Wakil Dekan Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Islam Indonesia (UII), Dr. Agus Mansyur, melakukan kunjungan ke Taiwan dan menjalin kerja sama dengan Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Taiwan untuk menyelenggarakan sebuah acara pada Sabtu, 17 Mei 2026, di kantor PCINU Taiwan. Dalam rangkaian acara tersebut, salah satu agenda yang dihadirkan adalah pengenalan Program S1 Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) Informatika UII kepada komunitas pekerja migran Indonesia di Taiwan. Presentasi disampaikan oleh Fietyata Yudha, Ph.D, dosen PJJ Informatika UII, yang memaparkan secara lengkap keunggulan dan mekanisme program ini.

Menjawab Tantangan Pekerja Migran Indonesia di Taiwan

Banyak pekerja migran Indonesia di Taiwan yang memiliki keinginan kuat untuk meningkatkan keahlian dan meraih gelar sarjana, namun terkendala oleh jadwal kerja shift yang padat serta lokasi yang jauh dari kampus konvensional. Di sisi lain, peluang di sektor ekonomi digital terus berkembang pesat — kebutuhan talenta IT seperti programmer, data scientist, dan system analyst melonjak tajam, dengan banyak posisi yang menawarkan skema remote working dan gaji kompetitif.

Program S1 PJJ Informatika UII hadir sebagai solusi agar pekerja migran tidak perlu memilih antara bekerja atau kuliah. Seluruh proses belajar mengajar dilaksanakan 100% secara online, sehingga mahasiswa dapat mengikuti perkuliahan dari mana saja tanpa perlu pulang ke Indonesia hingga saat wisuda. Tersedia pula opsi waktu fleksibel, baik penuh waktu (lulus 4 tahun) maupun paruh waktu (lulus 5 tahun), yang dapat disesuaikan dengan beban kerja masing-masing.

Kualitas Terjamin dengan Biaya Terjangkau

UII merupakan universitas Islam tertua di Indonesia yang berdiri sejak 1945, dengan akreditasi institusi “Unggul” dari BAN-PT dan peringkat 501–520 kampus terbaik Asia versi QS Asia University Rankings 2025. Program PJJ Informatika sendiri telah resmi meraih akreditasi “Baik” dari LAM-Infokom. Kurikulum yang diterapkan setara dengan program reguler, mencakup 144 SKS dengan gelar Sarjana Komputer (S.Kom) yang identik. Mahasiswa dibimbing oleh 44 dosen berkualifikasi S2 dan S3 lulusan universitas terkemuka dari berbagai negara, serta didampingi minimal dua tutor di setiap kelas online.

Dari sisi biaya, program ini sangat terjangkau bagi pekerja migran. Uang Kuliah Semester (UKS) hanya Rp 4.000.000 per semester (sekitar 8.000 NTD), dengan opsi cicilan dua kali pembayaran. Uang Kuliah Awal (UKA) sebesar Rp 1.000.000 juga dapat dicicil hingga delapan kali selama dua tahun. Mahasiswa juga mendapat akses penuh ke ekosistem TI premium UII, termasuk Zoom Premium, Google Education Suite, lisensi Microsoft 365, serta perpustakaan digital global berisi ribuan jurnal internasional.

Langkah Pendaftaran dan Informasi Lebih Lanjut

Pendaftaran dapat dilakukan secara online melalui situs admisi.uii.ac.id dengan tiga langkah sederhana: membuat Nomor Induk Utama (NIU), memilih jalur masuk PJJ Informatika, lalu menyelesaikan registrasi. Tersedia jalur pendaftaran khusus bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) dengan persyaratan berupa nilai rapor dua semester terakhir.

Bagi yang ingin berkonsultasi lebih lanjut, silakan menghubungi tim PJJ UII melalui WhatsApp di 0815 1121 0101 (Admin PJJ) atau 0811 260 8844 (Chat Resmi PMB UII), maupun melalui email di [email protected]. Informasi terkini juga dapat dipantau melalui akun Instagram @pjj.informatics.uii atau situs informatics.uii.ac.id/pjj.

