Kolokium 2020

Alhamdulillah, pada Sabtu, (12/12) lalu, Program Studi Informatika – Program Sarjana telah sukses menyelenggarakan agenda kegiatan Kolokium Informatika 2020. Kolokium ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap akhir semester. Seperti halnya semester lalu, kali ini kolokium masih dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting.

Agenda dibuka dengan sambutan dari Ketua Prodi Informatika Program Sarjana, Bapak R. Teduh Dirgahayu, dan Bapak Ari Sujarwo. Presentasi makalah dilakukan dengan dua sesi. Sesi pertama dilaksanakan mulai pukul 08.45-12.00, sedangkan sesi kedua mulai pukul 13.00-14.45.

Terdapat 59 makalah yang dipresentasikan pada kegiatan Kolokium Informatika 2020. Ruang presentasi dibagi menjadi tiga, yaitu ruang Dieng, Sindoro, dan Bromo. Ruang-ruang ini dimoderatori oleh dosen yang berbeda pula, antara lain Bapak Ahmad Raf’ie Pratama, Bapak Hari Setiaji, Bapak Andhik Budi Cahyono, Ibu Erika Ramadhani, Bapak Ahmad Fathan Hidayatullah, dan Ibu Arrie Kurniawardhani.

Selain presentasi makalah oleh peserta, pada Kolokium 2020 ini terdapat pemilihan makalah terbaik. Katiga karya tersebut dapat diakses melalui laman AUTOMATA. Berikut tiga presenter makalah terbaik pada Kolokium Informatika 2020:

  1. Geraldy Yusuf Pralampita – Analisis Kesadaran Pembaruan Aplikasi di Smartphonedengan Model KAB
  2. Indri Dwi Febriani – Identifikasi Stadium Plasmodium Vivax untuk Penegakan Diagnosis Penyakit Malaria dengan Sistem Berbantuan Komputer
  3. Habib Faizal Fadli – Identifikasi Cyberbullying pada Media Sosial Twitter Menggunakan Metode LSTM dan BiLSTM

Harapannya, dengan kolokium ini, mahasiswa dapat berdiskusi dan memperoleh saran dari para dosen terhadap penelitiannya sehingga nantinya skripsi yang disusun lebih baik.

Universitas Islam Indonesia yang diwakili oleh 9 orang mahasiswa dari UKM Unisi Robotic, setelah melalui kerja keras yang panjang, berhasil lolos ke tahap nasional Kontes Robot Sepak Bola Indonesia Beroda (KRSBI-B). KRSBI-B merupakan sebuah kontes robot sepak bola tingkat perguruan tinggi yang diadakan oleh Pusat Prestasi Nasional Kemendikbud. Tidak main-main, kompetisi ini diselenggarakan untuk menjadi wadah dalam mengaplikasikan ilmu pengetahuan dan teknologi ke dalam dunia nyata, khususnya dalam bidang sepak bola robot. Dalam jangka panjang, kontes ini bertujuan untuk mengembangkan riset sebagai persiapan Indonesia menghadapi liga sepak bola robot dunia pada tahun 2050.

Pada periode yang telah lalu, kontes robot ini biasanya dilakukan dengan mempertandingkan 2 tim yang masing-masing memiliki 3 buah robot sepak bola full autonomous. Namun karena tahun ini kontes dilakukan secara daring, ada penyesuaian peraturan yang dilakukan. Tiap tim bertanding secara time trial di kampus masing-masing dalam waktu 3 menit untuk mencetak gol sebanyak-banyaknya dengan beberapa peraturan yang sudah ditetapkan.

UKM Unisi Robotic sendiri pada tahun ini hanya mengirimkan 1 tim yang terdiri dari 9 orang. Mereka terbagi menjadi 3 orang elektrik, 3 mekanik, dan 3 programmer. Dalam tim tersebut, Jurusan Informatika diwakili oleh July Arifianto, Andri Ruslam, dan Faiq Dhimas.

Tim KRI sudah melakukan persiapan sejak Agustus tahun lalu, namun sempat vakum saat lockdown covid-19, dan baru melanjutkan latihan pada awal September 2020. Persiapan yang dilakukan oleh tim dimulai dari tahap mekanikal, yaitu tahap manufakturing bentuk robot, kemudian masuk ke tahap elektrik dengan memasang sensor aktuator dan controller, dan terakhir membangun program.

