Bagaimana jika sebuah sistem bisa memahami kompetensi seseorang, menilainya secara otomatis, lalu merekomendasikan kursus yang paling tepat dan semuanya dalam hitungan detik? Pertanyaan inilah yang dijawab oleh Pandu Nur Afi Dewanto melalui penelitian skripsinya di Jurusan Informatika UII, yang ia bawa ke 7th International Conference on Information Technology and Education Technology (ITET 2026) di Hiroshima, Jepang, pada 5–7 Juni 2026.

Konferensi yang diselenggarakan bersama Hiroshima City University dan IEEE ini mempertemukan peneliti dari berbagai negara untuk mendiskusikan inovasi terkini di bidang teknologi informasi dan pendidikan. Di hadapan forum internasional tersebut, Pandu memaparkan MicroCred GenAI, sebuah sistem rekomendasi kursus micro-credential berbasis web yang ia kembangkan di bawah bimbingan Dr. Nur Wijayaning R. Makalah yang dipresentasikan berjudul “Generative AI-Based Micro-Credential Course Recommender with Automated Learner Assessment”.

Yang menarik dari sistem ini adalah kemampuannya menggabungkan dua fungsi sekaligus: menilai kompetensi pembelajar dan memberikan rekomendasi kursus yang dipersonalisasi. Sistem melakukan asesmen otomatis melalui soal pilihan ganda dan esai, di mana jawaban esai dinilai menggunakan pendekatan automated essay scoring berbasis AI generatif. Hasil penilaian tersebut kemudian dicocokkan dengan dataset berisi 3.683 kursus micro-credential menggunakan arsitektur Retrieval-Augmented Generation (RAG), lengkap dengan penjelasan mengapa suatu kursus direkomendasikan.

Hasil uji coba produksi menunjukkan angka yang menjanjikan. Dari 147 asesmen yang diproses dalam satu hari, sistem mampu menyelesaikan setiap asesmen hanya dalam 13,21 detik (waktu median). Dari sisi biaya, setiap asesmen hanya memerlukan biaya API sebesar USD 0,00017–0,00020, atau setara Rp3,06–Rp3,60 per asesmen (kurs Rp18.000/USD). Dengan biaya ini, Rp1.000 dapat memproses sekitar 278-327 asesmen. Temuan ini menunjukan bahwa sistem memiliki potensi skalabilitas yang baik untuk lingkungan pendidikan dengan volume asesmen yang tinggi.

Presentasi Pandu di ITET 2026 menandai kontribusi kedua dari mahasiswa Informatika UII di konferensi yang sama, menyusul presentasi Mozanda T. Dewanti dengan topik AI untuk bimbingan akademik. Keikutsertaan keduanya turut didukung oleh Program Studi, Fakultas Teknologi Industri, serta Direktorat Pembinaan Kemahasiswaan (DPK) UII melalui bantuan dana transportasi dan akomodasi — bagian dari program student mobility yang pada tahun akademik 2025/2026 juga mencakup double degree dengan NXU China, student exchange ke Malaysia, Jerman, dan Türkiye, serta industrial visit ke beberapa negara Asia. Dua kehadiran sekaligus di konferensi bereputasi ini menegaskan bahwa riset mahasiswa Informatika UII tidak hanya relevan secara lokal, tetapi juga layak bersaing di kancah global.

Mozanda T. Dewanti, mahasiswa Jurusan Informatika Universitas Islam Indonesia (UII) angkatan 2022, berhasil mempresentasikan makalah ilmiahnya dalam ajang 7th International Conference on Information Technology and Education Technology (ITET 2026) yang berlangsung pada 5–7 Juni 2026 di Hiroshima, Jepang. Konferensi internasional ini diselenggarakan bersama oleh Hiroshima City University dan IEEE. Makalah berjudul “A Generative AI Application for Automated Academic Advising: Transcript Analysis and Course Recommendation” ini disusun bersama dosen pembimbing makalah, Galang P. Mahardhika dan Dr. Nur Wijayaning R., yang juga merupakan dosen pembimbing skripsi Mozanda.

Penelitian ini mengangkat permasalahan yang kerap dialami mahasiswa dalam mengakses layanan bimbingan akademik, seperti keterbatasan waktu dosen pembimbing akademik, keterlambatan penjadwalan konsultasi, serta proses analisis transkrip yang masih dilakukan secara manual dan memakan waktu. Untuk menjawab tantangan tersebut, Mozanda mengembangkan aplikasi bimbingan akademik berbasis AI generatif yang mampu memberikan rekomendasi pengambilan mata kuliah secara otomatis melalui analisis transkrip dan interpretasi buku panduan akademik.

