Pesantren Sains Data (PSD) 1447 H yang diinisiasi Center of Data Science (CDS) Universitas Islam Indonesia (UII) menghadirkan perpaduan unik antara pembelajaran sains data dan nilai spiritualitas di bulan Ramadan. Acara ini diselenggarakan dalam empat sesi pada 25–26 Februari dan 4–5 Maret 2026, pukul 15.45–17.45 WIB. Setiap sesi terdiri dari materi inti dan kultum yang saling melengkapi.

Pada sesi materi inti di hari pertama, Fietyata Yudha, PhD, dosen Program Studi Informatika UII, membuka dengan tema “Behind Model Accuracy: Investigating the Influence of Metadata in IDS Datasets”, menyoroti bahaya shortcut learning pada model IDS yang bisa salah belajar dari metadata alih-alih mengenali pola serangan sebenarnya. 

Pada hari kedua, Gusti Ahmad Fanshuri Alfarisy, PhD, dosen Prodi Informatika Institut Teknologi Kalimantan, melanjutkan dengan tema “Building Trustworthy Generative AI: Introduction to Retrieval Augmented Generation”. Beliau membahas bagaimana RAG mengatasi “halusinasi” AI generatif melalui basis data vektor dan pengetahuan eksternal. 

Agenda PSD di hari pertama pekan kedua diisi oleh Endang Wahyu Pamungkas, PhD, yang merupakan dosen Program Studi Informatika Universitas Muhammadiyah Surakarta. Beliau menyajikan tema “Mining Toxicity and Hate Speech in Indonesian Social Media: Challenges, Methods, and Future Directions”. Dalam sesi ini, beliau mengupas tantangan deteksi ujaran kebencian yang bermutasi ke bentuk meme dan bahasa campuran. 

Sesi terakhir PSD diisi oleh Dr. Hendrik, dosen Program Studi Informatika UII. Beliau membawakan tema “From Web to Structured Data: An LLM-Augmented Approach to Knowledge Extraction”. Secara umum, beliau membahas transformasi data web tidak terstruktur menjadi pengetahuan yang tersusun sistematis.

Selain sesi materi yang berkaitan dengan sains data, agenda PSD 1447 H juga menyajikan sesi ceramah singkat keagamaan yang diisi oleh dosen dari Program Studi Informatika UII. Empat sesi ceramah tersebut memberikan perspektif spiritual yang memperkaya diskusi teknis. Dr. Syarif Hidayat, M.I.T., menekankan pentingnya berbaik sangka kepada Allah sebagai penawar kecemasan akademis. Ahmad Fathan Hidayatullah, Ph.D., menyampaikan tiga pilar kebahagiaan muslim: syukur, sabar, dan istighfar. Chanifah Indah Ratnasari, M.Kom., mengingatkan kewajiban tabayyun di era ledakan informasi agar tidak menjadi penyebar fitnah. Terakhir, Dr. (Cand.) Kholid Haryono, M.Kom., mengajak refleksi tentang posisi manusia sebagai hamba di hadapan keluasan ilmu Allah.

Perpaduan kedua sisi ini membentuk pesan utama: ekosistem digital yang sehat membutuhkan algoritma yang presisi sekaligus operator manusia yang berintegritas. Sebagaimana data harus dibersihkan dari bias agar akurat, setiap individu juga perlu menjaga kejernihan karakter dalam menghadapi tantangan era digital.

Pesantren Sains Data 1447 H menegaskan bahwa penguasaan teknologi harus berjalan seiring dengan ketaatan spiritual. Inovasi sains data tidak cukup berhenti pada angka akurasi, tetapi harus menjadi sumbangsih nyata yang berlandaskan nilai kemanusiaan.

Suasana menjelang berbuka tak menghalangi semangat para mahasiswa untuk belajar. Jumat, 6 Maret 2026, Program Studi Informatika FTI UII menggelar Ngabuburit Talk bertema Publikasi Skripsi, sebuah sesi santai yang membahas cara mengubah skripsi menjadi artikel ilmiah. Dipandu oleh MC Wilda Maulida, acara yang berlangsung pukul 16.00–17.00 WIB ini menghadirkan tiga pembicara dengan latar belakang dan pengalaman publikasi yang beragam.