Ada tiga tahapan yang dilakukan dalam pengembangan program untuk ditanam dalam robot-robot pesepak bola itu: low level untuk mengakses sensor dan mengendalikan aktuator, middle level untuk merancang program ROS (Robot Operating System), dan high level yang menentukan strategi permainan menggunakan localization, path planning, dan object detection (image processing).

Dalam kontes tahap nasional tersebut, tim dari informatika belum berhasil menyabet gelar juara. Meski begitu, prestasi yang berhasil dicapai oleh Tim Unisi Robotic tahun ini merupakan yang terbaik dari tahun-tahun sebelumnya. Berkaitan dengan itu, ada kesempatan bagi mahasiswa Informatika yang berminat di bidang robotika untuk bergabung mengembangkan bakatnya. Informasi lebih lanjut bisa didapatkan di akun Instagram @unisi_robotic

Program Studi Informatika – Program Sarjana UII telah menjalin kerjasama program double degree dengan beberapa perguruan tinggi di luar negeri, salah satunya dengan Youngsan University (YSU) Korea Selatan. Kerja sama program double degree dengan YSU telah berlangsung sejak tahun 2016. Sudah ada sekitar empat mahasiswa yang mengikuti program ini.

Peserta Double Degree di Youngsan University: Avilia

Di tahun akademik 2020 ini, bertambah satu mahasiswa yang akan mengikuti program ini. Alhamdulillah, pada hari Selasa, 1 September 2020, telah dilaksanakan acara pelepasan mahasiswa Program Studi Informatika Program Sarjana UII yang akan mengikuti program double degree di YSU. Acara ini berlangsung secara daring dan dihadiri oleh beberapa dosen Prodi Informatika UII serta peserta program double degree, yaitu Avilia Kusumaputeri Nugroho.

Pelepasan Double Degree Avilia Kusumaputeri Nugroho

Pelepasan Mahasiswa Double Degree ke Youngsan University Korea Selatan. Kiri-atas: Ketua Jurusan Informatika. Kanan-atas: Pengelola Double Degree S1 Informatika. Kiri-bawah: Avilia Kusumaputri N. Kanan-bawah: Ketua Prodi Informatika – Program Sarjana

Persiapan dan proses seleksi untuk mengikuti program double degree sudah dimulai sejak bulan Februari 2020. Mahasiswa yang ingin mengikuti program ini harus mengikuti seleksi dokumen maupun wawancara yang diselenggarakan oleh UII dan YSU. Meskipun terdapat beberapa hambatan selama proses seleksi dan persiapan dokumen, Alhamdulillah proses ini dapat dilewati dengan baik.

Avilia merupakan mahasiswa angkatan 2018 dan Insya Allah pada tanggal 3 September 2020 akan berangkat ke Korea Selatan. Korea Selatan merupakan salah satu negara yang sudah membuka border di masa pandemi sehingga mahasiswa yang akan belajar di sana diperkenankan untuk memasuki wilayah negara. Bisa dibilang, penanganan kasus pandemi Covid19 di Korea Selatan cukup baik. Insya Allah mahasiswa akan aman saat berada di sana.

Pesan Ketua Jurusan Informatika

Dalam acara pelepasan, Bapak Hendrik, M.Eng. selaku Ketua Jurusan Informatika berpesan agar mahasiswa dapat menjaga nama baik serta jangan ragu mengasah kemampuan dirinya. Di Korea Selatan, terdapat banyak kesempatan bagi para pelajar untuk mengembangkan diri, seperti belajar bahasa, belajar kebudayaan, maupun kesempatan untuk menjalani kerja part time jika dapat membagi waktunya dengan baik.

Pesan Ketua Prodi Informatika – Program Sarjana

Bapak Dr. R. Teduh Dirgahayu (Ketua Program Studi Informatika – Program Sarjana) menambahkan bahwa selama menjalani studi di YSU, mahasiswa tetap sebagai bagian UII. Jika terdapat masalah maupun kendala, mahasiswa dapat menyampaikannya ke UII.

Insya Allah, usaha menuntut ilmu yang dilakukan dapat dihitung sebagai amal baik yang akan memudahkan jalan menuju surga. Aamiin Yaa Rabbal ‘Aalamiin…

Program Studi Informatika Program Sarjana UII kembali menyelenggarakan Informatics Expo. Acara rutin yang dihelat tiap semester kali ini lain dari biasanya karena diselenggarakan secara daring.