Sistem yang dikembangkan memanfaatkan Large Language Models (LLM) melalui OpenAI API untuk memproses dokumen transkrip akademik dan buku panduan program studi dalam format PDF secara langsung. Dengan teknik structured prompt engineering dan format output JSON, sistem dapat mengekstrak informasi secara akurat dari dokumen semi-terstruktur. Arsitektur sistem mencakup parsing dokumen otomatis, verifikasi data interaktif, serta pembuatan rekomendasi mata kuliah yang dipersonalisasi sesuai regulasi akademik masing-masing program studi.

Berbeda dengan sistem rekomendasi mata kuliah pada umumnya yang memerlukan masukan basis data terstruktur, aplikasi ini memproses dokumen PDF secara langsung melalui LLM sehingga lebih fleksibel untuk diterapkan di berbagai program studi tanpa memerlukan integrasi basis data khusus. Pengujian alpha menggunakan evaluasi berbasis skenario pada tiga kategori tingkat nilai menunjukkan bahwa sistem berhasil menghasilkan rekomendasi mata kuliah yang tepat, termasuk saran adaptif untuk pengambilan ulang mata kuliah berdasarkan ambang batas performa akademik.

Keikutsertaan Mozanda dalam ITET 2026 turut didukung oleh Program Studi, Fakultas Teknologi Industri, serta Direktorat Pembinaan Kemahasiswaan (DPK) UII melalui bantuan dana transportasi dan akomodasi. Dukungan ini merupakan bagian dari komitmen Prodi Informatika UII dalam mendorong student mobility berskala internasional, yang pada tahun akademik 2025/2026 mencakup program double degree dengan NXU China (tiga angkatan dengan total 32 mahasiswa), student exchange ke INTI International University Malaysia, Heilbronn University of Applied Sciences Jerman, serta Türkiye-Indonesia Youth Exchange Program, hingga industrial visit ke Singapura, Malaysia, Korea Selatan, dan China. Informasi lebih lanjut mengenai kegiatan akademik Jurusan Informatika UII dapat diakses melalui situs informatics.uii.ac.id.

Mohamed Naji Hider

Mohamed Naji Hider

On Thursday (11/12), Mohaned Mohamed Naji Hider, a 2022 student of the International Informatics Study Program at Universitas Islam Indonesia (UII), successfully brought his scientific work to the international stage through his research entitled “An Encoder-Only Transformer with Features-as-Tokens for Robust Network Intrusion Detection.”

 

This research was presented at the IEEE International Seminar on Research of Information Technology and Intelligent Systems (ISRITI) 2025, a prestigious scientific conference that brings together researchers from various countries to share innovations and the latest research results in the field of technology and artificial intelligence.

 

Research on Combining Cyber Security and Artificial Intelligence

In his research, Mohaned developed a compact Transformer model to detect cyber attacks on network traffic. This model uses the CICIDS2017 dataset, which is one of the global reference datasets in network intrusion detection research.

 

The approach used not only focuses on high accuracy, but also ensures reliable results and a leak free evaluation protocol. As a result, this model is capable of achieving near perfect detection performance while working two to three times faster than commonly used traditional detection models.

 

A Journey Full of Challenges and Lessons Learned

Mohaned admits that the journey to achieve these results was not always easy.

“At first, it was quite difficult because I had to learn a lot about Transformer architecture, evaluation methods, and how to explain research results scientifically. Sometimes I felt stressed and doubtful, especially when the experiments didn’t go as expected,” He said.

 

However, thanks to the intensive guidance of his supervisors, Ms. Fayruz Rahma, S.T., M.Eng. and Ms. Arrie Kurniawardhani, S.Si., M.Kom. He managed to overcome various challenges.

“The guidance and motivation from my two lecturers meant a lot, I became more confident. In the end, I was very grateful to be able to present this work at the IEEE International conference,” He added.

 

Motivation Behind the Research Topic 

Mohaned revealed that he was motivated to combine two ra[idly developing and equally important fields: Artificial Intelligence (AI) and Cyber Security.

“I saw a lot of intrusion detection research that was highly accurate, but didn’t reflect real network conditions. Together with my supervisors, we wanted to create a model that was not only academically sound, but also truly useful for protecting systems in the real world,” He explained.

