Yogyakarta — Program Studi Informatika Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) Universitas Islam Indonesia (UII) sukses menyelenggarakan PJJ START — Student Ta’aruf Academic Relation Talk — pada Selasa, 7 April 2026. Acara yang berlangsung secara hybrid di Learning Space 2, FTI UII, sekaligus melalui Zoom Meeting ini menjadi ajang orientasi akademik bagi mahasiswa baru Informatika PJJ pada Semester Genap 2025/2026. Kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB dan berjalan lancar hingga siang hari.

Rangkaian acara meliputi penjelasan akademik oleh Kaprodi, perkenalan dosen, tutor, tenaga kependidikan, dan asisten, hingga sesi sharing bersama alumni Informatika UII. Salah satu sesi yang paling dinantikan adalah Short Training seputar UII Gateway, Email UII-MFA, dan Classroom yang dipandu oleh Badan Sistem Informasi UII. Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan ini, Reyhandri Muhammad Naufal, S.Kom dari Badan Sistem Informasi UII, Bamasatya Hendraprasta, S.Kom selaku alumni Informatika UII, serta Erika Ramadhani, S.T., M.Eng dari ITCentrum UII. Acara ditutup dengan sesi Perkenalan ITCentrum, tur fasilitas Informatika, dan makan siang bersama.

Semangat dan antusiasme mahasiswa baru tampak luar biasa, bahkan sebelum acara resmi dimulai. Salah satu peserta, Kak Elsa, rela menempuh perjalanan jauh dari Magetan menuju Yogyakarta dengan menaiki bus sejak pukul 02.00 dini hari demi tiba di kampus UII tepat waktu pukul 08.00 pagi. Tak kalah bersemangat, Kak Farid pun sudah bergegas berangkat usai menunaikan salat Subuh. Dedikasi para mahasiswa ini menjadi cerminan nyata komitmen mereka dalam menjalani perkuliahan jarak jauh di Informatika UII.

PJJ START diharapkan menjadi bekal awal yang kuat bagi mahasiswa baru dalam memahami sistem akademik, mengenal lingkungan kampus, serta membangun jejaring dengan sesama mahasiswa, dosen, dan alumni. Program Studi Informatika PJJ UII berkomitmen untuk terus mendukung mahasiswanya agar dapat menjalani perkuliahan secara optimal, di mana pun mereka berada.

JADWAL PMB MAGISTER UII

JADWAL PMB MAGISTER UII

Program Studi Informatika Program Magister Universitas Islam Indonesia dengan bangga mengumumkan pembukaan pendaftaran mahasiswa baru untuk Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027. 

Pendaftaran dibuka dalam 5 (lima) periode dengan rincian jadwal sebagai berikut:

Periode Tanggal Pembukaan Tanggal Penutupan
Periode 1 1 April 2026 28 April 2026
Periode 2 1 Mei 2026 29 Mei 2026
Periode 3 1 Juni 2026 28 Juni 2026
Periode 4 1 Juli 2026 29 Juli 2026
Periode 5 1 Agustus 2026 20 Agustus 2026

Informasi Penting: Pendaftaran GRATIS KHUSUS PERIODE 1. Calon mahasiswa dapat mendaftar secara online melalui laman resmi penerimaan mahasiswa baru UII di pmb.uii.ac.id.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai persyaratan, kurikulum, dan program studi, silakan kunjungi informatics.uii.ac.id/magister atau hubungi kami melalui media sosial resmi @magistertf.uii

Yogyakarta, 11 Maret 2026 – Jurusan Informatika Universitas Islam Indonesia (UII) kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat melalui kegiatan Bakti Sosial dan Buka Bersama yang diselenggarakan pada hari Rabu, 11 Maret 2026, bertempat di Dusun Mancasan, Ambarketawang.

Kegiatan ini dihadiri oleh warga setempat dengan total 125 penerima manfaat yang merupakan masyarakat kurang mampu di wilayah tersebut. Acara ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Ramadan yang bertujuan untuk mempererat silaturahmi sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial di lingkungan sekitar.

