Jurusan Informatika - Fakultas Teknologi Industri - Universitas Islam Indonesia
  • PROFIL
    • Visi dan Misi
    • Sambutan Koordinator KBI
    • Struktur Organisasi
    • Dosen
    • Staf
    • Kontak
  • PROGRAM STUDI
    • Program Sarjana
      • Sambutan Kaprodi S1
      • Profil Lulusan
      • Kurikulum 2020
      • Capstone
      • Jalur Tahun Keempat
      • Informatics Expo
      • Informasi & Layanan
      • Prospektus S1
      • Mahasiswa
        • Informasi Akademik
        • Mahasiswa Baru S1 – 2022
        • New IP Students – 2022
        • S1 2021 – Reguler
        • S1 – 2021 – International Program
        • S1 – 2020
    • Program Magister
    • Program Doktor
    • International Program
    • Informatika PJJ
  • UNIT PENDUKUNG
    • Laboratorium
    • Pusat Studi
      • Pusat Studi Forensika Digital
      • Pusat Studi Informatika Medis
        • Visi-Misi
        • Struktur Organisasi
        • Mitra Kerjasama
        • Kegiatan
      • Pusat Studi Sistem Informasi Enterprise
      • Pusat Studi Sains Data
    • ITCentrum
    • Student Staff
    • Komunitas Mahasiswa
    • Lembaga Mahasiswa
  • KEMITRAAN
  • ARTIKEL
    • Pojok Dakwah
    • Pojok Informatika
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
  • Link to Instagram
  • Link to Facebook
  • Link to Youtube
Akademik S1, Berita Pilihan

Sambut Maba 2026, Prodi Informatika Bekali Mahasiswa Baru lewat Penjelasan Akademik

Yogyakarta, 7 September 2026 – Program Studi Informatika UII menyelenggarakan kegiatan Penjelasan Akademik bagi Mahasiswa Baru Angkatan 2026 di GKU Dr. Sardjito UII, Ruang Teaterikal Lantai 2 sisi Timur. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa baru bersama dosen pembimbing akademik masing-masing sebagai bekal awal sebelum memulai perkuliahan.

Acara dibuka dengan registrasi peserta, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, serta menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne UII. Sambutan disampaikan oleh Ketua Program Studi Informatika, Mukhammad Andri Setiawan, S.T., M.Sc., Ph.D., yang ke mudian juga memaparkan materi inti berupa penjelasan akademik kepada mahasiswa baru.

Melalui sesi tersebut, mahasiswa diperkenalkan dengan kurikulum, alur perkuliahan, serta gambaran umum perjalanan akademik yang akan mereka tempuh selama menjadi mahasiswa Informatika. Sesi dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab, di mana mahasiswa baru terlihat aktif dan antusias menyampaikan pertanyaan.

Selain aspek akademik, kegiatan juga diisi berbagai rangkaian acara lain: penghargaan bagi mahasiswa dengan pendaftaran ulang tercepat, sesi sharing bersama dua mahasiswa berprestasi angkatan 2025 (Madina Nurbaiti dan Najwa Zahirotus Shofa), goal setting game untuk membantu mahasiswa merumuskan tujuan selama kuliah, pengenalan student staff, serta pengenalan Himpunan Mahasiswa Informatika (HMIF) yang disampaikan oleh Ketua HMIF, Kak Abel.

Antusiasme mahasiswa baru terlihat sepanjang acara berlangsung, baik saat menyimak materi maupun saat sesi interaktif. Melalui kegiatan ini, mahasiswa baru diharapkan memiliki gambaran yang lebih utuh mengenai dunia perkuliahan di Program Studi Informatika, mulai dari kurikulum, dosen pembimbing akademik, kehidupan kemahasiswaan, hingga motivasi dari senior berprestasi, sehingga lebih siap menjalani perjalanan akademik ke depannya.

September 8, 2026/by Zulvina Octyaningsih
https://informatics.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/09/IMG_7752-scaled.jpg 2560 1920 Zulvina Octyaningsih https://informatics.uii.ac.id/wp-content/uploads/2020/03/Logo-webTF-UII-1030x420.png Zulvina Octyaningsih2026-09-08 09:16:512026-09-08 09:30:45Sambut Maba 2026, Prodi Informatika Bekali Mahasiswa Baru lewat Penjelasan Akademik
Akademik S1, Berita Pilihan

Oracle Academy Sambangi Informatika UII, Paparkan Pemutakhiran Program bagi Institusi Anggota

Sleman – Program Studi Informatika Universitas Islam Indonesia (UII) menerima kunjungan perwakilan Oracle Academy Indonesia di Laboratorium Riset Informatika UII pada Jumat, 4 September 2026. Sebagai institusi yang telah lama menjadi anggota Oracle Academy, pertemuan ini menjadi ruang bagi kedua pihak untuk membahas pemutakhiran program serta peluang perluasan pemanfaatannya dalam kegiatan belajar-mengajar.