Pembicara pertama, Dr. Nur Wijayaning R., penulis produktif sekaligus reviewer jurnal dan seminar ilmiah, membagikan panduan praktis memilih tempat publikasi yang tepat. Ia menekankan pentingnya memilih jurnal atau konferensi yang kredibel (seperti yang terindeks Scopus atau Sinta) dan mengingatkan mahasiswa untuk waspada terhadap jurnal predator maupun konferensi abal-abal yang justru bisa merusak reputasi akademik. “Pilih venue yang benar,” pesannya.

Giliran Dr. Hendrik, peneliti produktif berpengalaman di publikasi jurnal dan seminar internasional, yang meluruskan tiga mitos yang kerap menghantui mahasiswa: proses publikasi yang dianggap rumit dan lama, hambatan kemampuan bahasa asing, serta standar kelayakan karya ilmiah yang terasa terlalu tinggi. Menurutnya, proses publikasi jauh lebih sederhana dari yang dibayangkan, dan reviewer pun lebih menghargai kontribusi riset yang jelas ketimbang kesempurnaan tata bahasa.

Sesi penutup menjadi yang paling menginspirasi, ketika Pandu N. A. Dewanto, seorang mahasiswa S-1 Informatika UII yang hobi ngulik, berbagi perjalanan nyatanya: dari mengerjakan skripsi seperti biasa, hingga akhirnya menerima acceptance letter dari International Conference on Information Technology and Education Technology (ITET 2026), konferensi internasional di Hiroshima, Jepang. Prosesnya dimulai dari konsultasi bersama Bu Nur, lalu bergerak cepat mempersiapkan paper mengikuti format konferensi, hingga kini sedang berlatih presentasi dan menyiapkan dokumen keberangkatan. Kisah Pandu membuktikan bahwa publikasi ilmiah bukan monopoli mahasiswa S-3 karena skripsi yang kamu kerjakan hari ini, bisa jadi paper yang dipresentasikan di luar negeri besok.

Ngabuburit Talk kali ini menutup sore dengan pesan yang sederhana namun kuat: skripsi bukan sekadar syarat kelulusan. Di tangan mahasiswa yang mau berusaha, skripsi bisa menjadi kontribusi nyata bagi ilmu pengetahuan dan tiket pertama menuju panggung riset dan jejaring yang lebih luas.

 

 

 

 

 

 

Laboratorium SIRKEL memanggil talenta terbaik mahasiswa informatika untuk mendukung Perkuliahan Fundamen Pengembangan Aplikasi & Pengembangan Sistem Informasi (Semester Genap). Daftarkan dirimu sebagai asisten laboratorium SIRKEL dengan mengisi form di bawah ini.

Syarat:

  • Mempunyai minat membimbing praktikum dituliskan dałam Pernyataan Motivasi
  • Lulus Mata Kuliah FPA dan atau PSI (jika sudah menempuh) untuk semester ganjil dengan nilai minimal A/B, ditunjukkan melalui KHS
  • Berkomitmen dengan jadwal asistensi yang akan disepakati
Benefit menjadi Asisten Lab. SIRKEL :
  • Insentif/Vakasi Asisten Lab. SIRKEL
  • Pelatihan Asisten Lab. SIRKEL
  • Akses dan Fasilitas Khusus Laboratorium bagi Asisten Lab. SIRKEL
Selamat mengikuti proses rekrutmen Asisten Lab. SIRKEL, kami tunggu submission-nya hingga tanggal 10 Maret 2026.
Laboratorium SIRKEL
Kalab:  Dr. Novi Setiani, S.T., M.T.
[email protected]

