Ngabuburit Talk: Mahasiswa International Program Informatika UII Antusias Diskusi Publikasi Ilmiah

Yogyakarta, 3 Maret 2026 — Program studi International Program Informatika Universitas Islam Indonesia (UII) jenjang S-1 menggelar kegiatan Ngabuburit Talk pada Selasa, 3 Maret 2026, pukul 16.00–17.00 WIB. Acara yang dikemas dalam suasana santai menjelang berbuka puasa ini menghadirkan tiga narasumber berlatar belakang beragam: Dr. Nur Wijayaning R. , dosen Informatika UII yang juga dikenal sebagai penulis buku teks dan artikel ilmiah dengan rekam jejak publikasi yang luas; Ahmad Fathan H., Ph.D., dosen Informatika UII sekaligus kolaborator internasional yang aktif bekerja sama dengan peneliti dari berbagai penjuru dunia dan produktif menghasilkan artikel ilmiah; serta Abdullah M.A.A. Alhwyji, S.Kom., lulusan Informatika IP yang semasa masih menjadi mahasiswa S-1 telah berhasil mempresentasikan penelitiannya di seminar internasional.

Sesi diskusi berlangsung hidup dengan paparan pengalaman nyata dari masing-masing narasumber. Dr. Nur Wijayaning menekankan pentingnya motivasi publikasi bagi mahasiswa S-1, sekaligus berbagi strategi manajemen waktu skripsi agar kegiatan riset dan penulisan laporan serta artikel dapat berjalan lancar. Sementara itu, Ahmad Fathan, Ph.D. menguraikan pengalamannya dalam proses publikasi dan memberikan panduan praktis mengenai cara memilih outlet yang tepat, baik jurnal ilmiah maupun seminar, dengan mempertimbangkan reputasi, indeksasi, dan kesesuaian topik penelitian. Selain itu, beliau juga menjelaskan mengenai jurnal predator yang umumnya dicirikan dengan “pay to publish”, yaitu penulis diminta untuk membayar sejumlah tertentu dan artikelnya dijamin diterima dalam hitungan hari. Abdullah, sebagai narasumber muda, berbagi alasannya memilih ICITDA 2025 sebagai ajang presentasi perdananya di level internasional; antara lain karena lokasi penyelenggaraan di Indonesia, seminar diselenggarakan langsung oleh UII, dan prosiding telah terindeks IEEE sehingga memberikan nilai akademik yang signifikan.

Sesi tanya jawab yang dikawal MC Bravestama Isa turut menyumbang warna tersendiri dalam acara ini. Salah satu pertanyaan yang menarik perhatian peserta adalah apakah diperbolehkan mengumpulkan sebuah makalah ke jurnal dan konferensi secara bersamaan. Dr. Nur Wijayaning menjawab bahwa hal tersebut diperbolehkan, dengan catatan penting bahwa isi atau substansi kedua makalah harus berbeda; bukan sekadar mengganti kemasan dari karya yang sama. Pertanyaan lain yang tak kalah relevan datang dari peserta yang menanyakan bagaimana peneliti muda dapat mulai membangun jaringan dengan kolaborator internasional. Ahmad Fathan, Ph.D. menyarankan agar mahasiswa mulai menelusuri profil peneliti melalui Google Scholar atau LinkedIn, atau memanfaatkan relasi dosen pembimbing skripsi masing-masing sebagai pintu masuk ke jejaring internasional.

Ngabuburit Talk menjadi bukti nyata komitmen International Program Informatika UII dalam membekali mahasiswanya tidak hanya dengan ilmu teknis, tetapi juga dengan literasi publikasi dan semangat kolaborasi global. Antusiasme peserta yang tinggi sepanjang sesi menunjukkan bahwa topik ini sangat relevan dan dinantikan oleh mahasiswa, sekaligus membuka harapan agar kegiatan serupa dapat terus digelar secara berkelanjutan di masa mendatang.