Dua perwakilan Oracle Academy hadir dalam pertemuan tersebut, yaitu Nurul Huda (Manager, Oracle Academy Southeast Asia) dan Sukmana Dasuki Keeng (Program Manager, Oracle Academy Indonesia & Brunei Darussalam). Rombongan diterima oleh tiga dosen Jurusan Informatika UII: Andhik Budi Cahyono, Hari Setiaji, dan Nur Wijayaning Rahayu.

Pembaruan Sumber Daya Pembelajaran

Dalam paparannya, tim Oracle Academy menyampaikan sejumlah pembaruan sumber daya yang kini dapat diakses institusi anggota. Sebagai program kontribusi sosial Oracle di bidang pendidikan, Oracle Academy menyediakan kurikulum, materi ajar, platform praktik, hingga jalur menuju sertifikasi profesional secara gratis bagi kampus dan sekolah mitra.

Teknologi yang tersedia mencakup Oracle Cloud Infrastructure beserta layanan turunannya, serta Oracle APEX sebagai platform pengembangan aplikasi berbasis basis data (low-code). Di sisi kurikulum, Oracle Academy menawarkan beragam course siap pakai yang dapat diintegrasikan ke dalam mata kuliah, di antaranya Database Design, kelas bertema project management, hingga materi NetSuite yang berkaitan dengan sistem informasi bisnis.

Setidaknya ada tiga hal yang menjadi sorotan. Pertama, Oracle Academy Cloud Program, yang memberi institusi anggota akses ke Oracle Cloud Free Tier dan Oracle Autonomous Database sehingga praktik mahasiswa dapat dijalankan langsung di lingkungan cloud. Kedua, tampilan dan alur baru Member Hub sebagai pintu masuk seluruh kurikulum dan materi ajar bagi dosen. Ketiga, masuknya materi Data Center ke dalam kurikulum.

Telah Diterapkan di Perkuliahan Informatika UII

Di Informatika UII, sumber daya Oracle Academy dimanfaatkan dalam pembelajaran pemrograman Java, khususnya pada mata kuliah Fundamen Pengembangan Aplikasi. Dalam pembelajaran ini, materi dari Oracle Academy membantu mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang selaras dengan praktik industri.

Pertemuan ditutup dengan penjajakan kolaborasi lanjutan, antara lain perluasan pemanfaatan Oracle Cloud dan APEX pada mata kuliah lain, peningkatan kapasitas dosen, serta pembukaan akses sertifikasi bagi mahasiswa. Kolaborasi ini diharapkan dapat mempersempit jarak antara kompetensi lulusan dan kebutuhan industri teknologi.

(Reporter: nnur)

September 4, 2026/by Nur Wijayaning Rahayu
https://informatics.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/09/oracle-academy-informatika-uii.jpg 960 1280 Nur Wijayaning Rahayu https://informatics.uii.ac.id/wp-content/uploads/2020/03/Logo-webTF-UII-1030x420.png Nur Wijayaning Rahayu2026-09-04 17:55:482026-09-08 11:14:00Oracle Academy Sambangi Informatika UII, Paparkan Pemutakhiran Program bagi Institusi Anggota
Berita Pilihan, Masters Program

From Graph Engineering to Model Routing : Bagaimana Bisnis Menggunakan AI Lebih Cepat, Lebih Hemat, dan Tetap Andal

AI yang paling canggih tidak selalu menjadi AI yang paling tepat untuk setiap pekerjaan. Ketika penggunaan AI di perusahaan masih terbatas, perbedaan ini mungkin belum terasa. Namun saat AI mulai digunakan untuk banyak proses, dampaknya menjadi nyata. Model yang lebih kuat biasanya membutuhkan biaya lebih besar dan waktu pemrosesan yang lebih panjang. Padahal banyak pekerjaan sehari-hari tidak membutuhkan kemampuan sebesar itu. Sebaliknya, memilih model yang lebih ringan untuk semua pekerjaan juga bukan solusi. Biaya memang bisa turun, tetapi risiko kesalahan ikut meningkat. Tantangan bagi perusahaan akhirnya sederhana: bagaimana mendapatkan hasil yang tetap baik tanpa mengeluarkan biaya dan waktu lebih dari yang diperlukan? Dilema antara penggunaan model yang kuat dan model yang lebih ekonomis inilah yang menjadi salah satu persoalan penting dalam pengembangan AI agent.

Persoalan tersebut muncul setelah AI agent berkembang semakin jauh. Sebelumnya, Graph Engineering membantu mengatur bagaimana AI menjalankan sebuah pekerjaan dari satu tahap ke tahap berikutnya. Setelah alur pekerjaannya dapat diatur, muncul kebutuhan baru: AI mana yang sebaiknya mengerjakan setiap bagian pekerjaan tersebut? Cara berpikirnya sebenarnya tidak jauh berbeda dengan mengelola sebuah perusahaan. Tidak semua pekerjaan harus ditangani orang paling senior. Pekerjaan rutin dapat diberikan kepada orang yang sesuai, sedangkan persoalan yang lebih sulit membutuhkan orang dengan kemampuan lebih tinggi. Model Routing membawa prinsip yang sama ke dalam penggunaan AI: menggunakan AI yang sesuai dengan kebutuhan pekerjaan, bukan menggunakan satu AI untuk semuanya.