Yogyakarta, 3 Maret 2026 — Program studi International Program Informatika Universitas Islam Indonesia (UII) jenjang S-1 menggelar kegiatan Ngabuburit Talk pada Selasa, 3 Maret 2026, pukul 16.00–17.00 WIB. Acara yang dikemas dalam suasana santai menjelang berbuka puasa ini menghadirkan tiga narasumber berlatar belakang beragam: Dr. Nur Wijayaning R. , dosen Informatika UII yang juga dikenal sebagai penulis buku teks dan artikel ilmiah dengan rekam jejak publikasi yang luas; Ahmad Fathan H., Ph.D., dosen Informatika UII sekaligus kolaborator internasional yang aktif bekerja sama dengan peneliti dari berbagai penjuru dunia dan produktif menghasilkan artikel ilmiah; serta Abdullah M.A.A. Alhwyji, S.Kom., lulusan Informatika IP yang semasa masih menjadi mahasiswa S-1 telah berhasil mempresentasikan penelitiannya di seminar internasional.

Sesi diskusi berlangsung hidup dengan paparan pengalaman nyata dari masing-masing narasumber. Dr. Nur Wijayaning menekankan pentingnya motivasi publikasi bagi mahasiswa S-1, sekaligus berbagi strategi manajemen waktu skripsi agar kegiatan riset dan penulisan laporan serta artikel dapat berjalan lancar. Sementara itu, Ahmad Fathan, Ph.D. menguraikan pengalamannya dalam proses publikasi dan memberikan panduan praktis mengenai cara memilih outlet yang tepat, baik jurnal ilmiah maupun seminar, dengan mempertimbangkan reputasi, indeksasi, dan kesesuaian topik penelitian. Selain itu, beliau juga menjelaskan mengenai jurnal predator yang umumnya dicirikan dengan “pay to publish”, yaitu penulis diminta untuk membayar sejumlah tertentu dan artikelnya dijamin diterima dalam hitungan hari. Abdullah, sebagai narasumber muda, berbagi alasannya memilih ICITDA 2025 sebagai ajang presentasi perdananya di level internasional; antara lain karena lokasi penyelenggaraan di Indonesia, seminar diselenggarakan langsung oleh UII, dan prosiding telah terindeks IEEE sehingga memberikan nilai akademik yang signifikan.

Sesi tanya jawab yang dikawal MC Bravestama Isa turut menyumbang warna tersendiri dalam acara ini. Salah satu pertanyaan yang menarik perhatian peserta adalah apakah diperbolehkan mengumpulkan sebuah makalah ke jurnal dan konferensi secara bersamaan. Dr. Nur Wijayaning menjawab bahwa hal tersebut diperbolehkan, dengan catatan penting bahwa isi atau substansi kedua makalah harus berbeda; bukan sekadar mengganti kemasan dari karya yang sama. Pertanyaan lain yang tak kalah relevan datang dari peserta yang menanyakan bagaimana peneliti muda dapat mulai membangun jaringan dengan kolaborator internasional. Ahmad Fathan, Ph.D. menyarankan agar mahasiswa mulai menelusuri profil peneliti melalui Google Scholar atau LinkedIn, atau memanfaatkan relasi dosen pembimbing skripsi masing-masing sebagai pintu masuk ke jejaring internasional.

Ngabuburit Talk menjadi bukti nyata komitmen International Program Informatika UII dalam membekali mahasiswanya tidak hanya dengan ilmu teknis, tetapi juga dengan literasi publikasi dan semangat kolaborasi global. Antusiasme peserta yang tinggi sepanjang sesi menunjukkan bahwa topik ini sangat relevan dan dinantikan oleh mahasiswa, sekaligus membuka harapan agar kegiatan serupa dapat terus digelar secara berkelanjutan di masa mendatang.