Terdapat 141 karya dari ratusan mahasiswa Informatika UII semester 2 dan semester 4 yang dipamerkan di Website Informatics Expo. Selain itu, beberapa tim terpilih akan membahas karya-karya mereka melalui YouTube Streaming di channel Jurusan Informatika FTI UII. Pengunjung sesi YouTube Streaming yang aktif berkesempatan untuk mendapatkan doorprize menarik dari panitia.

YouTube Streaming Informatics Expo Genap 2020

Berikut ini rincian karya di Informatics Expo Semester Genap 2020:

  1. Mata kuliah Rekayasa Perangkat Lunak – Fundamen Pengembangan Aplikasi (Semester 2) dengan tema Pertanian/Peternakan: 47 karya
  2. Mata kuliah Pengembangan Gim (Semester 4): 38 karya
  3. Mata kuliah Pengembangan Sistem Informasi (Semester 4) dengan tema Pariwisata: 56 karya

Pengujung dapat mengapresiasi maksimal 2 karya pilihan dengan memberi rating di website Informatics Expo. Dosen juga telah memilih karya terbaik dari tiap tema. Selain itu, video Youtube peserta Expo dengan jumlah likes terbanyak pun mendapatkan hadiah menarik.

Berikut ini daftar playlist video YouTube karya mahasiswa (silakan klik link-nya):

Nah, kira-kira siapa saja tim-tim beruntung yang memenangkan Informatics Expo kali ini? Cek nama-nama tim berikut karyanya di bawah ya!

Karya Terbaik – Penilaian Dewan Dosen

  • Pengembangan Gim
    1. KUMA – The Semicolon
    2. Feeling Good – Space Craft
    3. Conqueror – Baby Is You
  • Pengembangan Sistem Informasi
    1. Jelly Fish – MOMENT
    2. Bionic – SALISASTAY
    3. C9 – Twalang
  • Fundamen Pengembangan Aplikasi & Rekayasa Perangkat Lunak
    1. Gabuut – Pangaan
    2. Resoft – Sayurku
    3. BatangPohon – E-Sayur

Klasemen Rating Web Informatics Expo

  1. FourKeys – APALIS
  2. Intel – eduFarm
  3. C-6 – Mantou v.2

Top YouTube Likes

  1. BelumDiTentukan – Sistem Ketahanan Pangan Daerah (SKPD) (670 likes)
  2. Bactrack – KampungJogs (333 likes)
  3. Enigma – Run The Plague (236 likes)

Bakti Sosial merupakan salah satu kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh Jurusan Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu masyarakat fakir dan miskin yang berada di sekitar Universitas Islam Indonesia. Lokasi bakti sosial pada tahun 2020 ini sama dengan lokasi tahun sebelumnya yaitu Desa Widodomartani, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman.

Pada kesempatan kali ini, agenda bakti sosial dilaksanakan pada hari Sabtu, 4 Juli 2020 di Balai Desa Widodomartani. Kegiatan ini dilakukan dengan membagikan 150 paket sembako kepada warga fakir miskin di 19 dusun, Desa Widodomartani.

Proses pelaksanaan kegiatan bakti sosial pada tahun 2020 ini sedikit berbeda dengan biasanya. Pada tahun-tahun sebelumnya, pembagian sembako dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan buka puasa di Bulan Ramadhan. Namun pada tahun ini, pembagian sembako dilaksanakan di luar program Ramadhan karena masih dalam masa pendemi COVID-19. Pembagian sembako dilaksanakan dengan mematuhi aturan protokol kesehatan. Warga harus mengenakan masker, cuci tangan terlebih dahulu, dan menjaga jarak ketika antre mengambil sembako.

Distribusi sembako secara teknis dikoordinir dan dilaksanakan langsung oleh pihak pengurus Desa Widodomartani yang dalam hal ini diwakili oleh pelaksana tugas kepala desa dan Kasi Pelayanan Desa Widodomartani, yaitu Bapak Adit dan Bapak Susilo. Proses serah terima paket sembako diberikan secara simbolis oleh Ketua Panitia Baksos 1441 H, Bapak Ahmad Fathan Hidayatullah, dan langsung diterima oleh Bapak Adit selaku pelaksana tugas kepala Desa Widodomartani.

Pihak desa Widodomartani sangat berterima kasih dan bersyukur atas pembagian sembako yang dilakukan oleh Jurusan Informatika UII. Diharapkan di waktu yang akan datang, kerja sama antara Jurusan Informatika UII dan Desa Widodomartani dapat terus berlanjut, tidak hanya kegiatan bakti sosial namun juga kegiatan-kegiatan bermanfaat yang lainnya.