Gagasan Reliability-First Model Routing berangkat dari riset tesis Muhammad Daffa Raihan, mahasiswa Magister Informatika Universitas Islam Indonesia. Penelitian tersebut dikembangkan di bawah supervisi Dr. Syarif Hidayat, yang sekaligus berperan sebagai lead researcher dalam pengembangan pendekatan ini. Gagasan tersebut dipresentasikan pada 1st International Conference on Life Science and Advanced Technology (ICOLISAT) 2026 di Yogyakarta. Idenya sederhana: pastikan terlebih dahulu AI yang digunakan cukup dapat diandalkan, kemudian pilih pilihan yang paling efisien. Reliability first. Cost second. Pekerjaan yang sederhana tidak harus menggunakan model paling kuat. Sebaliknya, pekerjaan yang membutuhkan kemampuan lebih tinggi dapat diberikan kepada model yang lebih mampu. Jika pilihan awal belum memberikan hasil yang memadai, pekerjaan dapat dialihkan ke kemampuan yang lebih tinggi. Dengan cara ini, efisiensi tidak dicapai dengan memilih AI yang paling murah, tetapi dengan tidak menggunakan kemampuan yang lebih besar dari yang sebenarnya dibutuhkan.

Bagi bisnis, perubahan ini dapat mengubah cara AI digunakan dalam skala besar. Pertanyaannya tidak lagi sekadar, “AI apa yang sebaiknya digunakan perusahaan?”, tetapi menjadi, “AI mana yang paling tepat untuk pekerjaan ini?”. Jika keputusan tersebut dapat dilakukan dengan baik, perusahaan berpeluang menjalankan lebih banyak pekerjaan dengan AI tanpa membuat biaya dan waktu meningkat secara berlebihan. Model yang lebih ringan menangani pekerjaan yang memang dapat diselesaikannya, sementara kemampuan yang lebih tinggi tersedia saat benar-benar diperlukan. Masa depan penggunaan AI di perusahaan mungkin bukan tentang mencari satu AI terbaik untuk mengerjakan semuanya. Masa depannya adalah menggunakan AI yang tepat untuk pekerjaan yang tepat—lebih cepat, lebih hemat, dan tetap dapat diandalkan. Inilah inti dari Reliability-First Model Routing: Reliability is the constraint; efficiency is the consequence.

(Reporter: nnur)

September 3, 2026/by Nur Wijayaning Rahayu
https://informatics.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/09/icolisat-model-routing.jpg 1280 960 Nur Wijayaning Rahayu https://informatics.uii.ac.id/wp-content/uploads/2020/03/Logo-webTF-UII-1030x420.png Nur Wijayaning Rahayu2026-09-03 17:06:382026-09-08 11:13:57From Graph Engineering to Model Routing : Bagaimana Bisnis Menggunakan AI Lebih Cepat, Lebih Hemat, dan Tetap Andal
Akademik S1, Berita Pilihan

Satu Pola Perancangan Sistem Informasi untuk para UMKM: Riset Mahasiswa S-1 Informatika UII Dipresentasikan di ICOLISAT 2026

Tiga mahasiswa Program Studi Sarjana Informatika Universitas Islam Indonesia, yaitu Raden Riki Hilviastari Saputra, Bevy Alyzatun Nisa dan Selenia Klarissa, bersama dosen pembimbing Dr. Nur Wijayaning Rahayu tampil dalam sesi presentasi di International Conference on Life Science and Advanced Technology (ICOLISAT) 2026, Kamis (3/9), di Kampus Terpadu UII. Konferensi yang diselenggarakan Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM) UII menjadi ajang mereka memaparkan makalah berjudul Design Patterns from Three Goods-Based SME Information Systems: A Design Science Approach.

Penelitian ini berangkat dari persoalan yang lazim ditemui dalam digitalisasi usaha kecil dan menengah (UKM) berbasis barang. Sistem informasi berbasis web memang terbukti mampu menggantikan pencatatan manual yang rawan galat, tetapi sistem semacam itu umumnya dibangun sebagai solusi tunggal untuk satu usaha, sehingga pengetahuan desainnya jarang disarikan menjadi panduan yang dapat dipakai ulang. Dengan pendekatan design science research, tim melakukan analisis lintas kasus terhadap tiga rancangan sistem: UKM-A berupa jaringan usaha fotokopi dengan satu gudang dan memiliki lima cabang, UKM-B berupa peternakan ayam petelur dengan satu pengelola, serta UKM-C berupa layanan jasa titip (jastip) yang juga dikelola satu orang. Kebutuhan digali lewat observasi dan wawancara dengan pemilik dan karyawan, dilengkapi survei terhadap 25 pengguna layanan jastip. Kebutuhan fungsional, model proses, dan rancangan basis data dari ketiga kasus kemudian dibandingkan untuk memisahkan unsur yang berulang dari unsur yang bergantung konteks.