Yogyakarta, 25 Februari 2026 — Jurusan Informatika Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Islam Indonesia (UII) menerima kunjungan dari Heilbronn University of Applied Sciences (HHN), Jerman, pada Rabu (25/2). Ms Janice Au selaku Internationalization Officer of Faculty of Computer Science HHN hadir sebagai perwakilan universitas tersebut untuk membahas peluang kerjasama akademik antara kedua institusi. Pertemuan berlangsung di Ruang Sidang Dekanat FTI dan disambut langsung oleh Dr. Arif Hidayat (Wakil Dekan Bidang Keagamaan, Kemahasiswaan, dan Alumni FTI), Dr. Raden Teduh Dirgahayu (Ketua Jurusan Informatika), serta Dr. Nur Wijayaning R. (Ketua Program Studi PJJ Informatika).

Agenda utama yang dibahas dalam pertemuan ini adalah program pertukaran mahasiswa. Melalui skema kerjasama ini, HHN akan memberikan beasiswa kepada mahasiswa Informatika UII, baik jenjang S1 maupun S2, untuk menempuh perkuliahan selama satu semester di Jerman. Selain memperoleh bantuan biaya hidup (living cost), mahasiswa yang terpilih juga akan mendapatkan fasilitas kursus bahasa Jerman secara gratis. Nilai mata kuliah yang ditempuh di HHN pun dapat dikonversikan ke dalam transkrip akademik UII, sehingga tidak menghambat progres studi mahasiswa.

Selama menempuh studi di HHN, mahasiswa berkesempatan mengambil berbagai mata kuliah yang ditawarkan dalam bahasa Inggris. Tidak hanya itu, mahasiswa juga dapat berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan kemahasiswaan di lingkungan kampus HHN, sehingga memberikan pengalaman internasional yang menyeluruh. Pendaftaran terdekat untuk program ini akan dibuka pada 1 Mei 2026, dengan proses seleksi dilakukan di tingkat Program Studi Informatika UII. Mahasiswa yang lolos seleksi selanjutnya akan diarahkan dan difasilitasi oleh International Office HHN.

Selain program pertukaran mahasiswa, kedua pihak juga membahas potensi kerjasama di bidang riset, termasuk partisipasi HHN dalam ICITDA 2026 (International Conference on Information Technology and Digital Applications) yang diselenggarakan oleh Informatika UII. Kerjasama ini semakin memperkaya portofolio kolaborasi internasional Informatika UII dengan berbagai universitas di luar negeri.

Usai sesi diskusi, Ms. Janice Au berkesempatan mengunjungi fasilitas akademik Informatika UII, meliputi ruang kelas dan laboratorium di lantai 1 dan 2 Gedung Wahid Hasyim FTI. Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah awal yang konkret bagi terjalinnya kerjasama yang saling menguntungkan antara Informatika UII dan HHN di masa mendatang.

 

“Deadline bukan garis akhir yang menakutkan. Deadline adalah pemicu fokus. Fokus melahirkan disiplin. Disiplin membentuk kompetensi. Kompetensi membawa ke success line.”

– Prof. Dr. Sri Kusumadewi, S.Si, M.T.

 

Deadline. Kata yang mungkin paling tidak disukai namun paling familiar di telinga mahasiswa, dosen, bahkan profesional. Rasa panik saat deadline mendekat, begadang untuk mengejar tenggat waktu, atau stres karena tugas menumpuk—semuanya menjadi pengalaman yang hampir universal. Menyadari tantangan ini, Program Studi Informatika Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) Universitas Islam Indonesia menyelenggarakan webinar bertajuk “Dari Deadline menuju Success Line: Prioritas Waktu” yang menghadirkan Prof. Dr. Sri Kusumadewi, S.Si, M.T. sebagai narasumber. Webinar yang berlangsung pada Sabtu, 14 Februari 2026, melalui platform Zoom dan YouTube ini berhasil menarik antusiasme luar biasa dengan lebih dari 140 pendaftar dari seluruh penjuru nusantara.