Acara dibuka dengan sambutan dari Dukuh Mancasan, Nur Hidayah, yang menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Dalam sambutannya, beliau mengungkapkan rasa terima kasih kepada Jurusan Informatika UII atas perhatian dan kontribusi nyata kepada masyarakat Dusun Mancasan.

Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan pengajian Ramadan yang disampaikan oleh Nanang Joko Purwanto. Dalam tausiyahnya yang bertema “Tips Meraih Keberkahan di Bulan Ramadan”, beliau mengajak masyarakat untuk meningkatkan kualitas ibadah, memperbanyak amal kebaikan, serta menjaga keikhlasan dalam setiap aktivitas selama bulan suci Ramadan.

Memasuki waktu Maghrib, seluruh peserta melaksanakan salat Maghrib berjamaah yang dilanjutkan dengan kegiatan buka bersama dalam suasana penuh kebersamaan dan kekeluargaan.

Sebagai penutup, panitia menyelenggarakan pembagian paket sembako kepada masyarakat yang membutuhkan. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu meringankan beban warga serta menjadi wujud nyata kepedulian sosial dari sivitas akademika Jurusan Informatika UII.

Melalui kegiatan ini, Jurusan Informatika UII tidak hanya berperan dalam bidang akademik, tetapi juga turut berkontribusi dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, khususnya di bulan Ramadan yang penuh berkah.

Program Studi Informatika Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) Universitas Islam Indonesia (UII) menggelar webinar bertajuk “Libur Berlalu, Semangat Melaju” pada Ahad, 5 April 2026, pukul 19.30–20.30 WIB melalui Zoom Meeting. Webinar ini menghadirkan Taufiq Hidayat, S.T., M.C.S., Ph.D, dosen mata kuliah Algoritma dan Struktur Data di Program Studi Informatika UII, sebagai narasumber. Acara ini terbuka untuk umum dan dapat diikuti secara gratis.

Webinar ini dirancang untuk membantu mahasiswa dan masyarakat umum agar kembali semangat dan fokus setelah masa libur. Narasumber membagikan sejumlah tips praktis yang dapat langsung diterapkan. Tip pertama yang disampaikan adalah pentingnya meninjau kembali motivasi, baik dalam konteks bekerja maupun kuliah. Dalam konteks bekerja, motivasi bisa berupa keinginan mencari nafkah dan menafkahi keluarga, sedangkan dalam konteks kuliah, motivasi mencakup peningkatan kemampuan, membahagiakan orang tua, dan menaikkan karir. Dengan mengingat kembali motivasi awal, segala aktivitas dapat kembali terarah dan fokus.

Tip kedua yang dibahas adalah memulai dari hal-hal kecil. Narasumber menjelaskan bahwa belajar secara bertahap dari yang ringan membutuhkan energi yang lebih sedikit, sehingga lebih mudah untuk membangun momentum. Contohnya, mahasiswa bisa memulai dengan mata kuliah yang paling disukai atau yang paling mudah, atau bisa juga memulai dengan belajar materi dalam bentuk video sebagai langkah awal yang ringan.

Tip ketiga menekankan pentingnya berteman dengan orang-orang yang rajin. Narasumber mengutip hadis riwayat Bukhari-Muslim tentang perumpamaan teman yang baik dan teman yang buruk, serta menjelaskan bahwa berkumpul dengan orang shalih merupakan obat hati. Pengaruh teman sangat besar terhadap produktivitas dan berteman dengan orang rajin akan mendorong kita untuk ikut rajin. Hal ini sejalan dengan teori Behavioristik dalam Psikologi yang menyatakan bahwa lingkungan adalah faktor utama yang membentuk perilaku dan perkembangan individu.

Webinar ini merupakan seri ke-6 yang diselenggarakan secara rutin oleh Program Studi Informatika PJJ UII. Insya Allah, seri berikutnya akan kembali hadir pada bulan Mei 2026. Untuk informasi terkini mengenai jadwal webinar dan kegiatan lainnya, silakan pantau akun Instagram @pjj.informatics.uii.