Dari perbandingan itu, tim merumuskan enam pola desain lintas kasus, yakni arsitektur web terpusat dengan basis data tunggal; modul inti yang selalu berulang berupa autentikasi, data induk, transaksi atau pemesanan, riwayat, laporan, dan dasbor; penggunaan snapshot data transaksi agar riwayat tetap akurat; kontrol akses berbasis peran untuk sistem dengan banyak aktor; penggalian kebutuhan partisipatif yang ringan dengan instrumen yang disesuaikan kapasitas responden; serta rencana evaluasi berlapis yang mencakup black-box testing, user acceptance testing, dan System Usability Scale. Sebaliknya, unsur seperti notifikasi, aksesibilitas pengguna, dan pilihan teknologi terbukti bergantung pada konteks masing-masing usaha. Ketiga kasus masih berada pada tahap perancangan, sementara implementasi dan pengujian direncanakan sebagai kelanjutan riset.

Dr. Nur Wijayaning Rahayu menyampaikan rasa bahagainya atas keikutsertaan para mahasiswa yang berani membagikan hasil penelitian mereka di forum-forum internasional seperti ICOLISAT. Kesempatan itu tidak hanya datang bagi satu tim. Dalam konferensi yang sama, Program Studi S-1 Informatika UII juga diwakili Dhani Fatih Ilyasa dari International Program serta tim dari Prodi Informatika PJJ yang diwakili oleh Bekti Dwi Kurniadi, sehingga dua prodi ini sekaligus tampil di depan forum yang menghadirkan pembicara kunci dari Jepang, Taiwan, dan Malaysia.

September 3, 2026/by Nur Wijayaning Rahayu
https://informatics.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/09/icolisat2026.jpg 960 1280 Nur Wijayaning Rahayu https://informatics.uii.ac.id/wp-content/uploads/2020/03/Logo-webTF-UII-1030x420.png Nur Wijayaning Rahayu2026-09-03 16:47:342026-09-03 16:58:29Satu Pola Perancangan Sistem Informasi untuk para UMKM: Riset Mahasiswa S-1 Informatika UII Dipresentasikan di ICOLISAT 2026
Berita Pilihan, PJJ

Terlihat Belum Berarti Siap: Studi Ekosistem Wellbeing Tourism Yogyakarta Dipresentasikan di ICOLISAT 2026

Riset yang melibatkan mahasiswa Program Studi Informatika Program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) Universitas Islam Indonesia, Bekti Dwi Kurniadi, dipresentasikan dalam sesi oral International Conference on Life Science and Advanced Technology (ICOLISAT) 2026, Kamis (3/9), di Auditorium Lantai 4 Fakultas Hukum UII, Kampus Terpadu UII. Makalah berjudul Digital Readiness and Public Engagement of Traditional and Complementary Health Providers for a Wellbeing Tourism Ecosystem in Yogyakarta itu dibawakan ketua tim riset Jurusan Informatika UII, Irving Vitra Paputungan, Ph.D., bersama anggota tim Erwin. Konferensi bertema Life Sciences and Advanced Technology for Better Life and Green Circular Economy ini diselenggarakan Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM) UII.

Riset ini memetakan sisi penyedia dari ekosistem wellbeing tourism Yogyakarta melalui telaah jejak digital publik terhadap 84 penyedia layanan kesehatan tradisional dan komplementer yang tersebar di lima kabupaten/kota Daerah Istimewa Yogyakarta. Sebanyak 76 penyedia (90,48 persen) berstatus independen dan hanya 8 (9,52 persen) bersifat institusional, dengan sebaran terbanyak di Kabupaten Sleman (22 penyedia) dan Bantul (21 penyedia). Layanannya pun beragam: terapi manual dan muskuloskeletal menjadi kategori terbesar dengan 34 penyedia (40,5 persen), diikuti perawatan tradisional dan herbal 30 penyedia (35,7 persen) serta perawatan holistik dan integratif 23 penyedia (27,4 persen). Karena satu penyedia dapat masuk lebih dari satu kategori, temuan ini menunjukkan pasar yang tidak tunggal, melainkan ekosistem layanan yang terdistribusi.

Temuan utamanya justru terletak pada kesenjangan antara keterlihatan dan kesiapan. Seluruh 84 penyedia terdaftar di Google Maps dan 75 di antaranya (89,3 persen) mencantumkan nomor telepon, tetapi hanya 14 penyedia (16,7 persen) yang memiliki situs atau halaman resmi dan 8 penyedia (9,5 persen) yang menyediakan alamat surel. Median Digital Readiness Score seluruh penyedia hanya 30 dari 100. Tim menyebut kondisi ini sebagai platform-dependent discoverability paradox: penyedia mudah ditemukan, namun kanal penemuannya dikendalikan pihak ketiga, bukan oleh penyedia itu sendiri. Melalui matriks kesiapan ekosistem digital, penyedia terbagi ke dalam empat kuadran: 44,1 persen sebagai ecosystem frontrunners, 35,7 persen sudah siap secara digital tetapi minim keterlibatan publik, 14,3 persen membutuhkan penguatan kapasitas, dan 6,0 persen tergolong peluang tersembunyi. Uji ketahanan menunjukkan pola ini stabil, dengan korelasi Spearman 0,578 pada seluruh penyedia dan 0,517 saat dibatasi pada penyedia independen, serta 72 dari 76 penyedia independen tetap berada di kuadran yang sama.