 

Dalam sambutannya, Kaprodi Informatika PJJ UII, Dr. Nur Wijayaning, menyampaikan bahwa webinar ini merupakan kelanjutan dari seri pengembangan diri bertema manajemen waktu dan prioritas, menyusul kesuksesan webinar sebelumnya pada Januari 2026 dari Prof. Fathul Wahid bertajuk “Kerja Lancar, Kuliah Kelar“. Keberhasilan seri webinar ini tercermin dari keberagaman peserta yang mendaftar—sebanyak 144 pendaftar berasal dari 23 provinsi dan 60 institusi berbeda di Indonesia, menunjukkan bahwa isu manajemen waktu menjadi kebutuhan universal lintas geografis dan sektor. Dari sisi geografis, DIY mendominasi dengan 45 peserta (31,25%), diikuti Jawa Tengah dengan 31 peserta (21,53%), sementara sepertiga peserta (33,33%) berasal dari luar Jawa—mulai dari Papua Pegunungan hingga Sumatra. Dari sisi institusi, UII menyumbang 53 pendaftar (36,81%), namun yang menarik adalah kehadiran 12 peserta (8,33%) dari instansi pemerintahan seperti Bapenda, Sekretariat Daerah, dan berbagai dinas—menunjukkan bahwa manajemen waktu menjadi concern tidak hanya di dunia akademik tetapi juga di birokrasi pemerintahan.

 

Dalam paparannya, Prof. Sri Kusumadewi (akrab dipanggil Prof. Cicie) menekankan bahwa deadline bukanlah garis akhir yang menakutkan, melainkan pemicu fokus yang strategis. “Deadline bukan garis akhir yang menakutkan. Deadline adalah pemicu fokus. Fokus melahirkan disiplin. Disiplin membentuk kompetensi. Kompetensi membawa ke success line,” ujar Prof. Cicie menjelaskan konsep roadmap dari deadline menuju kesuksesan. Beliau memaparkan bahwa mindset yang benar terhadap deadline dapat mengubahnya dari sumber stres menjadi alat manajemen yang powerful. Ketika seseorang memiliki deadline yang jelas, ia akan lebih fokus pada prioritas, yang kemudian mendorong disiplin dalam eksekusi, mengasah kompetensi melalui pengalaman, dan akhirnya mencapai garis sukses yang diinginkan.

 

Prof. Cicie juga membagikan lima strategi praktis dalam memilih prioritas secara strategis. Pertama, mulai dari deadline (batas waktu): identifikasi mana yang paling dekat jatuh temponya dan mana yang memiliki konsekuensi terbesar jika terlambat, karena deadline membantu menyaring urgensi. Kedua, ukur dampak (impact thinking): tanyakan apakah tugas ini berdampak pada nilai, reputasi, atau kinerja, dan apakah tugas ini memengaruhi orang lain. Ketiga, gunakan Matriks Urgent-Important yang membagi tugas menjadi empat kategori: penting & mendesak, penting tapi tidak mendesak, tidak penting tapi mendesak, dan tidak penting & tidak mendesak, dengan fokus pada tugas penting terlebih dahulu. Keempat, pertimbangkan energi bukan hanya waktu—manfaatkan waktu paling fokus dalam sehari dengan tingkat konsentrasi optimal untuk prioritas utama strategis. Kelima, terapkan Prinsip 80/20 (Pareto)—fokus pada tugas mana yang paling memengaruhi hasil akhir, dengan formula: Prioritas = (Urgensi × Dampak) – …, untuk mengidentifikasi leverage terbesar.

 

Seri webinar pengembangan diri yang diinisiasi Prodi Informatika PJJ UII ini menunjukkan komitmen berkelanjutan dalam membekali mahasiswa dan civitas akademika dengan soft skills krusial di era digital. Dengan jangkauan peserta dari Sabang sampai Merauke, prodi berharap ilmu yang dibagikan dapat membantu peserta—baik mahasiswa, dosen, maupun profesional—untuk tidak hanya bertahan dari deadline ke deadline, tetapi benar-benar bergerak menuju success line dengan strategi prioritas yang lebih matang. Ke depan, diharapkan seri webinar seperti ini dapat terus menjadi katalis perubahan dalam budaya manajemen waktu di Indonesia, di mana deadline tidak lagi menjadi momok tetapi menjadi alat untuk mencapai produktivitas dan kesuksesan yang berkelanjutan.