Program Studi Informatika Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) Universitas Islam Indonesia (UII) kembali menggelar webinar seri ke-7 pada Sabtu, 9 Mei 2026, pukul 19.30 WIB melalui Zoom Meeting. Webinar kali ini mengangkat tema “Personal Branding untuk Mahasiswa Digital: Manifestasi Insan Ulil Albab” dengan menghadirkan Dr. Ahmad Lutfi, S.Kom., M.Kom., dosen Jurusan Informatika Fakultas Teknologi Industri UII sekaligus Asesor LAM Infokom, sebagai narasumber. Acara ini terbuka untuk umum dan dapat diikuti secara gratis.

Mengapa Personal Branding Penting bagi Mahasiswa di Era Digital?

Webinar ini berangkat dari kenyataan bahwa setiap unggahan, komentar, dan profil di media sosial meninggalkan jejak digital yang membentuk citra diri seseorang. Jejak tersebut tidak hanya terekam saat itu saja, tetapi bisa menjadi artifak di masa depan. Narasumber mengajak mahasiswa dan peserta umum untuk membangun identitas digital yang tidak sekadar pencitraan semu, melainkan berlandaskan nilai, ilmu, dan kebermanfaatan.

Namun demikian, personal branding selama ini cenderung dipahami sebagai cara mempercantik citra di ruang publik, di mana jumlah likes, views, dan followers menjadi tolok ukur keberhasilan. Kondisi ini justru memunculkan tiga masalah, yaitu pencitraan tanpa isi, ketergantungan pada validasi angka, serta kesenjangan antara pribadi versi online dan karakter aslinya. Akibatnya, tidak jarang generasi muda termasuk mahasiswa mengalami kelelahan identitas.

Konsep Ulil Albab dan Prinsip Personal Branding Islami

Sebagai penyeimbang, narasumber menawarkan kerangka berpikir berbasis konsep ulil albab sebagaimana tertulis dalam Al-Qur’an Surat Ali Imran ayat 190–191. Mahasiswa diajak menyatukan tiga gerakan dinamis: zikir (mengingat Allah dan menjaga niat), fikir (berpikir kritis dan belajar sepanjang waktu), serta amal (mewujudkan ilmu menjadi karya nyata). Ketiga gerakan ini menjadi pilar utama dalam membangun identitas digital yang autentik dan bermakna.

Selain itu, dikenalkan pula empat prinsip utama dalam membangun personal branding, yakni ikhlas (memurnikan niat), sidiq (kejujuran dan keselarasan ucapan dengan tindakan), amanah (integritas dalam segala situasi), dan tawadhu (rendah hati tanpa merendahkan orang lain). Pesan utama bagi mahasiswa adalah membangun identitas digital yang dapat dipercaya, fokus pada manfaat bagi orang banyak, dan menjadikan platform digital sebagai kendaraan ibadah.

Ikuti Webinar PJJ Informatika UII Berikutnya

Webinar PJJ Informatika UII digelar secara rutin setiap bulan dan telah memasuki seri ke-7. Setiap edisi menghadirkan narasumber kompeten dengan topik yang relevan bagi mahasiswa, khususnya di bidang teknologi informasi dan pengembangan diri.

Untuk informasi mengenai webinar berikutnya, silakan pantau akun Instagram @pjj.informatics.uii atau kunjungi situs informatics.uii.ac.id/pjj.

Program Studi Informatika Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) Universitas Islam Indonesia (UII) turut ambil bagian dalam FTI Expo 2026, pameran dari Fakultas Teknologi Industri UII yang berlangsung pada 8–12 April 2026 di Pakuwon Mall, Yogyakarta. Di antara seluruh program studi yang berpartisipasi, PJJ Informatika UII hadir dengan tawaran yang relevan bagi generasi muda masa kini: meraih gelar Sarjana Informatika secara fleksibel, tanpa terhalang jarak maupun kesibukan.

