memberikan rekomendasi restoran halal di sekitar pengguna. Dengan desain antarmuka yang sederhana dan mudah digunakan, HalalMate dapat dimanfaatkan siapa saja yang peduli terhadap kejelasan bahan makanan yang dikonsumsi.

Di balik kemudahannya, HalalMate memanfaatkan teknologi OCR (Optical Character Recognition) berbasis OpenAI yang mampu mengenali teks dari gambar atau kemasan produk. Aplikasi ini juga menggabungkan pencarian data dari Google Maps serta fitur chatbot interaktif yang memberikan rekomendasi personal sesuai preferensi pengguna. Kombinasi teknologi ini menghadirkan pengalaman memilih makanan halal yang cepat, cerdas, dan praktis di mana pun pengguna berada.

Prestasi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa UII mampu menghadirkan inovasi yang bermanfaat, menggabungkan teknologi dan nilai-nilai Islam dalam satu karya nyata. Semoga langkah Daffa menginspirasi mahasiswa lain untuk terus berkarya, berani berinovasi, dan membawa nama baik Indonesia di kancah internasional.

Mahasiswa Reguler:

SE Dospem pembimbing skripsi TA Ganjil 2025 2026 Tahap 1

 

Mahsiswa IP (International Program Students):

SE Dospem pembimbing skripsi – IP TA Ganjil 2025 2026 Tahap 1