Sebagai jawaban, tim mengusulkan arsitektur informasi berlapis empat untuk platform wellbeing tourism yang tepercaya, mulai dari data induk penyedia terverifikasi, informasi layanan dan praktisi, tata kelola mutu dan keselamatan, hingga integrasi ekosistem pariwisata. Pesan yang ditekankan di penghujung sesi: yang perlu dibangun lebih dahulu bukan aplikasi wisata baru, melainkan tulang punggung informasi yang dapat dipercaya, karena kesiapanlah yang memungkinkan integrasi terjadi.

September 3, 2026/by M Andri Setiawan
https://informatics.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/09/image_1.jpg 717 1280 M Andri Setiawan https://informatics.uii.ac.id/wp-content/uploads/2020/03/Logo-webTF-UII-1030x420.png M Andri Setiawan2026-09-03 15:33:192026-09-03 15:33:19Terlihat Belum Berarti Siap: Studi Ekosistem Wellbeing Tourism Yogyakarta Dipresentasikan di ICOLISAT 2026
Berita Pilihan, PJJ

Fakultas Ilmu Komputer UPI “YPTK” Padang Studi Banding ke PJJ Informatika UII

Yogyakarta – Fakultas Ilmu Komputer (Filkom) Universitas Putra Indonesia (UPI) “YPTK” Padang melakukan
studi banding ke Program Studi Informatika Program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) Universitas Islam Indonesia (UII) pada Senin, 31 Agustus 2026. Rombongan diterima langsung oleh Kaprodi PJJ Informatika UII, Dr. Nur Wijayaning Rahayu, beserta jajaran di Laboratorium Kolaborasi Informatika, Fakultas Teknologi Industri (FTI), UII.

Delegasi Filkom UPI YPTK dipimpin oleh Dekan Filkom, Dr. Rini Sovia, S.Kom., M.Kom., dan beranggotakan Dr. Hari Marfalino, S.Kom., M.Kom. (Kepala LPMI), Dr. Irzal Arief Wisky, S.Kom., M.Kom. (Wakil Dekan 2), Dr. Randy Permana, S.Kom., M.Kom. (Sekretaris Jurusan Teknik Informatika), serta Dr. Mutiana Pratiwi, S.Kom., M.Kom. Turut hadir menyambut dari UII, Kaprodi Magister Informatika, Irving V., Ph.D., Teduh Dirgahayu, dan Fietyata Yudha, Ph.D.

Kunjungan ini dilatarbelakangi rencana Filkom UPI YPTK untuk mendirikan program studi Informatika pendidikan jarak jauh (PJJ). Melalui diskusi yang berlangsung interaktif, kedua pihak membahas aspek-aspek kunci penyelenggaraan PJJ, mulai dari prosedur perizinan pendirian program studi kepada Dikti, pengelolaan pembelajaran berbasis LMS, hingga perancangan kurikulum yang diselaraskan dengan kurikulum Program Studi Informatika program reguler.

Sesi diskusi dimanfaatkan rombongan untuk mendalami pengalaman UII dalam mengelola program PJJ, khususnya pada tahap persiapan pendirian. UII berbagi praktik baik dalam penyusunan dokumen perizinan, pemilihan dan pemanfaatan LMS untuk perkuliahan jarak jauh, serta strategi menjaga kesetaraan capaian pembelajaran antara mahasiswa PJJ dan mahasiswa program reguler.

Sebagai tindak lanjut, kedua institusi sepakat menjajaki kerja sama pengembangan sumber daya manusia (SDM). Melalui studi banding ini diharapkan terjalin kolaborasi berkelanjutan antarkedua institusi dalam pengembangan pendidikan tinggi berbasis jarak jauh. Kunjungan ditutup dengan pertukaran cendera mata dan sesi foto bersama sebagai dokumentasi kebersamaan.

August 31, 2026/by M Andri Setiawan
https://informatics.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/08/image_1-5.jpg 1280 960 M Andri Setiawan https://informatics.uii.ac.id/wp-content/uploads/2020/03/Logo-webTF-UII-1030x420.png M Andri Setiawan2026-08-31 12:22:572026-08-31 12:22:57Fakultas Ilmu Komputer UPI “YPTK” Padang Studi Banding ke PJJ Informatika UII
Berita Pilihan, PJJ

Kuliah Informatika Itu Belajar Apa Sih? Webinar PJJ Informatika UII Jawab Kebingungan Calon Mahasiswa

Program Studi Informatika Program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) Universitas Islam Indonesia menggelar webinar bertajuk “Kuliah Informatika Itu Belajar Apa Sih?” pada Sabtu, 29 Agustus 2026, pukul 16.00 WIB secara daring. Webinar seri kesepuluh ini menghadirkan Rian Adam Rajagede, S.Kom., M.Cs., dosen Informatika UII yang kini menempuh studi doktoral di University of Central Florida, Amerika Serikat. Kegiatan terbuka gratis untuk umum dan peserta yang mengikuti hingga akhir memperoleh e-sertifikat.