 

 

YOGYAKARTA – Hanya dalam dua hari sejak pendaftaran dibuka, pelatihan “AI untuk Produktivitas Pesantren” yang digelar Program Studi Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) Informatika Universitas Islam Indonesia (UII) langsung mendapat respons luar biasa. Ratusan peserta dari puluhan pondok pesantren di Jawa dan Sumatra berebut kursi untuk mengikuti pelatihan setengah hari yang diselenggarakan secara hybrid pada Jumat (13 Februari) ini. Antusiasme tinggi ini menunjukkan kebutuhan mendesak dunia pesantren akan transformasi digital dalam pengelolaan administrasi dan layanan pendidikan.

Pelatihan yang berlangsung di Auditorium Fakultas Teknologi Industri (FTI) UII dan disiarkan secara daring melalui YouTube dan Zoom ini berhasil menjaring 142 peserta dari 61 pondok pesantren se-Jawa dan Sumatra. Para peserta terdiri dari berbagai kalangan, mulai dari pengurus pesantren, ustadz dan ustadzah, musyrif dan musyrifah, hingga tenaga administrasi. Dalam sambutannya, Kepala Program Studi PJJ Informatika, Dr. Nur Wijayaning, menekankan bahwa pelatihan ini dirancang khusus untuk menjawab tantangan nyata yang dihadapi pesantren dalam era digital, dengan materi yang dikustomisasi berdasarkan identifikasi kebutuhan beberapa pondok pesantren.

Materi pertama yang dibawakan oleh Hanson Prihantoro Putro, S.T., M.T., CTFL, dosen Informatika UII, fokus pada pemanfaatan kecerdasan buatan generatif untuk monitoring dan evaluasi akademik santri. Dengan pendekatan praktis, Pak Hanson mengajarkan peserta cara menggunakan AI untuk mengolah data presensi dan nilai santri yang sebelumnya masih dilakukan secara manual. Peserta diajarkan bagaimana mengubah daftar hadir tulisan tangan menjadi data digital terstruktur, menghitung nilai akhir dengan formula otomatis, hingga membuat analisis progres pembelajaran untuk identifikasi santri yang membutuhkan perhatian khusus. Teknik-teknik ini terbukti mampu menghemat waktu administrasi hingga berjam-jam setiap minggunya.

Melanjutkan sesi pertama, materi kedua dibawakan oleh M. Daffa Raihan, alumni Informatika UII, yang memandu peserta membuat chatbot cerdas untuk layanan Penerimaan Santri Baru (PSB). Dengan memanfaatkan platform no-code yang terintegrasi dengan AI, para peserta dilatih membuat asisten virtual yang dapat menjawab pertanyaan calon wali santri secara otomatis 24/7. Chatbot ini dirancang untuk menjawab pertanyaan umum seputar biaya pendaftaran, fasilitas pesantren, kurikulum, hingga jadwal kegiatan santri. Pelatihan yang bersifat full praktik ini didukung oleh tim asisten mahasiswa yang membantu peserta secara langsung, memastikan setiap pondok pesantren berhasil membuat prototipe sistem yang bisa langsung diimplementasikan.

Program Studi PJJ Informatika UII berharap pelatihan ini menjadi titik awal transformasi digital di dunia pesantren. “Kami tidak hanya ingin memberikan pengetahuan teoritis, tetapi memastikan peserta pulang dengan keterampilan praktis yang langsung bisa diterapkan untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan pesantren mereka,” ujar Dr. Nur Wijayaning. Prodi PJJ Informatika UII berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program pelatihan sejenis yang menjembatani kebutuhan teknologi di institusi pendidikan keagamaan, sekaligus memastikan bahwa inovasi digital tetap sejalan dengan nilai-nilai pesantren.