 

Inspirational Message for UII Informatics Students

In closing, Mohaned delivered a motivational message to his fellow students.

“You don’t have to be perfect to start, you just have to start. Choose a topic that truly intrigues you and work on it consistently. Even if it’s just a little at a time. Don’t be afraid to fail, because failure is an important part of the learning process. Keep trying, ask for help from lecturers and friends, and have the courage to present your work. With patience, discipline, and openness to feedback, success will come step by step.”

 

This achievement clearly shows that UII International Informatics Study Program students are not only active in the academic field, but also contribute to the global scientific community through innovation and cross disciplinary collaboration.

Tim The GrowTales Universitas Islam Indonesia berhasil menyabet Juara 3 pada Entrepreneurship Award (EA) IX 2025 kategori Rencana Bisnis pada 6 November 2025. Tim lintas jurusan ini beranggotakan 3 mahasiswa UII, yaitu: Raihan (Informatika), Dimas (Rekayasa Tekstil), dan Agha (Psikologi).

Inovasi mereka, The GrowTales, bawa angin segar dalam dunia edukasi anak. Dengan memadukan 3D pop-up book, perangkat berkebun mini, dan aplikasi interaktif, produk ini dirancang untuk menumbuhkan rasa cinta lingkungan pada anak sejak dini. Menariknya, kemenangan ini justru lahir setelah tim mengalami kendala pada program PKM-K universitas yang mereka ikuti sebelumnya.

Namun di balik kisah manis itu, perjalanan mereka tak selalu mulus.

Tim The GrowTales Universitas Islam Indonesia (UII) peraih Juara 3 Entrepreneurship Award IX 2025 kategori Rencana Bisnis.

Perjalanan The GrowTales UII Menuju Entrepreneurship Award IX 2025

Perjalanan tim The GrowTales UII menuju Entrepreneurship Award IX 2025 berawal dari kegagalan di ajang PKM-K universitas. Awalnya, Raihan, Dimas, dan Agha sempat lolos pendanaan tahun ini. Namun, karena beberapa kendala, akhirnya mereka memutuskan untuk mengundurkan diri. Keputusan mundur itu memang tidak mudah, tapi justru jadi titik balik yang tidak terduga.

Setelah memutuskan mundur, tim The GrowTales tetap fokus mengerjakan proposal sejak Juli 2025. Dari momen itu, mereka memutuskan untuk tetap membawa ide yang sama ke ajang Entrepreneurship Award IX 2025.

“Kami gagal dikarenakan suatu hal yang tidak bisa dijelaskan. Makanya, kami jadi berpindah ke EA ini,” ujar Raihan (10/11).

Proses seleksi EA IX 2025 dimulai pada bulan Agustus. Kerja keras mereka terbayar ketika tim The GrowTales diumumkan lolos sebagai finalis pitching pada akhir Oktober.

 

Tim The GrowTales UII di atas podium Juara 3 Entrepreneurship Award IX 2025 kategori Rencana Bisnis.

 

The GrowTales: Aplikasi Edukasi Anak Berbasis Lingkungan dari UII

Inovasi The GrowTales menjadi aplikasi edukasi anak berbasis lingkungan yang menggabungkan pengalaman membaca, bermain, dan praktek berkebun.

The GrowTales menggabungkan tiga komponen, yaitu: 3D pop-up book, perlengkapan berkebun mini, dan aplikasi interaktif. Anak-anak bisa membaca cerita bertema lingkungan dari buku pop-up, melihat visualisasi proses pertumbuhan tanaman, lalu langsung mempraktekkannya dengan perlengkapan  berkebun yang sudah disediakan.

Desain 3D pop-up book The GrowTales, inovasi edukasi anak berbasis lingkungan karya mahasiswa UII.

 

Aplikasinya dapat diakses melalui pemindaian barcode atau QR Code pada buku produk. Di dalamnya terdapat animasi, narasi edukatif, mini games, dan kuis yang membantu anak memahami konsep berkebun dengan cara yang menyenangkan.

“Supaya ada kombinasi antara pembelajaran aktif, cinta lingkungan, dan literasi digital,” kata Raihan.

Tampilan aplikasi interaktif The GrowTales yang menggabungkan cerita, animasi, dan mini games edukatif.