Materi dibuka dengan gagasan bahwa Informatika itu luas. Melalui peta bidang kajian dari situs pemeringkatan csrankings.org, pembicara menunjukkan empat rumpun besar ilmu komputer: Artificial Intelligence (computer vision, machine learning, pemrosesan bahasa alami, web dan information retrieval), Systems (arsitektur komputer, jaringan, keamanan, basis data, embedded dan real-time systems, high-performance computing, sistem operasi, rekayasa perangkat lunak), Theory (algoritma dan kompleksitas, kriptografi, logika dan verifikasi), serta Interdisciplinary Areas (bioinformatika, grafika komputer, pendidikan ilmu komputer, interaksi manusia-komputer, robotika, visualisasi). Lebih dari dua puluh bidang tersebut menegaskan bahwa Informatika jauh lebih dari sekadar menulis kode, dan tidak ada satu mahasiswa pun yang menguasai semuanya.

Gagasan berikutnya, Informatika ada di mana-mana dan bergerak cepat. Lewat peta dunia yang ditaburi contoh nyata (produsen chip, teknologi canggih di ByteDance, model bahasa yang sadar budaya dan nilai keislaman, hingga layanan ojek daring di Indonesia) pembicara menunjukkan bahwa lulusan Informatika dibutuhkan lintas sektor, bukan hanya di perusahaan teknologi. Sementara perkembangan teknologi mulai dari single processor era 1990-an, multi processor sekitar 2005, deep learning lewat AlexNet pada 2012, hingga revolusi chatbot dan LLM sejak 2022 mengantar pada satu pesan kunci: “Apa yang tren hari ini belum tentu besok juga masih tren.”

Antusiasme peserta terlihat dari kolom chat yang ramai menjawab kuis dan bertanya di sesi tanya jawab. Pembicara menutup sesi dengan tiga rangkuman: tentukan niat yang benar dalam belajar; sadari bahwa bidang Informatika sangat luas sehingga tidak perlu FOMO, tetapi tetaplah open-minded; dan mindful dalam belajar: nikmati prosesnya, ingat-ingat niatnya, dan fokus pada tujuan akhirnya. Informasi lebih lanjut mengenai Program Studi Informatika PJJ UII dan jadwal webinar berikutnya dapat diakses melalui informatics.uii.ac.id/pjj dan Instagram @pjj.informatics.uii.

August 29, 2026/by M Andri Setiawan
https://informatics.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/08/image_1-4.jpg 705 1280 M Andri Setiawan https://informatics.uii.ac.id/wp-content/uploads/2020/03/Logo-webTF-UII-1030x420.png M Andri Setiawan2026-08-29 17:30:182026-08-29 17:30:18Kuliah Informatika Itu Belajar Apa Sih? Webinar PJJ Informatika UII Jawab Kebingungan Calon Mahasiswa
Berita Pilihan, PJJ

Mahasiswa PJJ Informatika UII Berbagi Semangat Berani Mencoba

Program Studi Informatika Program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) Universitas Islam Indonesia menggelar Sharing Session bersama mahasiswa lintas angkatan pada Sabtu, 15 Agustus 2026, pukul 19.30–20.00 WIB melalui Zoom. Diikuti 25 peserta, sesi pertama kegiatan ini menghadirkan tiga mahasiswa yang membagikan pengalaman berprestasi dan mendapat rekognisi: Qoriyatul Aliya Fatma (angkatan I), Bekti Kurniadi (angkatan I), dan Farid Hazawi (angkatan II).

Qoriyatul berbagi cerita di balik keberhasilannya meraih Juara Harapan 3 kategori short paper pada PJJ Challenge, yaitu ajang yang dirancang agar mahasiswa PJJ Informatika dapat berkompetisi di tingkat nasional dan diikuti peserta dari berbagai perguruan tinggi. Yang membuat ceritanya berkesan, tahun sebelumnya ia telah mengikuti ajang yang sama dan belum berhasil. Alih-alih berhenti, ia kembali mencoba dengan persiapan yang lebih matang. “Bagi teman-teman yang ingin ikut kegiatan atau lomba, tapi masih merasa ragu atau takut hasilnya kurang bagus, Menurut saya enggak apa-apa kita mencoba dulu. Karena dari mencoba kita bisa tahu kemampuan kita dan bisa belajar dari prosesnya,” pesannya kepada teman-teman dan adik tingkat yang hadir.

Semangat serupa datang dari Bekti dan Fardi yang membagikan pengalaman menjadi fasilitator pelatihan bagi para lulusan SMK di Bogor. Farid membawakan materi Fiber to The Home (FTTH), sedangkan Bekti mengisi sesi Docker dan Uptime Kuma. Mereka menyampaikan bahwa antusiasme para peserta pelatihan menjadi pengalaman yang paling berkesan. Kepercayaan sebagai pemateri tersebut menjadi bentuk rekognisi bahwa kompetensi yang dibangun selama ini dapat diakui dan bermanfaat di ruang profesional yang lebih luas.