 

link youtube: https://www.youtube.com/watch?v=5QpR6tAbvDE 

Yogyakarta – Program Studi Informatika Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (UII) sukses menggelar webinar bertema “Beyond Copy-Paste: Cara Memanfaatkan AI dengan Bijak” pada Minggu, 26 Oktober 2025. Acara yang diikuti oleh 273 peserta ini membahas cara bijak memanfaatkan teknologi Generative AI dalam dunia akademik.

 

Menghadirkan M. Andri Setiawan, S.T., M.Sc., Ph.D., Kepala Badan Sistem Informasi UII sekaligus Dosen Jurusan Informatika, webinar ini mengupas tuntas bagaimana mahasiswa dan dosen dapat menggunakan AI seperti ChatGPT, Gemini, dan sejenisnya secara bertanggung jawab. 

Beliau menekankan pentingnya memahami prinsip kerja AI agar tidak terjadi kesalahpahaman. “Dengan pemahaman yang tepat, AI dapat menjadi mitra produktif dalam pengembangan ilmu, sekaligus memperluas cara berpikir kritis dan kreatif,” ujarnya.

 

Pentingnya Etika dalam Menggunakan AI

Salah satu poin penting yang disampaikan adalah prinsip “disclose and declare” – mahasiswa harus jujur dan transparan ketika menggunakan AI dalam tugas atau penelitian mereka.

 

“Setiap penggunaan AI dalam tugas akademik harus dideklarasikan dengan jelas. Ini bukan hanya menjaga integritas mahasiswa, tapi juga memastikan transparansi dalam karya ilmiah,” jelas Pak Andri.

 

Menurutnya, batas antara kreativitas manusia dan bantuan AI semakin tipis, sehingga kejujuran dalam mendeklarasikan penggunaan AI menjadi sangat penting untuk menjaga kredibilitas akademik.

 

Tantangan: Bukan Menolak, Tapi Mengadopsi dengan Cerdas

Pak Andri juga menyampaikan bahwa tantangan saat ini bukan lagi menolak atau menghindari AI, melainkan bagaimana mengadopsinya secara cerdas dan beretika. “AI perlu kita terima sebagai bagian dari masa depan, selama penggunaannya didasari oleh prinsip etika dan transparansi yang jelas,” katanya.

 

Dr. Nur Wijayaning Rahayu, S.Kom., M.Cs., Ketua Program Studi Informatika PJJ UII, menyatakan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari komitmen program studi untuk menghadirkan pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. “Semoga webinar ini membuka wawasan mahasiswa, dosen, dan peserta lainnya untuk memanfaatkan AI secara kreatif, produktif, dan etis,” harapnya.

 

Kabar Gembira!

Berdasarkan antusiasme luar biasa dari 273 pendaftar dan banyaknya permintaan peserta, Program Studi Informatika PJJ UII akan segera menggelar Beyond Copy-Paste Vol.2 yang akan membahas lebih dalam tentang implementasi etika AI dalam praktik sehari-hari.

 

Webinar ini juga mendapat perhatian luas dari berbagai media massa, termasuk RRI Yogyakarta, Suara Merdeka, Warta Jogja, SI Jogja, Jog Paper, dan Menara62, menunjukkan relevansi topik ini di tengah pesatnya perkembangan teknologi AI.

Program Studi Informatika Universitas Islam Indonesia kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah internasional. Muhammad Daffa Raihan, mahasiswa Informatika angkatan 2022, berhasil meraih Medali Silver pada ajang 14th International Invention, Innovation and Design Exposition (INDES) 2025 yang diselenggarakan di Universiti Teknologi MARA, Malaysia.

Dalam kompetisi tersebut, Daffa mempersembahkan karya inovatif bertajuk HalalMate, sebuah aplikasi berbasis kecerdasan buatan yang dirancang untuk membantu masyarakat, khususnya umat Muslim, dalam memastikan status kehalalan makanan. Aplikasi ini tidak hanya bermanfaat bagi wisatawan Muslim saat bepergian, tetapi juga dapat digunakan oleh siapa saja yang ingin mengetahui kehalalan produk makanan atau restoran yang mereka temui.