Menurut tim, nilai paling kuat dari TheGrowTales adalah pendekatannya yang mengajak anak-anak merasakan pengalaman belajar yang utuh, yaitu dengan melihat, menyentuh, mencoba, dan memahami.

 

Kolaborasi Tiga Jurusan UII di Balik Sukses The GrowTales

Menariknya, perjalanan tim ini terbentuk dari serangkaian kebetulan. Dimas dari Rekayasa Tekstil menangani desain produk fisik, material, dan pengembangan pop-up book. Raihan dari Informatika mengembangkan aplikasi interaktif dan sistem barcode. Sedangkan Agha dari Psikologi berperan dalam merancang konten edukatif yang sesuai dengan perkembangan kognitif anak.

Walaupun baru bertemu, keragaman latar belakang ini malah menjadi kekuatan terbesar tim mereka.

“Walau beda jurusan, itulah yang bikin ide kami lebih kaya. Ada yang fokus teknologi, ada yang fokus desain produk, dan ada yang memahami psikologi anak,” ujar Raihan.

 

Pesan Raihan dan Tim untuk Kamu yang Ingin Berkompetisi

Sebagai penutup, Raihan memberi sedikit pesan untuk mahasiswa lain yang ingin mengikuti kompetisi:

“Mulai dari ide yang dekat dengan diri kamu dan lingkungan sekitar. Jangan tunggu ide sempurna, yang penting mulai dulu.”

“Cari tim yang saling melengkapi dan gak punya ego tinggi. Di lomba kayak gini, yang dinilai bukan cuma idenya, tapi juga kerja samanya.”

Perjalanan The GrowTales UII tadi membuktikan bahwa kegagalan bisa menjadi awal kesuksesan. Kadang, jalan memutar justru membawa kita ke pencapaian yang lebih besar.

Mahasiswa Program Studi Informatika Universitas Islam Indonesia (UII), Jihan Syahira Adnanda Putri, bersama tim berhasil meraih Juara 1 di UTU Awards 2025 pada kategori Riset Kewirausahaan. Tim ini beranggotakan Deriza Qurrotun A’yuni (Teknik Mesin) dan Eka Maryani Saputri (Kedokteran), dengan Ali Parkhan, M.T., sebagai dosen pembimbing.

Melalui riset yang bertajuk “Perancangan Model Bisnis Platform Rapid Diagnostic Kanker Paru Secara Noninvasif Menggunakan Biosensor Elektrokimia Terintegrasi Machine Learning”, tim perwakilan UII telah menghadirkan inovasi diagnosis kanker paru-paru yang cepat, akurat dan terjangkau. Kompetisi ini digelar secara nasional dan berlangsung di Universitas Teuku Umar, Meulaboh, Aceh.

 

Pulmonosis Bawa Solusi Deteksi Cepat Kanker Paru-Paru

Hasil riset Jihan dan tim dinamai Pulmonosis, lahir dari masalah deteksi kanker paru-paru yang selama ini masih mengandalkan metode konvensional yang bersifat invasif atau terasa menyakitkan, mahal, dan memakan waktu lama.

Pulmonosis hadir sebagai solusi portable, non-invasif, dan jauh lebih terjangkau. “Proses deteksi hanya membutuhkan 2–3 jam dengan sampel feses serta biaya kurang lebih 1,5 juta rupiah untuk 5 kali tes,” ungkap Jihan melalui keterangan tertulis pada 20 Oktober 2025 lalu. Dengan akurasi 92% untuk CLP dan 97% pada sistem machine learning, Pulmonosis memungkinkan diagnosis lebih cepat dan tepat bagi pasien dan tenaga medis.

 

Teknologi Canggih di Balik Inovasi Pulmonosis

Pulmonosis memanfaatkan kombinasi teknologi biosensor elektrokimia, perangkat IoT, dan machine learning untuk mendeteksi kanker paru-paru dalam waktu singkat. Alat ini dirancang agar mudah untuk digunakan oleh pasien. Berikut merupakan cara-caranya.

  1. Ambil sampel feses pasien
  2. Tempatkan sampel pada flexible electrode biosensor
  3. Biosensor deteksi kadar calprotectin (CLP)
  4. Sistem menampilkan pengukuran CLP dan LCSS form yang menilai kualitas hidup pasien
  5. Sistem memberikan rekomendasi apakah pasien perlu dirujuk ke rumah sakit atau tidak

Hasil pengukuran biosensor akan terkirim ke aplikasi mobile yang terintegrasi, sehingga pengguna atau tenaga medis bisa memantau hasilnya secara real-time. Inovasi teknologi ini membuat Pulmonosis tidak hanya akurat, tetapi juga mudah digunakan, cepat, dan bisa diterapkan di layanan kesehatan primer maupun di rumah.