Dhomas Hatta Fudholi di Pesantren Sains Data

 

Center of Data Science UII kembali mengukir kontribusinya di dunia Sains Data. Kali ini, untuk mengisi waktu dengan kegiatan positif di bulan Ramadhan, CDS UII menggelar Pesantren Sains Data selama tanggal 9-14 Mei 2020 lalu. Pesantren yang menggabungkan kuliah agama sekaligus sains data ini dilaksanakan menjelang waktu berbuka dan setelah shalat tarawih  melalui Zoom Meeting.

Pesantren Sains Data diikuti oleh 96 orang pendaftar yang berasal dari latar belakang yang beragam, mulai dari dosen, mahasiswa, data engineer, dan lain sebagainya. Tidak hanya Yogyakarta, kegiatan ini juga diikuti oleh peserta dari berbagai kota di Indonesia. Pesantren ini diisi dengan materi pengenalan dan studi kasus di sains data, seperti pengenalan Machine Learning, Phyton, Clustering, Neural Network, Tree-based Classifier, serta Deep Learning. Materi disampaikan oleh dosen-dosen Informatika FTI UII yang memang kompeten di bidang Sains Data, antara lain:

Ridho Rahmadi di Pesantren Sains Data

Pesantren ini dilaksanakan selama enam hari. Tiga hari pertama diadakan setiap menjelang berbuka puasa dan selepas tarawih (15.30-17.00 dan 20.30-22.00), sedangkan tiga hari setelahnya hanya diadakan menjelang berbuka. Setiap sesi, untuk 10 menit di awal diisi dengan kultum agama kemudian dilanjut materi sains data. Di pertengahan kegiatan diadakan mini kontes berhadiah dan evaluasi singkat seputar materi dan kultum yang diberikan.

Ke depannya, CDS UII berharap peserta dan pemateri terus menjaga silaturrahim dengan bergabung di grup telegram Sains Data untuk Semua yang dikelola oleh UII.

Alhamdulillah, Sabtu 16 Mei 2020 lalu, jam 08.00 – 15.00 telah dilaksanakan Webinar Penawaran Topik Penelitian yang dihadiri oleh Mahasiswa S1 dan S2 Jurusan Informatika UII. Terdapat sebelas dosen yang menawarkan tema penelitian dengan bidang riset beragam, antara lain: forensika digital, sistem informasi enterprise, sains data, dan informatika medis.

Kegiatan yang dilaksanakan melalui platform Zoom ini bertujuan untuk menginspirasi mahasiswa yang memerlukan topik penelitian bagi tugas akhirnya, baik itu untuk Skripsi S1 maupun Tesis S2. Selain itu, penawaran topik penelitian ini juga diharapkan mampu membuka peluang kerja sama antara dosen-mahasiswa S2-mahasiswa S1 untuk melaksanakan riset kolaborasi.

Daftar video rekaman Webinar Penawaran Topik Penelitian bisa diakses di YouTube Playlist berikut ini:

Kode Classroom Penawaran Judul TA

The Asia Pacific Regional Internet Conference on Operational Technologies (APRICOT) is the largest international internet conference in the Asia Pacific that is held annually. This year, APRICOT 2020 was held at the Crown Promenade Conference Center in Melbourne, Australia. This event was held in close collaboration between The Asia Pacific Network Operators Group (APNOG) and the Asia Pacific Network Information Center (APNIC) with The Internet Association of Australia Inc. (IAA) as the host. This prestigious event was attended by practitioners and academics from across the Asia Pacific.

Fayruz Rahma, S.T., M.Eng. and Mukhammad Andri Setiawan, S.T., M.Sc., Ph.D. who are lecturers of Department of Informatics UII also attended this event.

M Andri Setiawan in APNIC49

Mukhammad Andri Setiawan in APNIC49

Andri (far left in the picture) in APNIC49

At the APRICOT 2020 – APNIC49 conference, which was held on 16-21 February 2020, Mr. Andri attended as the staff of IDNIC-APJII (Indonesian Network Information Center – Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia). As a staff of IDNIC, Mr. Andri revealed that one of the tasks of IDNIC, in addition to make internet quality in Indonesia better, is to make Indonesia a “hotspot” and better known as a pioneer of the latest technology in internet, in the Asia Pacific region.