Puncak partisipasi PJJ Informatika dalam expo ini adalah sesi presentasi khusus pada hari terakhir, Ahad 12 April 2026 pukul 11.00–12.00. Ari Sujarwo, S.Kom., MIT, dosen sekaligus tim perintis PJJ Informatika UII, tampil langsung memaparkan profil, keunggulan, dan peluang karier lulusan PJJ Informatika UII. Beliau menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan mereka yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi di bidang teknologi informasi namun terkendala oleh jarak, pekerjaan, atau faktor geografis. Lulusan program ini disiapkan untuk mengisi posisi-posisi strategis di dunia digital seperti Software Engineer, Data Analyst, hingga IT Consultant.

PJJ Informatika UII mengusung nilai-nilai khas Universitas Islam Indonesia, yakni integrasi ilmu dan nilai Islam yang membentuk karakter unggul berintegritas (Ulil Albab), didukung akses ke perpustakaan digital, jurnal ilmiah, serta jaringan internasional yang telah diakui secara global. Bagi calon mahasiswa di luar Yogyakarta pun, UII memastikan pengalaman belajar yang kondusif dan inklusif meski dijalani dari jarak jauh.

Untuk memeriahkan sesi dan menarik minat peserta, panitia menyiapkan doorprize berupa mushaf travel size, tumbler eksklusif PJJ, dan e-wallet. Respon peserta sangat antusias, mencerminkan tingginya minat masyarakat terhadap opsi kuliah jarak jauh berkualitas. Informasi lebih lanjut mengenai PJJ Informatika UII dapat diakses melalui Instagram @pjj.informatics.uii atau situs resmi informatics.uii.ac.id/pjj.

Yogyakarta — Program Studi Informatika Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) Universitas Islam Indonesia (UII) sukses menyelenggarakan PJJ START — Student Ta’aruf Academic Relation Talk — pada Selasa, 7 April 2026. Acara yang berlangsung secara hybrid di Learning Space 2, FTI UII, sekaligus melalui Zoom Meeting ini menjadi ajang orientasi akademik bagi mahasiswa baru Informatika PJJ pada Semester Genap 2025/2026. Kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB dan berjalan lancar hingga siang hari.

Rangkaian acara meliputi penjelasan akademik oleh Kaprodi, perkenalan dosen, tutor, tenaga kependidikan, dan asisten, hingga sesi sharing bersama alumni Informatika UII. Salah satu sesi yang paling dinantikan adalah Short Training seputar UII Gateway, Email UII-MFA, dan Classroom yang dipandu oleh Badan Sistem Informasi UII. Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan ini, Reyhandri Muhammad Naufal, S.Kom dari Badan Sistem Informasi UII, Bamasatya Hendraprasta, S.Kom selaku alumni Informatika UII, serta Erika Ramadhani, S.T., M.Eng dari ITCentrum UII. Acara ditutup dengan sesi Perkenalan ITCentrum, tur fasilitas Informatika, dan makan siang bersama.

Semangat dan antusiasme mahasiswa baru tampak luar biasa, bahkan sebelum acara resmi dimulai. Salah satu peserta, Kak Elsa, rela menempuh perjalanan jauh dari Magetan menuju Yogyakarta dengan menaiki bus sejak pukul 02.00 dini hari demi tiba di kampus UII tepat waktu pukul 08.00 pagi. Tak kalah bersemangat, Kak Farid pun sudah bergegas berangkat usai menunaikan salat Subuh. Dedikasi para mahasiswa ini menjadi cerminan nyata komitmen mereka dalam menjalani perkuliahan jarak jauh di Informatika UII.

PJJ START diharapkan menjadi bekal awal yang kuat bagi mahasiswa baru dalam memahami sistem akademik, mengenal lingkungan kampus, serta membangun jejaring dengan sesama mahasiswa, dosen, dan alumni. Program Studi Informatika PJJ UII berkomitmen untuk terus mendukung mahasiswanya agar dapat menjalani perkuliahan secara optimal, di mana pun mereka berada.