Capaian ketiganya bertumpu pada ekosistem dukungan yang disiapkan Prodi PJJ Informatika UII, mencakup pendanaan internal prodi dan forum gathering prodi secara rutin. Melalui forum berbagi seperti ini, mahasiswa berprestasi diposisikan sebagai teladan sekaligus mentor informal bagi juniornya.

August 21, 2026/by M Andri Setiawan
https://informatics.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/08/image_1-3.jpg 842 1280 M Andri Setiawan https://informatics.uii.ac.id/wp-content/uploads/2020/03/Logo-webTF-UII-1030x420.png M Andri Setiawan2026-08-21 17:53:042026-08-21 17:53:04Mahasiswa PJJ Informatika UII Berbagi Semangat Berani Mencoba
Berita Pilihan, PJJ

PJJ Informatika UII Gandeng DPKA UII Kenalkan Personal Career Planning System kepada Mahasiswa

Program Studi Informatika Program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) Universitas Islam Indonesia bekerja sama dengan Direktorat Pengembangan Karier dan Alumni (DPKA) UII menyelenggarakan acara pengenalan Personal Career Planning System (PCPS) pada Rabu, 19 Agustus 2026, pukul 19.30–21.00 WIB. Kegiatan digelar secara daring melalui Zoom Meeting dan diikuti oleh banyak mahasiswa PJJ Informatika dari berbagai daerah.

Acara dibuka oleh Kepala Program Studi Informatika PJJ, Dr. Nur Wijayaning Rahayu. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa perencanaan karier perlu dimulai sejak masa perkuliahan, bukan menjelang kelulusan, sehingga mahasiswa memiliki gambaran yang jelas mengenai arah pengembangan diri yang ingin ditempuh.

Setelah sesi pembukaan, peserta dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil agar proses pelatihan berjalan lebih efektif. Pembagian ini memungkinkan pendampingan yang lebih intensif, sehingga setiap mahasiswa dapat langsung mempraktikkan pengisian PCPS dan bertanya secara leluasa kepada pendamping di masing-masing kelompok.

Mengenal PCPS

PCPS merupakan aplikasi pemetaan potensi dan portofolio mahasiswa yang dikembangkan UII. Aplikasi ini membantu mahasiswa menyusun Curriculum Vitae (CV) untuk keperluan melamar pekerjaan, melanjutkan studi, maupun aktivitas pengembangan karier lain setelah lulus. Melalui PCPS, mahasiswa juga dapat melakukan asesmen diri untuk mengenali kelebihan serta kelemahan yang dimiliki, dan memperoleh gambaran aktivitas apa saja yang sebaiknya dilakukan selama masa kuliah.

Isian PCPS terbagi menjadi dua bagian utama. Bagian pertama berupa template penyusunan CV yang meliputi identitas diri, riwayat pendidikan, pengalaman kerja dan organisasi, kemampuan bahasa asing, literasi teknologi, prestasi, pelatihan yang pernah diikuti, serta karya publikasi. Bagian kedua berfokus pada asesmen karier, mencakup aspirasi karier, orientasi karier, rencana pengembangan diri, profil kepribadian, dan gaya belajar mahasiswa.

Dengan informasi yang terstruktur tersebut, mahasiswa diharapkan lebih mudah merencanakan langkah pengembangan diri selama kuliah sekaligus mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja. Informasi selengkapnya mengenai PCPS dapat diakses melalui career.uii.ac.id/personal-career-planning-system.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Program Studi Informatika PJJ UII untuk memastikan mahasiswa jarak jauh memperoleh layanan pengembangan karier yang bermakna sejak tahun pertama perkuliahan.

August 19, 2026/by M Andri Setiawan
https://informatics.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/08/image_1-2.jpg 677 1280 M Andri Setiawan https://informatics.uii.ac.id/wp-content/uploads/2020/03/Logo-webTF-UII-1030x420.png M Andri Setiawan2026-08-19 20:33:302026-08-19 20:33:30PJJ Informatika UII Gandeng DPKA UII Kenalkan Personal Career Planning System kepada Mahasiswa
Berita Pilihan, PJJ

Gandeng IT Centrum, Prodi PJJ Informatika UII Fasilitasi Sertifikasi ICDL AI Essentials Gratis bagi Mahasiswa

Program Studi Informatika Program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) Universitas Islam Indonesia menjalin kerja sama dengan IT Centrum (ITC) untuk memfasilitasi mahasiswa mengikuti sertifikasi internasional ICDL AI Essentials. Program ini disosialisasikan pada sesi kedua Sharing Session Pra Sertifikasi ICDL, Sabtu, 15 Agustus 2026, pukul 20.00–20.40 WIB melalui Zoom, dengan pemateri M. Andri Setiawan, Ph.D. Sesi tersebut diikuti 25 peserta dari berbagai angkatan dan dibuka oleh Dr. Nur Wijayaning R, Kaprodi PJJ Informatika UII.

ICDL (International Certification of Digital Literacy) merupakan standar sertifikasi literasi digital yang diakui secara internasional. Modul AI Essentials secara khusus menyasar pemahaman dasar kecerdasan artifisial: konsep dan cara kerja AI, pemanfaatan generative AI secara efektif, serta isu etika, privasi, dan penggunaan yang bertanggung jawab.