Pesantren Sains Data (PSD) 1447 H yang diinisiasi Center of Data Science (CDS) Universitas Islam Indonesia (UII) menghadirkan perpaduan unik antara pembelajaran sains data dan nilai spiritualitas di bulan Ramadan. Acara ini diselenggarakan dalam empat sesi pada 25–26 Februari dan 4–5 Maret 2026, pukul 15.45–17.45 WIB. Setiap sesi terdiri dari materi inti dan kultum yang saling melengkapi.

Pada sesi materi inti di hari pertama, Fietyata Yudha, PhD, dosen Program Studi Informatika UII, membuka dengan tema “Behind Model Accuracy: Investigating the Influence of Metadata in IDS Datasets”, menyoroti bahaya shortcut learning pada model IDS yang bisa salah belajar dari metadata alih-alih mengenali pola serangan sebenarnya. 

Pada hari kedua, Gusti Ahmad Fanshuri Alfarisy, PhD, dosen Prodi Informatika Institut Teknologi Kalimantan, melanjutkan dengan tema “Building Trustworthy Generative AI: Introduction to Retrieval Augmented Generation”. Beliau membahas bagaimana RAG mengatasi “halusinasi” AI generatif melalui basis data vektor dan pengetahuan eksternal. 

Agenda PSD di hari pertama pekan kedua diisi oleh Endang Wahyu Pamungkas, PhD, yang merupakan dosen Program Studi Informatika Universitas Muhammadiyah Surakarta. Beliau menyajikan tema “Mining Toxicity and Hate Speech in Indonesian Social Media: Challenges, Methods, and Future Directions”. Dalam sesi ini, beliau mengupas tantangan deteksi ujaran kebencian yang bermutasi ke bentuk meme dan bahasa campuran. 

Sesi terakhir PSD diisi oleh Dr. Hendrik, dosen Program Studi Informatika UII. Beliau membawakan tema “From Web to Structured Data: An LLM-Augmented Approach to Knowledge Extraction”. Secara umum, beliau membahas transformasi data web tidak terstruktur menjadi pengetahuan yang tersusun sistematis.

Selain sesi materi yang berkaitan dengan sains data, agenda PSD 1447 H juga menyajikan sesi ceramah singkat keagamaan yang diisi oleh dosen dari Program Studi Informatika UII. Empat sesi ceramah tersebut memberikan perspektif spiritual yang memperkaya diskusi teknis. Dr. Syarif Hidayat, M.I.T., menekankan pentingnya berbaik sangka kepada Allah sebagai penawar kecemasan akademis. Ahmad Fathan Hidayatullah, Ph.D., menyampaikan tiga pilar kebahagiaan muslim: syukur, sabar, dan istighfar. Chanifah Indah Ratnasari, M.Kom., mengingatkan kewajiban tabayyun di era ledakan informasi agar tidak menjadi penyebar fitnah. Terakhir, Dr. (Cand.) Kholid Haryono, M.Kom., mengajak refleksi tentang posisi manusia sebagai hamba di hadapan keluasan ilmu Allah.

Perpaduan kedua sisi ini membentuk pesan utama: ekosistem digital yang sehat membutuhkan algoritma yang presisi sekaligus operator manusia yang berintegritas. Sebagaimana data harus dibersihkan dari bias agar akurat, setiap individu juga perlu menjaga kejernihan karakter dalam menghadapi tantangan era digital.

Pesantren Sains Data 1447 H menegaskan bahwa penguasaan teknologi harus berjalan seiring dengan ketaatan spiritual. Inovasi sains data tidak cukup berhenti pada angka akurasi, tetapi harus menjadi sumbangsih nyata yang berlandaskan nilai kemanusiaan.

Suasana menjelang berbuka tak menghalangi semangat para mahasiswa untuk belajar. Jumat, 6 Maret 2026, Program Studi Informatika FTI UII menggelar Ngabuburit Talk bertema Publikasi Skripsi, sebuah sesi santai yang membahas cara mengubah skripsi menjadi artikel ilmiah. Dipandu oleh MC Wilda Maulida, acara yang berlangsung pukul 16.00–17.00 WIB ini menghadirkan tiga pembicara dengan latar belakang dan pengalaman publikasi yang beragam.