HalalMate memanfaatkan teknologi Optical Character Recognition (OCR) untuk membaca informasi dari kemasan produk melalui barcode maupun gambar. Selain itu, aplikasi ini dilengkapi dengan fitur data scraping dari Google Maps guna menampilkan daftar restoran halal di lokasi pengguna, serta rekomendasi makanan yang dipersonalisasi melalui chatbot interaktif. Dengan berbagai fitur tersebut, HalalMate menghadirkan pengalaman praktis dan cepat dalam memilih makanan halal, di mana pun pengguna berada.

Keberhasilan ini tidak lepas dari bimbingan dosen pembimbing, yakni Dr. Syarif Hidayat, S.Kom., M.IT. dan Dhomas Hatta Fudholi, S.T., M.Eng., Ph.D. yang senantiasa memberikan arahan serta dukungan selama proses persiapan kompetisi.

Daffa mengungkapkan bahwa prestasi ini merupakan buah dari kerja keras dan konsistensi dalam menghadapi tantangan. “Jangan takut buat mengambil sebuah tantangan, walaupun capek dan lelah suatu saat dari kerja keras itu akan membuahkan hasil,” ujarnya.

Capaian ini semakin memperkuat komitmen Program Studi Informatika UII untuk terus melahirkan generasi unggul yang mampu memberikan solusi kreatif dan inovatif di bidang teknologi, sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

 

Alhamdulillahi rabbil ‘aalamiin.. Segala puji dan syukur kami panjatkan kepada Allah SWT. atas berkah rahmat dan karunia-Nya. 

        Program Studi Informatika Universitas Islam Indonesia (UII) berhasil mempertahankan peringkat “Akreditasi Unggul” dari Lembaga Akreditasi Mandiri Informatika dan Komputer (LAM INFOKOM). Keputusan ini tertuang dalam SK LAM INFOKOM No. 215/SK/LAM-INFOKOM/Ak/S/XII/2024 yang ditandatangani oleh Prof. Dra. Sri Hartati, M.Sc., Ph.D. selaku Ketua Dewan Eksekutif LAM INFOKOM karena telah memenuhi seluruh syarat untuk mendapatkan peringkat tertinggi dalam akreditasi. Pencapaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh civitas akademika dalam mengembangkan program studi. Keberhasilan ini semakin memantapkan posisi Program Studi Informatika Universitas Islam Indonesia (UII) di kancah pendidikan tinggi nasional.

         Seluruh civitas akademika menyambut gembira kabar baik ini dengan penuh rasa syukur. Capaian ini memberikan nilai tambah signifikan bagi para mahasiswa dan alumni dalam menapaki karir profesional mereka. Program studi Informatika Universitas Islam Indonesia (UII) berkomitmen untuk terus berinovasi mengikuti perkembangan teknologi terkini. Berbagai program pengembangan akan terus dilakukan untuk mempertahankan kualitas pendidikan yang telah diakui ini. Momentum ini menjadi pendorong Program Studi Informatika Universitas Islam Indonesia (UII) untuk memberikan kontribusi lebih besar bagi kemajuan pendidikan tinggi Indonesia terhitung sejak status akreditasi ini diberlakukan pada tanggal 13 Desember 2024 hingga 13 Desember 2029 mendatang. 

         Hal tersebut menjadi bukti nyata keseriusan program studi dalam memenuhi standar pendidikan tinggi. Program Studi Informatika Universitas Islam Indonesia (UII) terus menunjukkan konsistensinya dalam menghasilkan lulusan berkualitas yang siap menghadapi tantangan industri. Pencapaian ini tentunya membawa angin segar bagi seluruh pemangku kepentingan program studi. Hal ini juga menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran dan penelitian hingga komitmen program studi dalam memberikan pendidikan terbaik.

Sertifikat Akreditasi LAM INFOKOM – IF S1