 

Manfaat Pulmonosis Bagi Pasien dan Tenaga Medis

Pulmonosis karya Tim UII berhasil menyediakan berbagai manfaat nyata bagi dunia kesehatan. Inovasi ini diharapkan dapat membantu pasien dan tenaga medis dalam melakukan deteksi dini kanker paru-paru. Berdasarkan penjelasan sebelumnya, Pulmonosis menawarkan beberapa manfaat utama, yaitu:

  1. Deteksi dini kanker paru-paru secara cepat dan non-invasif
  2. Biaya lebih terjangkau dibanding metode konvensional
  3. Hasil akurat dan dapat diandalkan
  4. Memudahkan tenaga medis mengambil keputusan
  5. Pantauan real-time melalui aplikasi mobile terintegrasi
  6. Meningkatkan efisiensi layanan kesehatan, sehingga pasien tidak harus menunggu lama


Belajar dari Kesuksesan Jihan Syahira

Selain prestasi akademik, Jihan juga menekankan pentingnya ketekunan, kerja tim, dan semangat belajar. Dalam pengalamannya mengikuti berbagai kompetisi seperti Gemastik, LIDM, Satria Data, dan PKM, ia pun menyadari bahwa kegagalan bukan akhir dari segalanya, melainkan bagian dari proses belajar.

Setiap tantangan adalah kesempatan untuk belajar dan mematangkan kemampuan. Mimpi tidak akan datang sendiri, kita yang harus mengejarnya,” tegas Jihan. Pesan ini menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk tetap gigih, kreatif, dan tidak takut mencoba hal baru, terutama dalam bidang riset dan inovasi.

Tim Informatika UII yang berkompetisi di ajang ICDL Asia Digital Challenge 2025 Tim Informatika UII yang berkompetisi di ajang ICDL Asia Digital Challenge 2025

Bangga! Mahasiswa Program Studi Informatika Universitas Islam Indonesia (UII) kembali menorehkan prestasi gemilang di ajang ICDL Asia Digital Challenge 2025. Sebanyak enam mahasiswa Informatika UII berhasil melaju ke National & International Round setelah meraih skor tinggi dan waktu penyelesaian terbaik pada tahap penyisihan.

Setelah melalui proses seleksi, berikut nama-nama mahasiswa yang berhasil lolos ke National Round ICDL Asia Digital Challenge 2025:

  • Habdil Iqrawardana
  • Simfoni Sekar Bhuana
  • Amgad Al Ameri
  • Faisa Edenia Sekatlangit
  • Abdullah Mohammed Ahmed Abdo Alhwyji
  • Pugar Huda Mantoro

Sekilas tentang ICDL Asia Digital Challenge 2025

Kompetisi ICDL Asia Digital Challenge merupakan kompetisi digital tahunan berskala internasional yang diselenggarakan oleh ICDL Foundation untuk menguji kemampuan mahasiswa di berbagai bidang teknologi informasi. Ajang bergengsi ini menilai keterampilan digital peserta melalui beberapa kategori utama, seperti 3D Design, Digital Marketing & Management Spreadsheets, hingga Artificial Intelligence & Blockchain. Tujuan kompetisi ini adalah untuk mendorong mahasiswa agar bisa menguasai kemampuan digital serta meningkatkan daya saing di era transformasi digital.

Tiga Kategori Kompetisi yang Diikuti Tim Informatika UII

Tim Informatika UII berpartisipasi dalam tiga track (kategori) utama pada ajang ICDL Asia Digital Challenge 2025, yaitu: Design (3D Design), Business (Digital Marketing & Management Spreadsheets), serta Emerging Technologies (Artificial Intelligence & Blockchain).

Setiap track didampingi oleh dosen pembimbing dari Program Studi Informatika UII yang berpengalaman di bidangnya.

  • Track Design

Pembimbing: Izzati Muhimmah, S.T., M.Sc., Ph.D.

Peserta:

  • Anindya Ayu Nabilah (Informatika ’23)
  • Faisa Edenia Sekatlangit (Informatika ’23)
  • Sulthan Syafiq Raihan (Informatika ’23)
  • Akram Abdullah Ali Al Surabi (Informatika ’23)
  • Amgad Al Ameri (Informatika ’23)
  • Track Business

Pembimbing: Chanifah Indah Ratnasari, S.Kom., M.Kom.