Pembicara pertama, Dr. Nur Wijayaning R., penulis produktif sekaligus reviewer jurnal dan seminar ilmiah, membagikan panduan praktis memilih tempat publikasi yang tepat. Ia menekankan pentingnya memilih jurnal atau konferensi yang kredibel (seperti yang terindeks Scopus atau Sinta) dan mengingatkan mahasiswa untuk waspada terhadap jurnal predator maupun konferensi abal-abal yang justru bisa merusak reputasi akademik. “Pilih venue yang benar,” pesannya.

Giliran Dr. Hendrik, peneliti produktif berpengalaman di publikasi jurnal dan seminar internasional, yang meluruskan tiga mitos yang kerap menghantui mahasiswa: proses publikasi yang dianggap rumit dan lama, hambatan kemampuan bahasa asing, serta standar kelayakan karya ilmiah yang terasa terlalu tinggi. Menurutnya, proses publikasi jauh lebih sederhana dari yang dibayangkan, dan reviewer pun lebih menghargai kontribusi riset yang jelas ketimbang kesempurnaan tata bahasa.

Sesi penutup menjadi yang paling menginspirasi, ketika Pandu N. A. Dewanto, seorang mahasiswa S-1 Informatika UII yang hobi ngulik, berbagi perjalanan nyatanya: dari mengerjakan skripsi seperti biasa, hingga akhirnya menerima acceptance letter dari International Conference on Information Technology and Education Technology (ITET 2026), konferensi internasional di Hiroshima, Jepang. Prosesnya dimulai dari konsultasi bersama Bu Nur, lalu bergerak cepat mempersiapkan paper mengikuti format konferensi, hingga kini sedang berlatih presentasi dan menyiapkan dokumen keberangkatan. Kisah Pandu membuktikan bahwa publikasi ilmiah bukan monopoli mahasiswa S-3 karena skripsi yang kamu kerjakan hari ini, bisa jadi paper yang dipresentasikan di luar negeri besok.

Ngabuburit Talk kali ini menutup sore dengan pesan yang sederhana namun kuat: skripsi bukan sekadar syarat kelulusan. Di tangan mahasiswa yang mau berusaha, skripsi bisa menjadi kontribusi nyata bagi ilmu pengetahuan dan tiket pertama menuju panggung riset dan jejaring yang lebih luas.

 

 

 

 

 

 

Laboratorium SIRKEL memanggil talenta terbaik mahasiswa informatika untuk mendukung Perkuliahan Fundamen Pengembangan Aplikasi & Pengembangan Sistem Informasi (Semester Genap). Daftarkan dirimu sebagai asisten laboratorium SIRKEL dengan mengisi form di bawah ini.

Syarat:

  • Mempunyai minat membimbing praktikum dituliskan dałam Pernyataan Motivasi
  • Lulus Mata Kuliah FPA dan atau PSI (jika sudah menempuh) untuk semester ganjil dengan nilai minimal A/B, ditunjukkan melalui KHS
  • Berkomitmen dengan jadwal asistensi yang akan disepakati
Benefit menjadi Asisten Lab. SIRKEL :
  • Insentif/Vakasi Asisten Lab. SIRKEL
  • Pelatihan Asisten Lab. SIRKEL
  • Akses dan Fasilitas Khusus Laboratorium bagi Asisten Lab. SIRKEL
Selamat mengikuti proses rekrutmen Asisten Lab. SIRKEL, kami tunggu submission-nya hingga tanggal 10 Maret 2026.
Laboratorium SIRKEL
Kalab:  Dr. Novi Setiani, S.T., M.T.
[email protected]

