Program Studi Informatika Program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) Universitas Islam Indonesia (UII) menyelenggarakan webinar pengembangan diri secara daring dengan tema “Sibuk Kuliah Bukan Alasan Jauh dari Agama”. Kegiatan ini menghadirkan Ahmad Fathan Hidayatullah, Ph.D., dosen Program Studi Informatika UII, alumni Universiti Brunei Darussalam, sekaligus alumni Ma’had Ilmi Yogyakarta. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diajak untuk memandang kesibukan kuliah sebagai bagian dari ibadah, tanpa mengabaikan kewajiban mempelajari dan mengamalkan ajaran Islam sebagai bekal kehidupan di dunia dan akhirat.
Dalam pemaparannya, Ahmad Fathan mengajak peserta untuk melakukan refleksi terhadap tujuan menuntut ilmu. Mengawali materi dengan firman Allah dalam QS. Al-Hasyr ayat 18, ia mengingatkan bahwa setiap muslim hendaknya tidak hanya mengevaluasi pencapaian akademik, tetapi juga mempersiapkan bekal untuk kehidupan akhirat. Ia juga menekankan pentingnya menuntut ilmu sebagaimana perintah Allah dalam QS. Thaha ayat 114, “Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan.” Menurutnya, semangat seorang mahasiswa dalam belajar seharusnya tidak berhenti pada pencapaian nilai, IPK, atau gelar, tetapi juga diarahkan untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah.
Pemateri menjelaskan bahwa setiap muslim memiliki kewajiban mempelajari ilmu agama yang bersifat fardu ‘ain, seperti akidah, tauhid, bersuci, salat, serta berbagai hukum yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Di sisi lain, ilmu-ilmu umum yang dipelajari di perguruan tinggi merupakan bagian dari fardu kifayah yang sangat dibutuhkan umat. Karena itu, keduanya tidak perlu dipertentangkan. Kuliah untuk mempelajari ilmu-ilmu umum justru dapat bernilai ibadah apabila diniatkan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat dan tetap berada dalam tuntunan syariat. Ia juga menegaskan bahwa menjadi seorang muslim tidak harus menjadi ustaz, tetapi setiap muslim wajib memiliki dasar ilmu agama yang kuat sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan dan profesinya.
Sebagai penutup, Ahmad Fathan mengingatkan bahwa penyebab seseorang jauh dari agama sering kali bukan karena kesibukan, melainkan karena kurangnya prioritas. Ia membagikan beberapa langkah sederhana yang dapat diterapkan mahasiswa, yaitu meluruskan niat dalam menuntut ilmu, mengenali prioritas antara kewajiban dan aktivitas pendukung, membiasakan diri berada di lingkungan yang baik, mengatur waktu antara kuliah dan belajar agama, serta memperbanyak doa memohon kemudahan kepada Allah. Ia juga menekankan pentingnya membangun kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten, sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ, “Amalan yang paling dicintai Allah adalah amalan yang dilakukan secara terus-menerus meskipun sedikit.” (HR. Muslim). Melalui webinar ini, peserta diharapkan semakin menyadari bahwa kesuksesan seorang muslim tidak hanya diukur dari gelar akademik, tetapi juga dari ilmu yang mendekatkannya kepada Allah, memberikan manfaat bagi sesama, serta menjadi bekal menuju kehidupan akhirat.



