SEO tidak lagi hanya soal bagaimana sebuah website muncul di Google. Di era AI, website juga perlu memiliki struktur dan konten yang mudah dipahami oleh sistem pencarian berbasis kecerdasan buatan.
Perubahan tersebut menjadi pembahasan utama dalam WordPress Meetup Jogja ke-24 (WPYK #24) yang diselenggarakan oleh Jurusan Informatika Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Islam Indonesia (UII) bersama WordPress Meetup Jogja pada Ahad (20/9/2026).
Bertempat di Laboratorium Informatika FTI UII, Kampus Terpadu UII, kegiatan ini mengangkat tema “Menang di Search Era AI: Strategi SEO Agar Website Muncul di Google & AI.”
Kegiatan diikuti puluhan peserta dari berbagai latar belakang, mulai dari mahasiswa, pengembang dan pengelola website, praktisi digital marketing, freelancer, hingga pelaku usaha dan UMKM.
Melalui kegiatan ini, peserta diajak memahami bagaimana perkembangan Artificial Intelligence (AI) mulai mengubah cara pengguna mencari informasi sekaligus cara pemilik website melakukan optimasi agar kontennya tetap mudah ditemukan.
Dari Technical SEO hingga Generative Engine Optimization
Sesi pertama disampaikan oleh Fikri Kurniawan, S.T., Digital Marketing Strategist & AI Specialist sekaligus alumnus Informatika UII.
Fikri membahas fondasi Search Engine Optimization (SEO) di era AI, mulai dari technical SEO, pemetaan search intent, hingga Generative Engine Optimization (GEO).
Jika SEO selama ini banyak berfokus pada bagaimana sebuah halaman dapat ditemukan dan memperoleh posisi yang baik di mesin pencari, perkembangan AI menghadirkan tantangan baru. Konten juga perlu memiliki konteks, struktur, dan informasi yang cukup jelas agar dapat dipahami oleh sistem pencarian dan layanan berbasis AI.
Peserta mendapatkan gambaran bahwa optimasi website kini tidak hanya berkaitan dengan kata kunci, tetapi juga kualitas informasi, kesesuaian dengan kebutuhan pengguna, struktur website, dan kejelasan konteks sebuah konten.
Agentic SEO: Ketika AI Bekerja sebagai Tim
Sesi kedua disampaikan oleh Dr. Syarif Hidayat, S.Kom., M.I.T., dosen dan peneliti Jurusan Informatika FTI UII.
Pada sesi ini, pembahasan beralih dari penggunaan AI sebagai chatbot menuju konsep Agentic SEO, yaitu pemanfaatan sejumlah AI Agents yang bekerja dengan peran berbeda dalam sebuah workflow.
Menurut Syarif, penggunaan AI untuk pekerjaan kompleks tidak harus dilakukan dengan meminta satu AI mengerjakan semuanya sekaligus.
Dalam pendekatan multi-agent workflow, pekerjaan dapat dibagi kepada sejumlah agen spesialis. Ada agen yang bertugas melakukan crawling website, menganalisis aspek technical SEO, mengevaluasi kualitas konten dan AI Search readiness, menyusun prioritas strategi, hingga memvalidasi hasil audit.
Dengan demikian, AI tidak hanya berperan sebagai alat untuk menghasilkan jawaban, tetapi dapat disusun menyerupai sebuah tim kerja digital dengan pembagian tugas dan tahapan yang jelas.
Audit SEO dengan Multi-Agent Workflow
Dalam demonstrasi yang ditampilkan kepada peserta, proses audit SEO berbasis AI Agent dilakukan melalui workflow yang terstruktur.
Website terlebih dahulu dipetakan melalui proses crawling. Hasilnya kemudian menjadi dasar bagi beberapa agen spesialis untuk melakukan analisis dari perspektif yang berbeda.
Hasil analisis selanjutnya disintesis menjadi sejumlah rekomendasi prioritas dan diperiksa kembali sebelum menjadi laporan audit.
Pendekatan tersebut juga memperlihatkan pentingnya human review. Manusia tetap memiliki peran untuk mengevaluasi ruang lingkup analisis, memeriksa bukti yang digunakan AI, serta menentukan apakah hasil audit layak digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan.
Konsep ini menunjukkan bahwa perkembangan Agentic AI bukan semata-mata tentang menggantikan pekerjaan manusia, tetapi tentang mendesain kolaborasi antara manusia dan sejumlah agen AI secara lebih terstruktur.
Diskusi SEO dan AI Mendapat Antusiasme Peserta
Antusiasme peserta terlihat dari sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung interaktif.
Sejumlah pertanyaan membahas perubahan perilaku pencarian informasi, strategi optimasi konten di tengah berkembangnya AI, hingga kemungkinan penggunaan AI Agents untuk mengotomatisasi sebagian proses audit dan pengelolaan website.
Diskusi tersebut menunjukkan bahwa perubahan teknologi pencarian mulai menjadi perhatian tidak hanya bagi praktisi SEO, tetapi juga pengembang website, digital marketer, freelancer, serta pemilik usaha yang mengandalkan website sebagai kanal digital.
Kolaborasi Akademisi, Komunitas, dan Industri
Melalui WPYK #24, Jurusan Informatika FTI UII terus membuka ruang pertemuan antara lingkungan akademik, komunitas, dan praktisi teknologi.
Kolaborasi tersebut memungkinkan peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman konseptual, tetapi juga melihat secara langsung bagaimana perkembangan SEO, AI Search, dan Agentic AI dapat diterapkan dalam pengelolaan website.
Pelaksanaan WPYK #24 turut didukung oleh Tonjoo, Rumahweb, domaiNesia, Jetorbit, jogjaasik.com, hobiternak.com sebagai bagian dari kolaborasi komunitas dan industri dalam mendukung kegiatan berbagi pengetahuan teknologi.
Perkembangan AI diperkirakan akan terus mengubah cara informasi ditemukan dan dikonsumsi. Karena itu, kemampuan memahami SEO di era AI sekaligus memanfaatkan teknologi seperti Agentic SEO menjadi salah satu kompetensi yang semakin relevan bagi pengembang, pengelola website, maupun pelaku bisnis digital.









Kali ini, kita bakal bahas pengalaman kegiatan penjaluran Pengabdian Masyarakat! Salah sat