Peserta:

  • Alifah Kusuma Ramadhini (Informatika ’22)
  • Noor Akhnafal Aban (Informatika ’22)
  • Mifta Fauzia Rahma (Informatika ’22)
  • Simfoni Sekar Bhuana (Informatika International Program ’22)
  • Habdil Iqrawardana (Informatika ’23)
  • Track Emerging Technologies

Pembimbing: Dr. Raden Teduh Dirgahayu, S.T., M.Sc., Ph.D.

Peserta:

  • Muhammad Rafi Fayzulhaq (Informatika ’23)
  • Ravfael Novfito Handoyo (Informatika ’22)
  • Pugar Huda Mantoro (Informatika ’22)
  • Supriyanto (Informatika International Program ’22)
  • Abdullah Mohammed Ahmed Abdo Alhwyji (Informatika International Program ’22)

Informatika UII Beri Dukungan Penuh untuk Para Finalis

Program Studi Informatika UII memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh peserta yang telah berjuang dan berhasil melangkah ke tahap nasional. 

 

Program Studi Informatika Universitas Islam Indonesia kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah internasional. Muhammad Daffa Raihan, mahasiswa Informatika angkatan 2022, berhasil meraih Medali Silver pada ajang 14th International Invention, Innovation and Design Exposition (INDES) 2025 yang diselenggarakan di Universiti Teknologi MARA, Malaysia.

Dalam kompetisi tersebut, Daffa mempersembahkan karya inovatif bertajuk HalalMate, sebuah aplikasi berbasis kecerdasan buatan yang dirancang untuk membantu masyarakat, khususnya umat Muslim, dalam memastikan status kehalalan makanan. Aplikasi ini tidak hanya bermanfaat bagi wisatawan Muslim saat bepergian, tetapi juga dapat digunakan oleh siapa saja yang ingin mengetahui kehalalan produk makanan atau restoran yang mereka temui.

HalalMate memanfaatkan teknologi Optical Character Recognition (OCR) untuk membaca informasi dari kemasan produk melalui barcode maupun gambar. Selain itu, aplikasi ini dilengkapi dengan fitur data scraping dari Google Maps guna menampilkan daftar restoran halal di lokasi pengguna, serta rekomendasi makanan yang dipersonalisasi melalui chatbot interaktif. Dengan berbagai fitur tersebut, HalalMate menghadirkan pengalaman praktis dan cepat dalam memilih makanan halal, di mana pun pengguna berada.

Keberhasilan ini tidak lepas dari bimbingan dosen pembimbing, yakni Dr. Syarif Hidayat, S.Kom., M.IT. dan Dhomas Hatta Fudholi, S.T., M.Eng., Ph.D. yang senantiasa memberikan arahan serta dukungan selama proses persiapan kompetisi.

Daffa mengungkapkan bahwa prestasi ini merupakan buah dari kerja keras dan konsistensi dalam menghadapi tantangan. “Jangan takut buat mengambil sebuah tantangan, walaupun capek dan lelah suatu saat dari kerja keras itu akan membuahkan hasil,” ujarnya.

Capaian ini semakin memperkuat komitmen Program Studi Informatika UII untuk terus melahirkan generasi unggul yang mampu memberikan solusi kreatif dan inovatif di bidang teknologi, sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

 

In the world of research and innovation, achievements and recognition serve as testament to the hard work and dedication of individuals, One such shining example is Elbo Shindi Pangestu, a master’s student who recently made waves at the Research, Innovation & Creativity Exhibition (RICE) 2024 held by Southern University College, Malaysia. The event, held on the 24th and 25th October 2024, saw Elbo clinch both a gold and bronze award, marking a significant milestone in his academic journey.

Location and Event

The RICE 2024 event took place at Southern University College, a prestigious institution known for fostering creativity and innovation. This exhibition brought together bright minds from various fields, providing a platform for students to showcase their groundbreaking research and innovative projects. The atmosphere was charged with excitement as participants form all over the world presented their work, each hoping to make a mark.

The Achievements

Elbo Shindi Pangesto stood out among the many participants, securing a gold award for his titled “ORCAV: Medical Imaging Service for Rural Areas in Indonesia.” This project focuses on revolutionizing healthcare access in rural Indonesia by leveraging advance medical imaging technologies. The innovative approach aims to bridge the gap in medical services, providing rural areas with much-needed diagnostic tools that were previously inaccessible.