Yogyakarta, 3 Maret 2026 — Program studi International Program Informatika Universitas Islam Indonesia (UII) jenjang S-1 menggelar kegiatan Ngabuburit Talk pada Selasa, 3 Maret 2026, pukul 16.00–17.00 WIB. Acara yang dikemas dalam suasana santai menjelang berbuka puasa ini menghadirkan tiga narasumber berlatar belakang beragam: Dr. Nur Wijayaning R. , dosen Informatika UII yang juga dikenal sebagai penulis buku teks dan artikel ilmiah dengan rekam jejak publikasi yang luas; Ahmad Fathan H., Ph.D., dosen Informatika UII sekaligus kolaborator internasional yang aktif bekerja sama dengan peneliti dari berbagai penjuru dunia dan produktif menghasilkan artikel ilmiah; serta Abdullah M.A.A. Alhwyji, S.Kom., lulusan Informatika IP yang semasa masih menjadi mahasiswa S-1 telah berhasil mempresentasikan penelitiannya di seminar internasional.

Sesi diskusi berlangsung hidup dengan paparan pengalaman nyata dari masing-masing narasumber. Dr. Nur Wijayaning menekankan pentingnya motivasi publikasi bagi mahasiswa S-1, sekaligus berbagi strategi manajemen waktu skripsi agar kegiatan riset dan penulisan laporan serta artikel dapat berjalan lancar. Sementara itu, Ahmad Fathan, Ph.D. menguraikan pengalamannya dalam proses publikasi dan memberikan panduan praktis mengenai cara memilih outlet yang tepat, baik jurnal ilmiah maupun seminar, dengan mempertimbangkan reputasi, indeksasi, dan kesesuaian topik penelitian. Selain itu, beliau juga menjelaskan mengenai jurnal predator yang umumnya dicirikan dengan “pay to publish”, yaitu penulis diminta untuk membayar sejumlah tertentu dan artikelnya dijamin diterima dalam hitungan hari. Abdullah, sebagai narasumber muda, berbagi alasannya memilih ICITDA 2025 sebagai ajang presentasi perdananya di level internasional; antara lain karena lokasi penyelenggaraan di Indonesia, seminar diselenggarakan langsung oleh UII, dan prosiding telah terindeks IEEE sehingga memberikan nilai akademik yang signifikan.

Sesi tanya jawab yang dikawal MC Bravestama Isa turut menyumbang warna tersendiri dalam acara ini. Salah satu pertanyaan yang menarik perhatian peserta adalah apakah diperbolehkan mengumpulkan sebuah makalah ke jurnal dan konferensi secara bersamaan. Dr. Nur Wijayaning menjawab bahwa hal tersebut diperbolehkan, dengan catatan penting bahwa isi atau substansi kedua makalah harus berbeda; bukan sekadar mengganti kemasan dari karya yang sama. Pertanyaan lain yang tak kalah relevan datang dari peserta yang menanyakan bagaimana peneliti muda dapat mulai membangun jaringan dengan kolaborator internasional. Ahmad Fathan, Ph.D. menyarankan agar mahasiswa mulai menelusuri profil peneliti melalui Google Scholar atau LinkedIn, atau memanfaatkan relasi dosen pembimbing skripsi masing-masing sebagai pintu masuk ke jejaring internasional.

Ngabuburit Talk menjadi bukti nyata komitmen International Program Informatika UII dalam membekali mahasiswanya tidak hanya dengan ilmu teknis, tetapi juga dengan literasi publikasi dan semangat kolaborasi global. Antusiasme peserta yang tinggi sepanjang sesi menunjukkan bahwa topik ini sangat relevan dan dinantikan oleh mahasiswa, sekaligus membuka harapan agar kegiatan serupa dapat terus digelar secara berkelanjutan di masa mendatang.