Dalam paparannya, Andri menekankan bahwa micro-credentials dan sertifikasi industri berperan sebagai komplemen, bukan pengganti ijazah maupun capaian akademik. Keduanya melengkapi transkrip dengan bukti kompetensi yang terverifikasi pihak ketiga, sekaligus menunjukkan bahwa mahasiswa bersangkutan mau menantang dirinya sendiri dan tidak sekadar menuntaskan kewajiban perkuliahan. Ia juga menegaskan bahwa AI Essentials merupakan fondasi yang dapat dikembangkan. Beliau menambahkan, “Program ini merupakan sebuah stepping stone yang dapat dimanfaatkan sebagai pijakan sebelum melangkah ke jenjang sertifikasi kompetensi berikutnya”.

Program ini dibuka untuk 30 mahasiswa dengan skema yang dirancang fleksibel dan bebas biaya: belajar mandiri tanpa kelas sesuai ritme masing-masing peserta, ujian daring dari rumah tanpa perlu hadir di pusat ujian, serta pembebasan biaya sertifikasi yang harga normalnya Rp850.000 menjadi gratis. Peserta hanya menyetorkan deposit Rp85.000 sebagai jaminan keseriusan, yang dikembalikan 100% apabila peserta dinyatakan lulus. Skema deposit diberlakukan semata-mata untuk menjaga komitmen peserta, mengingat kuota terbatas dan setiap slot yang tidak dimanfaatkan menutup kesempatan mahasiswa lain.

Format belajar mandiri dan ujian daring dinilai sangat sesuai dengan profil mahasiswa PJJ yang tersebar di berbagai daerah dan sebagian besar telah bekerja, sehingga persiapan dapat dilakukan di sela aktivitas tanpa meninggalkan pekerjaan. Kerja sama dengan ITC ini melengkapi berbagai bentuk dukungan untuk mahasiswa yang telah berjalan di Prodi PJJ Informatika UII, mulai dari pendanaan prodi, hingga diseminasi informasi peluang pengembangan diri.

August 16, 2026/by M Andri Setiawan
https://informatics.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/08/image_1-1.jpg 853 1280 M Andri Setiawan https://informatics.uii.ac.id/wp-content/uploads/2020/03/Logo-webTF-UII-1030x420.png M Andri Setiawan2026-08-16 17:24:172026-08-16 17:24:17Gandeng IT Centrum, Prodi PJJ Informatika UII Fasilitasi Sertifikasi ICDL AI Essentials Gratis bagi Mahasiswa
Page 2 of 15‹1234›»
  • Kuliah Umum MPTI di Ruang Auditorium FTI UII
    Kuliah Umum MPTI Bahas Strategi dan Mitigasi Risiko Pengadaan Teknologi InformasiOctober 15, 2026 - 10:51
  • Magister Informatika UII Buka Beasiswa Kompetitif untuk Mahasiswa Non-Alumni UII Semester Ganjil TA. 2026/2027October 9, 2026 - 21:19
  • Poster Rekrutmen Calon Kader Posbindu Sirih Melingkar
    PENGUMUMAN Rekrutmen Calon Kader Posbindu Sirih MelingkarOctober 2, 2026 - 16:01
  • SEO Tak Lagi Hanya Soal Google, WPYK #24 di Informatika UII Bahas Search Era AI dan Agentic SEOSeptember 30, 2026 - 15:38
  • Informatics Undergraduate Program logo
    Pengumuman Asisten Mandiri Semester Ganjil 2026/2027September 25, 2026 - 12:24
  • Informatics Undergraduate Program logo
    Surat Edaran Dosen Pembimbing Skripsi Tugas Akhir Semester Ganjil 2026/2027September 25, 2026 - 12:14
  • Informatics Undergraduate Program logo
    ITSC Laboratory Opens Recruitment for Teaching Assistants in the International ProgramSeptember 23, 2026 - 11:06
  • Open Recruitment Asisten Laboratorium ITSC Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027September 16, 2026 - 16:37
  • PJJ START Sambut Mahasiswa Baru Informatika PJJ UII Semester Ganjil 2026/2027September 16, 2026 - 16:18
  • Tim Yu Ai Ai dari Informatika UII Raih Best Finalist Idea Track Astranauts 2026September 8, 2026 - 15:37

Categories

JURUSAN INFORMATIKA

Gedung KH. Mas Mansyur  Lantai 2
Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang KM. 14,5 Sleman Yogyakarta 55584

Telepon: +62 274 895287 ext. 122
Faks: +62 274 895007
Email:
Jurusan: [email protected]
Prodi Informatika Program Sarjana: [email protected]
Prodi Informatika Program Magister : [email protected]
Prodi Informatika PJJ : [email protected]
Instagram: @informatics.uii

TAUTAN CEPAT

Universitas

Fakultas

UII Gateway

Admisi

© Hak Cipta 2022 - Jurusan Informatika UII - Yogyakarta
  • Link to Instagram
  • Link to Facebook
  • Link to Youtube
Scroll to top Scroll to top Scroll to top