Fayruz Rahma in APRICOT 2020 – Workshop

Fayruz Rahma in APRICOT 2020

Ms. Fayruz (the one with purple hijab) with the participants and instructors of Virtualization Workshop Class

Ms. Fayruz attended the APRICOT 2020 Virtualization & Cloud Computing Workshop which was held on February 12-16, 2020. According to her, as a lecturer in the Cyber ​​System area, the workshop that she participated in was very important to deepen knowledge and improve capabilities related to virtualization and cloud computing. In this workshop, Ms. Fayruz learned virtualization from basic concepts to container and cloud technology. In addition, there were also several practices, including: virtualization with VirtualBox, virtualization using libvirt with the KVM hypervisor, clustering and virtualization using Ganeti, migrating instances from one node to another node, and so on.

Ms. Fayruz was listed as a participant who passed the selection in the APRICOT Fellowship program. Out of more than 500 APRICOT 2020 fellowship applicants, only 34 fellows were selected from 15 countries in the Asia Pacific region. Ms. Fayruz was the only fellow from Indonesia.

In addition to gaining new knowledge and skills, in this event, Mr. Andri and Ms. Fayruz can also establish relationships with academics and other Internet practitioners from various Asia Pacific countries, and share conditions in their respective countries, get motivation, and inspiration in the world of lectures or technology.

Ivan Seto Adicahya mahasiswa Joint Degree di Korea Selatan

Saat ini, international exposure menjelma kebutuhan khusus yang harus diselami mahasiswa agar semakin mengenal dunia luar. International exposure merupakan salah satu gerbang untuk mengeksplorasi pengalaman hidup yang barupengalaman yang diperoleh dengan berlayar ke wilayah yang belum dipetakan. Banyak cara untuk memperoleh paparan internasional ini, misalnya melalui program pertukaran pelajar, seminar internasional, hingga kuliah ke luar negeri.

Informatika UII bersama Youngsan University South Korea memberikan jalan yang mempermudah mahasiswanya memperoleh pengalaman internasional exposure, yaitu melalui penyelenggaraan program joint-degree. Dengan program joint-degree, mahasiswa hanya berkuliah dua tahun di Informatika UII dan dilanjutkan hingga selesai di YSU. Nantinya, mahasiswa akan mendapat dua gelar ketika lulus, yaitu dari UII dan YSU. 

Youngsan University South Korea

Pengalaman Ivan

Ivan Seto Adicahya, salah satu peserta program joint-degree ini mengaku banyak sekali pengalaman yang ia dapat selama mengikuti program ini. Ivan  merupakan mahasiswa Informatika UII angkatan 2015. Ia tiba di Korea Selatan pada September 2017 dan selama dua semester mengikuti kelas Bahasa Korea. Selang satu tahun, tepatnya pada 3 September 2018, Ivan memulai perkuliahan pertamanya di YSU.  Jika tidak ada halangan, program ini selesai di bulan Juli 2020 dan akan diwisuda pada Agustus 2020.

Ivan sendiri berasal dari Yogyakarta. Berkuliah di UII dengan lingkungan pertemanan yang rata-rata merupakan anak rantau membuat Ivan tertantang untuk ikut merantau. Ia ingin tahu rasanya keluar dari zona nyaman sehingga terpilihlah program joint-degree ini sebagai gerbang untuk mencari pengalaman yang baru. 

Suasana di Youngsan University South Korea

Meskipun nantinya ia harus lulus satu tahun lebih lambat dibanding teman-teman seangkatannya di UII, Ivan mengaku mendapat banyak hal selama mengikuti program joint-degree ini. Ia bisa mengenal bahasa baru, kurikulum baru, teman baru dari berbagai negara, hingga mendapatkan dua gelar dari UII dan YSU. 

Ada satu pengalaman menarik yang diceritakan Ivan selama berkuliah di YSU. Pemrograman menggunakan bahasa PHP sudah mulai tidak banyak digunakan di Korea Selatan sehingga tidak diajarkan di YSU. Namun, karena bahasa tersebut diajarkan di UII, Ivan mendapat kesempatan untuk menjelaskannya di depan kelas, bahkan sang dosen langsung yang meminta Ivan menjelaskannya.

Nantinya, Ivan berencana kerja di Korea Selatan untuk beberapa waktu sebelum pulang ke tanah air. Ivan juga sudah sempat melakukan wawancara dengan salah satu perusahaan di sana sehingga apabila nantinya diterima ia bisa langsung bekerja di sana ketika sudah lulus kuliah.