Yogyakarta, 25 Februari 2026 — Jurusan Informatika Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Islam Indonesia (UII) menerima kunjungan dari Heilbronn University of Applied Sciences (HHN), Jerman, pada Rabu (25/2). Ms Janice Au selaku Internationalization Officer of Faculty of Computer Science HHN hadir sebagai perwakilan universitas tersebut untuk membahas peluang kerjasama akademik antara kedua institusi. Pertemuan berlangsung di Ruang Sidang Dekanat FTI dan disambut langsung oleh Dr. Arif Hidayat (Wakil Dekan Bidang Keagamaan, Kemahasiswaan, dan Alumni FTI), Dr. Raden Teduh Dirgahayu (Ketua Jurusan Informatika), serta Dr. Nur Wijayaning R. (Ketua Program Studi PJJ Informatika).

Agenda utama yang dibahas dalam pertemuan ini adalah program pertukaran mahasiswa. Melalui skema kerjasama ini, HHN akan memberikan beasiswa kepada mahasiswa Informatika UII, baik jenjang S1 maupun S2, untuk menempuh perkuliahan selama satu semester di Jerman. Selain memperoleh bantuan biaya hidup (living cost), mahasiswa yang terpilih juga akan mendapatkan fasilitas kursus bahasa Jerman secara gratis. Nilai mata kuliah yang ditempuh di HHN pun dapat dikonversikan ke dalam transkrip akademik UII, sehingga tidak menghambat progres studi mahasiswa.

Selama menempuh studi di HHN, mahasiswa berkesempatan mengambil berbagai mata kuliah yang ditawarkan dalam bahasa Inggris. Tidak hanya itu, mahasiswa juga dapat berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan kemahasiswaan di lingkungan kampus HHN, sehingga memberikan pengalaman internasional yang menyeluruh. Pendaftaran terdekat untuk program ini akan dibuka pada 1 Mei 2026, dengan proses seleksi dilakukan di tingkat Program Studi Informatika UII. Mahasiswa yang lolos seleksi selanjutnya akan diarahkan dan difasilitasi oleh International Office HHN.

Selain program pertukaran mahasiswa, kedua pihak juga membahas potensi kerjasama di bidang riset, termasuk partisipasi HHN dalam ICITDA 2026 (International Conference on Information Technology and Digital Applications) yang diselenggarakan oleh Informatika UII. Kerjasama ini semakin memperkaya portofolio kolaborasi internasional Informatika UII dengan berbagai universitas di luar negeri.

Usai sesi diskusi, Ms. Janice Au berkesempatan mengunjungi fasilitas akademik Informatika UII, meliputi ruang kelas dan laboratorium di lantai 1 dan 2 Gedung Wahid Hasyim FTI. Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah awal yang konkret bagi terjalinnya kerjasama yang saling menguntungkan antara Informatika UII dan HHN di masa mendatang.

 

“Deadline bukan garis akhir yang menakutkan. Deadline adalah pemicu fokus. Fokus melahirkan disiplin. Disiplin membentuk kompetensi. Kompetensi membawa ke success line.”

– Prof. Dr. Sri Kusumadewi, S.Si, M.T.

 

Deadline. Kata yang mungkin paling tidak disukai namun paling familiar di telinga mahasiswa, dosen, bahkan profesional. Rasa panik saat deadline mendekat, begadang untuk mengejar tenggat waktu, atau stres karena tugas menumpuk—semuanya menjadi pengalaman yang hampir universal. Menyadari tantangan ini, Program Studi Informatika Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) Universitas Islam Indonesia menyelenggarakan webinar bertajuk “Dari Deadline menuju Success Line: Prioritas Waktu” yang menghadirkan Prof. Dr. Sri Kusumadewi, S.Si, M.T. sebagai narasumber. Webinar yang berlangsung pada Sabtu, 14 Februari 2026, melalui platform Zoom dan YouTube ini berhasil menarik antusiasme luar biasa dengan lebih dari 140 pendaftar dari seluruh penjuru nusantara.