In addition to his gold-winning project, Elbo also received a bronze award for his second submission, “Leveraging Generative AI and Ansible Automation to Excel IPV6 Adoption.” This paper delves into the technical intricacies of IPV6 adoption, offering solutions to enhance the process through generative AI and automation tools. Elbo’s work in this area not only addresses the technical challenges but also proposes practical applications to ease the transition to IPV6, a crucial development in the ever-evolving digital landscape.

Behind the Success

Elbo’s success at RICE 2024 is no mere coincidence; it it the result of relentless dedication and a profound passion for his field of study. His research on “ORCAV” was inspired by the significant healthcare disparities he observed in rural Indonesia. Driven by a desire to make a tangible impact and with the help of his supervisors, Elbo invested countless hours into developing a solution that could change lives. His commitment to addressing real-world problems through innovative research is what sets him apart.

The second project, on the other hand, showcases Elbo’s technical prowess and his forward-thinking approach. Understanding the complexities and potential of IPV6, he sought ways to streamline its adoption, making it more efficient and accessible. By integrating generative AI and Ansible Automation, Elbo’s paper provides a roadmap for a smoother transition to this new internet protocol, highlighting the importance of staying ahead in the technological curve.

Looking Forward

Elbo Shindi Pangestu achievements at RICE 2024 have not only earned him recognition but have also opened new doors for his future endeavors. The awards serve as testament to his abilities and the impact of his research. As he continues his academic journey, Elbo remains committed to pushing the boundaries of innovation with hopes of contributing further to his field and society at large scale.

In the grand scheme of things, Elbo’s story is a reminder of the power of education, passion, and perseverance. It underscores the importance of providing platforms like RICE 2024 for young researchers to showcase their talents and drive change. Elbo’s journey is just beginning, and his recent accomplishments are sure to inspire others to pursue their passions and make a difference.

Conclusions

The Research, Innovation & Creativity Exhibition 2024 by Southern University College proved to be a significant event, not only for its showcase of talent but also for highlighting the importance of innovative research in solving real-world problems. Elbo Shindi Pangestu’s gold and bronze awards are a celebration of his hard work, dedication, and his commitment to making a positive impact. As we look forward to future editions of RICE, we can only anticipate more groundbreaking projects and inspiring stories like Elbo’s. His achievements remind us that with determination and innovation, anything is possible.

Mahasiswa Program Studi S-1 Informatika Universitas Islam Indonesia (UII) kembali menorehkan prestasi di ajang nasional. Dalam Seminar Nasional Technopex 2024 yang diselenggarakan oleh Institut Teknologi Indonesia pada 24 Oktober 2024 secara daring melalui Zoom, salah satu mahasiswa, Raisha Alma Sahara, berhasil meraih predikat sebagai Penyaji Terbaik dalam bidang Teknologi Informasi & Komunikasi.

Raisha Alma Sahara, Penyaji Terbaik Technopex 2024

Sertifikat Penyaji Terbaik Technopex 2024

Raisha bersama rekan satu timnya, Muhammad Ferrel Ganendra Arisaputra dan Arisca Devi Octavia, mempresentasikan makalah berjudul “Kajian Literatur: Penerapan Quantum Natural Language Processing dalam Chatbot” di bawah bimbingan ibu dosen Fayruz Rahma. Penelitian ini merupakan hasil tugas mata kuliah Bahasa Indonesia untuk Komunikasi Ilmiah yang disusun oleh tim sebagai kajian literatur yang mendalam mengenai potensi penggunaan Quantum Natural Language Processing (QNLP) dalam chatbot. Dengan pendekatan Systematic Literature Review, kajian ini membandingkan NLP konvensional dengan QNLP dalam meningkatkan interaksi cerdas chatbot serta mengulas keunggulan dan tantangan dalam penerapan QNLP pada chatbot. Read more

Berdasarkan Keputusan Kuasa Pengguna Anggaran Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat tentang Penerima Program Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri Program Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Tahun Anggaran 2024, Alhamdulillah sebelas judul proposal penelitian tesis mahasiswa Magister Informatika UII lolos sebagai Penerima Pendanaan Program Penelitian Tahun Anggaran 2024.

Berikut adalah daftar judul riset tesis yang mendapatkan pendanaan: Read more