 

Dalam sambutannya, Kaprodi Informatika PJJ UII, Dr. Nur Wijayaning, menyampaikan bahwa webinar ini merupakan kelanjutan dari seri pengembangan diri bertema manajemen waktu dan prioritas, menyusul kesuksesan webinar sebelumnya pada Januari 2026 dari Prof. Fathul Wahid bertajuk “Kerja Lancar, Kuliah Kelar“. Keberhasilan seri webinar ini tercermin dari keberagaman peserta yang mendaftar—sebanyak 144 pendaftar berasal dari 23 provinsi dan 60 institusi berbeda di Indonesia, menunjukkan bahwa isu manajemen waktu menjadi kebutuhan universal lintas geografis dan sektor. Dari sisi geografis, DIY mendominasi dengan 45 peserta (31,25%), diikuti Jawa Tengah dengan 31 peserta (21,53%), sementara sepertiga peserta (33,33%) berasal dari luar Jawa—mulai dari Papua Pegunungan hingga Sumatra. Dari sisi institusi, UII menyumbang 53 pendaftar (36,81%), namun yang menarik adalah kehadiran 12 peserta (8,33%) dari instansi pemerintahan seperti Bapenda, Sekretariat Daerah, dan berbagai dinas—menunjukkan bahwa manajemen waktu menjadi concern tidak hanya di dunia akademik tetapi juga di birokrasi pemerintahan.

 

Dalam paparannya, Prof. Sri Kusumadewi (akrab dipanggil Prof. Cicie) menekankan bahwa deadline bukanlah garis akhir yang menakutkan, melainkan pemicu fokus yang strategis. “Deadline bukan garis akhir yang menakutkan. Deadline adalah pemicu fokus. Fokus melahirkan disiplin. Disiplin membentuk kompetensi. Kompetensi membawa ke success line,” ujar Prof. Cicie menjelaskan konsep roadmap dari deadline menuju kesuksesan. Beliau memaparkan bahwa mindset yang benar terhadap deadline dapat mengubahnya dari sumber stres menjadi alat manajemen yang powerful. Ketika seseorang memiliki deadline yang jelas, ia akan lebih fokus pada prioritas, yang kemudian mendorong disiplin dalam eksekusi, mengasah kompetensi melalui pengalaman, dan akhirnya mencapai garis sukses yang diinginkan.

 

Prof. Cicie juga membagikan lima strategi praktis dalam memilih prioritas secara strategis. Pertama, mulai dari deadline (batas waktu): identifikasi mana yang paling dekat jatuh temponya dan mana yang memiliki konsekuensi terbesar jika terlambat, karena deadline membantu menyaring urgensi. Kedua, ukur dampak (impact thinking): tanyakan apakah tugas ini berdampak pada nilai, reputasi, atau kinerja, dan apakah tugas ini memengaruhi orang lain. Ketiga, gunakan Matriks Urgent-Important yang membagi tugas menjadi empat kategori: penting & mendesak, penting tapi tidak mendesak, tidak penting tapi mendesak, dan tidak penting & tidak mendesak, dengan fokus pada tugas penting terlebih dahulu. Keempat, pertimbangkan energi bukan hanya waktu—manfaatkan waktu paling fokus dalam sehari dengan tingkat konsentrasi optimal untuk prioritas utama strategis. Kelima, terapkan Prinsip 80/20 (Pareto)—fokus pada tugas mana yang paling memengaruhi hasil akhir, dengan formula: Prioritas = (Urgensi × Dampak) – …, untuk mengidentifikasi leverage terbesar.

 

Seri webinar pengembangan diri yang diinisiasi Prodi Informatika PJJ UII ini menunjukkan komitmen berkelanjutan dalam membekali mahasiswa dan civitas akademika dengan soft skills krusial di era digital. Dengan jangkauan peserta dari Sabang sampai Merauke, prodi berharap ilmu yang dibagikan dapat membantu peserta—baik mahasiswa, dosen, maupun profesional—untuk tidak hanya bertahan dari deadline ke deadline, tetapi benar-benar bergerak menuju success line dengan strategi prioritas yang lebih matang. Ke depan, diharapkan seri webinar seperti ini dapat terus menjadi katalis perubahan dalam budaya manajemen waktu di Indonesia, di mana deadline tidak lagi menjadi momok tetapi menjadi alat untuk mencapai produktivitas dan kesuksesan yang berkelanjutan.